$

PAUS ID

Padjadjaran Authentication System.

$

Portal Mahasiswa

Merupakan portal informasi bagi mahasiwa UNPAD

$

Portal Staff

Merupakan portal informasi bagi staf UNPAD.

$

Email UNPAD

Layanan email berbasis Google App for Education (GAFE) bagi seluruh sivitas akademika Unpad.

UNPAD

4 Dosen Fakultas Kedokteran Unpad Masuk World’s Top 2% Scientists 2026

4 Dosen Fakultas Kedokteran Unpad Masuk World’s Top 2% Scientists 2026

                     

Bandung, 14 Oktober 2026 — Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (FK Unpad) kembali mencatatkan prestasi membanggakan di tingkat internasional. Empat dosen FK Unpad tercatat dalam daftar World’s Top 2% Scientists 2026 yang dirilis oleh Stanford University dan Elsevier pada 7 Oktober 2026, sebagai bagian dari pengakuan terhadap kontribusi dan dampak ilmiah para peneliti di tingkat global. Universitas Padjadjaran

Keempat dosen FK Unpad tersebut adalah Prof. dr. Rovina, Sp.PD., Ph.D.; Qorinah Estiningtyas Sakilah Adnani, S.ST., M.Keb., Ph.D.; Dr. rer. nat. Dr. Afiat Berbudi, M.Kes.; serta Prof. dr. Ronny, M.Kes., AIFO., Ph.D. Keempatnya menjadi bagian dari 19 dosen Universitas Padjadjaran yang masuk dalam daftar World’s Top 2% Scientists 2026. Universitas Padjadjaran

Capaian tersebut menjadi salah satu bukti konsistensi FK Unpad dalam memperkuat budaya akademik, penelitian, dan publikasi ilmiah yang berdampak bagi perkembangan ilmu pengetahuan serta kesehatan masyarakat.

Empat Dosen FK Unpad dalam World’s Top 2% Scientists 2026

Empat dosen FK Unpad yang tercatat dalam daftar World’s Top 2% Scientists 2026 adalah:

1.

Prof. dr. Rovina, Sp.PD., Ph.D.
Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

2.

Qorinah Estiningtyas Sakilah Adnani, S.ST., M.Keb., Ph.D.
Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

3.

Dr. rer. nat. Dr. Afiat Berbudi, M.Kes.
Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

4.

Prof. dr. Ronny, M.Kes., AIFO., Ph.D.
Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

 

Keempat nama tersebut tercantum dalam daftar 19 dosen Unpad yang berasal dari berbagai bidang keilmuan. Berdasarkan daftar tersebut, Fakultas Kedokteran menyumbangkan empat ilmuwan, sementara dosen lainnya berasal dari Fakultas Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, serta Fakultas Teknologi Industri Pertanian. detikcom

Pengakuan atas Kontribusi Riset di Tingkat Global

World’s Top 2% Scientists merupakan daftar ilmuwan yang disusun berdasarkan sejumlah indikator bibliometrik untuk menggambarkan dampak dan kontribusi ilmiah peneliti. Beberapa indikator yang digunakan antara lain jumlah sitasi, h-index, kontribusi penulis, posisi penulis dalam publikasi, serta composite score atau c-score. detikcom

Bagi FK Unpad, capaian ini menjadi momentum untuk terus memperkuat ekosistem riset dan inovasi kesehatan. Publikasi ilmiah yang berkualitas tidak hanya memperkuat reputasi akademik, tetapi juga diharapkan mampu menghasilkan pengetahuan dan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Prestasi empat dosen FK Unpad dalam World’s Top 2% Scientists 2026 juga memperkuat peran Fakultas Kedokteran Unpad dalam pengembangan ilmu kedokteran dan kesehatan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat serta memiliki daya saing di tingkat internasional.

Capaian ini sejalan dengan komitmen FK Unpad untuk terus menghadirkan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang unggul, berdampak, dan inklusif.

Selamat kepada Prof. dr. Rovina, Sp.PD., Ph.D., Qorinah Estiningtyas Sakilah Adnani, S.ST., M.Keb., Ph.D., Dr. rer. nat. Dr. Afiat Berbudi, M.Kes., dan Prof. dr. Ronny, M.Kes., AIFO., Ph.D. atas capaian internasional yang membanggakan ini.

FK Unpad — Unggul, Berdampak, Inklusif.

 

 

INSPIRE Hadirkan Layanan Pembuatan E-Paspor bagi Sivitas Akademika Unpad pada Oktober 2026

INSPIRE Hadirkan Layanan Pembuatan E-Paspor bagi Sivitas Akademika Unpad pada Oktober 2026

BANDUNG, FK.UNPAD.AC.ID – Universitas Padjadjaran (Unpad) kembali menghadirkan kemudahan layanan keimigrasian bagi sivitas akademika melalui INSPIRE (Immigration Service Point at University). Layanan pembuatan e-paspor Oktober 2026 akan dilaksanakan pada Rabu, 21 Oktober 2026, pukul 09.00–15.00 WIB, bertempat di Ruang Unit Layanan Imigrasi Unpad, Gedung Kandaga Lantai 1, Kampus Jatinangor.

INSPIRE merupakan layanan keimigrasian yang dihadirkan di lingkungan Universitas Padjadjaran untuk memberikan akses layanan yang lebih mudah dan efisien bagi Warga Negara Indonesia (WNI) maupun Warga Negara Asing (WNA). Kehadiran layanan ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan pelayanan yang semakin dekat dengan kebutuhan sivitas akademika.

Melalui INSPIRE, dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, dan alumni Unpad dapat memperoleh akses layanan keimigrasian tanpa harus datang langsung ke kantor imigrasi. Salah satu layanan yang tersedia pada Oktober 2026 adalah pembuatan e-paspor dengan kuota terbatas sebanyak 50 peserta.

Jadwal Layanan E-Paspor INSPIRE Oktober 2026

Layanan pembuatan e-paspor INSPIRE akan dilaksanakan dengan rincian sebagai berikut:

  • Hari/Tanggal: Rabu, 21 Oktober 2026

  • Waktu: 09.00–15.00 WIB

  • Lokasi: Ruang Unit Layanan Imigrasi Unpad, Gedung Kandaga Lantai 1, Kampus Jatinangor

  • Kuota: 50 peserta

Sivitas akademika yang berminat mengikuti layanan ini wajib melakukan registrasi melalui formulir yang telah disediakan.

Registrasi: https://bit.ly/UnpadxINSPIRE2026

Pendaftaran dibuka hingga Jumat, 16 Oktober 2026 pukul 18.00 WIB. Mengingat jumlah peserta terbatas, sivitas akademika diimbau melakukan registrasi sesuai jadwal dan memastikan data yang diberikan telah diisi dengan benar.

Peserta yang memperoleh kuota layanan pembuatan e-paspor akan mendapatkan informasi melalui email pada Senin, 19 Oktober 2026.

Manfaatkan Kemudahan Layanan Keimigrasian di Kampus

Kehadiran INSPIRE di lingkungan Universitas Padjadjaran diharapkan dapat memberikan pengalaman layanan publik yang lebih mudah, efektif, dan efisien bagi sivitas akademika. Layanan yang terintegrasi di lingkungan kampus juga mendukung terciptanya ekosistem akademik yang semakin adaptif terhadap kebutuhan mobilitas sivitas akademika.

Sivitas akademika Unpad diimbau untuk memanfaatkan layanan INSPIRE – Immigration Service Point at University sesuai ketentuan dan jadwal yang telah ditetapkan.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai layanan INSPIRE, sivitas akademika dapat menghubungi:

Kantor Urusan Internasional Unpad
PIC: +62 823-1251-3635

Melalui semangat Unggul, Berdampak, dan Inklusif, Universitas Padjadjaran terus berkomitmen menghadirkan layanan yang mendukung kemudahan akses, mobilitas, dan kebutuhan sivitas akademika di lingkungan perguruan tinggi.

 

 

SAUNPAD Hadirkan Kemudahan Pendaftaran Kartu Akses Gerbang Unpad bagi Mahasiswa, Dosen, dan Tenaga Kependidikan

SAUNPAD Hadirkan Kemudahan Pendaftaran Kartu Akses Gerbang Unpad bagi Mahasiswa, Dosen, dan Tenaga Kependidikan

Universitas Padjadjaran (Unpad) menghadirkan kemudahan pendaftaran kartu akses gerbang melalui aplikasi SAUNPAD bagi mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan. Fitur ini memungkinkan sivitas akademika mendaftarkan kartu yang akan digunakan sebagai akses gerbang kampus, sehingga mendukung kemudahan mobilitas serta pengembangan layanan digital di lingkungan Unpad.

Melalui fitur Kartu Akses Portal pada aplikasi SAUNPAD, pengguna dapat melakukan pendaftaran kartu secara mandiri dengan mengikuti tahapan yang tersedia. Layanan ini menjadi bagian dari upaya optimalisasi pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung aktivitas sivitas akademika yang lebih praktis, terintegrasi, dan efisien.

Pendaftaran Kartu Akses Gerbang Dilakukan melalui SAUNPAD

Mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan Universitas Padjadjaran dapat memanfaatkan aplikasi SAUNPAD untuk mendaftarkan kartu akses gerbang. Proses pendaftaran dilakukan melalui perangkat yang mendukung teknologi NFC (Near Field Communication).

Pengguna perlu memastikan fitur NFC pada perangkat telah aktif sebelum memulai proses pemindaian kartu. Selanjutnya, pengguna dapat masuk ke aplikasi SAUNPAD dan mengikuti petunjuk pendaftaran yang tersedia.

Melalui layanan ini, proses pendaftaran kartu akses dapat dilakukan secara mandiri tanpa harus melalui tahapan yang rumit.

Panduan Pendaftaran Kartu Akses Gerbang Unpad

Berikut enam tahapan pendaftaran kartu akses gerbang berdasarkan panduan pada poster SAUNPAD.

1.

Aktifkan fitur NFC pada perangkat

Pastikan perangkat yang digunakan mendukung NFC dan fitur tersebut telah diaktifkan. NFC diperlukan untuk melakukan pemindaian kartu.

2.

Login ke aplikasi SAUNPAD

Buka aplikasi SAUNPAD dan masuk menggunakan akun yang dimiliki.

3.

Pilih menu Semua Fitur

Pada bagian Layanan Umum, cari dan pilih menu Kartu Akses Portal.

4.

Pilih Daftar Akses Gerbang dengan Kartu Unpad

Masuk ke menu tersebut untuk melanjutkan proses pendaftaran kartu akses.

5.

Mulai pemindaian kartu

Pada halaman Kartu Akses Unpad, pilih Mulai Scan, kemudian tempelkan kartu ke perangkat yang memiliki fitur NFC.

6.

Pilih jenis kartu dan selesaikan pendaftaran

Pilih jenis kartu, yaitu KTP, e-Money, atau Unpad Card. Masukkan nama kartu, kemudian klik Daftarkan Kartu untuk menyelesaikan proses.

Pilih jenis kartu, yaitu KTP, e-Money, atau Unpad Card. Masukkan nama kartu, kemudian klik Daftarkan Kartu untuk menyelesaikan proses.

Sivitas Akademika Dapat Mendaftarkan Maksimal Tiga Kartu

Berdasarkan panduan pada poster, setiap mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan dapat mendaftarkan maksimal tiga kartu sesuai dengan jenis kartu yang tersedia, yaitu KTP, e-Money, dan Unpad Card.

Setelah proses pendaftaran selesai, pengguna diimbau untuk kembali ke halaman Kartu Akses Unpad guna memastikan kartu yang didaftarkan telah muncul. Pemeriksaan ini penting untuk memastikan data kartu telah tercatat pada aplikasi.

Pengguna juga perlu memperhatikan kesesuaian jenis kartu dan mengikuti petunjuk yang ditampilkan pada aplikasi SAUNPAD selama proses pendaftaran berlangsung.

Dukung Transformasi Digital dan Kemudahan Akses Kampus

Pemanfaatan aplikasi SAUNPAD untuk pendaftaran kartu akses gerbang merupakan salah satu bentuk pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung layanan kampus. Integrasi layanan melalui aplikasi diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi sivitas akademika dalam mengakses fasilitas yang tersedia di lingkungan Universitas Padjadjaran.

Kemudahan akses tersebut sejalan dengan semangat Universitas Padjadjaran untuk terus menghadirkan layanan yang unggul, berdampak, dan inklusif. Pemanfaatan teknologi diharapkan dapat mendukung lingkungan kampus yang semakin terintegrasi serta menunjang kelancaran aktivitas akademik dan nonakademik.

Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (FK Unpad) turut mendukung pemanfaatan layanan digital kampus sebagai bagian dari upaya mewujudkan tata kelola perguruan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Daftarkan Kartu Akses Anda melalui SAUNPAD

Sivitas akademika Universitas Padjadjaran diimbau untuk memanfaatkan fitur Kartu Akses Portal pada aplikasi SAUNPAD dan mengikuti tahapan pendaftaran sesuai panduan.

Dengan memanfaatkan layanan digital ini, sivitas akademika dapat mendukung pengembangan sistem akses kampus yang lebih praktis, tertib, dan terintegrasi.

SAUNPAD — Satu Akses untuk Berbagai Layanan Unpad.

Unggul, Berdampak, Inklusif.

 

 

Dosen FK Unpad dr. Dani Ferdian Dorong Penguatan Layanan Kesehatan Primer hingga Kabupaten Balangan

Dosen FK Unpad dr. Dani Ferdian Dorong Penguatan Layanan Kesehatan Primer hingga Kabupaten Balangan

BANDUNG, FK.UNPAD.AC.ID – Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (FK Unpad), dr. Dani Ferdian, M.K.M., Sp.KKLP., Subsp. COPC, terus berkontribusi dalam penguatan layanan kesehatan primer di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan. Melalui pendekatan Community Oriented Primary Care (COPC), upaya ini diarahkan untuk memperkuat peran fasilitas kesehatan tingkat pertama, memberdayakan masyarakat, serta membangun kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Sebagai dosen Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat FK Unpad sekaligus dokter Spesialis Kedokteran Keluarga Layanan Primer dengan subspesialisasi Community Oriented Primary Care (COPC), dr. Dani mengembangkan pendekatan pelayanan kesehatan yang mengintegrasikan pelayanan klinis dengan kesehatan masyarakat.

Pendekatan tersebut menempatkan masyarakat bukan hanya sebagai penerima layanan, tetapi juga sebagai bagian aktif dalam upaya menjaga dan meningkatkan derajat kesehatan. Penguatan layanan kesehatan primer dilakukan melalui pemberdayaan keluarga, optimalisasi peran kader, serta kolaborasi antara fasilitas pelayanan kesehatan, pemerintah daerah, akademisi, dan masyarakat.

Perkuat Peran Puskesmas Pembantu dan Posyandu

Salah satu fokus penguatan layanan kesehatan primer adalah optimalisasi peran Puskesmas Pembantu (Pustu) dan Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat desa dan komunitas.

Pustu tidak hanya didorong menjadi tempat pelayanan klinis, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan masyarakat, edukasi kesehatan, konseling keluarga, pengorganisasian kader, serta penghubung antara masyarakat dan Puskesmas.

Pendekatan tersebut sejalan dengan pengembangan Integrasi Layanan Primer (ILP), yang berupaya menghadirkan pelayanan kesehatan secara lebih dekat, terpadu, dan berkesinambungan bagi masyarakat.

Dalam konteks Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, penguatan layanan kesehatan primer menjadi bagian dari upaya yang turut melibatkan dr. Dani. Dokumentasi kegiatan memperlihatkan keberadaan tim di lingkungan Puskesmas Pembantu Desa Dahai dan UPTD Puskesmas Paringin.

Dosen FK Unpad bersama tim di Puskesmas Pembantu Desa Dahai, Kabupaten Balangan
Dokumentasi bersama tim di UPTD Puskesmas Paringin, Kabupaten Balangan
Dokumentasi kegiatan bersama mitra dan tenaga kesehatan

Perluas Jangkauan Pelayanan hingga ke Rumah Warga

Penguatan layanan kesehatan primer juga dilakukan dengan mendorong pelayanan yang menjangkau masyarakat sepanjang siklus hidup, mulai dari ibu hamil, bayi dan balita, anak usia sekolah, remaja, kelompok dewasa, hingga lanjut usia.

Selain pelayanan di Pustu dan Posyandu, kader dilibatkan dalam kunjungan rumah secara terjadwal. Langkah ini bertujuan mengidentifikasi masyarakat yang belum memperoleh pelayanan kesehatan yang dibutuhkan (missing services), belum menindaklanjuti anjuran pelayanan (non-compliance), maupun memiliki tanda bahaya (danger sign) yang memerlukan perhatian lebih lanjut.

Berdasarkan implementasi awal di 10 kabupaten/kota, program ini telah mencatat:

9.232

36.824

8.145

117.182

Penerima manfaat pelayanan Pustu Kunjungan Posyandu Kunjungan rumah Jiwa dalam jangkauan program

Program tersebut menjangkau 29.212 kepala keluarga atau sekitar 117.182 jiwa. Capaian ini didukung keterlibatan 426 kader Posyandu dan 20 kader Pustu, yang berperan dalam mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Penguatan kapasitas kader juga dilakukan melalui pelatihan keterampilan dasar Posyandu agar pelayanan dapat diberikan sesuai kebutuhan kesehatan pada setiap tahapan kehidupan.

Kolaborasi Multipihak untuk Pelayanan Kesehatan Berkelanjutan

Menurut pendekatan yang dikembangkan dr. Dani, penguatan layanan kesehatan primer tidak dapat dilakukan oleh sektor kesehatan semata. Diperlukan kolaborasi multipihak yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media.

Dalam kolaborasi tersebut, perguruan tinggi berperan dalam pengembangan model, riset implementasi, penyusunan materi pelatihan, serta pendampingan ilmiah. Sementara itu, pemerintah daerah, sektor swasta, kader, dan masyarakat berkontribusi sesuai kapasitas masing-masing.

Upaya penguatan layanan kesehatan primer yang dikembangkan dr. Dani telah diterapkan di berbagai daerah, antara lain Denpasar, Purwakarta, Mataram, Sijunjung, Pandeglang, Rote Ndao, Belitung, Tapanuli Selatan, Semarang, dan Sukabumi.

Dalam perkembangannya, keterlibatan tersebut meluas ke Kabupaten Tabalong dan Kabupaten Balangan di Kalimantan Selatan, Kota Ternate di Maluku Utara, Kabupaten Sikka di Nusa Tenggara Timur, Kabupaten Fakfak di Papua Barat, serta Kabupaten Garut di Jawa Barat.

Pelaksanaan program mempertimbangkan kebutuhan dan karakteristik setiap daerah. Kondisi geografis, kapasitas fasilitas kesehatan, kesiapan sumber daya manusia, peran kader, serta dukungan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam menentukan pendekatan yang sesuai.

Integrasikan Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat

Keterlibatan dosen FK Unpad dalam penguatan layanan kesehatan primer juga menjadi wujud integrasi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Pengalaman implementasi di berbagai wilayah memberikan ruang bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan model pelayanan kesehatan yang tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga dipelajari melalui penerapan langsung dalam beragam konteks sosial dan geografis Indonesia.

Melalui pendekatan COPC, pelayanan kesehatan primer dipandang sebagai sistem yang secara aktif mengenali kebutuhan kesehatan masyarakat, menjalankan upaya pencegahan dan deteksi dini, serta mendorong masyarakat agar memiliki kapasitas untuk menjaga kesehatannya sendiri.

Sejumlah praktik yang dikembangkan di daerah binaan juga mendorong peluang replikasi di wilayah lain, dengan tetap memperhatikan kebutuhan dan karakteristik lokal.

Raih Penghargaan Mandaya Awards 2025

Konsistensi dr. Dani Ferdian dalam pemberdayaan masyarakat dan penguatan layanan kesehatan primer memperoleh pengakuan di tingkat nasional melalui Penghargaan Kategori Individu Mandaya Awards 2025, yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia.

Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi dalam mengembangkan pendekatan pelayanan kesehatan yang semakin dekat dengan masyarakat.

Capaian ini sekaligus menunjukkan peran perguruan tinggi dalam menghadirkan pengetahuan, inovasi, dan hasil pengembangan keilmuan yang dapat diterapkan untuk membantu menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat.

Wujudkan FK Unpad yang Unggul, Berdampak, dan Inklusif

Penguatan layanan kesehatan primer merupakan bagian dari kontribusi FK Unpad dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Melalui keterlibatan dosen dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, FK Unpad terus mendorong pengembangan pendekatan pelayanan kesehatan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, memperhatikan kondisi wilayah, serta memperkuat kapasitas komunitas.

Upaya tersebut sejalan dengan semangat Unggul, Berdampak, Inklusif, yakni menghadirkan keunggulan akademik yang memberikan manfaat nyata dan memperluas akses terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas.

Ke depan, pengalaman penguatan layanan kesehatan primer di berbagai daerah diharapkan dapat terus memperkaya pendidikan dan penelitian di FK Unpad, sekaligus mendukung pengembangan pendekatan dan model kebijakan untuk memperkuat layanan kesehatan primer di Indonesia.

Dengan demikian, kontribusi perguruan tinggi tidak hanya hadir melalui pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga melalui penerapan nyata yang mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

 

 

FK Unpad Dampingi Dinas Kesehatan Belitung Susun Renja Kesehatan 2027 Berbasis Data

FK Unpad Dampingi Dinas Kesehatan Belitung Susun Renja Kesehatan 2027 Berbasis Data

BANDUNG, FK.UNPAD.AC.ID – Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (FK Unpad) mendampingi Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung dalam penyusunan Rencana Kerja (Renja) Kesehatan Tahun 2027 berbasis data dan kebutuhan kesehatan masyarakat. Pendampingan yang berlangsung sejak Maret 2026 tersebut ditutup melalui kegiatan diseminasi Renja Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung Tahun 2027 dalam bentuk diskusi panel di Swiss-Belresort Belitung, Selasa (29/9/2026).

Pendampingan FK Unpad tersebut merupakan bagian dari kolaborasi dalam memperkuat kualitas perencanaan pembangunan kesehatan daerah. Kegiatan ini juga melibatkan Unit Kerja Biro Perencanaan dan Penganggaran Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kegiatan diseminasi dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Belitung Paryanta, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung dr. Ikhwan Gusnadi, Ketua Tim Pendamping FK Unpad dr. Kuswandewi Mutyara, serta perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) dan jajaran kecamatan.

FK Unpad Perkuat Perencanaan Kesehatan Berbasis Data

Ketua Tim Pendamping FK Unpad dr. Kuswandewi Mutyara menyampaikan bahwa pendampingan tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan dokumen Renja, tetapi juga memperkuat kapasitas perangkat daerah dalam menyusun perencanaan kesehatan yang berbasis data.

Selama proses pendampingan, tim FK Unpad melakukan sejumlah tahapan, mulai dari review dan analisis situasi kesehatan, identifikasi serta penetapan prioritas, hingga penajaman program, indikator, target, dan kebutuhan dukungan lintas sektor.

Menurutnya, keberhasilan pendampingan tidak hanya diukur dari tersusunnya dokumen Renja Kesehatan 2027. Lebih dari itu, proses pendampingan diharapkan dapat meningkatkan kemampuan perangkat daerah dalam menggunakan data sebagai dasar penetapan prioritas, menyusun kegiatan yang terukur, serta mengawal implementasi program secara berkelanjutan.

“Keberhasilan dari pendampingan ini bukan hanya bahwa dokumen Renja itu telah selesai, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana proses selama pendampingan ini dapat memperkuat kapasitas Dinas Kesehatan dan juga dinas terkait lainnya untuk merencanakan program secara berbasis data, penetapan prioritas, menyusun kegiatan yang dapat terukur dengan baik, dan mengawal implementasinya secara berkelanjutan,” ujar dr. Kuswandewi.

Pembangunan Kesehatan Membutuhkan Kolaborasi Lintas Sektor

FK Unpad juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjawab berbagai persoalan kesehatan masyarakat. Permasalahan kesehatan memiliki keterkaitan dengan berbagai aspek, termasuk lingkungan, pendidikan, pangan, sosial, ekonomi, dan infrastruktur.

Karena itu, perencanaan pembangunan kesehatan membutuhkan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan agar program yang disusun dapat berjalan secara terpadu dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Mari kita jadikan Renja 2027 ini sebagai agenda bersama pembangunan kesehatan di Kabupaten Belitung. Jadi bukan hanya sebagai dokumen rencana saja, tetapi juga sebagai dasar untuk kita bersama dapat bekerja sama untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Belitung,” kata dr. Kuswandewi.

Renja Kesehatan 2027 Disusun untuk Memperkuat Program Daerah

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung dr. Ikhwan Gusnadi menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian bimbingan, asistensi, dan penyusunan Renja Dinas Kesehatan Tahun 2027 bersama FK Unpad.

Menurutnya, proses pendampingan berlangsung secara intensif selama sekitar enam bulan sejak Maret 2026. Setelah tahapan pendampingan di daerah selesai, Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung dijadwalkan mempresentasikan Renja tersebut di Kementerian Kesehatan pada akhir Oktober 2026.

Dalam proses penyusunan Renja, Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung juga melibatkan OPD pendukung hingga jajaran kecamatan. Keterlibatan lintas sektor tersebut diperlukan karena persoalan kesehatan masyarakat tidak dapat diselesaikan oleh sektor kesehatan secara mandiri.

Kolaborasi tersebut diarahkan antara lain untuk memperkuat upaya promotif dan preventif, termasuk dalam upaya menekan angka kesakitan, menangani stunting, serta meningkatkan kualitas sanitasi.

FK Unpad Dorong Ketepatan Data dalam Perencanaan Kesehatan

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Belitung Paryanta menyampaikan bahwa pendampingan FK Unpad menjadi bagian penting dalam menyiapkan program kesehatan agar lebih terarah, efisien, dan efektif.

Ia juga menekankan pentingnya akurasi data dalam penyusunan program pembangunan kesehatan. Data yang akurat menjadi salah satu dasar penting dalam menentukan prioritas program sehingga intervensi yang dirancang dapat lebih sesuai dengan permasalahan kesehatan masyarakat.

“Dengan data yang akurat, penentuan program-program akan makin tepat,” ujarnya.

Melalui pendampingan tersebut, Pemerintah Kabupaten Belitung berharap penyusunan Renja Kesehatan 2027 dapat menghasilkan program kerja yang lebih terarah dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

Kolaborasi FK Unpad dan Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung menjadi bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam menghadirkan keilmuan dan kepakaran untuk mendukung penguatan pembangunan kesehatan di daerah.

Upaya tersebut sejalan dengan semangat Universitas Padjadjaran: Unggul, Berdampak, Inklusif, melalui penguatan kolaborasi, pemanfaatan pengetahuan berbasis data, serta kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.

FK Unpad mendampingi Dinas Kesehatan Belitung menyusun Renja Kesehatan 2027
FK Unpad mendampingi Dinas Kesehatan Belitung menyusun Renja Kesehatan 2027-1

 

 

Pin It on Pinterest