Syarif Hidayat dan Tim Vent–I Raih Penghargaan People of The Year 2021 Dr. Syarif Hidayat bersama Tim Ventilator Indonesia (Vent-I) meraih penghargaan “People of The Year 2021” kategori Scientific Breakthrough Against Pandemi. Penghargaan ini diberikan oleh Metro TV dalam rangkaian peringatan ulang tahun stasiun TV tersebut yang ke-21.
Penganugerahan penghargaan ini disiarkan secara langsung dari Grand Studio Metro TV pukul 21.05 WIB, pada Rabu 24 November 2021. Hadir bersama Dr. Ir. Syarif Hidayat, MT yaitu Prof.Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, IPM, ASEAN Eng (ITB), Dr.dr. Reza Widianto Sudjud,Sp.An-KAKV, KIC.M.Kes (Unpad) dan Jam’ah Halid, M.Si (YPM SalmanITB) Syarif dan tim yaitu ; Dr Ir Syarif, Prof Tata Dirgantara, Dr Ike Sri Rejeki SpAn (Almh), Dr Dadang Rukanta SpOT MKes, Dr Reza Sujud SpAn, Ir Sandro, Ir. Sri Raharjo, Ir. Mipi Ananta, Ir Hari Tjahjono, Ir Hari Utomo, dan Ir Jam’ah Halid. Mereka adalah yang menciptakan Venti-I karya anak bangsa dan tim yang meraih penghargaan atas kerja keras mereka.
Pimpinan Sejawat Staf Fakultas Kedokteran Unpad mengucapkan selamat, sukses dan mengapresiasi setingi tinggi nya kepada tim. Kolaborasi Unpad – ITB – Salman atas anugerah VENT – 1.
Bertempat di Gedung II Lt.4 Kampus Dipatiukur Bandung.
Rektor Universitas Padjadjaran Prof. Rina Indiastuti bersama Direktur Utama Pertamedika IHC Fathema Djan Rachmat (kedua dari kiri) melihat maket Gedung RS Unpad-Pertamina usai menandatangani Perjanjian Kerja Sama yang digelar di Ruang Serba Guna Gedung 2 Lantai 4 Kampus Unpad, Jalan Dipatiukur No. 35, Bandung,
Rabu (24/11/2021). (Foto: Dadan Triawan) [Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran bersama PT. Pertamina Bina Medika atau Pertamedika IHC secara resmi memulai pembangunan rumah sakit umum dengan pusat keunggulan jantung, otak, dan kanker di Kota Bandung. Pembangunan rumah sakit bertajuk “RS Unpad-Pertamina” tersebut ditargetkan rampung pada 2023.
Peluncuran pembangunan tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama oleh Rektor Unpad Prof. Rina Indiastuti dengan Direktur Utama Pertamedika IHC Fathema Djan Rachmat di Ruang Serba Guna Gedung 2 Lantai 4 Kampus Unpad, Jalan Dipatiukur No. 35, Bandung, Rabu (24/11/2021). Fathema mengatakan, penyakit kanker, jantung, dan otak merupakan penyebab kematian paling besar di Indonesia. Apalagi, pandemi Covid-19 ternyata berdampak pada meningkatnya jumlah kasus kanker.
Semula, kerja sama Unpad dan Pertamedika difokuskan untuk membangun rumah sakit khusus jantung. Namun, rencana ini kemudian berkembang dengan memperluas bidang spesialisasi otak dan kanker (onkologi). “Kita ketahui semua fasilitas untuk pengobatan kanker itu kurang, sehingga kita eksplor data terkait penyakit apa yang dibutuhkan pengobatannya di Bandung. Akhirnya jadinya rumah sakit ini,” ujarnya.
Lebih lanjut Fathema mengatakan, keberadaan rumah sakit dengan pusat unggulan jantung, otak, dan kanker ini dapat mengisi pelayanan yang dibutuhkan oleh masyarakat Kota Bandung. Nantinya, masyarakat tidak perlu berobat ke Jakarta ataupun luar negeri untuk mendapatkan perawatan jantung, otak, dan kanker. Selain rumah sakit umum, RS Unpad-Pertamina juga dikembangkan sebagai rumah sakit pendidikan dan riset.
Diharapkan, rumah sakit ini dapat menghasilkan dokter spesialis dan subspesialis melalui pembelajaran dan praktik yang berkualitas. “Ini sangat berguna bagi bangsa kita yang bisa meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia,” ucapnya. Fasilitas Lengkap Fathema menjelaskan, RS Unpad-Pertamina akan dibangun di area eks Klinik Kesehatan Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 46, Bandung. Dibangun di lahan seluas 9.034 meter persegi tersebut, nantinya rumah sakit enam tingkat ini akan menampung lebih dari 200 tempat tidur rawat inap.
Tingkatkan Layanan Kesehatan, Unpad Jalin Kerja Sama dengan TelkoMedika Rumah sakit ini akan memiliki peralatan medis dan laboratorium modern, serta dilengkapi dengan sejumlah fasilitas, seperti instalasi gawat darurat, ruang Radiologi (USG/Fiuoroscopy/Panoramic/CT Scan), Pet Scan, Brachitheraphy, Klinik Anestesi dan Manajemen Nyeri, Klinik Rehabilitasi Medik, Neurodiagnostik, Neurointensive, Laboratorium, instalasi Farmasi yang terbaik, ruang operasi, dan ruang siklotron. Untuk kapasitas sumber daya manusia, pihaknya akan menyiapkan para dokter spesialis dan subspesialis beserta tenaga kesehatan yang mumpuni.
“Diharapkan rumah sakit ini tidak hanya melayani masyarakat Bandung, tetapi juga masyarakat Jawa Barat, Insyaallah tahun 2023 sudah bisa operasional,” kata Fathema.
Penguatan Pendidikan Kesehatan Sementara itu, Rektor mengapresiasi terwujudnya pembangunan RS Unpad-Pertamina. Rumah sakit dengan tiga spesialisasi unggulan tersebut menandakan bahwa Unpad siap melakukan pendalaman pendidikan dan riset. “Kami senang karena awalnya ini adalah untuk jantung. Ini sekaligus pertanda bahwa pendalaman pendidikan dan riset untuk tiga kekhususan tadi akan kita jadikan prioritas, supaya pendirian dan operasional rumah sakit ini berlanjut dengan dukungan SDM berkualitas,” kata Rektor.
Diakui Rektor, kemajuan suatu organisasi akan tercapai melalui kolaborasi. Karena itu, dukungan Pertamedika dalam merealisasikan rencana Unpad untuk memiliki rumah sakit spesialis sangat diperlukan. “Kami punya keunggulan dalam penyediaan SDM, Pertamedika juga punya keunggulan dalam mengoperasikan rumah sakit. Kalau kita gabungkan, Insyaallah rumah sakit ini punya fungsi bukan hanya untuk menguatkan pendidikan bidang kesehatan, tetapi juga melayani masyarakat khususnya untuk jantung, otak, dan kanker,” kata Rektor. Acara penandatanganan PKS pendirian RS Unpad-Pertamedika ini juga dihadiri Direktur Strategi, Portofolio, dan Pengembangan Usaha PT. Pertamina Iman Rachman.
Fakultas Kedokteran Unpad menerima tamu berkelanjutan Universitas Presiden diterima Dekan FK Unpad Prof. Dr. Yudi Mulyana Hidayat, dr. Sp.OG(K) di dampingi Wakil Dekan II Dr. Irvan Afriandi, dr., Grad. Dipl. OEH., MPH., beserta Prof. Dr. med. Tri Hanggono Achmad, dr., di dampingi manager riset dan inovasi FK Unpad Dwi Agustian, dr., MPH., Ph.D.
Sebagai tim Fakultas Kedokteran Unpad dan tim Fakultas Kedokteran Universitas Presiden setelah berdiskusi dan pembahasan draf perjanjian (PKS) serta meninjau langsung ke lokasi kampus melakukan observasi sarana dan prasarana yang di miliki oleh FK Unpad. Kampus Jatinagor berjalan sukses dan lancar.
Assalamualaikum wr. wb. Salam Sejahtera para Bapak/Ibu/Dokter dan teman-teman sekalian, Konsorsium Ilmu Biomedik Indonesia (KIBI) dalam kolaborasi dengan Magister Ilmu Kedokteran Dasar Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, mengadakan Pertemuan Ilmiah Nasional (TEMILNAS) ke-6 dengan tema :
The Risk Factor, Detection and Therapy of COVID-19: A Learning Issue