$

PAUS ID

Padjadjaran Authentication System.

$

Portal Mahasiswa

Merupakan portal informasi bagi mahasiwa UNPAD

$

Portal Staff

Merupakan portal informasi bagi staf UNPAD.

$

Email UNPAD

Layanan email berbasis Google App for Education (GAFE) bagi seluruh sivitas akademika Unpad.

UNPAD

COMET Workshop 2026, FK Unpad Perkuat Kompetensi Penanganan Kegawatdaruratan Medis

COMET Workshop 2026, FK Unpad Perkuat Kompetensi Penanganan Kegawatdaruratan Medis

Bandung, 23 Oktober 2026 — Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (FK Unpad) melalui Departemen Penyakit Dalam akan menyelenggarakan COMET Workshop 2026 (Course on Medical Emergencies and Treatment) pada 23–25 November 2026 di Gedung Koesmawidi FK Unpad, Jalan Prof. Eyckman No. 38, Bandung. Kegiatan ini menghadirkan pembelajaran intensif mengenai penanganan berbagai kondisi kegawatdaruratan pada bidang penyakit tropik dan infeksi, pulmonologi dan medik kritis, serta geriatri dan interna komunitas.

COMET Workshop 2026 diselenggarakan sebagai bagian dari upaya memperkuat kompetensi dan kesiapsiagaan tenaga medis dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan yang membutuhkan pengenalan dini, pengambilan keputusan klinis, serta tata laksana yang tepat dan cepat.

Mengusung tema “Course on Medical Emergencies and Treatment”, workshop ini dirancang untuk memberikan pembekalan komprehensif melalui pembahasan kasus-kasus kegawatdaruratan medis yang relevan dengan praktik klinis.

Tiga Hari Pembelajaran Kegawatdaruratan Medis

COMET Workshop 2026 berlangsung selama tiga hari dengan fokus materi yang berbeda setiap harinya.

Pada Senin, 23 November 2026, peserta akan mendapatkan materi dari bidang Penyakit Tropik dan Infeksi, meliputi Principle Management of Acute Fever in Emergency, Detection and Management of HIV in Emergency, Sepsis Management in Emergency Ward, serta Severe Dengue Management.

Selanjutnya, pada Selasa, 24 November 2026, materi difokuskan pada Pulmonologi dan Medik Kritis. Topik yang dibahas antara lain Life Threatening TB and its Management, Early Recognition and Management of Acute Fever in Emergency, Basic and Advances in the Management of ARDS, Management of Severe Acute Asthma, Mechanical Ventilation, Oxygen Therapy, dan Intubation.

Sementara itu, pada Rabu, 25 November 2026, pembelajaran diarahkan pada bidang Geriatri dan Interna Komunitas, dengan materi Acute Confusional State in Geriatric Patient, Sarcopenia, Frailty Syndrome, serta Management of Acute Confusional State, Sarcopenia & Frailty Syndrome.

Rangkaian kegiatan dijadwalkan berlangsung pada pukul 07.45–16.00 WIB setiap harinya di Gedung Koesmawidi FK Unpad, Jalan Prof. Eyckman No. 38, Bandung.

Mendorong Penguatan Kompetensi Klinis

Melalui COMET Workshop 2026, peserta diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai berbagai kondisi kegawatdaruratan medis sekaligus meningkatkan kemampuan dalam mengenali kondisi yang berpotensi mengancam jiwa.

Pembahasan yang mencakup penyakit infeksi, sepsis, demam berdarah berat, tuberkulosis, ARDS, asma berat, ventilasi mekanik, terapi oksigen, intubasi, hingga kondisi akut pada pasien geriatri menjadi bagian penting dalam penguatan kompetensi penanganan pasien secara tepat dan terintegrasi.

Kegiatan ini juga menjadi ruang pembelajaran dan pengembangan keilmuan yang mempertemukan berbagai perspektif dalam penanganan kegawatdaruratan medis, khususnya pada bidang penyakit dalam.

Informasi Pendaftaran COMET Workshop 2026

COMET Workshop 2026 terbuka bagi peserta yang ingin memperluas pengetahuan dan kompetensi di bidang medical emergencies and treatment.

Biaya registrasi ditetapkan sebesar Rp5.000.000. Pembayaran dapat dilakukan melalui:

Bank: Bank Mandiri Cabang RSHS
Nomor Rekening: 132.00.18293838
Atas Nama: Yayasan Pengembangan Keilmuan Penyakit COMET Bandung

Pendaftaran dapat dilakukan melalui tautan https://bit.ly/COMETNOV2026.

Untuk informasi lebih lanjut, peserta dapat menghubungi panitia melalui:

Email: cometpenyakitdalam@gmail.com
Faisal: 085624116300
Dede: 081320517607

Dengan terselenggaranya COMET Workshop 2026, FK Unpad terus mendorong penguatan pendidikan dan pengembangan kompetensi klinis sebagai bagian dari kontribusi institusi pendidikan kedokteran dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.

Melalui semangat Unggul, Berdampak, Inklusif, FK Unpad berkomitmen menghadirkan kegiatan akademik dan pengembangan profesional yang relevan dengan kebutuhan pelayanan kesehatan serta perkembangan ilmu kedokteran.

 

 

 

Panthera Run 2026 Hadir di Universitas Padjadjaran, Ajak Peserta Bergerak dan Merasakan Semangat Kebersamaan

Panthera Run 2026 Hadir di Universitas Padjadjaran, Ajak Peserta Bergerak dan Merasakan Semangat Kebersamaan

Jatinangor, 22 Oktober 2026 — Semangat hidup aktif dan kebersamaan akan hadir melalui Panthera Run 2026 yang diselenggarakan di Universitas Padjadjaran, Jatinangor, pada Minggu, 8 November 2026. Mengusung semangat “Run Wild, Feel Alive”, kegiatan lari ini menjadi bagian dari rangkaian Festival Veteriner 2026 sekaligus mengajak masyarakat untuk bergerak aktif, menjaga kebugaran, dan menikmati pengalaman berlari bersama.

Panthera Run 2026 menghadirkan kategori lari 5K yang dapat menjadi pilihan bagi peserta untuk menikmati aktivitas olahraga dalam suasana yang menyenangkan dan penuh kebersamaan. Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk membangun kesadaran mengenai pentingnya aktivitas fisik sebagai bagian dari gaya hidup sehat.

Dengan mengusung semangat “Run Wild, Feel Alive”, Panthera Run 2026 mengajak peserta untuk sejenak meninggalkan rutinitas, bergerak bersama, dan menyelesaikan perjalanan hingga garis finis. Peserta juga akan mendapatkan sejumlah perlengkapan dan fasilitas kegiatan sesuai dengan ketentuan penyelenggara.

Pendaftaran Panthera Run 2026

Pendaftaran Panthera Run 2026 dibuka pada 12–25 Oktober 2026. Peserta dapat melakukan pendaftaran secara daring melalui formulir resmi yang telah disediakan oleh panitia.

Adapun informasi kegiatan yang tercantum dalam materi publikasi adalah sebagai berikut:

  • Nama kegiatan: Panthera Run 2026
  • Tema: Run Wild, Feel Alive
  • Jarak: 5K
  • Tanggal: Minggu, 8 November 2026
  • Lokasi: Universitas Padjadjaran, Jatinangor
  • Pendaftaran: 12–25 Oktober 2026
  • Biaya pendaftaran: Rp150.000
  • Media pendaftaran: Google Form

Pendaftaran Panthera Run 2026:
https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSfuc9DAzgdl5dvt0StL3q8nthdBSNezFAga0khwGUsBMlHzXg/viewform

Peserta disarankan melakukan pendaftaran selama periode yang telah ditentukan dan memastikan seluruh data yang diisikan sesuai dengan ketentuan pendaftaran.

Ajak Teman dan Nikmati Keseruan Panthera Run 2026

Panthera Run 2026 tidak hanya menjadi aktivitas olahraga, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun interaksi, kebersamaan, dan pengalaman positif melalui kegiatan lari.

Peserta dapat mengajak teman, keluarga, maupun komunitas untuk bersama-sama mengikuti Panthera Run 2026 dan menikmati suasana kegiatan hingga garis finis.

Melalui kegiatan olahraga yang dikemas secara kreatif dan inklusif, Panthera Run 2026 diharapkan dapat mendorong semakin banyak masyarakat untuk menjadikan aktivitas fisik sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Panthera Run 2026 — Run Wild, Feel Alive!

Mari bergerak bersama, menjaga kebugaran, dan menciptakan pengalaman positif melalui semangat olahraga dan kebersamaan di lingkungan Universitas Padjadjaran.

Unggul, Berdampak, Inklusif.

Catatan: Informasi waktu pelaksanaan pada materi publikasi belum mencantumkan jam kegiatan. Peserta dapat mengikuti informasi terbaru dari panitia melalui kanal resmi Festival Veteriner 2026.

 

 

Unpad Pimpin Daftar Kampus Indonesia dengan Ilmuwan Terbanyak dalam World’s Top 2% Scientists 2026

Unpad Pimpin Daftar Kampus Indonesia dengan Ilmuwan Terbanyak dalam World’s Top 2% Scientists 2026

JATINANGOR, FK.UNPAD.AC.ID – Universitas Padjadjaran (Unpad) menempati posisi pertama sebagai perguruan tinggi di Indonesia dengan jumlah ilmuwan terbanyak dalam daftar World’s Top 2% Scientists 2026 kategori single-year scientific impact. Sebanyak 20 ilmuwan yang berafiliasi dengan Unpad tercatat dalam daftar tersebut, menegaskan kontribusi sivitas akademika Unpad dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan riset yang memiliki pengaruh di tingkat global. topscinet.com

Capaian tersebut menjadi bagian dari perkembangan positif ekosistem penelitian Universitas Padjadjaran. Berdasarkan data 2026, jumlah ilmuwan Indonesia yang tercatat dalam kategori single-year mencapai 272 ilmuwan, meningkat dari 209 ilmuwan pada 2025. Unpad berada di posisi teratas dengan 20 ilmuwan, disusul Universitas Gadjah Mada dengan 19 ilmuwan. topscinet.com

Unpad Catat 20 Ilmuwan dalam Top 2% Scientists 2026

Daftar World’s Top 2% Scientists menggunakan indikator bibliometrik untuk menggambarkan pengaruh ilmiah peneliti berdasarkan publikasi dan sitasi. Data yang dirujuk dalam daftar 2026 menggunakan basis data indikator sitasi ilmiah terstandardisasi yang dikembangkan oleh John P. A. Ioannidis dan dipublikasikan melalui Elsevier Data Repository. Megapolitan ANTARA News

Pada kategori single-year scientific impact tahun 2026, Universitas Padjadjaran mencatatkan 20 ilmuwan. Capaian tersebut menempatkan Unpad sebagai institusi perguruan tinggi dengan jumlah ilmuwan terbanyak di Indonesia pada kategori tersebut. topscinet.com

Komposisi tersebut terdiri atas 19 dosen dan satu alumni Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran. Capaian ini sekaligus memperlihatkan kontribusi lintas bidang keilmuan di lingkungan Unpad. LinkedIn

Empat Dosen FK Unpad Masuk World’s Top 2% Scientists 2026

Kontribusi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran turut terlihat melalui empat dosen yang tercatat dalam daftar World’s Top 2% Scientists 2026.

Keempat dosen FK Unpad tersebut adalah:

  1. Prof. dr. Rovina, Sp.PD., Ph.D.
  2. Qorinah Estiningtyas Sakilah Adnani, S.ST., M.Keb., Ph.D.
  3. Dr. rer. nat. Dr. Afiat Berbudi, M.Kes.
  4. Prof. dr. Ronny, M.Kes., AIFO., Ph.D.

Keempatnya menjadi bagian dari ilmuwan Unpad yang mendapatkan pengakuan dalam daftar World’s Top 2% Scientists 2026. Capaian tersebut memperkuat kontribusi FK Unpad dalam pengembangan ilmu kedokteran, kesehatan, penelitian, dan publikasi ilmiah. FK UNPAD – Official Site

Bagi FK Unpad, capaian tersebut tidak hanya menjadi pengakuan terhadap produktivitas akademik, tetapi juga menjadi dorongan untuk terus menghasilkan penelitian yang berkualitas, relevan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Memperkuat Ekosistem Riset dan Inovasi Kesehatan

Pencapaian ilmuwan Unpad dalam World’s Top 2% Scientists 2026 menjadi momentum untuk terus memperkuat ekosistem riset dan inovasi di lingkungan perguruan tinggi.

Bagi Fakultas Kedokteran, penguatan riset memiliki posisi strategis dalam mendukung pengembangan ilmu kedokteran dan kesehatan. Hasil penelitian yang berkualitas diharapkan tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi pengetahuan, inovasi, kebijakan, serta solusi kesehatan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Capaian empat dosen FK Unpad dalam daftar ilmuwan dunia tersebut juga sejalan dengan komitmen FK Unpad dalam membangun budaya akademik yang mendorong kolaborasi, publikasi ilmiah, inovasi, serta kontribusi terhadap peningkatan kesehatan masyarakat.

Unggul dalam Riset, Berdampak bagi Masyarakat

Universitas Padjadjaran terus mendorong penguatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari kontribusi perguruan tinggi bagi pembangunan nasional.

Posisi Unpad sebagai perguruan tinggi dengan jumlah ilmuwan terbanyak dalam daftar World’s Top 2% Scientists 2026 menjadi salah satu indikator positif dari kontribusi riset sivitas akademika Unpad di tingkat internasional. topscinet.com

Bagi FK Unpad, capaian tersebut menjadi motivasi untuk terus memperkuat penelitian di bidang kedokteran dan kesehatan yang unggul secara akademik, berdampak bagi masyarakat, serta inklusif dalam memberikan manfaat.

FK Unpad — Unggul, Berdampak, Inklusif.

 

 

4 Dosen Fakultas Kedokteran Unpad Masuk World’s Top 2% Scientists 2026

4 Dosen Fakultas Kedokteran Unpad Masuk World’s Top 2% Scientists 2026

                     

Bandung, 14 Oktober 2026 — Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (FK Unpad) kembali mencatatkan prestasi membanggakan di tingkat internasional. Empat dosen FK Unpad tercatat dalam daftar World’s Top 2% Scientists 2026 yang dirilis oleh Stanford University dan Elsevier pada 7 Oktober 2026, sebagai bagian dari pengakuan terhadap kontribusi dan dampak ilmiah para peneliti di tingkat global. Universitas Padjadjaran

Keempat dosen FK Unpad tersebut adalah Prof. dr. Rovina, Sp.PD., Ph.D.; Qorinah Estiningtyas Sakilah Adnani, S.ST., M.Keb., Ph.D.; Dr. rer. nat. Dr. Afiat Berbudi, M.Kes.; serta Prof. dr. Ronny, M.Kes., AIFO., Ph.D. Keempatnya menjadi bagian dari 19 dosen Universitas Padjadjaran yang masuk dalam daftar World’s Top 2% Scientists 2026. Universitas Padjadjaran

Capaian tersebut menjadi salah satu bukti konsistensi FK Unpad dalam memperkuat budaya akademik, penelitian, dan publikasi ilmiah yang berdampak bagi perkembangan ilmu pengetahuan serta kesehatan masyarakat.

Empat Dosen FK Unpad dalam World’s Top 2% Scientists 2026

Empat dosen FK Unpad yang tercatat dalam daftar World’s Top 2% Scientists 2026 adalah:

1.

Prof. dr. Rovina, Sp.PD., Ph.D.
Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

2.

Qorinah Estiningtyas Sakilah Adnani, S.ST., M.Keb., Ph.D.
Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

3.

Dr. rer. nat. Dr. Afiat Berbudi, M.Kes.
Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

4.

Prof. dr. Ronny, M.Kes., AIFO., Ph.D.
Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

 

Keempat nama tersebut tercantum dalam daftar 19 dosen Unpad yang berasal dari berbagai bidang keilmuan. Berdasarkan daftar tersebut, Fakultas Kedokteran menyumbangkan empat ilmuwan, sementara dosen lainnya berasal dari Fakultas Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, serta Fakultas Teknologi Industri Pertanian. detikcom

Pengakuan atas Kontribusi Riset di Tingkat Global

World’s Top 2% Scientists merupakan daftar ilmuwan yang disusun berdasarkan sejumlah indikator bibliometrik untuk menggambarkan dampak dan kontribusi ilmiah peneliti. Beberapa indikator yang digunakan antara lain jumlah sitasi, h-index, kontribusi penulis, posisi penulis dalam publikasi, serta composite score atau c-score. detikcom

Bagi FK Unpad, capaian ini menjadi momentum untuk terus memperkuat ekosistem riset dan inovasi kesehatan. Publikasi ilmiah yang berkualitas tidak hanya memperkuat reputasi akademik, tetapi juga diharapkan mampu menghasilkan pengetahuan dan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Prestasi empat dosen FK Unpad dalam World’s Top 2% Scientists 2026 juga memperkuat peran Fakultas Kedokteran Unpad dalam pengembangan ilmu kedokteran dan kesehatan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat serta memiliki daya saing di tingkat internasional.

Capaian ini sejalan dengan komitmen FK Unpad untuk terus menghadirkan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang unggul, berdampak, dan inklusif.

Selamat kepada Prof. dr. Rovina, Sp.PD., Ph.D., Qorinah Estiningtyas Sakilah Adnani, S.ST., M.Keb., Ph.D., Dr. rer. nat. Dr. Afiat Berbudi, M.Kes., dan Prof. dr. Ronny, M.Kes., AIFO., Ph.D. atas capaian internasional yang membanggakan ini.

FK Unpad — Unggul, Berdampak, Inklusif.

 

 

INSPIRE Hadirkan Layanan Pembuatan E-Paspor bagi Sivitas Akademika Unpad pada Oktober 2026

INSPIRE Hadirkan Layanan Pembuatan E-Paspor bagi Sivitas Akademika Unpad pada Oktober 2026

BANDUNG, FK.UNPAD.AC.ID – Universitas Padjadjaran (Unpad) kembali menghadirkan kemudahan layanan keimigrasian bagi sivitas akademika melalui INSPIRE (Immigration Service Point at University). Layanan pembuatan e-paspor Oktober 2026 akan dilaksanakan pada Rabu, 21 Oktober 2026, pukul 09.00–15.00 WIB, bertempat di Ruang Unit Layanan Imigrasi Unpad, Gedung Kandaga Lantai 1, Kampus Jatinangor.

INSPIRE merupakan layanan keimigrasian yang dihadirkan di lingkungan Universitas Padjadjaran untuk memberikan akses layanan yang lebih mudah dan efisien bagi Warga Negara Indonesia (WNI) maupun Warga Negara Asing (WNA). Kehadiran layanan ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan pelayanan yang semakin dekat dengan kebutuhan sivitas akademika.

Melalui INSPIRE, dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, dan alumni Unpad dapat memperoleh akses layanan keimigrasian tanpa harus datang langsung ke kantor imigrasi. Salah satu layanan yang tersedia pada Oktober 2026 adalah pembuatan e-paspor dengan kuota terbatas sebanyak 50 peserta.

Jadwal Layanan E-Paspor INSPIRE Oktober 2026

Layanan pembuatan e-paspor INSPIRE akan dilaksanakan dengan rincian sebagai berikut:

  • Hari/Tanggal: Rabu, 21 Oktober 2026

  • Waktu: 09.00–15.00 WIB

  • Lokasi: Ruang Unit Layanan Imigrasi Unpad, Gedung Kandaga Lantai 1, Kampus Jatinangor

  • Kuota: 50 peserta

Sivitas akademika yang berminat mengikuti layanan ini wajib melakukan registrasi melalui formulir yang telah disediakan.

Registrasi: https://bit.ly/UnpadxINSPIRE2026

Pendaftaran dibuka hingga Jumat, 16 Oktober 2026 pukul 18.00 WIB. Mengingat jumlah peserta terbatas, sivitas akademika diimbau melakukan registrasi sesuai jadwal dan memastikan data yang diberikan telah diisi dengan benar.

Peserta yang memperoleh kuota layanan pembuatan e-paspor akan mendapatkan informasi melalui email pada Senin, 19 Oktober 2026.

Manfaatkan Kemudahan Layanan Keimigrasian di Kampus

Kehadiran INSPIRE di lingkungan Universitas Padjadjaran diharapkan dapat memberikan pengalaman layanan publik yang lebih mudah, efektif, dan efisien bagi sivitas akademika. Layanan yang terintegrasi di lingkungan kampus juga mendukung terciptanya ekosistem akademik yang semakin adaptif terhadap kebutuhan mobilitas sivitas akademika.

Sivitas akademika Unpad diimbau untuk memanfaatkan layanan INSPIRE – Immigration Service Point at University sesuai ketentuan dan jadwal yang telah ditetapkan.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai layanan INSPIRE, sivitas akademika dapat menghubungi:

Kantor Urusan Internasional Unpad
PIC: +62 823-1251-3635

Melalui semangat Unggul, Berdampak, dan Inklusif, Universitas Padjadjaran terus berkomitmen menghadirkan layanan yang mendukung kemudahan akses, mobilitas, dan kebutuhan sivitas akademika di lingkungan perguruan tinggi.

 

 

Pin It on Pinterest