$

PAUS ID

Padjadjaran Authentication System.

$

Portal Mahasiswa

Merupakan portal informasi bagi mahasiwa UNPAD

$

Portal Staff

Merupakan portal informasi bagi staf UNPAD.

$

Email UNPAD

Layanan email berbasis Google App for Education (GAFE) bagi seluruh sivitas akademika Unpad.

UNPAD

Peneliti FK Unpad Publikasikan Kasus Langka Kusta dan Psoriasis Pustular Generalisata di Jurnal Internasional

Peneliti FK Unpad Publikasikan Kasus Langka Kusta dan Psoriasis Pustular Generalisata di Jurnal Internasional

BANDUNG, FK UNPAD – Tim peneliti Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (FK Unpad) berhasil memublikasikan laporan kasus mengenai koeksistensi langka kusta tipe mid-borderline dan generalized pustular psoriasis (GPP) dalam jurnal internasional Clinical, Cosmetic and Investigational Dermatology pada 17 April 2026. Publikasi ini mengangkat pentingnya ketepatan diagnosis, pemeriksaan komprehensif, serta penatalaksanaan terpadu pada pasien dengan dua penyakit kulit yang memiliki mekanisme berbeda.

Artikel berjudul “The Uncommon Coexistence of Mid-Borderline Leprosy and Generalized Pustular Psoriasis” ditulis oleh Hendra Gunawan, Risa Miliawati Nurul Hidayah, Reiva Farah Dwiyana, Trustia Rizqandaru, Reti Hindritiani, Hermin Aminah Usman, dan Ranisa Larasati. Para penulis berasal dari Departemen Dermatologi dan Venereologi serta Departemen Patologi Anatomi, Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran–RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung.

Artikel tersebut diterbitkan dalam Clinical, Cosmetic and Investigational Dermatology, Volume 19, tahun 2026, dengan nomor artikel 599655. Publikasi ini dapat diakses melalui DOI https://doi.org/10.2147/CCID.S599655.

Mengungkap Koeksistensi Dua Penyakit Kulit yang Langka

Laporan kasus ini membahas seorang perempuan berusia 28 tahun yang mengalami kusta tipe mid-borderline atau borderline-borderline (BB) bersamaan dengan psoriasis pustular generalisata yang berat. Kusta merupakan penyakit infeksi kronis yang terutama menyerang kulit dan saraf tepi, sedangkan GPP merupakan bentuk psoriasis langka yang ditandai dengan munculnya pustula steril secara luas pada kulit.

Koeksistensi kedua penyakit tersebut sangat jarang ditemukan. Perbedaan mekanisme imunologis dan karakteristik klinisnya dapat menimbulkan tantangan dalam membedakan manifestasi masing-masing penyakit, sehingga diperlukan pemeriksaan yang menyeluruh untuk menetapkan diagnosis secara tepat.

Kasus ini juga menunjukkan pentingnya mengenali manifestasi klinis yang berbeda pada satu pasien. Lesi kulit dengan gangguan sensibilitas dapat mengarah pada kusta, sementara erupsi pustular yang meluas memerlukan evaluasi untuk mengidentifikasi kemungkinan penyakit kulit lain yang menyertai.

Pemeriksaan Komprehensif untuk Menegakkan Diagnosis

Dalam laporan tersebut, tim peneliti menggunakan pendekatan diagnostik yang mencakup pemeriksaan slit-skin smear, pewarnaan Gram, serta pemeriksaan histopatologi terhadap sampel lesi kulit.

Pemeriksaan slit-skin smear menunjukkan indeks bakteri sebesar 1+. Sementara itu, pewarnaan Gram pada pustula memperlihatkan sel-sel polimorfonuklear tanpa ditemukan bakteri.

Pemeriksaan histopatologi memberikan temuan yang mendukung keberadaan dua kondisi berbeda. Sampel dari lesi kulit tertentu menunjukkan gambaran granuloma yang sesuai dengan kusta, sedangkan sampel dari lesi pustular memperlihatkan karakteristik yang mendukung diagnosis psoriasis pustular generalisata.

Temuan tersebut menegaskan pentingnya mengintegrasikan pemeriksaan klinis, mikrobiologi, dan histopatologi dalam menghadapi kasus dermatologi dengan manifestasi yang kompleks.

Penatalaksanaan Terpadu Menunjukkan Perbaikan Klinis

Pasien mendapatkan terapi multidrug therapy (MDT) sesuai rekomendasi World Health Organization (WHO) untuk kusta multibasiler, disertai pemberian kortikosteroid sistemik untuk menangani kondisi klinis yang menyertai.

Berdasarkan laporan tersebut, pasien menunjukkan perbaikan klinis yang bermakna dalam waktu 47 hari. Hasil ini menyoroti pentingnya penatalaksanaan yang mempertimbangkan kedua penyakit secara bersamaan, dengan memperhatikan kondisi pasien dan respons terhadap terapi.

Pendekatan terpadu menjadi bagian penting dalam penanganan kasus yang melibatkan penyakit infeksi dan gangguan inflamasi atau autoimun secara bersamaan.

Kontribusi Penelitian terhadap Pengembangan Ilmu Dermatologi

Publikasi ini memberikan kontribusi terhadap literatur ilmiah mengenai koeksistensi kusta dan psoriasis pustular generalisata, yang masih sangat jarang dilaporkan.

Tim peneliti menekankan bahwa pengenalan terhadap kemungkinan penyakit penyerta, pemilihan pemeriksaan diagnostik yang sesuai, serta penatalaksanaan yang tepat waktu merupakan aspek penting untuk mendukung hasil klinis yang baik.

Laporan kasus ini juga memperkuat peran kolaborasi multidisiplin dalam pelayanan kesehatan, khususnya antara bidang dermatologi dan patologi anatomi, dalam mengidentifikasi serta menangani kondisi klinis yang kompleks.

Melalui publikasi ilmiah ini, FK Unpad terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan penyebarluasan hasil penelitian di tingkat internasional. Capaian tersebut sejalan dengan semangat FK Unpad untuk menjadi institusi pendidikan tinggi yang Unggul, Berdampak, dan Inklusif, melalui penguatan penelitian, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, serta kontribusi nyata bagi masyarakat.

Informasi publikasi:

  • Judul: The Uncommon Coexistence of Mid-Borderline Leprosy and Generalized Pustular Psoriasis
  • Penulis: Hendra Gunawan, Risa Miliawati Nurul Hidayah, Reiva Farah Dwiyana, Trustia Rizqandaru, Reti Hindritiani, Hermin Aminah Usman, dan Ranisa Larasati
  • Jurnal: Clinical, Cosmetic and Investigational Dermatology
  • Tahun: 2026
  • Volume: 19
  • Nomor artikel: 599655
  • DOI: https://doi.org/10.2147/CCID.S599655

Sumber: Clinical, Cosmetic and Investigational Dermatology.

 

Peneliti FK Unpad Publikasikan Kasus Langka Kusta dan Psoriasis
sdgs 8
sdgs 9
sdgs 10
sdgs 11
sdgs 12

 

 

Penelitian FK Unpad Soroti Dampak Kusta Multibasiler yang Tidak Tertangani hingga Osteomielitis dan Amputasi

Penelitian FK Unpad Soroti Dampak Kusta Multibasiler yang Tidak Tertangani hingga Osteomielitis dan Amputasi

BANDUNG, 25 September 2026 — Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (FK Unpad) kembali memperkuat kontribusinya dalam pengembangan ilmu kedokteran melalui publikasi penelitian mengenai kusta multibasiler yang tidak mendapatkan pengobatan secara optimal hingga berkembang menjadi komplikasi berat berupa osteomielitis dan berujung pada amputasi transtibial.

Publikasi berjudul “Treatment Neglect in Multibacillary Leprosy Leading to Osteomyelitis and Transtibial Amputation: Lessons from Endemic Setting” tersebut ditulis oleh Hendra Gunawan, Kartika Ruchiatan, Erda Avriyanti, Risa Miliawati Nurul Hidayah, dan Devina Gracia Pratama dari Departemen Dermatologi dan Venereologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran–RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. Artikel tersebut diterbitkan dalam International Journal of Infectious Diseases Volume 164 tahun 2026.

Publikasi ini menyajikan laporan kasus seorang laki-laki berusia 66 tahun dengan kusta multibasiler stadium lanjut yang mengalami komplikasi pada ekstremitas bawah. Kasus tersebut menunjukkan bahwa keterlambatan pengobatan, keberlanjutan perawatan yang tidak optimal, serta keterlambatan penanganan komplikasi dapat meningkatkan risiko kerusakan saraf, ulkus neuropatik, infeksi berat, osteomielitis, hingga kecacatan permanen.

Kusta Multibasiler dan Risiko Kecacatan

Kusta merupakan penyakit infeksi kronis yang disebabkan oleh kompleks Mycobacterium leprae dan terutama memengaruhi kulit serta saraf perifer. Meskipun terapi multidrug therapy (MDT) telah tersedia, kusta masih dapat menyebabkan kecacatan yang sebenarnya dapat dicegah, khususnya apabila diagnosis, pengobatan, perawatan luka, dan pemantauan pasien tidak dilakukan secara tepat dan berkelanjutan.

Pada kusta multibasiler, tingginya beban bakteri dan keterlibatan saraf perifer dapat menyebabkan gangguan sensorik. Kondisi tersebut membuat pasien rentan mengalami trauma berulang tanpa disadari, ulkus neuropatik, infeksi sekunder, serta kerusakan jaringan yang progresif.

Kasus yang dilaporkan oleh tim peneliti FK Unpad memperlihatkan bahwa persoalan kusta tidak hanya berkaitan dengan penegakan diagnosis, tetapi juga dengan ketepatan waktu memulai terapi dan kesinambungan perawatan.

Pemeriksaan Komprehensif Mengidentifikasi Komplikasi Berat

Dalam laporan kasus tersebut, pasien memiliki riwayat lesi kulit hipopigmentasi dan kehilangan sensasi pada tangan serta kaki selama kurang lebih dua tahun. Pasien sebelumnya telah mendapatkan anjuran untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut karena diduga mengalami kusta, tetapi menolak rujukan sehingga tidak memperoleh terapi antikusta selama periode tersebut.

Tim medis kemudian melakukan pemeriksaan klinis dan neurologis secara komprehensif. Pemeriksaan penunjang meliputi pencitraan radiologi, kultur luka, pemeriksaan slit-skin smear, serta pemeriksaan histopatologi.

Hasil pemeriksaan menunjukkan kusta multibasiler lanjut dalam spektrum lepromatosa yang disertai ulkus neuropatik, artropati Charcot, infeksi bakteri sekunder, dan osteomielitis akut.

Pemeriksaan klinis juga menemukan berbagai manifestasi kusta lanjut, antara lain bercak kulit anestetik difus, penebalan saraf perifer, gangguan sensorik pola glove-and-stocking, deformitas claw hand, atrofi otot thenar, serta madarosis.

Infeksi Berkembang hingga Osteomielitis

Pemeriksaan radiologi menunjukkan adanya pembengkakan jaringan lunak yang luas, destruksi tulang, akro-osteolisis, serta pembentukan gas yang mengindikasikan osteomielitis akut dengan infeksi pembentuk gas. Kultur luka mengidentifikasi Staphylococcus aureus dan Klebsiella pneumoniae.

Pemeriksaan slit-skin smear juga menunjukkan jumlah basil tahan asam yang tinggi dengan bacteriological index 5+ dan morphological index 90,7 persen. Hasil histopatologi mendukung diagnosis kusta dalam spektrum lepromatosa.

Penanganan kemudian dilakukan melalui terapi multidrug untuk kusta multibasiler, terapi antibiotik intravena spektrum luas, perawatan luka, serta intervensi bedah.

Namun, luasnya infeksi pada kaki, pergelangan kaki, dan tungkai bawah bagian distal meningkatkan risiko komplikasi serius. Untuk mengendalikan infeksi dan mencegah progresivitas penyakit, pasien akhirnya menjalani amputasi transtibial. Setelah tindakan tersebut, kondisi pasien membaik dan selanjutnya dirujuk untuk menjalani rehabilitasi serta penilaian prostetik.

Pentingnya Deteksi Dini dan Kesinambungan Pengobatan

Publikasi ini menegaskan pentingnya deteksi dini, pemberian terapi multidrug secara tepat waktu, keterlibatan pasien dalam proses pengobatan, perawatan luka yang sesuai, serta pemantauan jangka panjang.

Neuropati perifer pada kusta dapat menyebabkan hilangnya sensasi sehingga pasien tidak menyadari adanya trauma atau luka pada bagian tubuh yang mengalami gangguan sensorik. Apabila luka tersebut tidak dipantau dan ditangani dengan baik, kondisi dapat berkembang menjadi infeksi berat dan osteomielitis.

Para penulis juga menyoroti bahwa kecacatan berat pada kusta dapat berkaitan bukan hanya dengan keterlambatan diagnosis, tetapi juga dengan keterlambatan memulai pengobatan, kesinambungan perawatan yang kurang optimal, keterbatasan tindak lanjut, rendahnya kesadaran, serta stigma.

Dengan demikian, kasus ini menjadi pembelajaran penting mengenai perlunya pendekatan berkelanjutan dalam penanganan kusta, mulai dari pengenalan gejala, diagnosis, pengobatan, perawatan luka, pencegahan kecacatan, hingga rehabilitasi.

Kontribusi FK Unpad untuk Kesehatan dan Pembangunan Berkelanjutan

Publikasi ilmiah ini memperlihatkan komitmen FK Unpad dalam menghasilkan penelitian yang tidak hanya berkontribusi terhadap pengembangan ilmu kedokteran, tetapi juga memiliki relevansi terhadap persoalan kesehatan masyarakat.

Melalui penelitian dan publikasi ilmiah, FK Unpad terus mendorong penguatan layanan kesehatan yang berbasis bukti, peningkatan kualitas penanganan penyakit infeksi, pencegahan kecacatan, serta akses terhadap layanan kesehatan yang lebih inklusif.

Hal tersebut sejalan dengan semangat FK Unpad untuk terus menghadirkan pendidikan, penelitian, dan pengabdian yang Unggul, Berdampak, dan Inklusif.


Informasi Publikasi

Judul: Treatment Neglect in Multibacillary Leprosy Leading to Osteomyelitis and Transtibial Amputation: Lessons from Endemic Setting

Penulis:
Hendra Gunawan
Kartika Ruchiatan
Erda Avriyanti
Risa Miliawati Nurul Hidayah
Devina Gracia Pratama

Afiliasi: Departemen Dermatologi dan Venereologi, Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran – RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung.

Jurnal: International Journal of Infectious Diseases

Volume: 164

Tahun: 2026

DOI: 10.1016/j.ijid.2025.108354


Penelitian FK Unpad tentang kusta multibasiler dan osteomielitis
sdgs 2
sdgs 3
sdgs 4
sdgs 5
sdgs 6

 

 

Dies Natalis ke-69 FK Unpad, “Tapak Juang, Warisan Lembur” Hadirkan Refleksi Perjalanan dan Semangat Kebersamaan

Dies Natalis ke-69 FK Unpad, “Tapak Juang, Warisan Lembur” Hadirkan Refleksi Perjalanan dan Semangat Kebersamaan

BANDUNG, 24 September 2026 — Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (FK Unpad) akan menyelenggarakan Dies Natalis ke-69 pada Minggu, 27 September 2026, di Graha Sanusi Universitas Padjadjaran, Jalan Dipati Ukur No. 38, Bandung. Mengusung semangat “Tapak Juang, Warisan Lembur: Jejak Perjuangan, Warisan bagi Generasi”, kegiatan ini menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan FK Unpad sekaligus memperkuat kebersamaan dan keberlanjutan kontribusi bagi generasi mendatang.

Peringatan Dies Natalis ke-69 FK Unpad akan diikuti oleh unsur sivitas akademika, mulai dari pimpinan fakultas, guru besar, dosen, tenaga kependidikan, pimpinan departemen dan program studi, hingga unsur lainnya di lingkungan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran. Daftar undangan resmi juga mencakup Ketua dan Anggota Senat, Ketua Pusat Studi, Ketua Unit, Dharma Wanita, serta pendukung Vocal Group dari sejumlah departemen.

Mengangkat Semangat “Tapak Juang, Warisan Lembur”

Tema “Tapak Juang, Warisan Lembur: Jejak Perjuangan, Warisan bagi Generasi” menjadi bagian penting dalam peringatan Dies Natalis ke-69 FK Unpad.

Tema tersebut menjadi ruang refleksi atas perjalanan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran dalam menjalankan peran pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Semangat tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa perjalanan institusi tidak hanya dibangun oleh capaian masa kini, tetapi juga oleh perjuangan dan kontribusi generasi sebelumnya.

Salah satu agenda utama dalam rangkaian acara adalah “Tapak Juang, Warisan Lembur: jejak perjuangan, warisan bagi generasi”, yang juga dirangkai dengan pemberian penghargaan kepada purnabakti FK Unpad.

Rangkaian Acara Dies Natalis ke-69 FK Unpad

Berdasarkan susunan acara resmi, peringatan Dies Natalis ke-69 FK Unpad diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan dengan Indonesia Raya dan Hymne Unpad, doa bersama, serta sambutan dari Dekan Fakultas Kedokteran Unpad dan Rektor Universitas Padjadjaran.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemutaran video profil Fakultas Kedokteran Unpad serta Launching Renstra dan Logo Fakultas Kedokteran Unpad.

Agenda tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam peringatan Dies Natalis ke-69 karena mempertemukan refleksi perjalanan institusi dengan arah pengembangan FK Unpad ke depan.

Acara juga akan menghadirkan sejumlah pertunjukan seni dan kreativitas sivitas akademika, di antaranya Lomba Vocal Group Antar Departemen, pertunjukan “Sauyunan: Ngahiji dina harmoni, ngabdi pikeun nagri”, serta “Hiji Nada, hiji Rasa: Pagelaran Angklung Sauyunan FK Unpad”.

Pada bagian akhir, rangkaian kegiatan akan diisi dengan pengumuman pemenang Lomba Vocal Group, persembahan lagu Hymne FK Unpad dari pemenang Vocal Group, serta pemutaran video legacy FK Unpad 1957–2026 melalui tema “Tapak Lacak, Tapak Juang: FK Unpad 1957–2026” sebelum acara ditutup.

Memperkuat Kebersamaan Sivitas Akademika

Dies Natalis ke-69 FK Unpad tidak hanya menjadi momentum peringatan bertambahnya usia fakultas, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat hubungan dan kebersamaan seluruh keluarga besar FK Unpad.

Keterlibatan berbagai unsur sivitas akademika dalam rangkaian kegiatan menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam menjaga keberlanjutan perjalanan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran.

Melalui kegiatan akademik, kelembagaan, seni, dan kebersamaan, Dies Natalis ke-69 diharapkan menjadi momentum untuk terus merawat nilai-nilai perjuangan sekaligus menyiapkan warisan positif bagi generasi berikutnya.

Semangat tersebut sejalan dengan komitmen FK Unpad untuk terus bergerak sebagai institusi yang Unggul, Berdampak, dan Inklusif.

Pelaksanaan Dies Natalis FK Unpad ke-69

Dies Natalis ke-69 Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran akan dilaksanakan pada:

Hari/Tanggal: Minggu, 27 September 2026
Waktu: 08.00–11.30 WIB
Tempat: Graha Sanusi Universitas Padjadjaran
Alamat: Jalan Dipati Ukur No. 38, Bandung
Dresscode: Batik Casual.

Karena keterbatasan tempat, peserta yang diundang diminta melakukan konfirmasi kehadiran melalui tautan yang tercantum dalam undangan resmi,

https://forms.gle/RbyJdCo1f14A4vCR6

paling lambat Jumat, 25 September 2026 pukul 11.00 WIB.

Menjaga Warisan, Melanjutkan Perjuangan

Perjalanan 69 tahun Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran menjadi bagian dari perjalanan panjang pendidikan kedokteran dan kontribusi kesehatan bagi masyarakat.

Melalui Dies Natalis ke-69, semangat “Tapak Juang, Warisan Lembur” menjadi pengingat bahwa setiap generasi memiliki peran dalam menjaga nilai, meneruskan perjuangan, serta menghadirkan kontribusi bagi masa depan.

Dengan semangat Unggul, Berdampak, Inklusif, FK Unpad terus melangkah untuk memperkuat pendidikan kedokteran, mengembangkan ilmu pengetahuan dan penelitian, serta memberikan kontribusi yang bermakna bagi masyarakat.

Selamat Dies Natalis ke-69 Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran.

Tapak Juang, Warisan Lembur: Jejak Perjuangan, Warisan bagi Generasi.

 

 

FK Unpad Dorong Budaya Ramah Lingkungan melalui Gerakan Bawa Tumbler dan Pengurangan Plastik Sekali Pakai

FK Unpad Dorong Budaya Ramah Lingkungan melalui Gerakan Bawa Tumbler dan Pengurangan Plastik Sekali Pakai

Jatinangor, FK Unpad — Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (FK Unpad) mendorong penerapan budaya ramah lingkungan melalui pengurangan penggunaan botol plastik sekali pakai dan pembiasaan membawa tumbler atau botol minum guna ulang di lingkungan fakultas. Kebijakan tersebut dituangkan dalam Surat Edaran Dekan FK Unpad Nomor 1420/UN6.C/TU.00/2026 yang ditetapkan di Jatinangor pada 2 Februari 2026 sebagai bagian dari dukungan terhadap Program Green Campus Universitas Padjadjaran dan upaya mewujudkan budaya kampus yang berkelanjutan.

Melalui kebijakan tersebut, FK Unpad mengajak seluruh sivitas akademika untuk membangun kebiasaan sederhana namun berdampak, yaitu membawa tumbler dalam aktivitas sehari-hari dan mengurangi penggunaan air minum dalam kemasan plastik sekali pakai.

Kebijakan ini ditujukan kepada seluruh dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, tenaga alih daya, serta tamu yang beraktivitas di lingkungan FK Unpad. Setiap sivitas akademika diharapkan membawa dan menggunakan tumbler atau botol minum guna ulang sebagai bagian dari penerapan budaya ramah lingkungan.

Kurangi Botol Plastik Sekali Pakai di Setiap Kegiatan

Salah satu langkah utama yang diterapkan FK Unpad adalah mengurangi penyediaan air minum dalam botol plastik sekali pakai pada berbagai kegiatan fakultas.

Dalam penyelenggaraan rapat, seminar, pelatihan, lokakarya, maupun kegiatan akademik lainnya, penyediaan air minum dalam botol plastik sekali pakai diarahkan untuk digantikan dengan dispenser, galon isi ulang, atau wadah minum yang ramah lingkungan.

Langkah tersebut sejalan dengan kebijakan Universitas Padjadjaran mengenai penggunaan tumbler untuk mengurangi sampah plastik. Unpad juga telah mendorong penerapan prinsip zero waste melalui penggunaan wadah minum yang dapat digunakan kembali serta pengurangan produk plastik sekali pakai dalam kegiatan akademik maupun nonakademik.

Dengan demikian, membawa tumbler bukan sekadar kebiasaan pribadi, tetapi menjadi bagian dari upaya bersama untuk membangun lingkungan kampus yang lebih berkelanjutan.

Tidak Hanya Plastik, FK Unpad Dorong Pengurangan Sampah dan Kertas

Komitmen FK Unpad terhadap budaya ramah lingkungan juga mencakup pengurangan sampah plastik lainnya. Sivitas akademika didorong untuk mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai serta mengutamakan peralatan makan dan minum yang dapat digunakan kembali (reusable) atau ramah lingkungan.

Selain itu, setiap unit kerja didorong untuk melakukan pemilahan sampah berdasarkan jenisnya sehingga pengelolaan sampah dapat dilakukan secara lebih terarah.

Pada aspek administrasi, FK Unpad juga mendorong pengurangan penggunaan kertas dengan mengoptimalkan aplikasi digital, surat elektronik, dan sistem informasi. Pencetakan dokumen dilakukan apabila benar-benar diperlukan, sedangkan dokumen yang harus dicetak dianjurkan menggunakan sistem cetak dua sisi (double-sided printing).

Peran Unit Kerja dalam Membangun Kampus Berkelanjutan

Implementasi budaya ramah lingkungan membutuhkan keterlibatan seluruh unsur di lingkungan FK Unpad. Karena itu, departemen, program studi, laboratorium, pusat studi, dan unit kerja diharapkan turut menyosialisasikan kebijakan tersebut kepada pegawai dan mahasiswa.

Unit kerja juga didorong untuk menyediakan fasilitas pengisian air minum apabila memungkinkan serta mendukung pelaksanaan kegiatan yang bebas dari penggunaan plastik sekali pakai. Upaya pengurangan sampah plastik dan kertas juga perlu dilakukan secara berkelanjutan.

Pelaksanaan kebijakan tersebut akan dilakukan melalui monitoring dan evaluasi secara berkala sebagai bagian dari implementasi Green Campus dan Program Hijaprana Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran.

Bawa Tumbler, Langkah Kecil untuk Dampak Besar

Gerakan “Bawa Tumbler” menjadi salah satu bentuk nyata penerapan kebiasaan ramah lingkungan di lingkungan FK Unpad. Kebiasaan membawa botol minum guna ulang dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap botol plastik sekali pakai sekaligus mendukung budaya penggunaan kembali (reuse).

Komitmen tersebut memperkuat arah FK Unpad dalam menghadirkan lingkungan pendidikan yang tidak hanya unggul dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pelayanan, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan.

Bawa tumbler setiap hari, kurangi plastik sekali pakai, dan bersama-sama wujudkan lingkungan kampus yang lebih berkelanjutan.

Semangat tersebut menjadi bagian dari komitmen FK Unpad untuk terus bergerak mewujudkan “Unggul, Berdampak, Inklusif” melalui langkah-langkah nyata yang dapat dilakukan bersama oleh seluruh sivitas akademika.

 

 

INSPIRE Hadirkan Layanan Pembuatan E-Paspor September 2026 bagi Sivitas Akademika Unpad

INSPIRE Hadirkan Layanan Pembuatan E-Paspor September 2026 bagi Sivitas Akademika Unpad

JATINANGOR, 16 September 2026 — Universitas Padjadjaran melalui layanan INSPIRE (Immigration Service Point at University) kembali menghadirkan layanan keimigrasian bagi sivitas akademika Unpad. Pada September 2026, layanan pembuatan e-paspor akan dilaksanakan pada Rabu, 23 September 2026, pukul 09.00–15.00 WIB, bertempat di Ruang Unit Layanan Imigrasi Unpad, Gedung Kandaga Lantai 1, Kampus Jatinangor.

Layanan INSPIRE dihadirkan untuk mempermudah akses layanan keimigrasian di lingkungan Universitas Padjadjaran. Melalui layanan ini, Warga Negara Indonesia dapat memperoleh layanan paspor, sementara Warga Negara Asing dapat mengakses layanan terkait izin tinggal secara lebih mudah dan efisien.

Layanan tersebut dapat dimanfaatkan oleh dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, dan alumni Unpad sesuai dengan ketentuan dan kuota yang tersedia.

Layanan E-Paspor INSPIRE September 2026

Pada pelaksanaan September 2026, INSPIRE menyediakan layanan pembuatan e-paspor dengan rincian sebagai berikut:

Informasi Keterangan
Hari, Tanggal Rabu, 23 September 2026
Waktu 09.00–15.00 WIB
Lokasi Ruang Unit Layanan Imigrasi Unpad, Gedung Kandaga Lantai 1, Kampus Jatinangor
Kuota 50 peserta
Registrasi Wajib
Batas Registrasi 20 September 2026, pukul 18.00 WIB

Dengan kuota yang terbatas, sivitas akademika yang berminat diimbau segera melakukan registrasi melalui tautan yang telah disediakan.

Registrasi Layanan E-Paspor

Pendaftaran wajib dilakukan melalui tautan berikut:

Registrasi INSPIRE – Unpad 2026

Batas pendaftaran:
Minggu, 20 September 2026 pukul 18.00 WIB.

Kuota layanan pembuatan e-paspor pada kegiatan ini terbatas hanya untuk 50 peserta.

Informasi Peserta yang Mendapatkan Kuota

Pendaftar yang memperoleh kuota untuk layanan pembuatan paspor akan mendapatkan informasi melalui email, sesuai mekanisme pemberitahuan yang disampaikan dalam informasi pendaftaran.

Sivitas akademika yang telah melakukan registrasi diharapkan memastikan alamat email yang digunakan aktif sehingga informasi terkait layanan dapat diterima dengan baik.

INSPIRE Mempermudah Akses Layanan Keimigrasian

Kehadiran Immigration Service Point at University (INSPIRE) menjadi bagian dari upaya menghadirkan akses layanan keimigrasian yang lebih mudah bagi sivitas akademika Universitas Padjadjaran.

Dengan adanya layanan di lingkungan kampus, sivitas akademika dapat memperoleh akses terhadap layanan keimigrasian tanpa harus datang langsung ke kantor imigrasi untuk mengakses layanan yang tersedia melalui INSPIRE.

Layanan ini juga mendukung kebutuhan mobilitas sivitas akademika, khususnya dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, dan alumni yang membutuhkan dokumen perjalanan untuk berbagai keperluan sesuai ketentuan yang berlaku.

Manfaatkan Layanan INSPIRE di Kampus Unpad

Universitas Padjadjaran mengajak sivitas akademika yang membutuhkan layanan pembuatan e-paspor untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan melakukan pendaftaran sebelum batas waktu yang ditentukan.

Karena jumlah peserta terbatas, pendaftar perlu memperhatikan seluruh informasi dan ketentuan yang tercantum dalam proses registrasi.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai layanan INSPIRE, sivitas akademika dapat menghubungi:

PIC:
Kantor Urusan Internasional Unpad
📱 WhatsApp: +62 823-1251-3635

Mari manfaatkan kemudahan layanan keimigrasian INSPIRE yang kini hadir di ruang layanan baru di Kampus Universitas Padjadjaran.

INSPIRE: Layanan Keimigrasian Lebih Dekat, Mudah, dan Efisien bagi Sivitas Akademika Unpad.

FK Unpad — Unggul, Berdampak, Inklusif.

 

 

Pin It on Pinterest