Jatinangor — Empat mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (FK Unpad) mengembangkan penelitian mengenai kandidat terapi adjuvan kanker paru berbasis bahan alam dan teknologi penghantaran obat. Bergabung dalam tim Ciplunova, Adinda Cleo Putri Panggabean, Calista Ribka Angelina Sihombing, Grace Angelova Pakpahan, dan Indah Andromeda Situmorang mengembangkan formulasi nano-in-microparticles aerosol berbasis Nanostructured Lipid Carriers (NLC) yang mengandung ekstrak ciplukan (Physalis angulata).
Penelitian ini berangkat dari tantangan pengembangan terapi kanker paru yang hingga kini masih menjadi salah satu masalah kesehatan dengan beban penyakit yang tinggi. Salah satu pendekatan terapi yang banyak digunakan adalah kemoterapi. Namun, karena obat kemoterapi bekerja secara sistemik, penggunaannya dapat memengaruhi sel normal dan menimbulkan berbagai efek samping.
Kondisi tersebut mendorong pengembangan berbagai pendekatan untuk mendukung terapi kanker, termasuk eksplorasi kandidat terapi adjuvan dan sistem penghantaran obat yang dapat mengarahkan bahan aktif ke organ sasaran.
Di bawah bimbingan Dr. Hesti Lina Wiraswati, M.Si., tim Ciplunova mengembangkan gagasan penelitian melalui studi literatur dan penyusunan proposal. Proses tersebut membawa tim pada eksplorasi potensi ekstrak ciplukan yang kemudian dipadukan dengan teknologi nanomedisin dan sistem penghantaran melalui inhalasi.
Mengeksplorasi Potensi Ciplukan
Ciplukan merupakan tanaman liar yang banyak tumbuh di wilayah tropis, termasuk Indonesia. Tanaman ini diketahui mengandung berbagai metabolit sekunder, salah satunya kelompok withanolida, yang menjadi salah satu senyawa yang menarik dalam penelitian terkait aktivitas biologis.
Potensi tersebut menjadi dasar bagi tim untuk mengeksplorasi ciplukan sebagai sumber bahan alam dalam pengembangan kandidat terapi. Namun, menurut tim, identifikasi bahan aktif saja belum cukup. Tantangan berikutnya adalah mengembangkan sistem formulasi dan penghantaran yang sesuai sehingga bahan bioaktif dapat dikembangkan untuk mencapai organ sasaran.
Atas dasar tersebut, tim kemudian menggunakan pendekatan Nanostructured Lipid Carriers (NLC) sebagai sistem pembawa dalam formulasi ekstrak ciplukan.
Memadukan Bahan Alam dan Teknologi Nanomedisin
NLC selanjutnya dikembangkan menjadi sistem nano-in-microparticles, yakni sistem yang menggabungkan partikel berukuran nano ke dalam mikropartikel. Formulasi tersebut kemudian melalui proses pengeringan untuk menghasilkan dry powder yang dikembangkan sebagai kandidat sediaan aerosol untuk penghantaran melalui inhalasi.
Pendekatan ini membuat penelitian tidak hanya berfokus pada potensi bahan alam, tetapi juga pada sistem penghantaran bahan aktif menuju paru. Karakteristik fisik dan aerodinamik partikel turut menjadi perhatian karena berkaitan dengan kemampuan sediaan membentuk aerosol dan mendukung proses deposisi pada saluran pernapasan.
“Pengembangan formulasi ini menjadi upaya untuk memadukan potensi bahan alam dengan teknologi penghantaran obat, khususnya untuk pengembangan sediaan yang ditujukan melalui jalur inhalasi,” jelas tim Ciplunova.
Mengembangkan Kandidat Sediaan Inhalasi
Dalam penelitian ini, proses pengembangan dimulai dengan preparasi dan ekstraksi tanaman ciplukan. Ekstrak yang diperoleh kemudian diformulasikan menggunakan NLC dan dikembangkan menjadi nano-in-microparticles. Tahap berikutnya dilakukan melalui proses pengeringan untuk menghasilkan dry powder aerosol.
Selain karakterisasi formulasi, penelitian juga dirancang untuk mengevaluasi potensi biologis secara in vitro menggunakan sel A549 sebagai model sel kanker paru. Pengujian mencakup pengamatan terhadap viabilitas sel, perubahan morfologi, dan kemampuan migrasi sel.
Hasil dari tahapan tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran awal mengenai karakteristik formulasi serta respons sel terhadap perlakuan. Namun, penelitian ini masih berada pada tahap pengembangan sehingga diperlukan penelitian lanjutan untuk mengevaluasi mekanisme kerja, keamanan, karakteristik formulasi, serta potensi penggunaannya melalui tahapan penelitian yang lebih kompleks.
Menjadi Ruang Belajar bagi Mahasiswa
Bagi tim Ciplunova, penelitian ini juga menjadi proses pembelajaran yang mempertemukan berbagai bidang keilmuan. Sebagai mahasiswa kedokteran, anggota tim perlu mempelajari aspek di luar keilmuan klinis, seperti ekstraksi bahan alam, formulasi, nanoteknologi, hingga karakterisasi material.
Proses tersebut mendorong tim untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak dari lintas fakultas di Universitas Padjadjaran. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan penelitian, mulai dari perencanaan, penelusuran literatur, pelaksanaan eksperimen, evaluasi hasil, hingga penyelesaian berbagai tantangan selama penelitian.
“Penelitian ini membuat kami belajar bahwa pengembangan solusi di bidang kesehatan membutuhkan kolaborasi lintas disiplin. Kami tidak hanya belajar mengenai kanker paru, tetapi juga memahami proses formulasi, nanoteknologi, dan bagaimana sebuah gagasan penelitian dikembangkan menjadi eksperimen,” ujar tim Ciplunova.
Langkah Awal Pengembangan Kandidat Terapi
Penelitian Ciplunova merupakan bagian dari Program Kreativitas Mahasiswa bidang Riset Eksakta (PKM-RE). Pengembangan nano-in-microparticles aerosol berbentuk dry powder berbasis ekstrak ciplukan ini masih berada pada tahap penelitian awal dan ditujukan sebagai eksplorasi kandidat sistem penghantaran serta kandidat terapi adjuvan kanker paru.
Ke depan, penelitian lanjutan diperlukan untuk mengevaluasi lebih mendalam karakteristik formulasi, efektivitas, mekanisme kerja, keamanan, serta berbagai aspek lain sebelum dapat dikembangkan menuju tahapan penelitian berikutnya.
Melalui penelitian tersebut, tim Ciplunova berupaya mempertemukan potensi sumber daya alam Indonesia dengan perkembangan teknologi kesehatan. Ciplukan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar menjadi titik awal bagi mahasiswa FK Unpad untuk mengeksplorasi gagasan mengenai bahan alam, nanomedisin, dan sistem penghantaran obat melalui paru.
Pada akhirnya, penelitian ini diharapkan dapat menjadi bagian dari perjalanan panjang eksplorasi bahan alam dan teknologi penghantaran obat dalam menghadapi tantangan kanker paru.
Author: Indah Andromeda





0 Comments