Akademik

Program Studi Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal

Latar Belakang

Program studi Ilmu Kedokteran Forensik dan Studi Medikolegal dahulu bernama Ilmu Kedokteran Kehakiman. Persyaratan menjadi pusat ahli kedokteran kehakiman dipenuhi pada Januari 1979 di Yogyakarta. Meskipun pendidikan spesialis Forensik di RSHS/FK UNPAD dimulai pada tahun 1979, residen pertama baru ada pada tahun 2005. Oleh karena saat itu pengajar tetap pendidikan spesialis hanya ada 1 (satu) orang ditambah 3 (tiga) orang pengajar luar biasa, residen pertama harus melakukan stase penyelesaian di Pusat Pendidikan Dokter Spesialis Forensik di universitas lain, begitu pula satu residen berikutnya. Sekarang, dosen tetap pengajar pendidikan spesialis ada 7 (tujuh) orang ditambah 1 (satu) dosen luar biasa.

Visi dan Misi

Visi

Program studi Ilmu Kedokteran Forensik yang transformative dan sejalan dengan good practice di tingkat internasional dalam membantu penegakan keadilan sekaligus berperan penting dalam upaya kesehatan masyarakat di tahun 2024.

 

Misi

  1. Menghasilkan lulusan yang kompeten menjalankan dan mengembangkan praktik kedokteran forensik berbasis keilmuan mutakhir
  2. Menghasilkan gagasan ilmu kedokteran forensik dan ilmu-ilmu forensik yang aplikatif dan diakui di tingkat internasional
  3. Melaksanakan pelayanan kedokteran forensik berstandar internasional
  4. Meningkatkan kualitas sumberdaya untuk mendorong inovasi

 

 

Tupoksi Kepala Departemen:

  1. Menyusun rencana, program, dan anggaran di tingkat departemen;
  2. Menjamin kompetensi dan profesionalisme dosen dalam melaksanakan tugas sesuai jabatan akademiknya;
  3. Berkoordinasi dengan Direktur Sumber Daya Manusia dalam rangka fasilitasi pengembangan karier dosen;
  4. Berkoordinasi dengan program studi dalam hal penyelenggaraan dan pengembangan kurikulum sesuai dengan pengembangan keilmuan (state of the art) sebagai scientific vision, dan pasar kerja melalui penelusuran lulusan (tracer study);
  5. Berkoordinasi dengan program studi dalam hal penempatan dosen pengampu mata kuliah sesuai kurikulum;
  6. Mengembangkan, mengevaluasi dan monitoring kemajuan karier akademik dosen untuk mendukung pengembangan pendidikan;
  7. Mengoordinasikan kegiatan riset dan pengabdian pada masyarakat yang dilakukan dosen sesuai bidang kompetensinya dalam rangka merealisasikan target kinerja lembaga;
  8. Mengoordinasikan pelaksanaan kerjasama pemanfaatan kepakaran dosen oleh pihak lain seperti pemerintah, pemerintah daerah, swasta atau masyarakat;
  9. Merintis dan mengembangkan kerjasama di bidang pendidikan, riset, dan pengabdian pada masyarakat di tingkat nasional maupun internasional;
  10. Memfasilitasi publikasi karya-karya ilmiah dosen;
  11. Melaksanakan kegiatan kerjasama pendidikan dan beasiswa;
  12. Menyelenggarakan diseminasi hasil riset, pengabdian kepada masyarakat, dan inovasi melalui kegiatan ilmiah di tingkat nasional dan internasional;
  13. Melaporkan penyelenggaraan kegiatan departemen yang bersifat akademik dan nonakademik kepada dekan melalui wakil dekan; dan
  14. Memberikan pertimbangan penilaian kinerja staf departemen kepada wakil dekan.

 

Tupoksi KPS:

  1. Menyusun rencana, program, dan anggaran di tingkat program studi;
  2. Menyelenggarakan dan mengembangkan pembelajaran sesuai dengan kurikulum;
  3. Menjamin mutu Pendidikan dalam rangka terwujudnya program studi yang unggul dan bereputasi;
  4. Melaksanakan evaluasi dan monitoring pelaksanaan pembelajaran untuk menjamin dihasilkannya lulusan unggul dan studi tepat waktu;
  5. Mengawasi pelaksanaan kode etik sivitas akademika dan memberikan masukan kepada dekan bila terjadi pelanggaran;
  6. Mengoordinasikan kegiatan kemahasiswaan bersama Manajer yang berorientasi pada peningkatan prestasi;
  7. Memberikan pertimbangan penilaian kinerja staf Program Studi kepada Wakil Dekan Fakultas; dan
  8. Melaporkan penyelenggaraan pembelajaran kepada Dekan Fakultas melalui Wakil Dekan Fakultas

 

Tupoksi Gugus Kendali Mutu:

  1. Melaksanakan sistem penjaminan mutu akademik sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan pedoman penjaminan mutu Unpad;
  2. Melaksanakan pedoman dan tata cara evaluasi internal penjaminan mutu akademik yang ditetapkan Unpad
  3. Melaksanakan instrumen evaluasi internal penjaminan mutu akademik yang ditetapkan Unpad
  4. Menyusun dokumen spesifikasi program studi dan standar prosedur operasional (SOP)
  5. Melaksanakan koordinasi pemantuan dan evaluasi terhadap pelaksanaan tugas yang dilaksanakan oleh staf
  6. Memberikan masukan dan rekomendasi kepada ketua program studi yang terkait dengan penjaminan mutu
  7. Melaksanakan pengembangan dan pelaksanaan standar mutu dan audit di bidang pendidikan, riset, pengabdian pada masyarakat dan kemahasiswaan di program studi
  8. Memonitor dan membahas proses belajar mengajar yang sedang berlangsung serta mengevaluasi pembelajaran pada akhir semester
  9. Melakukan evaluasi diri internal program studi secara berkala
  10. Melaksanakan koordinasi dengan SPM dalam melaksanakan penjaminan mutu

 

Tupoksi Ketua Tim Pendamping Bimbingan dan Konseling:

  1. Memberikan pelayanan bimbingan dan konseling dengan perspektif multikultur untuk optimalisasi perkembangan pribadi, sosial, akademik dan karir;
  2. Melaksanakan pelayanan asesmen psikologis andragogis untuk mahasiswa;
  3. Melaksanakan pelayanann pengembangan profesionalitas dosen dan karyawan;
  4. Melaksanakan pelayanan bimbingan dan psikoedukasi; dan
  5. Melaksanakan pelayanan konseling dan konsultasi.

 

Tupoksi Koordinator Evaluasi Pendidikan:

  1. Mengawasi kelancaran kegiatan pendidikan;
  2. Memantau kehadiran dosen; dan
  3. Memantau dan mengevaluasi proses akademik secara berkala

 

Tupoksi Koordinator Evaluasi Penelitian:

  1. Bertanggung jawab atas program publikasi penelitian mahasiswa;
  2. Menjajaki kemungkinan kerjasama dengan pihak lain demi pengembangan program studi;
  3. Bertanggung jawab atas program tesis mahasiswa; dan
  4. Bertanggung jawab atas program publikasi ilmiah dosen.

Staf Pengajar

Staf pengajar di program studi Ilmu Kedokteran Forensik dan Studi Medikolegal ada 8 orang. 7 orang staf pengajar tetap dan 1 orang staf pengajar tidak tetap.

 

Staf pengajar tetap

  1. Dr. Yoni F. Syukriani, dr., Sp.F., DFM
  2. Berlian Isnia Fitrasanti, dr., Sp.F., PhD, MFM, SIP
  3. Chevi Sayusman, dr., Sp.F.
  4. Naomi Yosiati, dr., Sp.F.
  5. Nita Novita, dr., Sp.PA
  6. Fitri Agustina Huspa, dr., Sp.F.
  7. Sani Tanzilah, dr., Sp.F.

Staf pengajar tidak tetap

  1. Andri Andrian Rusman, dr., Sp.F., M.Kes

Kompetensi Lulusan

Kompetensi lulusan program studi Ilmu Kedokteran Forensik dan Studi Medikolegal disesuaikan dengan kompetensi yang dirumuskan oleh Kolegium Ilmu Kedokteran Forensik Indonesia tahun 2008. Setelah menyelesaikan pendidikannya, seorang dokter spesialis Forensik diharapkan memiliki kompetensi sebagai berikut:

 

Kompetensi I

Menerapkan etika profesi Dokter Spesialis Forensik dan Mematuhi prosedur medikolegal dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai dokter Spesialis Forensik

 

Kompetensi II

Menegakkan diagnosis kedokteran Forensik dan medikolegal pada korban hidup maupun mati, menatalaksana kasus sesuai dengan aspek sosio-yuridis dan medikolegal, serta mengkomunikasikan ekspertise yang dihasilkan kepada pihak yang berwenang, termasuk membuat sertifikasi forensik sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Kompetensi III

Merancang, mengelola, dan mengawasi kegiatan unit kedokteran forensik dan perawatan jenazah di sebuah institusi pelayanan kesehatan.

Kompetensi IV

Berperan aktif dalam tim kerja penanganan kasus forensik dalam tim etikomedikolegal RS, dan tim kajian perundang-undangan.

Kompetensi V

Berperan sebagai pengajar dan pembimbing dalam bidang forensik, etik, dan medikolegal sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Kompetensi VI

Berperan aktif dalam mengembangkan ilmu kedokteran khususnya dalam bidang forensik,  etika, dan medikolegal melalui penulisan karya ilmiah yang dipresentasikan atau dipublikasikan dari hasil penelitian.

 

Kompetensi-kompetensi utama ini dijabarkan kembali dalam komponen kompetensi, dan selanjutnya menjadi salah satu dasar dalam penyusunan kurikulum Program Pendidikan Dokter Spesialis Ilmu Kedokteran Forensik dan Studi Medikolegal di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran.

 

Kompetensi Pendukung

Kompetensi Pendukung merupakan kompetensi yang sejalan dengan kompetensi utama. Peserta didik PPDS Ilmu Kedokteran Forensik dan Studi Medikolegal Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran diharapkan:

  1. Mampu mencari literatur yang sesuai bidang ilmu yang dipelajari, serta dapat melakukan Systemic Literature Review.
  2. Mampu memahami dan melaksanakan penelitian yang berkaitan dengan kedokteran forensik dengan metodologi penelitian yang sesuai.
  3. Mampu memahami dan mengkorelasikan ilmu dasar kedokteran; anatomi, biokimia, dan patologi anatomi dan patologi klinik.
  4. Mampu menguasai dan mengembangkan pola pikir terintegrasi ilmu kedokteran forensik dengan kepentingan keadilan maupun public health.

 

Dalam upaya mencapai kompetensi pendukung ini, peserta didik diberikan pengetahuan dasar kedokteran seperti Metodologi penelitian (Filsafat Ilmu, Biostatistika,Epidemiologi Kedokteran/Kesehatan,Tata Cara Penulisan Artikel, dan Etika Penelitian),yang diberikan pada Tahap 2. Kompetensi pendukung lainnyaterintegrasi dengan mata kuliah dan aktivitas penelitian,  yaitu seminar, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Seminar merupakan penyajian karya ilmiah, baik yang berupa karya ilmiah case report, journal reading, dan referat, baik yang disajikan internal pada kegiatan ilmiah program studi maupun eksternal pada kegiatan yang diselenggarakan oleh perhimpunan profesi (Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia/PDFI) atau penyelenggara lainnya yang berkaitan dengan topik ilmu kedokteran forensik.

 

Kompetensi Lain

Peserta didik Program Pendidikan Dokter Spesialis Ilmu Kedokteran Forensik dan Studi Medikolegal di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran juga mempunyai kompetensi lain yang menjadi unggulan prodi ini yaitu:

 

  1. Keterkaitan antara ilmu kedokteran forensik dan aplikasinya pada kesehatan masyarakat (public health), selain aplikasi ilmu kedokteran untuk kepentingan keadilan
  2. Kemampuan kolaboratif dengan multidisiplin maupun transdisiplin.

 

Kurikulum

Lama studi di program studi Ilmu Kedokteran Forensik dan Studi Medikolegal adalah 7 semester dengan kurikulum sebagai berikut:

 

Kegiatan Semester Ganjil

No.

Sandi

Nama Mata Kuliah

SKS

1.

C21F.101

Visum et Repertum dan Perundang-undangan yang berhubungan dengan Ilmu Kedokteran Forensik

2

2.

C21F.102

Visum et Repertum korban Hidup

2

3.

C21F.103

Tanatologi

2

4.

C21F.104

Teknik Otopsi

2

5.

C21F.105

Traumatologi

2

6.

C21F.107

Dasar-dasar Etika dan Medikolegal

2

7.

C21F.108

Toksikologi: Pengenalan

2

8.

C21F.109

DNA Forensik: Dasar-dasar Biologi Molekuler

2

9.

C21F.306

Kematian pada Anak

2

10.

C21F.310

Mati Mendadak karena Penyakit

2

11.

C21F.316

Kejahatan Seksual: Kasus-kasus dan Penanganan

2

12.

C21F.319

Histopatologi pada Kasus-kasus Forensik

2

13.

C21F.320

Otopsi dan Diagnosis: Otopsi dan Visum et Repertum

3

14.

C21F.324

Penanganan Kecelakaan dan korban massal

2

15.

C21F.325

Identifikasi: Metode Identifikasi

2

16.

C21F.330

Dokter Jaga

2

17.

C21F.332

Kegiatan Ilmiah

2

18.

C21F.502

Visum Klinik (Praktek)

2

19.

C21F.518

Barang Bukti: Pemeriksaan Barang Bukti

2

20.

C21F.527

Identifikasi: Teknik Identifikasi Lanjutan

2

21.

C21F.528

Kematian "accidental" anestesi dan operasi

1

22.

C21F.530

Etika dan Medikolegal: Isu Hak Asasi Manusia

2

23.

C21F.532

Kegiatan Ilmiah

3

24.

C21F.736

Tugas Akhir

6

25.

 

Ujian Sidang Tesis

 

26.

 

Ujian Nasional (Board)

 

 

Kegiatan Semester Genap

No.

Sandi

Nama Mata Kuliah

SKS

1.

C21F.206

Dasar-dasar Histopatologi

2

2.

C21F.209

Asfiksia

2

3.

C21F.211

DNA pada Kasus-kasus Forensik

2

4.

C21F.212

Kecelakaan lalu lintas

2

5.

C21F.213

Toksikologi: Racun

2

6.

C21F.215

Kejahatan Seksual: Pendahuluan

2

7.

C21F.217

Barang Bukti: Pengenalan Barang Bukti

2

8.

C21F.219

Otopsi dan Diagnosis: Pembuatan Visum et Repertum

3

9.

C21F.408

Etika dan Medikolegal: Malpraktek Kedokteran

2

10.

C21F.414

Toksikologi: Penyalahgunaan Obat

2

11.

C21F.421

Otopsi dan Diagnosis: Diagnosis Sebab Kematian

3

12.

C21F.422

Barotrauma

1

13.

C21F.423

Penyidikan Tempat Kejadian Perkara dan Ekshumasi

2

14.

C21F.426

Identifikasi: Antropologi

2

15.

C21F.429

Stase Patologi Anatomi

3

16.

C21F.611

Syok Anafilaksis

1

17.

C21F.631

Saksi Ahli

2

18.

C21F.632

Kegiatan Ilmiah

2

19.

C21F.634

Stase Akhir

4

20.

C21F.635

Tinjauan Pustaka Sistematis dan Proposal Penelitian

3

21.

 

Seminar Usulan Penelitian

 

 

Kembali
© 2018 MIR FKUNPAD All Rights Reserved.