$

PAUS ID

Padjadjaran Authentication System.

$

Portal Mahasiswa

Merupakan portal informasi bagi mahasiwa UNPAD

$

Portal Staff

Merupakan portal informasi bagi staf UNPAD.

$

Email UNPAD

Layanan email berbasis Google App for Education (GAFE) bagi seluruh sivitas akademika Unpad.

UNPAD

Dosen Fakultas Kedokteran Unpad Dampingi KKN di Kabupaten Garut, Dorong Pemberdayaan Masyarakat Melalui Tiga Program Prioritas

Dosen Fakultas Kedokteran Unpad Dampingi KKN di Kabupaten Garut, Dorong Pemberdayaan Masyarakat Melalui Tiga Program Prioritas

Dosen Pembimbing Lapangan dan Mahasiswa KKN kabupaten garut fakultas kedokteran UNPAD Universitas Padjadjaran

Garut – Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, drh. Fadeli Bermani, S.K.H., M.Si., melaksanakan tugas sebagai Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) pada kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Padjadjaran Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 periode Juli–Agustus 2026 di Desa Pancasura, Kecamatan Singajaya, Kabupaten Garut, dengan mengusung tiga fokus program utama yaitu pengentasan kemiskinan, pengelolaan sampah dan peningkatan literasi masyarakat.

Selama kurang lebih dua bulan pelaksanaan KKN, mahasiswa bersama DPL melaksanakan berbagai kegiatan yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat melalui tiga tema prioritas. Program pengentasan kemiskinan diarahkan untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian masyarakat, pengelolaan sampah difokuskan pada peningkatan kesadaran lingkungan serta penerapan pengelolaan sampah yang lebih baik, sedangkan program peningkatan literasi dilaksanakan melalui berbagai kegiatan edukatif guna meningkatkan budaya membaca dan belajar di lingkungan masyarakat. Ketiga tema tersebut menjadi bagian dari fokus KKN Universitas Padjadjaran dalam mendorong menjawab berbagai tantangan pembangunan di tingkat desa melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan warga.

Mendorong Pengabdian yang Berdampak

Sebagai Dosen Pembimbing Lapangan, drh. Fadeli Bermani tidak hanya mendampingi mahasiswa dalam menjalankan program kerja, tetapi juga memastikan setiap kegiatan memberikan manfaat yang nyata, terdokumentasi dengan baik, serta memiliki keberlanjutan setelah KKN berakhir. Pendampingan dilakukan melalui identifikasi potensi desa, koordinasi dengan pemerintah desa, pendampingan pelaksanaan program, hingga evaluasi dan penyusunan dokumentasi sebagai luaran kegiatan.

Pendekatan tersebut sejalan dengan komitmen Universitas Padjadjaran dalam memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Melalui KKN, mahasiswa tidak hanya belajar menerapkan ilmu pengetahuan di tengah masyarakat, tetapi juga menghasilkan praktik-praktik baik (best practices) dan luaran akademik yang memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab berbagai tantangan di masyarakat.

 “KKN ini bukan sekadar kegiatan pengabdian rutin, melainkan wadah bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari masyarakat sekaligus memberikan kontribusi dalam menyelesaikan persoalan di tingkat desa. Kami mendorong mahasiswa untuk tidak berhenti pada pelaksanaan program semata, tetapi juga mendokumentasikan setiap proses dan hasil kegiatan dengan baik, sehingga dapat direkognisi sebagai bagian dari capaian akademik maupun kinerja institusi. Melalui tiga program prioritas yang diusung, yaitu pengentasan kemiskinan, pengelolaan sampah, dan peningkatan literasi, kami berharap masyarakat Desa Pancasura dapat merasakan manfaat yang berkelanjutan, tidak hanya selama masa KKN berlangsung, tetapi juga setelah program ini selesai. Sinergi yang baik antara Mahasiswa, Universitas Padjadjaran, Pemerintah Desa, dan Masyarakat menjadi kunci keberhasilan program ini,” ujar drh. Fadeli Bermani, S.K.H., M.Si.

Melalui kegiatan ini, Universitas Padjadjaran kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan bagi masyarakat. Sinergi antara mahasiswa, dosen, pemerintah desa, dan warga diharapkan mampu memperkuat keberlanjutan berbagai program pemberdayaan sekaligus memperluas dampak pengabdian Universitas Padjadjaran di berbagai daerah.

Kontribusi terhadap Sustainable Development Goals (SDGs)

Pelaksanaan KKN Universitas Padjadjaran di Desa Pancasura memberikan kontribusi terhadap beberapa target Sustainable Development Goals (SDGs), di antaranya:

  • SDG 1 – No Poverty (Tanpa Kemiskinan): melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat yang mendukung peningkatan kapasitas dan kesejahteraan warga.
  • SDG 4 – Quality Education (Pendidikan Berkualitas): melalui kegiatan peningkatan literasi dan edukasi bagi masyarakat.
  • SDG 11 – Sustainable Cities and Communities (Kota dan Permukiman Berkelanjutan): melalui penguatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa
  • SDG 12 – Responsible Consumption and Production (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab): melalui edukasi dan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
  • SDG 17 – Partnerships for the Goals (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan): melalui kolaborasi antara Universitas Padjadjaran, pemerintah desa, mahasiswa, dan masyarakat dalam pelaksanaan program pengabdian.
Perempuan Mendominasi Mahasiswa Baru Fakultas Kedokteran Unpad angkatan 2023 sampai 2025, Rasio Stabil Sekitar Dua Pertiga

Perempuan Mendominasi Mahasiswa Baru Fakultas Kedokteran Unpad angkatan 2023 sampai 2025, Rasio Stabil Sekitar Dua Pertiga

Bandung – Mahasiswa baru perempuan di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad) konsisten menjadi kelompok terbesar dalam tiga tahun terakhir. Berdasarkan data mahasiswa angkatan 2023 sampai 2025 dari Program Studi Sarjana Kedokteran (PSSK) dan Program Studi Pendidikan Dokter (PSPD), perempuan menyumbang sekitar 66 sampai 69 persen mahasiswa baru setiap tahun.

Pada angkatan 2023, dari 307 mahasiswa baru di kedua program, sekitar 213 orang (69,4 persen) adalah perempuan. Angkatan 2024 terdiri atas 414 mahasiswa baru dengan sekitar 273 perempuan (65,9 persen). Pada angkatan 2025, jumlah mahasiswa baru naik menjadi 694 orang, dengan sekitar 458 perempuan (66,0 persen).

Rasio perempuan terhadap laki-laki bergeser dari sekitar 2,3 banding 1 pada 2023 menjadi sekitar 1,9 banding 1 pada 2024 dan 2025. Artinya, setiap satu mahasiswa laki-laki baru kini diimbangi sekitar dua mahasiswa perempuan.

PSSK: porsi perempuan menurun perlahan

Di PSSK, jumlah mahasiswa baru meningkat dari 299 orang pada 2023 menjadi 332 orang pada 2024 dan 404 orang pada 2025. Seiring kenaikan itu, porsi perempuan turun perlahan, yaitu sekitar 69,2 persen pada 2023, 67,5 persen pada 2024, dan 64,6 persen pada 2025. Meski begitu, perempuan tetap hampir dua kali lipat jumlah laki-laki.

PSPD: lebih berfluktuasi

Di program profesi dokter PSPD, jumlah mahasiswa baru jauh lebih kecil pada awalnya, yakni 8 orang pada 2023, lalu 82 orang pada 2024 dan 290 orang pada 2025. Porsi perempuan tercatat 75,0 persen pada 2023 (6 dari 8 orang), 59,8 persen pada 2024 (49 orang), dan 67,9 persen pada 2025 (197 orang). Angka 2023 perlu dibaca hati-hati karena jumlah mahasiswanya sangat sedikit.

Secara keseluruhan, data ini menunjukkan perempuan menjadi mayoritas mahasiswa baru di Fakultas Kedokteran Unpad pada ketiga angkatan tersebut. Porsinya cenderung stabil di kisaran dua pertiga sejak 2024.

Lulusan Sarjana Kedokteran FK Unpad 2023–2025 Didominasi Perempuan

Lulusan Sarjana Kedokteran FK Unpad 2023–2025 Didominasi Perempuan

lulusan fakultas kedokteran

BANDUNG — Data kelulusan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (FK Unpad) menunjukkan bahwa perempuan menjadi mayoritas lulusan Program Studi Sarjana Kedokteran (S.Ked.) dalam tiga tahun terakhir.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Sistem Informasi Akademik Terpadu (SIAT) Universitas Padjadjaran, sebanyak 788 mahasiswa Program Studi Sarjana Kedokteran FK Unpad lulus sepanjang 2023–2025. Dari jumlah tersebut, 548 orang (69,5%) merupakan perempuan, sedangkan 240 orang (30,5%) merupakan laki-laki.

Jika dilihat berdasarkan tahun kelulusan, proporsi lulusan perempuan berada pada kisaran 67–72 persen. Pada 2023, dari 227 lulusan, sebanyak 164 orang (72,2%) merupakan perempuan dan 63 orang (27,8%) laki-laki. Persentase tersebut menjadi yang tertinggi dalam tiga tahun terakhir.

Pada 2024, jumlah lulusan meningkat menjadi 257 orang. Sebanyak 173 orang (67,3%) merupakan perempuan, sementara 84 orang (32,7%) merupakan laki-laki. Kemudian pada 2025, dari total 304 lulusan, terdapat 211 perempuan (69,4%) dan 93 laki-laki (30,6%).

Capaian Akademik Lulusan FK Unpad

Selain dari sisi jumlah lulusan perempuan, capaian akademik lulusan Program Studi Sarjana Kedokteran FK Unpad pada periode 2023–2025 juga menunjukkan hasil yang tinggi.

Dari total 788 lulusan, sebanyak 724 orang atau 91,9 persen meraih predikat kelulusan “Pujian” (cum laude). Sementara itu, rata-rata Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) lulusan berada pada kisaran 3,73–3,82 setiap tahunnya.

Data tersebut menjadi salah satu indikator positif atas kualitas proses pendidikan kedokteran di Universitas Padjadjaran. Capaian ini juga mencerminkan semakin terbukanya kesempatan dan minat perempuan dalam menempuh pendidikan kedokteran hingga menyelesaikan studi dengan hasil akademik yang memuaskan.

Data Lulusan FK Unpad 2023–2025

Secara keseluruhan, data lulusan Program Studi Sarjana Kedokteran FK Unpad selama 2023–2025 menunjukkan bahwa dari setiap 10 lulusan, sekitar 7 orang merupakan perempuan.

Data tersebut divisualisasikan dalam infografis pada naskah sumber, yang memperlihatkan alur pelacakan lulusan berdasarkan jenis kelamin melalui data SIAT Unpad, kemudian dikelompokkan berdasarkan tahun kelulusan 2023, 2024, dan 2025.

Fasilitas Outdoor Gym FK Unpad Jadi Pilihan Berolahraga di Lingkungan Kampus

Fasilitas Outdoor Gym FK Unpad Jadi Pilihan Berolahraga di Lingkungan Kampus

WhatsApp Image 2026 10 04 at 15.26.09 2

Jatinangor, UNPAD — Menjaga kebugaran tubuh dapat dilakukan dengan berbagai cara, termasuk memanfaatkan fasilitas olahraga yang tersedia di lingkungan kampus. Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (FK Unpad) menyediakan fasilitas outdoor gym yang dapat dimanfaatkan untuk menunjang aktivitas fisik sivitas akademika.
Fasilitas olahraga tersebut berada di area lingkungan FK Unpad, dekat dengan Bale Waringkas, dan dilengkapi dengan sejumlah peralatan olahraga luar ruang yang dapat digunakan untuk melatih berbagai bagian tubuh.
Keberadaan outdoor gym ini menjadi salah satu fasilitas yang dapat dimanfaatkan sivitas akademika di sela-sela aktivitas perkuliahan maupun pekerjaan. Sejumlah sivitas tampak menggunakan fasilitas tersebut untuk melakukan aktivitas fisik secara mandiri.

Aktivitas fisik secara rutin merupakan salah satu bagian penting dalam menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh. Dengan tersedianya fasilitas olahraga yang mudah dijangkau di lingkungan kampus, sivitas akademika dapat memanfaatkan waktu luang untuk melakukan aktivitas fisik sederhana di sela rutinitas sehari-hari.

Menjadi Ruang Aktivitas Fisik di Lingkungan Kampus

Outdoor gym FK Unpad dapat menjadi pilihan bagi sivitas akademika yang ingin melakukan aktivitas fisik dengan memanfaatkan ruang terbuka

Selain mendukung kebugaran, keberadaan fasilitas tersebut turut menciptakan suasana lingkungan kampus yang lebih aktif. Area outdoor gym dapat menjadi salah satu ruang yang mempertemukan sivitas akademika dalam aktivitas yang berkaitan dengan kesehatan dan kebugaran.
Sebagai institusi pendidikan kedokteran, lingkungan yang mendukung penerapan pola hidup sehat juga menjadi bagian penting dalam menciptakan ekosistem kampus yang mendorong kesadaran terhadap kesehatan.

Pin It on Pinterest