$

PAUS ID

Padjadjaran Authentication System.

$

Portal Mahasiswa

Merupakan portal informasi bagi mahasiwa UNPAD

$

Portal Staff

Merupakan portal informasi bagi staf UNPAD.

$

Email UNPAD

Layanan email berbasis Google App for Education (GAFE) bagi seluruh sivitas akademika Unpad.

UNPAD

SAUNPAD Hadirkan Kemudahan Pendaftaran Kartu Akses Gerbang Unpad bagi Mahasiswa, Dosen, dan Tenaga Kependidikan

SAUNPAD Hadirkan Kemudahan Pendaftaran Kartu Akses Gerbang Unpad bagi Mahasiswa, Dosen, dan Tenaga Kependidikan

Universitas Padjadjaran (Unpad) menghadirkan kemudahan pendaftaran kartu akses gerbang melalui aplikasi SAUNPAD bagi mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan. Fitur ini memungkinkan sivitas akademika mendaftarkan kartu yang akan digunakan sebagai akses gerbang kampus, sehingga mendukung kemudahan mobilitas serta pengembangan layanan digital di lingkungan Unpad.

Melalui fitur Kartu Akses Portal pada aplikasi SAUNPAD, pengguna dapat melakukan pendaftaran kartu secara mandiri dengan mengikuti tahapan yang tersedia. Layanan ini menjadi bagian dari upaya optimalisasi pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung aktivitas sivitas akademika yang lebih praktis, terintegrasi, dan efisien.

Pendaftaran Kartu Akses Gerbang Dilakukan melalui SAUNPAD

Mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan Universitas Padjadjaran dapat memanfaatkan aplikasi SAUNPAD untuk mendaftarkan kartu akses gerbang. Proses pendaftaran dilakukan melalui perangkat yang mendukung teknologi NFC (Near Field Communication).

Pengguna perlu memastikan fitur NFC pada perangkat telah aktif sebelum memulai proses pemindaian kartu. Selanjutnya, pengguna dapat masuk ke aplikasi SAUNPAD dan mengikuti petunjuk pendaftaran yang tersedia.

Melalui layanan ini, proses pendaftaran kartu akses dapat dilakukan secara mandiri tanpa harus melalui tahapan yang rumit.

Panduan Pendaftaran Kartu Akses Gerbang Unpad

Berikut enam tahapan pendaftaran kartu akses gerbang berdasarkan panduan pada poster SAUNPAD.

1.

Aktifkan fitur NFC pada perangkat

Pastikan perangkat yang digunakan mendukung NFC dan fitur tersebut telah diaktifkan. NFC diperlukan untuk melakukan pemindaian kartu.

2.

Login ke aplikasi SAUNPAD

Buka aplikasi SAUNPAD dan masuk menggunakan akun yang dimiliki.

3.

Pilih menu Semua Fitur

Pada bagian Layanan Umum, cari dan pilih menu Kartu Akses Portal.

4.

Pilih Daftar Akses Gerbang dengan Kartu Unpad

Masuk ke menu tersebut untuk melanjutkan proses pendaftaran kartu akses.

5.

Mulai pemindaian kartu

Pada halaman Kartu Akses Unpad, pilih Mulai Scan, kemudian tempelkan kartu ke perangkat yang memiliki fitur NFC.

6.

Pilih jenis kartu dan selesaikan pendaftaran

Pilih jenis kartu, yaitu KTP, e-Money, atau Unpad Card. Masukkan nama kartu, kemudian klik Daftarkan Kartu untuk menyelesaikan proses.

Pilih jenis kartu, yaitu KTP, e-Money, atau Unpad Card. Masukkan nama kartu, kemudian klik Daftarkan Kartu untuk menyelesaikan proses.

Sivitas Akademika Dapat Mendaftarkan Maksimal Tiga Kartu

Berdasarkan panduan pada poster, setiap mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan dapat mendaftarkan maksimal tiga kartu sesuai dengan jenis kartu yang tersedia, yaitu KTP, e-Money, dan Unpad Card.

Setelah proses pendaftaran selesai, pengguna diimbau untuk kembali ke halaman Kartu Akses Unpad guna memastikan kartu yang didaftarkan telah muncul. Pemeriksaan ini penting untuk memastikan data kartu telah tercatat pada aplikasi.

Pengguna juga perlu memperhatikan kesesuaian jenis kartu dan mengikuti petunjuk yang ditampilkan pada aplikasi SAUNPAD selama proses pendaftaran berlangsung.

Dukung Transformasi Digital dan Kemudahan Akses Kampus

Pemanfaatan aplikasi SAUNPAD untuk pendaftaran kartu akses gerbang merupakan salah satu bentuk pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung layanan kampus. Integrasi layanan melalui aplikasi diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi sivitas akademika dalam mengakses fasilitas yang tersedia di lingkungan Universitas Padjadjaran.

Kemudahan akses tersebut sejalan dengan semangat Universitas Padjadjaran untuk terus menghadirkan layanan yang unggul, berdampak, dan inklusif. Pemanfaatan teknologi diharapkan dapat mendukung lingkungan kampus yang semakin terintegrasi serta menunjang kelancaran aktivitas akademik dan nonakademik.

Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (FK Unpad) turut mendukung pemanfaatan layanan digital kampus sebagai bagian dari upaya mewujudkan tata kelola perguruan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Daftarkan Kartu Akses Anda melalui SAUNPAD

Sivitas akademika Universitas Padjadjaran diimbau untuk memanfaatkan fitur Kartu Akses Portal pada aplikasi SAUNPAD dan mengikuti tahapan pendaftaran sesuai panduan.

Dengan memanfaatkan layanan digital ini, sivitas akademika dapat mendukung pengembangan sistem akses kampus yang lebih praktis, tertib, dan terintegrasi.

SAUNPAD — Satu Akses untuk Berbagai Layanan Unpad.

Unggul, Berdampak, Inklusif.

 

 

Dosen FK Unpad dr. Dani Ferdian Dorong Penguatan Layanan Kesehatan Primer hingga Kabupaten Balangan

Dosen FK Unpad dr. Dani Ferdian Dorong Penguatan Layanan Kesehatan Primer hingga Kabupaten Balangan

BANDUNG, FK.UNPAD.AC.ID – Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (FK Unpad), dr. Dani Ferdian, M.K.M., Sp.KKLP., Subsp. COPC, terus berkontribusi dalam penguatan layanan kesehatan primer di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan. Melalui pendekatan Community Oriented Primary Care (COPC), upaya ini diarahkan untuk memperkuat peran fasilitas kesehatan tingkat pertama, memberdayakan masyarakat, serta membangun kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Sebagai dosen Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat FK Unpad sekaligus dokter Spesialis Kedokteran Keluarga Layanan Primer dengan subspesialisasi Community Oriented Primary Care (COPC), dr. Dani mengembangkan pendekatan pelayanan kesehatan yang mengintegrasikan pelayanan klinis dengan kesehatan masyarakat.

Pendekatan tersebut menempatkan masyarakat bukan hanya sebagai penerima layanan, tetapi juga sebagai bagian aktif dalam upaya menjaga dan meningkatkan derajat kesehatan. Penguatan layanan kesehatan primer dilakukan melalui pemberdayaan keluarga, optimalisasi peran kader, serta kolaborasi antara fasilitas pelayanan kesehatan, pemerintah daerah, akademisi, dan masyarakat.

Perkuat Peran Puskesmas Pembantu dan Posyandu

Salah satu fokus penguatan layanan kesehatan primer adalah optimalisasi peran Puskesmas Pembantu (Pustu) dan Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat desa dan komunitas.

Pustu tidak hanya didorong menjadi tempat pelayanan klinis, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan masyarakat, edukasi kesehatan, konseling keluarga, pengorganisasian kader, serta penghubung antara masyarakat dan Puskesmas.

Pendekatan tersebut sejalan dengan pengembangan Integrasi Layanan Primer (ILP), yang berupaya menghadirkan pelayanan kesehatan secara lebih dekat, terpadu, dan berkesinambungan bagi masyarakat.

Dalam konteks Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, penguatan layanan kesehatan primer menjadi bagian dari upaya yang turut melibatkan dr. Dani. Dokumentasi kegiatan memperlihatkan keberadaan tim di lingkungan Puskesmas Pembantu Desa Dahai dan UPTD Puskesmas Paringin.

Dosen FK Unpad bersama tim di Puskesmas Pembantu Desa Dahai Kabupaten Balangan scaled
Dokumentasi bersama tim di UPTD Puskesmas Paringin, Kabupaten Balangan
Dokumentasi kegiatan bersama mitra dan tenaga kesehatan

Perluas Jangkauan Pelayanan hingga ke Rumah Warga

Penguatan layanan kesehatan primer juga dilakukan dengan mendorong pelayanan yang menjangkau masyarakat sepanjang siklus hidup, mulai dari ibu hamil, bayi dan balita, anak usia sekolah, remaja, kelompok dewasa, hingga lanjut usia.

Selain pelayanan di Pustu dan Posyandu, kader dilibatkan dalam kunjungan rumah secara terjadwal. Langkah ini bertujuan mengidentifikasi masyarakat yang belum memperoleh pelayanan kesehatan yang dibutuhkan (missing services), belum menindaklanjuti anjuran pelayanan (non-compliance), maupun memiliki tanda bahaya (danger sign) yang memerlukan perhatian lebih lanjut.

Berdasarkan implementasi awal di 10 kabupaten/kota, program ini telah mencatat:

9.232

36.824

8.145

117.182

Penerima manfaat pelayanan Pustu Kunjungan Posyandu Kunjungan rumah Jiwa dalam jangkauan program

Program tersebut menjangkau 29.212 kepala keluarga atau sekitar 117.182 jiwa. Capaian ini didukung keterlibatan 426 kader Posyandu dan 20 kader Pustu, yang berperan dalam mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Penguatan kapasitas kader juga dilakukan melalui pelatihan keterampilan dasar Posyandu agar pelayanan dapat diberikan sesuai kebutuhan kesehatan pada setiap tahapan kehidupan.

Kolaborasi Multipihak untuk Pelayanan Kesehatan Berkelanjutan

Menurut pendekatan yang dikembangkan dr. Dani, penguatan layanan kesehatan primer tidak dapat dilakukan oleh sektor kesehatan semata. Diperlukan kolaborasi multipihak yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media.

Dalam kolaborasi tersebut, perguruan tinggi berperan dalam pengembangan model, riset implementasi, penyusunan materi pelatihan, serta pendampingan ilmiah. Sementara itu, pemerintah daerah, sektor swasta, kader, dan masyarakat berkontribusi sesuai kapasitas masing-masing.

Upaya penguatan layanan kesehatan primer yang dikembangkan dr. Dani telah diterapkan di berbagai daerah, antara lain Denpasar, Purwakarta, Mataram, Sijunjung, Pandeglang, Rote Ndao, Belitung, Tapanuli Selatan, Semarang, dan Sukabumi.

Dalam perkembangannya, keterlibatan tersebut meluas ke Kabupaten Tabalong dan Kabupaten Balangan di Kalimantan Selatan, Kota Ternate di Maluku Utara, Kabupaten Sikka di Nusa Tenggara Timur, Kabupaten Fakfak di Papua Barat, serta Kabupaten Garut di Jawa Barat.

Pelaksanaan program mempertimbangkan kebutuhan dan karakteristik setiap daerah. Kondisi geografis, kapasitas fasilitas kesehatan, kesiapan sumber daya manusia, peran kader, serta dukungan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam menentukan pendekatan yang sesuai.

Integrasikan Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat

Keterlibatan dosen FK Unpad dalam penguatan layanan kesehatan primer juga menjadi wujud integrasi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Pengalaman implementasi di berbagai wilayah memberikan ruang bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan model pelayanan kesehatan yang tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga dipelajari melalui penerapan langsung dalam beragam konteks sosial dan geografis Indonesia.

Melalui pendekatan COPC, pelayanan kesehatan primer dipandang sebagai sistem yang secara aktif mengenali kebutuhan kesehatan masyarakat, menjalankan upaya pencegahan dan deteksi dini, serta mendorong masyarakat agar memiliki kapasitas untuk menjaga kesehatannya sendiri.

Sejumlah praktik yang dikembangkan di daerah binaan juga mendorong peluang replikasi di wilayah lain, dengan tetap memperhatikan kebutuhan dan karakteristik lokal.

Raih Penghargaan Mandaya Awards 2025

Konsistensi dr. Dani Ferdian dalam pemberdayaan masyarakat dan penguatan layanan kesehatan primer memperoleh pengakuan di tingkat nasional melalui Penghargaan Kategori Individu Mandaya Awards 2025, yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia.

Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi dalam mengembangkan pendekatan pelayanan kesehatan yang semakin dekat dengan masyarakat.

Capaian ini sekaligus menunjukkan peran perguruan tinggi dalam menghadirkan pengetahuan, inovasi, dan hasil pengembangan keilmuan yang dapat diterapkan untuk membantu menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat.

Wujudkan FK Unpad yang Unggul, Berdampak, dan Inklusif

Penguatan layanan kesehatan primer merupakan bagian dari kontribusi FK Unpad dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Melalui keterlibatan dosen dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, FK Unpad terus mendorong pengembangan pendekatan pelayanan kesehatan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, memperhatikan kondisi wilayah, serta memperkuat kapasitas komunitas.

Upaya tersebut sejalan dengan semangat Unggul, Berdampak, Inklusif, yakni menghadirkan keunggulan akademik yang memberikan manfaat nyata dan memperluas akses terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas.

Ke depan, pengalaman penguatan layanan kesehatan primer di berbagai daerah diharapkan dapat terus memperkaya pendidikan dan penelitian di FK Unpad, sekaligus mendukung pengembangan pendekatan dan model kebijakan untuk memperkuat layanan kesehatan primer di Indonesia.

Dengan demikian, kontribusi perguruan tinggi tidak hanya hadir melalui pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga melalui penerapan nyata yang mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

 

 

FK Unpad Dampingi Dinas Kesehatan Belitung Susun Renja Kesehatan 2027 Berbasis Data

FK Unpad Dampingi Dinas Kesehatan Belitung Susun Renja Kesehatan 2027 Berbasis Data

BANDUNG, FK.UNPAD.AC.ID – Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (FK Unpad) mendampingi Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung dalam penyusunan Rencana Kerja (Renja) Kesehatan Tahun 2027 berbasis data dan kebutuhan kesehatan masyarakat. Pendampingan yang berlangsung sejak Maret 2026 tersebut ditutup melalui kegiatan diseminasi Renja Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung Tahun 2027 dalam bentuk diskusi panel di Swiss-Belresort Belitung, Selasa (29/9/2026).

Pendampingan FK Unpad tersebut merupakan bagian dari kolaborasi dalam memperkuat kualitas perencanaan pembangunan kesehatan daerah. Kegiatan ini juga melibatkan Unit Kerja Biro Perencanaan dan Penganggaran Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kegiatan diseminasi dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Belitung Paryanta, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung dr. Ikhwan Gusnadi, Ketua Tim Pendamping FK Unpad dr. Kuswandewi Mutyara, serta perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) dan jajaran kecamatan.

FK Unpad Perkuat Perencanaan Kesehatan Berbasis Data

Ketua Tim Pendamping FK Unpad dr. Kuswandewi Mutyara menyampaikan bahwa pendampingan tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan dokumen Renja, tetapi juga memperkuat kapasitas perangkat daerah dalam menyusun perencanaan kesehatan yang berbasis data.

Selama proses pendampingan, tim FK Unpad melakukan sejumlah tahapan, mulai dari review dan analisis situasi kesehatan, identifikasi serta penetapan prioritas, hingga penajaman program, indikator, target, dan kebutuhan dukungan lintas sektor.

Menurutnya, keberhasilan pendampingan tidak hanya diukur dari tersusunnya dokumen Renja Kesehatan 2027. Lebih dari itu, proses pendampingan diharapkan dapat meningkatkan kemampuan perangkat daerah dalam menggunakan data sebagai dasar penetapan prioritas, menyusun kegiatan yang terukur, serta mengawal implementasi program secara berkelanjutan.

“Keberhasilan dari pendampingan ini bukan hanya bahwa dokumen Renja itu telah selesai, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana proses selama pendampingan ini dapat memperkuat kapasitas Dinas Kesehatan dan juga dinas terkait lainnya untuk merencanakan program secara berbasis data, penetapan prioritas, menyusun kegiatan yang dapat terukur dengan baik, dan mengawal implementasinya secara berkelanjutan,” ujar dr. Kuswandewi.

Pembangunan Kesehatan Membutuhkan Kolaborasi Lintas Sektor

FK Unpad juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjawab berbagai persoalan kesehatan masyarakat. Permasalahan kesehatan memiliki keterkaitan dengan berbagai aspek, termasuk lingkungan, pendidikan, pangan, sosial, ekonomi, dan infrastruktur.

Karena itu, perencanaan pembangunan kesehatan membutuhkan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan agar program yang disusun dapat berjalan secara terpadu dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Mari kita jadikan Renja 2027 ini sebagai agenda bersama pembangunan kesehatan di Kabupaten Belitung. Jadi bukan hanya sebagai dokumen rencana saja, tetapi juga sebagai dasar untuk kita bersama dapat bekerja sama untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Belitung,” kata dr. Kuswandewi.

Renja Kesehatan 2027 Disusun untuk Memperkuat Program Daerah

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung dr. Ikhwan Gusnadi menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian bimbingan, asistensi, dan penyusunan Renja Dinas Kesehatan Tahun 2027 bersama FK Unpad.

Menurutnya, proses pendampingan berlangsung secara intensif selama sekitar enam bulan sejak Maret 2026. Setelah tahapan pendampingan di daerah selesai, Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung dijadwalkan mempresentasikan Renja tersebut di Kementerian Kesehatan pada akhir Oktober 2026.

Dalam proses penyusunan Renja, Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung juga melibatkan OPD pendukung hingga jajaran kecamatan. Keterlibatan lintas sektor tersebut diperlukan karena persoalan kesehatan masyarakat tidak dapat diselesaikan oleh sektor kesehatan secara mandiri.

Kolaborasi tersebut diarahkan antara lain untuk memperkuat upaya promotif dan preventif, termasuk dalam upaya menekan angka kesakitan, menangani stunting, serta meningkatkan kualitas sanitasi.

FK Unpad Dorong Ketepatan Data dalam Perencanaan Kesehatan

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Belitung Paryanta menyampaikan bahwa pendampingan FK Unpad menjadi bagian penting dalam menyiapkan program kesehatan agar lebih terarah, efisien, dan efektif.

Ia juga menekankan pentingnya akurasi data dalam penyusunan program pembangunan kesehatan. Data yang akurat menjadi salah satu dasar penting dalam menentukan prioritas program sehingga intervensi yang dirancang dapat lebih sesuai dengan permasalahan kesehatan masyarakat.

“Dengan data yang akurat, penentuan program-program akan makin tepat,” ujarnya.

Melalui pendampingan tersebut, Pemerintah Kabupaten Belitung berharap penyusunan Renja Kesehatan 2027 dapat menghasilkan program kerja yang lebih terarah dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

Kolaborasi FK Unpad dan Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung menjadi bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam menghadirkan keilmuan dan kepakaran untuk mendukung penguatan pembangunan kesehatan di daerah.

Upaya tersebut sejalan dengan semangat Universitas Padjadjaran: Unggul, Berdampak, Inklusif, melalui penguatan kolaborasi, pemanfaatan pengetahuan berbasis data, serta kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.

FK Unpad mendampingi Dinas Kesehatan Belitung menyusun Renja Kesehatan 2027
17fddac1 e0a4 4de8 9123 3a7ab5cfd05f scaled

 

 

Waspadai Influenza A, FK Unpad Imbau Masyarakat Tidak Menganggap Remeh Gejala Flu

Waspadai Influenza A, FK Unpad Imbau Masyarakat Tidak Menganggap Remeh Gejala Flu

BANDUNG, FK.UNPAD.AC.ID – Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (FK Unpad) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap Influenza A dengan menerapkan perilaku hidup sehat dan menjaga kondisi tubuh. Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah preventif untuk membantu mengurangi risiko penularan influenza, khususnya di tengah aktivitas masyarakat pada ruang publik dan lingkungan yang ramai.

Melalui kampanye kesehatan bertajuk “Jangan Anggap Remeh!”, FK Unpad mengajak masyarakat untuk lebih memperhatikan gejala influenza serta menerapkan langkah pencegahan secara konsisten. Edukasi ini juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan bersama demi menciptakan lingkungan yang sehat dan produktif.

Jangan Anggap Remeh Gejala Influenza

Influenza dapat ditandai dengan sejumlah gejala, seperti demam, batuk, pilek, dan badan terasa pegal. Masyarakat yang mengalami gejala tersebut diimbau untuk tidak memaksakan diri melakukan aktivitas di sekolah maupun tempat kerja.

Mengurangi aktivitas ketika sedang mengalami gejala flu merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap kesehatan diri sendiri sekaligus lingkungan sekitar. Dengan beristirahat dan membatasi aktivitas di ruang publik, risiko penularan kepada orang lain dapat diminimalkan.

Langkah Pencegahan Influenza A

Untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap Influenza A, terdapat beberapa langkah yang dapat dilakukan masyarakat dalam aktivitas sehari-hari.

1. Hindari Tempat Ramai dan Tertutup

Masyarakat dianjurkan menghindari tempat yang ramai dan memiliki sirkulasi udara terbatas. Apabila harus berada di tempat seperti tersebut, gunakan masker sebagai salah satu langkah perlindungan.

Penggunaan masker perlu menjadi perhatian terutama ketika berada di lingkungan dengan banyak orang atau saat kondisi kesehatan sedang kurang baik.

2. Jangan Beraktivitas di Sekolah atau Tempat Kerja Saat Mengalami Gejala

Apabila mengalami demam, batuk, pilek, atau badan pegal, masyarakat diimbau untuk tidak masuk sekolah maupun bekerja.

Beristirahat di rumah ketika mengalami gejala membantu memberikan kesempatan bagi tubuh untuk memulihkan kondisi sekaligus mengurangi potensi penularan kepada orang lain.

3. Pertimbangkan Menunda Piknik ke Bandung

Masyarakat yang merencanakan perjalanan atau kegiatan piknik ke Bandung diimbau untuk mempertimbangkan kembali rencana tersebut apabila kondisi kesehatan sedang tidak prima atau terdapat gejala influenza.

Menunda aktivitas perjalanan saat sedang mengalami gejala merupakan bagian dari upaya menjaga kesehatan diri dan orang lain.

4. Konsumsi Makanan Sehat

Menjaga daya tahan tubuh juga perlu dilakukan melalui pola hidup sehat. Masyarakat dianjurkan mengonsumsi makanan bergizi dan seimbang, serta memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh.

Penggunaan suplemen dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu dan sebaiknya dilakukan secara bijak.

Terapkan Perilaku Hidup Sehat

Selain langkah tersebut, masyarakat dapat menerapkan sejumlah kebiasaan sederhana untuk menjaga kesehatan, antara lain:

  • Cuci tangan secara rutin menggunakan sabun dan air mengalir.
  • Gunakan masker ketika berada di kondisi yang berisiko.
  • Hindari kerumunan apabila sedang mengalami gejala penyakit.
  • Jaga kondisi tubuh dengan menerapkan pola hidup sehat.
  • Istirahat yang cukup dan tetap melakukan aktivitas fisik sesuai kondisi tubuh.

Upaya pencegahan tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab individu, tetapi juga merupakan bentuk kepedulian bersama untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat.

Sehat Bersama untuk Sivitas Akademika yang Produktif

FK Unpad terus mendorong peningkatan kesadaran kesehatan di lingkungan akademik. Pencegahan penyakit menular melalui edukasi, perilaku hidup sehat, dan kepedulian terhadap kondisi kesehatan merupakan bagian penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan produktif.

Melalui semangat “Sehat Bersama untuk Civitas Akademika yang Produktif”, FK Unpad mengajak seluruh masyarakat untuk tidak menganggap remeh gejala influenza dan mulai menerapkan langkah pencegahan sejak dini.

Jangan anggap remeh influenza. Kenali gejalanya, jaga kesehatan, dan lindungi orang di sekitar kita.

#SuperFlu #InfluenzaA #FKUnpad #SehatBersama #Influenza #Kesehatan #UniversitasPadjadjaran

 

 

Peneliti FK Unpad Publikasikan Kasus Langka Kusta dan Psoriasis Pustular Generalisata di Jurnal Internasional

Peneliti FK Unpad Publikasikan Kasus Langka Kusta dan Psoriasis Pustular Generalisata di Jurnal Internasional

BANDUNG, FK UNPAD – Tim peneliti Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (FK Unpad) berhasil memublikasikan laporan kasus mengenai koeksistensi langka kusta tipe mid-borderline dan generalized pustular psoriasis (GPP) dalam jurnal internasional Clinical, Cosmetic and Investigational Dermatology pada 17 April 2026. Publikasi ini mengangkat pentingnya ketepatan diagnosis, pemeriksaan komprehensif, serta penatalaksanaan terpadu pada pasien dengan dua penyakit kulit yang memiliki mekanisme berbeda.

Artikel berjudul “The Uncommon Coexistence of Mid-Borderline Leprosy and Generalized Pustular Psoriasis” ditulis oleh Hendra Gunawan, Risa Miliawati Nurul Hidayah, Reiva Farah Dwiyana, Trustia Rizqandaru, Reti Hindritiani, Hermin Aminah Usman, dan Ranisa Larasati. Para penulis berasal dari Departemen Dermatologi dan Venereologi serta Departemen Patologi Anatomi, Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran–RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung.

Artikel tersebut diterbitkan dalam Clinical, Cosmetic and Investigational Dermatology, Volume 19, tahun 2026, dengan nomor artikel 599655. Publikasi ini dapat diakses melalui DOI https://doi.org/10.2147/CCID.S599655.

Mengungkap Koeksistensi Dua Penyakit Kulit yang Langka

Laporan kasus ini membahas seorang perempuan berusia 28 tahun yang mengalami kusta tipe mid-borderline atau borderline-borderline (BB) bersamaan dengan psoriasis pustular generalisata yang berat. Kusta merupakan penyakit infeksi kronis yang terutama menyerang kulit dan saraf tepi, sedangkan GPP merupakan bentuk psoriasis langka yang ditandai dengan munculnya pustula steril secara luas pada kulit.

Koeksistensi kedua penyakit tersebut sangat jarang ditemukan. Perbedaan mekanisme imunologis dan karakteristik klinisnya dapat menimbulkan tantangan dalam membedakan manifestasi masing-masing penyakit, sehingga diperlukan pemeriksaan yang menyeluruh untuk menetapkan diagnosis secara tepat.

Kasus ini juga menunjukkan pentingnya mengenali manifestasi klinis yang berbeda pada satu pasien. Lesi kulit dengan gangguan sensibilitas dapat mengarah pada kusta, sementara erupsi pustular yang meluas memerlukan evaluasi untuk mengidentifikasi kemungkinan penyakit kulit lain yang menyertai.

Pemeriksaan Komprehensif untuk Menegakkan Diagnosis

Dalam laporan tersebut, tim peneliti menggunakan pendekatan diagnostik yang mencakup pemeriksaan slit-skin smear, pewarnaan Gram, serta pemeriksaan histopatologi terhadap sampel lesi kulit.

Pemeriksaan slit-skin smear menunjukkan indeks bakteri sebesar 1+. Sementara itu, pewarnaan Gram pada pustula memperlihatkan sel-sel polimorfonuklear tanpa ditemukan bakteri.

Pemeriksaan histopatologi memberikan temuan yang mendukung keberadaan dua kondisi berbeda. Sampel dari lesi kulit tertentu menunjukkan gambaran granuloma yang sesuai dengan kusta, sedangkan sampel dari lesi pustular memperlihatkan karakteristik yang mendukung diagnosis psoriasis pustular generalisata.

Temuan tersebut menegaskan pentingnya mengintegrasikan pemeriksaan klinis, mikrobiologi, dan histopatologi dalam menghadapi kasus dermatologi dengan manifestasi yang kompleks.

Penatalaksanaan Terpadu Menunjukkan Perbaikan Klinis

Pasien mendapatkan terapi multidrug therapy (MDT) sesuai rekomendasi World Health Organization (WHO) untuk kusta multibasiler, disertai pemberian kortikosteroid sistemik untuk menangani kondisi klinis yang menyertai.

Berdasarkan laporan tersebut, pasien menunjukkan perbaikan klinis yang bermakna dalam waktu 47 hari. Hasil ini menyoroti pentingnya penatalaksanaan yang mempertimbangkan kedua penyakit secara bersamaan, dengan memperhatikan kondisi pasien dan respons terhadap terapi.

Pendekatan terpadu menjadi bagian penting dalam penanganan kasus yang melibatkan penyakit infeksi dan gangguan inflamasi atau autoimun secara bersamaan.

Kontribusi Penelitian terhadap Pengembangan Ilmu Dermatologi

Publikasi ini memberikan kontribusi terhadap literatur ilmiah mengenai koeksistensi kusta dan psoriasis pustular generalisata, yang masih sangat jarang dilaporkan.

Tim peneliti menekankan bahwa pengenalan terhadap kemungkinan penyakit penyerta, pemilihan pemeriksaan diagnostik yang sesuai, serta penatalaksanaan yang tepat waktu merupakan aspek penting untuk mendukung hasil klinis yang baik.

Laporan kasus ini juga memperkuat peran kolaborasi multidisiplin dalam pelayanan kesehatan, khususnya antara bidang dermatologi dan patologi anatomi, dalam mengidentifikasi serta menangani kondisi klinis yang kompleks.

Melalui publikasi ilmiah ini, FK Unpad terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan penyebarluasan hasil penelitian di tingkat internasional. Capaian tersebut sejalan dengan semangat FK Unpad untuk menjadi institusi pendidikan tinggi yang Unggul, Berdampak, dan Inklusif, melalui penguatan penelitian, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, serta kontribusi nyata bagi masyarakat.

Informasi publikasi:

  • Judul: The Uncommon Coexistence of Mid-Borderline Leprosy and Generalized Pustular Psoriasis
  • Penulis: Hendra Gunawan, Risa Miliawati Nurul Hidayah, Reiva Farah Dwiyana, Trustia Rizqandaru, Reti Hindritiani, Hermin Aminah Usman, dan Ranisa Larasati
  • Jurnal: Clinical, Cosmetic and Investigational Dermatology
  • Tahun: 2026
  • Volume: 19
  • Nomor artikel: 599655
  • DOI: https://doi.org/10.2147/CCID.S599655

Sumber: Clinical, Cosmetic and Investigational Dermatology.

 

Peneliti FK Unpad Publikasikan Kasus Langka Kusta dan Psoriasis
sdgs 8
sdgs 9
sdgs 10
sdgs 11
sdgs 12

 

 

Pin It on Pinterest