Specialist Doctoral Study Programs

Neurology!

List of Specialist Study Programs
neurologi 9
neurologi 5

Departemen Neurologi, atau yang dulu disebut Bagian Ilmu Penyakit Saraf, 

FK UNPAD/RSHS didirikan pada tahun 1962 oleh dr. Gouw Gwan Ho, Sp.S. Pada tanggal 10 Maret 1980, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. 076/U/1980 menetapkan Bagian Ilmu Penyakit Saraf FK UNPAD/RSHS menjadi pusat pendidikan ilmu penyakit saraf yang ke-3 di Indonesia.

About Us

Program Studi Dokter Spesialis-1 Neurologi.

Vision & Mission
Organizational Structure
Officials and Staffs
i
Accreditation
Competencies
l
Curriculum

Vision

Menjadi program studi neurologi yang unggul dalam pendidikan dan penelitian terutama di bidang infeksi susunan saraf pusat, fungsi luhur dan penyakit serebrovaskular, serta dapat menghasilkan dokter spesialis neurologi yang memiliki daya saing baik nasional maupun internasional, dan berdampak pada kesehatan masyarakat pada tahun 2024 .

Mission

  • Melaksanakan aktivitas pendidikan dan penelitian kedokteran yang relevan dan inovatif terutama di bidang infeksi susunan saraf pusat, fungsi luhur dan penyakit serebrovaskular untuk mewujudkan lulusan yang memiliki daya saing baik nasional maupun internasional.
  • Menghasilkan dokter Spesialis Neurologi yang kompeten, profesional, yang dapat menyebarkan ilmu kesehatan dan memberikan pelayanan medis tingkat spesialistik yang prima dan paripurna berdasarkan ilmu kedokteran mutakhir serta mewujudkan kualitas hidup manusia indonesia yang tinggi, maju dan sejahtera.
  • Menyelenggarakan pengabdian masyarakat dalam bentuk peningkatan wawasan dan pelayanan medis Neurologi terutama untuk daerah Jawa Barat dan sekitarnya.
  • Menyelenggarakan pendidikan spesialis Neurologi yang unggul, terintegrasi serta berorientasi pada kepemimpinan.

Goals

  • Terselenggaranya sistem pendidikan dokter Spesialis Neurologi terutama dibidang fungsi luhur, infeksi susunan saraf pusat dan penyakit serebrovaskular yang unggul, berkualitas, dan terintegrasi, dengan pendekatan penelitian multi-disiplin yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat, relevan dengan visi misi dan kurikulum pendidikan Neurologi, serta dikelola secara efektif dan efisien
  • Tersebarluasnya hasil penelitian serta perkembangan teknologi medis yang inovatif, unggul, mutakhir dan diakui secara internasional, yang memiliki dampak langsung pada kesehatan masyarakat di bidang Neurologi terutama daerah Jawa Barat
  • Terwujudnya lulusan dokter Spesialis Neurologi yang kompeten, inovatif, profesional, beretika sesuai budaya lokal, dan berjiwa kepemimpinan yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional
  • Terwujudnya kemandirian institusi yang didukung oleh tata kelola yang baik dan kemitraan pentahelix (akademisi, pemerintah, pelaku usaha, masyarakat, dan media) yang strategis di dalam dan luar negeri
Struktur Organisasi Sp1 Neurologi
0470 119 Sertifikat SPESIALIS NEUROLOGI UNIVERSITAS PADJADJARAN BANDUNG 001

Accreditation

Berdasarkan Keputusan LAM-PTKes 0470/LAM-PTKes/Akr/Spe/VII/2023

menyatakan :

SPESIALIS NEUROLOGI UNIVERSITAS PADJADJARAN, BANDUNG.

Terakreditasi Unggul


Sertifikat akreditasi berlaku sampai dengan tanggal 06 Juli 2028

Pada hakekatnya karakteristik kompetensi dokter spesialis neurologi diwarnai oleh isi, proses pembelajaran, dan evaluasi. Rincian karakteristik pencapaian kompetensi berdasarkan kurikulum adalah sebagai berikut:

1.    Kompetensi Utama

  • Mampu mengembangkan kemampuan, teknologi baru di dalam bidang neurologi atau praktik profesionalnya melalui penelitian, hingga menghasilkan karya kreatif, original, dan teruji.
  • Mampu memberikan solusi segala permasalahan sains, teknologi di dalam bidang neurologi melalui pendekatan inter-, multi-, dan
  • Mampu mengelola, memimpin, dan mengembangkan penelitian neurologi dan pengembangan ilmu yang bermanfaat bagi ilmu pengetahuan dan kemaslahatan umat manusia, serta mampu mendapat pengakuan nasional maupun internasional.

2.    Kompetensi Pendukung

Kompetensi pendukung adalah perangkat kompetensi yang harus ada untuk dapat mendukung pencapaian kompetensi utama dan merupakan kurikulum institusional yang ditetapkan oleh institusi penyelenggara program studi

3.    Kompetensi Khusus

Kompetensi khusus merupakan kompetensi yang gayut dengan kompetensi utama. Kompetensi ini seringkali menjadi unggulan di tiap program studi namun tetap relevan dengan kompetensi utama.

 

Kompetensi Umum Lulusan

  1. Ketrampilan interpersonal & komunikasi Memiliki kemampuan:
    • Mempertahankan dan mengembangkan    komunikasi    efektif    dengan pasien, keluarga, dan masyarakat.
    • Memberikan penjelasan/edukasi yang dapat dengan mudah dipahami
    • Bekerjasama dengan tim atau orang lain sebagai pemuka masyarakat atau profesi lain.
  2. Ketrampilan menerapkan Evidence-Based Medicine (EBM), farmakologi klinik, biologi molekuler, parasitologi klinik, mikrobiologi klinik, patologi klinik, dan patologi anatomi.
    • Memiliki kemampuan nalar pengetahuan ilmu biomedik, klinik, epidemiologik, perilaku yang dapat diaplikasikan pada praktek kedokteran, dan mengintegrasikannya dengan ilmu pengetahuan baru yang sedang berkembang, serta mampu mengaplikasikannya dalam pelayanan spesialistik.
  3. Ketrampilan pelayanan medis

Memiliki kemampuan menyelesaikan masalah pasien secara sistemik, serta mampu:

  • Melakukan komunikasi
  • Melakukan diagnosis dan pengelolaan pasien secara
  • Menunjukkan ketrampilan spesialistik prosedur diagnostik dan terapeutik secara lege artis (preventif, kuratif, dan promotif) baik medis maupun bedah kulit.
  • Memberikan informasi dan edukasi kepada pasien, keluarga, dan masyarakat baik secara lisan, tulisan, maupun melalui media elektronik (teknologi informasi).
  1. Pembelajaran berbasis praktik Memiliki kemampuan:
    • Menganalisis masalah klinis menggunakan metodologik
    • Mengasimilasi bukti dari penelitian ilmiah medis terkait masalah
    • Melakukan penelitian klinis sesuai metode statistik untuk studi klinik membuktikan efektivitas suatu obat.
    • Mampu menggunakan teknologi informasi untuk mengakses informasi
    • Memfasilitasi pembelajaran peserta didik Strata-
  2. Praktik berbasis sistem Memiliki kemampuan:
    • Mengetahui Sistem Pelayanan Kesehatan Nasional, yaitu pelayanan primer, sekunder, dan tersier.
    • Mampu memberikan advokasi kualitas pelayanan pasien dan
    • Mampu bekerjasama dengan pengelola, pemberi pelayanan kesehatan, untuk membangun kinerja pelayanan kesehatan spesialistik.
  3. Penerapan etik, hukum kedokteran, & profesionalisme Memiliki kemampuan:
    • Menunjukkan integritas moral dan etika, serta lebih mengutamakan kepentingan pasien daripada kepentingan lainnya.
    • Senantiasa menerapkan prinsip etika, melakukan informed consent sebelum melakukan suatu tindakan/pengobatan medis, menjaga kerahasiaan pasien.
    • Tanggap dan peka terhadap kultur budaya, usia, jenis kelamin pasien, dan
  4. Pengembangan keilmuan & pembelajaran sepanjang hayat
    • Mampu melakukan pengembangan keilmuan melalui kegiatan riset dan pembelajaran sepanjang hayat.

Struktur Kurikulum PPDS Neurologi 2020 1Struktur Kurikulum PPDS Neurologi 2020 2

     

    Our Facilities

    Departemen/KSM Neurology RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung
    Jl. Pasteur No. 38, Bandung, 40161 Telp : 022-2036984

    neurologi 6
    • Klinik Memori
    • Lab Neurofisiologi (EMG, EEG)
    • Lab Polysomnography ( PSG)
    • Transcranial Doppler Ultrasonografi
    • Ruang Rawat Inap dan Poliklinik
    • Conference Room
    • Library
    • Ruang Residen

    Want to Join with Us
    Contact Us

    Departemen/KSM Neurology RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung Jl. Pasteur No. 38, Bandung, 40161

    T : 022-2036984
    E : kaprodi.neuro.sp1@unpad.ac.id

    logo unpad
    Service information

    Admission of New Students

    Why Choose Us

    The teaching staff are doctoral graduates from foreign and domestic universities who have experience in research and publication in international journals; full of commitment and support from the supervisor's grant grants make it easier for students to carry out thesis research and graduate on time.

    neurologi 1
    neurologi 7
    neurologi 4
    selection

    List of Lecturer Expertise

    Divisi di dalam Program Studi Neurologi :

    Cerebrovascular Disease

    • Dr. Lisda Amalia, dr., Sp.S(K)
    • Cep Juli, dr., Sp.S(K)
    • Marda Arif Furqani, dr., Sp.N

    Nyeri/Nyeri Kepala

    • Yusuf Wibisono, dr., Sp.S(K)
    • Asep Nugraha Hermawan, dr., Sp.S

    Epilepsi

    • Dr. Suryani Gunadharma, dr., Sp.S(K), M.Kes
    • Dr. Uni Gamayani, dr., Sp.S(K)
    • Adnin Nugroho, dr., Sp.N

    Saraf Tepi dan Neurofisiologi Klinik

    • Dr. Suryani Gunadharma, dr., Sp.S(K), M.Kes
    • Nushrotul Lailliyya, dr., Sp.S(K)
    • Adnin Nugroho, dr., Sp.N
    • Shenny Dianathasari, dr., Sp.N

    Neuropediatri

    • Siti Aminah dr., Sp.S(K) Msi Med
    • Dr. Uni Gamayani, dr., Sp.S(K)
    • Iin Pusparini, dr., Sp.N

    Neuroinfeksi

    • Ahmad Rizal, dr., Sp.S(K), Ph.D
    • Sofiati Dian, dr., Sp.S(K), Ph.D

    Fungsi Luhur

    • Dr. Paulus Anam Ong, dr., Sp.S(K)
    • Chandra Calista, dr., Sp.N

    Neurooftalmologi dan Neurootologi

    • Aih Cahyani, dr., Sp.S(K)

    Neurorehabilitasi

    • Sofiati Dian, dr., Sp.S(K), Ph.D
    • Shenny Dianathasari, dr., Sp.N

    Gangguan Tidur

    • Nushrotul Lailliyya, dr., Sp.S(K)
    • Dr. Uni Gamayani, dr., Sp.S(K)

    Neurotraumatologi

    • Cep Juli, dr., Sp.S(K)
    • Sobaryati, dr., Sp.S(K)-KIC, M.Kes
    • Marda Arif Furqani, dr., Sp.N

    Movement Disorder

    • Dr. Paulus Anam Ong, dr., Sp.S(K)
    • Sobaryati, dr., Sp.S(K)-KIC, M.Kes

    Neurogeriatri

    • Dr. Lisda Amalia, dr., Sp.S(K)

    Neuroonkologi

    • Aih Cahyani, dr., Sp.S(K)
    • Asep Nugraha Hermawan, dr., Sp.S
    • Iin Pusparini, dr., Sp.N

    Neurointensif

    • Sobaryati, dr., Sp.S(K)-KIC, M.Kes

    Neuro-imejing

    • Dr. Lisda Amalia, dr., Sp.S(K)
    • Cep Juli, dr., Sp.S(K)
    • Marda Arif Furqani, dr., Sp.N
    en_USEnglish

    Pin It on Pinterest

    Share This