$

PAUS ID

Padjadjaran Authentication System.

$

Portal Mahasiswa

Merupakan portal informasi bagi mahasiwa UNPAD

$

Portal Staff

Merupakan portal informasi bagi staf UNPAD.

$

Email UNPAD

Layanan email berbasis Google App for Education (GAFE) bagi seluruh sivitas akademika Unpad.

UNPAD

Discussion – 

0

Discussion – 

0

KKN Unpad Kelompok 19 Dorong Literasi Informasi, Pengelolaan Sampah dan Pengentasan Kemiskinan di Desa Situhiang

kkn mahasiswa unpad dorong upaya literasi pengelolaan sampah dan pengentasan kemiskinan di kabupaten cianjur kabupaten 1 1

Kabupaten Cianjur — Universitas Padjadjaran melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 19 melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di Desa Situhiang, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Cianjur, pada periode 10 Juli hingga 11 Agustus 2026. Mengangkat tiga fokus utama, yakni Literasi Informasi, Pengelolaan Sampah, dan Pengentasan Kemiskinan, kegiatan ini menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa dan dosen Universitas Padjadjaran dalam mendukung pemberdayaan masyarakat dan pembangunan desa yang berkelanjutan.

Kegiatan KKN Kelompok 19 berada di bawah koordinasi Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Helni Mariani, dr., Sp.KKLP., Subsp.COPC., M.K.M., dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran. Penugasan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan KKN Universitas Padjadjaran Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 periode Juli–Agustus 2026.

Pelaksanaan kegiatan di Desa Situhiang juga didukung melalui kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Perpustakaan Nasional, dan Dinas Sosial. Kolaborasi lintas sektor tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan program yang menyentuh aspek literasi, lingkungan, serta kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.

Tiga Fokus Pengabdian untuk Menjawab Kebutuhan Masyarakat

KKN Kelompok 19 mengembangkan tiga fokus utama yang saling berkaitan dalam upaya memberikan kontribusi kepada masyarakat Desa Situhiang. Fokus pertama adalah Literasi Informasi. Upaya penguatan literasi informasi dalam kegiatan KKN tidak hanya dilakukan melalui aktivitas membaca, tetapi juga dimulai dari penyediaan dan pengelolaan sumber bacaan yang dapat diakses oleh masyarakat. Salah satu kegiatan yang dilakukan mahasiswa adalah inventarisasi buku sebagai langkah awal dalam menata dan menyediakan bahan bacaan yang sesuai untuk mendukung kegiatan literasi. Penguatan literasi kemudian dilanjutkan melalui kegiatan membaca nyaring dan mengulas buku bersama siswa sekolah dasar. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya mengajak siswa untuk membaca, tetapi juga mendorong mereka untuk memahami isi bacaan dan menyampaikan kembali informasi yang diperoleh dari buku.

Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan bahwa literasi informasi dapat dibangun melalui proses yang sederhana dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Mulai dari menyediakan sumber bacaan, menghadirkan ruang literasi, hingga mendampingi anak-anak membaca dan mengulas buku, mahasiswa KKN berupaya menciptakan pengalaman belajar yang mendorong siswa untuk tidak hanya membaca, tetapi juga memahami informasi yang mereka temukan.

Melalui kegiatan tersebut, literasi diharapkan dapat berkembang menjadi kebiasaan yang berkelanjutan. Akses terhadap bahan bacaan dan pengalaman berinteraksi dengan informasi sejak usia sekolah menjadi salah satu langkah penting dalam membangun kemampuan masyarakat untuk memperoleh, memahami, dan memanfaatkan informasi secara lebih baik. Melalui kegiatan literasi informasi, mahasiswa hadir untuk berbagi pengetahuan sekaligus mendorong masyarakat agar lebih mampu mengakses dan menggunakan informasi yang relevan bagi kebutuhan kehidupan sehari-hari.

Fokus kedua adalah Pengelolaan Sampah. Pengelolaan sampah menjadi salah satu perhatian mahasiswa dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Melalui kegiatan edukasi dan praktik langsung bersama masyarakat, mahasiswa berupaya mendorong kesadaran mengenai pentingnya mengelola sampah secara tepat serta menjaga kebersihan lingkungan dari tingkat rumah tangga. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah sosialisasi pengelolaan sampah kepada masyarakat di Masjid Al-Mubarokah. Kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan informasi mengenai pentingnya pengelolaan sampah dan mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap permasalahan sampah di lingkungan sekitar. Edukasi mengenai pengelolaan sampah kemudian dilanjutkan melalui kegiatan yang bersifat praktis. Mahasiswa memperkenalkan salah satu alternatif pengelolaan lingkungan yang dapat diterapkan di tingkat rumah tangga, yaitu pemanfaatan biopori.

Melalui rangkaian sosialisasi dan praktik tersebut, mahasiswa KKN berupaya mendorong masyarakat untuk membangun kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab. Kegiatan tidak hanya berfokus pada penyampaian informasi, tetapi juga memberikan contoh penerapan yang dapat dilakukan secara mandiri di lingkungan rumah. Upaya tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran bahwa pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama. Dengan keterlibatan masyarakat dan penerapan langkah-langkah sederhana secara konsisten, lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan dapat dibangun mulai dari tingkat rumah tangga.

Sementara itu, fokus ketiga adalah Pengentasan Kemiskinan. Upaya mendukung pengentasan kemiskinan dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) diawali dengan memahami kondisi dan potensi ekonomi masyarakat secara langsung. Salah satu langkah yang dilakukan mahasiswa adalah melakukan kunjungan dan survei kepada masyarakat. Melalui kunjungan tersebut, mahasiswa berdialog langsung dengan petani untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi kehidupan, aktivitas usaha, serta potensi ekonomi yang dimiliki masyarakat. Interaksi secara langsung menjadi bagian penting dalam memahami berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat dalam menjalankan aktivitas ekonomi mereka.

Kunjungan lapangan juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk melihat kondisi lingkungan dan aktivitas masyarakat secara lebih dekat. Informasi yang diperoleh dari hasil survei dapat menjadi dasar untuk mengidentifikasi potensi yang dapat dikembangkan serta kebutuhan masyarakat yang perlu mendapatkan perhatian. Ketiga fokus tersebut menjadi rangkaian pengabdian yang saling melengkapi. Penguatan literasi dapat meningkatkan kapasitas masyarakat dalam memperoleh dan memanfaatkan informasi, pengelolaan sampah berkontribusi terhadap kualitas lingkungan, sedangkan pengentasan kemiskinan diarahkan untuk mendukung aspek kesejahteraan masyarakat.

Kolaborasi Perguruan Tinggi dan Mitra untuk Pemberdayaan Masyarakat

Pelaksanaan KKN Kelompok 19 menunjukkan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, lembaga terkait, dan masyarakat dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat. Keterlibatan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Perpustakaan Nasional, dan Dinas Sosial memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program sesuai dengan fokus kegiatan. Di sisi lain, pemerintah desa dan masyarakat menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan di lapangan. Bagi mahasiswa, KKN menjadi kesempatan untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama proses pendidikan sekaligus memahami kondisi masyarakat secara langsung. Interaksi dengan masyarakat juga memberikan pengalaman bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, kolaborasi, pemecahan masalah, dan pengabdian.

Pendampingan DPL menjadi bagian penting dalam memastikan pelaksanaan KKN berjalan sesuai dengan tujuan pengabdian kepada masyarakat, pendampingan dilakukan secara offline dan online. Dalam kegiatan ini, Helni Mariani, dr., Sp.KKLP.,
Subsp.COPC., M.K.M
mendampingi mahasiswa Kelompok 19 selama pelaksanaan program di Desa Situhiang.

kkn mahasiswa unpad dorong upaya literasi pengelolaan sampah dan pengentasan kemiskinan di kabupaten cianjur

Berkontribusi pada Pencapaian Sustainable Development Goals

Kegiatan KKN Kelompok 19 di Desa Situhiang memiliki keterkaitan dengan sejumlah Sustainable Development Goals (SDGs). Keterkaitan tersebut disesuaikan dengan fokus kegiatan yang dilaksanakan di lapangan.

    • SDGs 1 – No Poverty (Tanpa Kemiskinan): melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat yang mendukung peningkatan kapasitas dan kesejahteraan warga.
    • SDGs 4 – Quality Education (Pendidikan Berkualitas): melalui kegiatan peningkatan literasi dan edukasi bagi masyarakat
    • SDGs 11 – Sustainable Cities and Communities (Kota dan Permukiman Berkelanjutan): melalui penguatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa
    • SDGs 12 – Responsible Consumption and Production (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab): melalui edukasi dan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Selain keempat tujuan tersebut, pelaksanaan KKN juga mencerminkan SDGs 17 – Partnerships for the Goals (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan): melalui kolaborasi antara Universitas Padjadjaran, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Perpustakaan Nasional, Dinas Sosial, Pemerintah Desa, Mahasiswa, dan Masyarakat.

Keterkaitan dengan SDGs tersebut sejalan dengan arahan Universitas Padjadjaran agar kegiatan KKN didokumentasikan dan dipublikasikan secara terbuka dengan mencantumkan tujuan pembangunan berkelanjutan yang relevan. Panduan publikasi KKN Unpad juga menekankan pentingnya mencantumkan aksi nyata, lokasi dan waktu kegiatan, serta data capaian kegiatan sebagai bagian dari dokumentasi kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan berkelanjutan.

Dari Pengabdian Menjadi Dampak Berkelanjutan

Pelaksanaan KKN di Desa Situhiang tidak hanya menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menjalankan kegiatan pengabdian selama satu periode, tetapi juga menjadi bagian dari proses membangun hubungan dan kolaborasi dengan masyaraka. Melalui tiga fokus kegiatan (Literasi Informasi, Pengelolaan Sampah, dan Pengentasan Kemiskinan) Kelompok 19 berupaya menghadirkan program yang menyentuh aspek pengetahuan, lingkungan, serta sosial dan ekonomi masyarakat. Kolaborasi yang terbangun selama pelaksanaan KKN diharapkan dapat menjadi fondasi bagi keberlanjutan upaya pemberdayaan masyarakat di Desa Situhiang.

Dengan sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, lembaga mitra, dan masyarakat, pengabdian kepada masyarakat dapat memberikan manfaat yang lebih luas sekaligus mendukung pencapaian pembangunan berkelanjutan. Kegiatan KKN Universitas Padjadjaran Kelompok 19 di Desa Situhiang, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Cianjur, yang berlangsung pada 10 Juli – 11 Agustus 2026, menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi Unpad dalam melaksanakan tridarma perguruan tinggi melalui pengabdian kepada masyarakat.

kkn mahasiswa unpad taman bacaan cianjur
kunjungan mahasiswa kkn unpad pengentasan kemiskinan
pengelolaan sampah kkn mahasiswa unpad cianjur5
kkn mahasiswa unpad taman bacaan cianjur 777
WhatsApp Image 2026 08 19 at 08.19.46
pengelolaan sampah kkn mahasiswa unpad cianjur4
pengelolaan sampah kkn mahasiswa unpad cianjur1
pengelolaan sampah kkn mahasiswa unpad cianjur7
mahasiswa univsitas padjadjaran

gita sonia

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Pin It on Pinterest

Share This