$

PAUS ID

Padjadjaran Authentication System.

$

Portal Mahasiswa

Merupakan portal informasi bagi mahasiwa UNPAD

$

Portal Staff

Merupakan portal informasi bagi staf UNPAD.

$

Email UNPAD

Layanan email berbasis Google App for Education (GAFE) bagi seluruh sivitas akademika Unpad.

UNPAD

Discussion – 

0

Discussion – 

0

Dosen FK Unpad dr. Dani Ferdian Dorong Penguatan Layanan Kesehatan Primer hingga Kabupaten Balangan

Dosen FK Unpad bersama tim di Puskesmas Pembantu Desa Dahai, Kabupaten Balangan

BANDUNG, FK.UNPAD.AC.ID – Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (FK Unpad), dr. Dani Ferdian, M.K.M., Sp.KKLP., Subsp. COPC, terus berkontribusi dalam penguatan layanan kesehatan primer di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan. Melalui pendekatan Community Oriented Primary Care (COPC), upaya ini diarahkan untuk memperkuat peran fasilitas kesehatan tingkat pertama, memberdayakan masyarakat, serta membangun kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Sebagai dosen Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat FK Unpad sekaligus dokter Spesialis Kedokteran Keluarga Layanan Primer dengan subspesialisasi Community Oriented Primary Care (COPC), dr. Dani mengembangkan pendekatan pelayanan kesehatan yang mengintegrasikan pelayanan klinis dengan kesehatan masyarakat.

Pendekatan tersebut menempatkan masyarakat bukan hanya sebagai penerima layanan, tetapi juga sebagai bagian aktif dalam upaya menjaga dan meningkatkan derajat kesehatan. Penguatan layanan kesehatan primer dilakukan melalui pemberdayaan keluarga, optimalisasi peran kader, serta kolaborasi antara fasilitas pelayanan kesehatan, pemerintah daerah, akademisi, dan masyarakat.

Perkuat Peran Puskesmas Pembantu dan Posyandu

Salah satu fokus penguatan layanan kesehatan primer adalah optimalisasi peran Puskesmas Pembantu (Pustu) dan Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat desa dan komunitas.

Pustu tidak hanya didorong menjadi tempat pelayanan klinis, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan masyarakat, edukasi kesehatan, konseling keluarga, pengorganisasian kader, serta penghubung antara masyarakat dan Puskesmas.

Pendekatan tersebut sejalan dengan pengembangan Integrasi Layanan Primer (ILP), yang berupaya menghadirkan pelayanan kesehatan secara lebih dekat, terpadu, dan berkesinambungan bagi masyarakat.

Dalam konteks Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, penguatan layanan kesehatan primer menjadi bagian dari upaya yang turut melibatkan dr. Dani. Dokumentasi kegiatan memperlihatkan keberadaan tim di lingkungan Puskesmas Pembantu Desa Dahai dan UPTD Puskesmas Paringin.

Dosen FK Unpad bersama tim di Puskesmas Pembantu Desa Dahai Kabupaten Balangan scaled
Dokumentasi bersama tim di UPTD Puskesmas Paringin, Kabupaten Balangan
Dokumentasi kegiatan bersama mitra dan tenaga kesehatan

Perluas Jangkauan Pelayanan hingga ke Rumah Warga

Penguatan layanan kesehatan primer juga dilakukan dengan mendorong pelayanan yang menjangkau masyarakat sepanjang siklus hidup, mulai dari ibu hamil, bayi dan balita, anak usia sekolah, remaja, kelompok dewasa, hingga lanjut usia.

Selain pelayanan di Pustu dan Posyandu, kader dilibatkan dalam kunjungan rumah secara terjadwal. Langkah ini bertujuan mengidentifikasi masyarakat yang belum memperoleh pelayanan kesehatan yang dibutuhkan (missing services), belum menindaklanjuti anjuran pelayanan (non-compliance), maupun memiliki tanda bahaya (danger sign) yang memerlukan perhatian lebih lanjut.

Berdasarkan implementasi awal di 10 kabupaten/kota, program ini telah mencatat:

9.232

36.824

8.145

117.182

Penerima manfaat pelayanan Pustu Kunjungan Posyandu Kunjungan rumah Jiwa dalam jangkauan program

Program tersebut menjangkau 29.212 kepala keluarga atau sekitar 117.182 jiwa. Capaian ini didukung keterlibatan 426 kader Posyandu dan 20 kader Pustu, yang berperan dalam mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Penguatan kapasitas kader juga dilakukan melalui pelatihan keterampilan dasar Posyandu agar pelayanan dapat diberikan sesuai kebutuhan kesehatan pada setiap tahapan kehidupan.

Kolaborasi Multipihak untuk Pelayanan Kesehatan Berkelanjutan

Menurut pendekatan yang dikembangkan dr. Dani, penguatan layanan kesehatan primer tidak dapat dilakukan oleh sektor kesehatan semata. Diperlukan kolaborasi multipihak yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media.

Dalam kolaborasi tersebut, perguruan tinggi berperan dalam pengembangan model, riset implementasi, penyusunan materi pelatihan, serta pendampingan ilmiah. Sementara itu, pemerintah daerah, sektor swasta, kader, dan masyarakat berkontribusi sesuai kapasitas masing-masing.

Upaya penguatan layanan kesehatan primer yang dikembangkan dr. Dani telah diterapkan di berbagai daerah, antara lain Denpasar, Purwakarta, Mataram, Sijunjung, Pandeglang, Rote Ndao, Belitung, Tapanuli Selatan, Semarang, dan Sukabumi.

Dalam perkembangannya, keterlibatan tersebut meluas ke Kabupaten Tabalong dan Kabupaten Balangan di Kalimantan Selatan, Kota Ternate di Maluku Utara, Kabupaten Sikka di Nusa Tenggara Timur, Kabupaten Fakfak di Papua Barat, serta Kabupaten Garut di Jawa Barat.

Pelaksanaan program mempertimbangkan kebutuhan dan karakteristik setiap daerah. Kondisi geografis, kapasitas fasilitas kesehatan, kesiapan sumber daya manusia, peran kader, serta dukungan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam menentukan pendekatan yang sesuai.

Integrasikan Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat

Keterlibatan dosen FK Unpad dalam penguatan layanan kesehatan primer juga menjadi wujud integrasi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Pengalaman implementasi di berbagai wilayah memberikan ruang bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan model pelayanan kesehatan yang tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga dipelajari melalui penerapan langsung dalam beragam konteks sosial dan geografis Indonesia.

Melalui pendekatan COPC, pelayanan kesehatan primer dipandang sebagai sistem yang secara aktif mengenali kebutuhan kesehatan masyarakat, menjalankan upaya pencegahan dan deteksi dini, serta mendorong masyarakat agar memiliki kapasitas untuk menjaga kesehatannya sendiri.

Sejumlah praktik yang dikembangkan di daerah binaan juga mendorong peluang replikasi di wilayah lain, dengan tetap memperhatikan kebutuhan dan karakteristik lokal.

Raih Penghargaan Mandaya Awards 2025

Konsistensi dr. Dani Ferdian dalam pemberdayaan masyarakat dan penguatan layanan kesehatan primer memperoleh pengakuan di tingkat nasional melalui Penghargaan Kategori Individu Mandaya Awards 2025, yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia.

Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi dalam mengembangkan pendekatan pelayanan kesehatan yang semakin dekat dengan masyarakat.

Capaian ini sekaligus menunjukkan peran perguruan tinggi dalam menghadirkan pengetahuan, inovasi, dan hasil pengembangan keilmuan yang dapat diterapkan untuk membantu menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat.

Wujudkan FK Unpad yang Unggul, Berdampak, dan Inklusif

Penguatan layanan kesehatan primer merupakan bagian dari kontribusi FK Unpad dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Melalui keterlibatan dosen dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, FK Unpad terus mendorong pengembangan pendekatan pelayanan kesehatan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, memperhatikan kondisi wilayah, serta memperkuat kapasitas komunitas.

Upaya tersebut sejalan dengan semangat Unggul, Berdampak, Inklusif, yakni menghadirkan keunggulan akademik yang memberikan manfaat nyata dan memperluas akses terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas.

Ke depan, pengalaman penguatan layanan kesehatan primer di berbagai daerah diharapkan dapat terus memperkaya pendidikan dan penelitian di FK Unpad, sekaligus mendukung pengembangan pendekatan dan model kebijakan untuk memperkuat layanan kesehatan primer di Indonesia.

Dengan demikian, kontribusi perguruan tinggi tidak hanya hadir melalui pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga melalui penerapan nyata yang mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

 

 

Adhi Taufiq Akbar

0 Comments

You May Also Like

Pin It on Pinterest

Share This