Dalam rangka memperingati Hari pendidikan Nasional [ HARDIKNAS ] setiap tanggal 2 Mei diperingati secara nasional Keluarga Besar Pendidikan dokter Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran
” Haul Hardiknas ” di peringati dengan ” Tour the Yogya sekaligus memperingati Hari Bakti Dokter Indonesia di ikuti peserta dari tim RSHS Bandung dan tim TNI.
Pimpinan staf dan sejawat turut mendukung memberi semangat dan berdoa semoga kegiatan positif hususnya tim Tour the Yogya ini di beri keselamatan kesehatan dan sampai ditujuan dengan baik selamat dan sukses… aamin ya robal allamin. Tutur Dekan dan jajarannya.
Hari Pendidikan Nasional, disingkat HARDIKNAS, adalah hari nasional yang bukan hari libur yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia untuk memperingati kelahiran Ki Hadjar Dewantara, tokoh pelopor pendidikan di Indonesia dan pendiri lembaga pendidikan Taman Siswa, diperingati pada tanggal 2 Mei setiap tahunnya.
Sementara itu, ia sempat bergabung dengan Boedi Oetomo (BO) di Batavia (Jakarta) pada 20 Mei 1908, kemudian keluar dan mendirikan Indische Partij (IP) bersama Cipto Mangunkusumo serta Ernest Douwes Dekker atau Tiga Serangkai pada 25 Desember 1912.
Melalui tulisan-tulisannya lah, beliau menyampaikan kritik terkait pendidikan di Indonesia yang kala itu hanya boleh dinikmati oleh para keturunan Belanda dan orang kaya saja. Dikutip dari buku Ki Hajar Dewantara dan Taman Siswa dalam Sejarah Indonesia Modern (1986) karya Abdurrachman Surjomihardjo, Tiga Serangkai diasingkan ke Belanda sejak 1913 karena tulisannya yang dianggap menghina pemerintah. Melalui Ki Hajar Dewantara, kata “Indonesia” dipakai di kancah internasional untuk pertama kalinya. Hal itu ia lakukan saat mendirikan kantor berita dengan nama Indonesische Persbureau di Den Haag. Di sisi lain, ia juga bergabung dengan Indische Vereeniging (IV) ketika di Belanda. Indische Vereeniging (IV) merupakan organisasi pelajar Indonesia di Belanda.
Pada 6 September 1919, beliau dipulangkan ke tanah air. “Kini, saya telah memperoleh kembali kebebasan saya tanpa suatu janji atau pernyataan apapun juga dari saya. Ini berarti kemenangan bagi saya,” tulis Ki Hajar Dewantara mengenai kepulangannya.
Setelahnya, beliau mendirikan lembaga pendidikan Taman Siswa di Yogyakarta. Beliau juga telah mengajarkan filososi yang terkenal di dunia pendidikan yakni “Ing ngarso sung tulodo, Ing madyo mangun karso, Tut wuri handayani” yang artinya “Di depan memberi teladan, di tengah memberi bimbingan, di belakang memberi dorongan”.
Setelah Indonesia merdeka, beliau diangkat menjadi menteri Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan Pengajaran Indonesia di kabinet pertama di bawah pemerintahan Ir. Soekarno. Ia juga mendapat gelar doktor kehormatan (doctor honoris causa, Dr.H.C.) dari Universitas Gadjah Mada pada tahun 1957.
Namun, dua tahun setelah mendapat gelar Doctor Honoris Causa ini, tepatnya pada tanggal 28 April 1959, beliau wafat di Yogyakarta.
Atas perjuangan Ki hajar Dewantara ini, beliau mendapat julukan bapak pendidikan Indonesia. Selanjutnya, setiap tanggal 2 Mei yang merupakan hari lahir Ki Hajar Dewantara, diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional.
Ki Hajar Dewantara lahir pada 2 Mei 1889 dengan nama Raden Mas Soewardi Soeryaningrat. Ia berasal dari lingkungan keluarga Kadipaten Pakualaman di Yogyakarta, yang merupakan salah satu kerajaan pecahan Dinasti Mataram selain Kasunanan Surakarta, Kasultanan Yogyakarta, dan Kadipaten Mangkunegaran. Beliau menamatkan sekolah di ELS (Sekolah Dasar Belanda), lalu melanjutkan ke STOVIA (Sekolah Dokter Bumiputera) meski tidak ia tamatkan akibat sakit yang dideritanya.
Di masa mudanya, Ki Hadjar Dewantara dikenal sebagai aktivis sekaligus jurnalis pergerakan nasional yang pemberani. Ia menjadi wartawan di beberapa surat kabar seperti Sedyotomo, Midden Java, De Express, Oetoesan Hindia, Kaoem Moeda, Tjahaja Timoer, dan Poesara.
Pimpinan staf sejawat Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Mengucapkan :
“Taqabbalallaahi minnaa wa minkum taqabbal yaa kariim, wa ja’alanaallaahu wa iyyaakum minal ‘aaidin wal faaiziin wal maqbuulin kullu ‘aamin wa antum bi khair.”
Artinya: “Semoga Allah menerima (amal ibadah) kami dan kamu, Wahai Allah Yang Maha Mulia, terimalah! Dan semoga Allah menjadikan kami dan kamu termasuk orang-orang yang kembali dan orang-orang yang menang serta diterima (amal ibadah). Setiap tahun semoga kamu semua senantiasa dalam kebaikan.”
Semoga amal ibadah berpuasa selama sebulan penuh mendapat rahmat, barokah kita semua dari Allah SWT. aaminnn ya robal alamin.
Jumat, 7 Mei 2021 Dr. Yudi Hidayat,. dr Sp.OG(K) Dekan Fakultas Kedokteran Unpad di hadiri Wadek, I Herry herman. Dr.,SpOT., Ph.D Wakil dekan II Irvan Afriandi. dr. Gred. Dipl., dr., PH. Direktur RSHS, Direktur RSM Cicendo dan Para Guru Besar, Kaprodi, para Manager di lingkungan FK Unpad hadir untuk mengikuti pengambilan Sumpah Dokter di pimpin oleh Dekan Fk unpad dikuti para dokter baru Gelombang III tahun akademik 2020/2021 secara virtual.
Dalam sambutan nya Dekan FK Unpad Dr. Yudi Hidayat,. dr Sp.OG(K) berpesan agar setelah di sumpah bisa bekerja dengan baik dan menjaga almamater. bertanggung jawab yg besar di masyarakat, tidak lupa Pimpinan Fakultas mengatakan FK Unpad terbuka luas untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang Spesialis, S2, S3, Magister dan Doktor yang ada di lingkungan FK Unpad.
Secara khusus beliau berpesan untuk wisudawan dari negara tetangga yang sudah di sumpah bagi dokter sejawat negara seperti Malaysia, Timor Leste, dan negara sahabat lainya untuk bisa menjaga almamter di negara dan masyaratkat di negaranya dengan dedikasi yang tinggi amanah serta bekerja dengan baik .
Terimakasih juga di sampaikan beliau untuk keluarga wisudawan yang sudah menitipkan putra – putri nya belajar dan mengikuti pendidikan di FK Unpad.
Sekali lagi selamat dan sukses dan terimakasih sudah mempercayakan menempuh pendidikan di FK unpad. Ujar Yudi Hidayat.
Demikian juga pesan yang di sampaikan Ketua Alumni FK Unpad Dr. dr. Lia Gardenia Partakusuma dr., Sp.PK(K)., MM., MARS Para wisudawan dokter baru yang di sumpah harua secara ikhlas, Ridha dan menyentuh nurani sesuai dengan butir butir sumpah dokter yang di ucapkan di hadapan Allah SWT dan Tuhan Yang Maha Esa, di dalam bekerja di masyarakat luas apalagi kita patut bersyukur di sumpah dokter bulan ini yg mulia dan penuh barokah di bulan puasa walaupun di saat pandemi covid- 19. harus terus semangat di garda terdepan. Harus mampu siap serta tidak putus asa dalam menghadapi masyarakat /pasien yg membutuhkan sentuhan dokter serta senantiasa harus berbudi luhur, santun, dalam berkomumikasi dengan baik serta mementingkan dan mengutamakan kepentingan masyarakat luas serta siap menghadapi tantangan global.
Ngobrol bareng putra wisudawan terbaik Prodi Ilmu Kedokteran Dasar [IKD] PMSDU FK Unpad dr. Ridwansyah, M.Kes dan putri wisudawati terbaik Prodi Kedokteran Layanan Primer Reguler DLP Fakultas Kedokteran Unpad.
Dalam bincang bincang santai di lobby RSP Eijkman terlihat dokter muda yang bersahaja dan sangat rendah hati teryata di balik wajah yang familiar terdapat ilmu pengetahuan dan harapan yang tak semua orang bisa memiliki kelebihan yang dokter muda Ridwan miliki Contoh suri tauladan yang menjiwai Ilmu Bumi ini yang menjadi moto dalam hidupnya untuk melangkah ke depan mengejar cita cita belajar sampai di buktikan dengan mempuyai filosopi “Ilmu Bumi ” seperti Ilmu padi yang semakin merunduk semakin tinggi ilmu nya yang di tanamkan semenjak kecil. Sampe sekarang di sandang sebagai wisudawan terbaik yang di berikan langsung oleh Rektor Unpad Prof. Rina Indriastuti di upacara wisuda gelombang III tahun akademik 2020/2021 secara virtual pada hari senin 5 Mei 2021. Pesan dan kesan :dr. Ridwansyah, M.Kes Selalu lakukan yang terbaik dalam berikhtiar, karena rahmat Allah dapat datang dalam bentuk apapun yang tidak pernah kita sangka-sangka.
Berbeda dengan putri wisudawati terbaik gelombang III tahun akademik 2020/2021, dr.Maria Damayanti Gufra Putri Say,sp.DLP yang sama di sandang dan di berikan langsung oleh Rektor Unpad Prof. Rina Indriastuti. dihubungi lewat vidio call [VC] senin, 5 Mei 2021 karena posisi putri terbaik ini bertempat tinggal menyebrang pulau di NTT sana yang memiliki clinic kesehatan sendiri dan terlihat mandiri dari mulai belajar dan kuliah meyandang gelar wisudawati terbaik berprestasi ini dengan perjuangan dan perjuangan tidak sedikit ini waktu sampai meningalkan keluarga nya di tanah NTT demi meraih pendidikan dan ingin mewujudkan cita -cita dan harapan menunjukan yang terbaik untuk daerah nya dimana beliau tinggal terlihat sangat mandiri kuat dan tegar semangat di hitungan sosok wanita muda ibu dari anak – anak putri daerah yang punya cita – cita tinggi dan mulia tidak sia- sia menoreh hasil yang terbaik berprestasi yang membawa nama baik daerah nya harum dimana di tinggal bersama keluarga mempuyai cita – cita menjadi dokter layanan primer yang siap membaktikan menyubangkan ilmu nya untuk masyaratkat NTT untuk smua kalangan dan tidak pandang bulu masyarakat / pasienya membutuhkan tangan santun dan ramah mandiri berprestasi untuk di sumbangkan untuk kesehatan masyarakat pasien penderita penyakit apapun untuk kemajuan kesehatan yang di deritanya khusunya di NTT. Masyarakat yang sangat membutuhkan sentuhan tangan dokter yang gigih ulet serta pantang menyerah ibu kartini daerah NTT indonesia bagian timur selamat dan sukses. Pesan dan kesan : dr.Maria Damayanti Gufra Putri Say,sp.DLP. Teruslah berjuang untuk kesehatan manusia dari dalam kandungan hingga ajal, sehatkanlah yang sakit dan bantulah yang sehat untuk tidak menjadi sakit.
Senin, 5 Mei 2021, Rektor Unpad Prof. Dr. Rina indiastuti. M.SIE mewisuda melantik secara daring 1483 wisuda seluruh Universitas Padjadjaran pada Gelombang III tahun akademik 2020/2021.
Rektor Unpad Prof. Rina Indiastuti mengatakan, pelaksanaan wisuda daring merupakan salah satu upaya Unpad untuk mengurangi penyebaran Covid-19. “Tentu penyelenggaraan wisuda secara daring tidak sepenuhnya ideal. Tidak seperti bayangan para wisudawan dan orang tua atas sebuah selebrasi kelulusan. Namun, kami yakin, kita semua menyadari bahwa pandemi Covid-19 yang masih mendera negeri ini menjadikan kita tetap berupaya menerapkan protokol kesehatan,” kata Rektor saat membacakan pidato yang disiarkan langsung dari Graha Sanusi Hardjadinata Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 35, Bandung.
Dalam satu tahun terakhir, telah banyak tantangan yang dilalui mahasiswa dan orang tua dalam menjalani kuliah daring. Dikatakan Rektor, Unpad selalu memantau dan membantu mahasiswa agar dapat secara efisien dan efektif menjalani perkuliahan daring.
Pada kesempatan tersebut, Rektor menyampaikan rasa bangga dan syukur karena pada situasi yang sulit ini, para wisudawan tetap produktif dan berhasil menyelesaikan studi di Unpad. “Kami yakin Saudara akan bekarya di berbagai bidang. Kami yakin Saudara menjadi agen perubahan dan memberi warna pada bidang keahlian dan profesinya masing-masing. Kami yakin Saudara akan menjadi calon-calon pemimpin di masa depan yang akan membawa Indonesia lebih unggul dan memiliki daya saing global. Karena kami yakin Saudara-saudara adalah putra dan putri terbaik Universitas Padjadjaran. Putra dan putri terbaik Ibu Pertiwi,” ujar Rektor.
Rektor pun mengutip lirik lagu “Mentari” karya Iwan Abdulrachman. Dari lirik tersebut, terselip harapan bahwa para wisudawan Unpad akan siap menebarkan cahayanya, yang akan membawa negeri ini bangkit dan berjaya. Kepada para wisudawan,
Rektor berpesan untuk senantiasa menjaga nama baik Unpad. Menurutnya, besar dan jayanya para lulusan adalah besar dan jayanya Unpad juga. Gelar akademik yang diperoleh para wisudawan Unpad diharapkan dapat menjadi modal awal untuk bisa berkiprah lebih baik, lebih besar, dan lebih unggul di masyarakat. “Jaga selalu integritas sebagai alumni Unpad, karena Saudara-saudara adalah insan abdi masyarakat, pembina nusa bangsa.
Saudara akan menjadi garda terdepan keberlangsungan bangsa ini di masa depan,” pesan Rektor. Rektor juga berharap agar para wisudawan Unpad tetap menjaga kebersamaan dan tali silaturahmi dengan almamater. Unpad akan menjadi besar jika seluruh anggota keluarga besarnya bersinergi dan bersatu. “Mari kita rapatkan barisan dan satukan hati untuk mewujudkan Unpad Berkinerja, Bermanfaat, dan Mendunia,” ajak Rektor.
Secara khusus, Rektor pun mengucapkan selamat kepada para wisudawan Unpad yang lulus dengan predikat terbaik untuk masing-masing jenjang. Yaitu Wisudawan Terbaik Progam Doktor Dede Yusuf Macan Effendi dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Wisudawan Terbaik Program Magister Ridwansyah dari Fakultas Kedokteran, Wisudawan Terbaik Program Spesialis Maria Damayanti Gufra Putri Say dari Fakultas Kedokteran, Wisudawan Terbaik Program Profesi oleh Fathya Ulfa dari Fakultas Farmasi, Wisudawan Terbaik Program Sarjana Tsana Afrani Suyono dari Fakultas Psikologi, dan Wisudawan Terbaik Program Diploma IV Yulia Nisa Herman dari Fakultas Ilmu Budaya.
Sementara itu, wisudawan Unpad paling senior secara usia atau tertua berasal dari Program Magister yaitu Yuslih Ihza dari Sekolah Pascasarjana, yang lulus dalam usia 68 tahun 9 bulan 20 hari, serta wisudawan termuda dari Program Sarjana yaitu Kharisma Bintang Putri dari Fakultas Kedokteran, yang lulus dalam usia 19 tahun 9 bulan 12 hari. Khusus mahasiswa Program Doktor, Spesialis , dan Profesi Fakultas Kedokteran.
FK Unpad menoreh Prestasi yang sangat membagakan patut di syukuri dan di upresiasi yang tinggi karena capaian prestasi terbaik Prodi Ilmu Kedokteran Dasar FK Unpad oleh Ridwansyah dan Maria Damayanti G. P. S dari Prodi Kedokteran Layanan Primer Reguler Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran.
Selamat dan Sukses di ucapakan Dekan, Guru Besar, Pimpinan Staf sejawat FK Unpad atas prestasi terbaik.
Semoga ilmunya amanah bermamfaat barokah dan terus berkarya, bertranformasi dan bersinergi di masyarakat luas.