$

PAUS ID

Padjadjaran Authentication System.

$

Portal Mahasiswa

Merupakan portal informasi bagi mahasiwa UNPAD

$

Portal Staff

Merupakan portal informasi bagi staf UNPAD.

$

Email UNPAD

Layanan email berbasis Google App for Education (GAFE) bagi seluruh sivitas akademika Unpad.

UNPAD

Discussion – 

0

Discussion – 

0

Peneliti FK Unpad Publikasikan Kasus Langka Kusta dan Psoriasis Pustular Generalisata di Jurnal Internasional

Peneliti FK Unpad Publikasikan Kasus Langka Kusta dan Psoriasis

BANDUNG, FK UNPAD – Tim peneliti Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (FK Unpad) berhasil memublikasikan laporan kasus mengenai koeksistensi langka kusta tipe mid-borderline dan generalized pustular psoriasis (GPP) dalam jurnal internasional Clinical, Cosmetic and Investigational Dermatology pada 17 April 2026. Publikasi ini mengangkat pentingnya ketepatan diagnosis, pemeriksaan komprehensif, serta penatalaksanaan terpadu pada pasien dengan dua penyakit kulit yang memiliki mekanisme berbeda.

Artikel berjudul “The Uncommon Coexistence of Mid-Borderline Leprosy and Generalized Pustular Psoriasis” ditulis oleh Hendra Gunawan, Risa Miliawati Nurul Hidayah, Reiva Farah Dwiyana, Trustia Rizqandaru, Reti Hindritiani, Hermin Aminah Usman, dan Ranisa Larasati. Para penulis berasal dari Departemen Dermatologi dan Venereologi serta Departemen Patologi Anatomi, Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran–RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung.

Artikel tersebut diterbitkan dalam Clinical, Cosmetic and Investigational Dermatology, Volume 19, tahun 2026, dengan nomor artikel 599655. Publikasi ini dapat diakses melalui DOI https://doi.org/10.2147/CCID.S599655.

Mengungkap Koeksistensi Dua Penyakit Kulit yang Langka

Laporan kasus ini membahas seorang perempuan berusia 28 tahun yang mengalami kusta tipe mid-borderline atau borderline-borderline (BB) bersamaan dengan psoriasis pustular generalisata yang berat. Kusta merupakan penyakit infeksi kronis yang terutama menyerang kulit dan saraf tepi, sedangkan GPP merupakan bentuk psoriasis langka yang ditandai dengan munculnya pustula steril secara luas pada kulit.

Koeksistensi kedua penyakit tersebut sangat jarang ditemukan. Perbedaan mekanisme imunologis dan karakteristik klinisnya dapat menimbulkan tantangan dalam membedakan manifestasi masing-masing penyakit, sehingga diperlukan pemeriksaan yang menyeluruh untuk menetapkan diagnosis secara tepat.

Kasus ini juga menunjukkan pentingnya mengenali manifestasi klinis yang berbeda pada satu pasien. Lesi kulit dengan gangguan sensibilitas dapat mengarah pada kusta, sementara erupsi pustular yang meluas memerlukan evaluasi untuk mengidentifikasi kemungkinan penyakit kulit lain yang menyertai.

Pemeriksaan Komprehensif untuk Menegakkan Diagnosis

Dalam laporan tersebut, tim peneliti menggunakan pendekatan diagnostik yang mencakup pemeriksaan slit-skin smear, pewarnaan Gram, serta pemeriksaan histopatologi terhadap sampel lesi kulit.

Pemeriksaan slit-skin smear menunjukkan indeks bakteri sebesar 1+. Sementara itu, pewarnaan Gram pada pustula memperlihatkan sel-sel polimorfonuklear tanpa ditemukan bakteri.

Pemeriksaan histopatologi memberikan temuan yang mendukung keberadaan dua kondisi berbeda. Sampel dari lesi kulit tertentu menunjukkan gambaran granuloma yang sesuai dengan kusta, sedangkan sampel dari lesi pustular memperlihatkan karakteristik yang mendukung diagnosis psoriasis pustular generalisata.

Temuan tersebut menegaskan pentingnya mengintegrasikan pemeriksaan klinis, mikrobiologi, dan histopatologi dalam menghadapi kasus dermatologi dengan manifestasi yang kompleks.

Penatalaksanaan Terpadu Menunjukkan Perbaikan Klinis

Pasien mendapatkan terapi multidrug therapy (MDT) sesuai rekomendasi World Health Organization (WHO) untuk kusta multibasiler, disertai pemberian kortikosteroid sistemik untuk menangani kondisi klinis yang menyertai.

Berdasarkan laporan tersebut, pasien menunjukkan perbaikan klinis yang bermakna dalam waktu 47 hari. Hasil ini menyoroti pentingnya penatalaksanaan yang mempertimbangkan kedua penyakit secara bersamaan, dengan memperhatikan kondisi pasien dan respons terhadap terapi.

Pendekatan terpadu menjadi bagian penting dalam penanganan kasus yang melibatkan penyakit infeksi dan gangguan inflamasi atau autoimun secara bersamaan.

Kontribusi Penelitian terhadap Pengembangan Ilmu Dermatologi

Publikasi ini memberikan kontribusi terhadap literatur ilmiah mengenai koeksistensi kusta dan psoriasis pustular generalisata, yang masih sangat jarang dilaporkan.

Tim peneliti menekankan bahwa pengenalan terhadap kemungkinan penyakit penyerta, pemilihan pemeriksaan diagnostik yang sesuai, serta penatalaksanaan yang tepat waktu merupakan aspek penting untuk mendukung hasil klinis yang baik.

Laporan kasus ini juga memperkuat peran kolaborasi multidisiplin dalam pelayanan kesehatan, khususnya antara bidang dermatologi dan patologi anatomi, dalam mengidentifikasi serta menangani kondisi klinis yang kompleks.

Melalui publikasi ilmiah ini, FK Unpad terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan penyebarluasan hasil penelitian di tingkat internasional. Capaian tersebut sejalan dengan semangat FK Unpad untuk menjadi institusi pendidikan tinggi yang Unggul, Berdampak, dan Inklusif, melalui penguatan penelitian, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, serta kontribusi nyata bagi masyarakat.

Informasi publikasi:

  • Judul: The Uncommon Coexistence of Mid-Borderline Leprosy and Generalized Pustular Psoriasis
  • Penulis: Hendra Gunawan, Risa Miliawati Nurul Hidayah, Reiva Farah Dwiyana, Trustia Rizqandaru, Reti Hindritiani, Hermin Aminah Usman, dan Ranisa Larasati
  • Jurnal: Clinical, Cosmetic and Investigational Dermatology
  • Tahun: 2026
  • Volume: 19
  • Nomor artikel: 599655
  • DOI: https://doi.org/10.2147/CCID.S599655

Sumber: Clinical, Cosmetic and Investigational Dermatology.

 

Peneliti FK Unpad Publikasikan Kasus Langka Kusta dan Psoriasis
sdgs 8
sdgs 9
sdgs 10
sdgs 11
sdgs 12

 

 

Adhi Taufiq Akbar

0 Comments

You May Also Like

Pin It on Pinterest

Share This