Akademik

Program Studi Ilmu Bedah Saraf

Departemen Bedah saraf FK Unpad adalah departemen yang telah menghasilkan lebih dari setengah spesialis bedah saraf se Indonesia, dengan pencapaian gemilang, dan telah menjalin kerjasama dengan berbagai departemen bedah saraf  internasional seperti Jepang, Amerika, Prancis dan Pakistan. Jumlah sentra penjalin kerjasama bertambah setiap tahunnya sehingga peserta didik memiliki banyak pilihan tempat untuk menjalani stase di luar negri pada akhir semesternya, yang merupakan bagian dari kurikulum kami. Sentra pendidikan yang telah menjalin kerjasama tersebut juga aktif mengirimkan tenaga ahlinya sebagai dosen tamu setiap tahunnya. Kurikulum kami berfokus pada pengembangan basic neurosurgical skill, hingga advanced microsurgical dan Skullbase skill, dengan melakukan pelatihan berkala menggunakan model, hewan coba maupun diseksi cadaver.

Departemen Bedah Saraf telah menghasilkan banyak penelitian dan publikasi di dalam dan maupun di luar negeri dan sering mengadakan seminar serta workshop bertaraf internasional bagi masyarakat umum serta profesional.

VISI :

Menjadi institusi pendidikan Bedah Saraf terkemuka di Dunia  yang berbasis riset dan berorientasi pada pelayanan yang berkualitas sesuai kaidah ilmiah terkini pada tahun 2026.

 

MISI :

  1. Menyelenggarakan pendidikan Bedah Saraf yang bermutu dalam rangka menghasilkan lulusan yang menjunjung tinggi etika akademik dan etika profesi dengan standar kolegium bedah saraf Indonesia.

  2. Mengembangkan penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat  di bidang Kedokteran pada umumnya dan Ilmu Bedah Saraf pada khususnya.

  3. Menjalin kemitraan secara berkesinambungan dengan institusi pendidikan, organisasi profesi baik nasional maupun internasional yang terkait berdasarkan prinsip kesetaraan dan saling menguntungkan serta memberdayakan hubungan kemitraan dengan organisasi alumni  untuk penyempurnaan kurikulum dan program magang.

  4. Memiliki manajemen pendidikan dengan menerapkan prinsip penjaminan mutu yang kredibel, transparan, akuntabel, bertanggung jawab dan berkeadilan (quality assurance).

 

TUJUAN :

  1. Menghasilkan lulusan yang kompeten di bidang Bedah Saraf, serta memiliki keterampilan di bidang Bedah Saraf.

  2. Terciptanya pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat yang berkualitas dengan didukung sarana dan prasarana yang memadai.

  3. Memberikan peluang bagi para lulusan untuk dapat bekerja di Sentra Bedah Saraf Unggulan, atau melanjutkan pendidikan berkelanjutan (Fellowship) di sentra pendidikan Bedah Saraf Unggulan baik di dalam, maupun luar negri.

  4. Terselenggaranya berbagai kegiatan dengan melibatkan institusi, organisasi profesi yang terkait dan organisasi alumni seperti Seminar, Lokarya, Pelatihan dan sebagainya

 


Susunan Organisasi Prodi Ilmu Bedah Saraf FK UNPAD tahun 2014-2018

Koordinator Program :Dr. Ahmad Adam, dr., SpBS (K), M.Sc
Divisi Vascular :Dr. Ahmad Adam, dr., SpBS (K), M.Sc
  :Bilzardy Ferry Zulkifli, dr., Sp.BS (K)., M.Kes
Divisi Skullbase :Roland Sidabutar, dr., SpBS (K)., M.Kes
  :Agung Budi Sutiono, dr., PhD., SpBS (K).,   D.Msc
  :Selfy Oswari, dr., S.Si., SpBS (K)
Divisi fungsional :Dr. Akhmad Imron, dr., SpBS(K)., M.Kes
  :Selfy Oswari, dr., S.Si., SpBS (K)
Divisi Infeksi :Dr. Akhmad Imron, dr., SpBS(K)., M.Kes
Divisi Spine :Rully Hanafi Dahlan, dr., SpBS(K) Spine.M.Kes
  :Sevline Estethia Ompusunggu, dr., SpBS (K).,M.Kes
Divisi Onkologi :Firman Priguna T, dr., SpBS(K), M.Kes
  :Ahmad Faried, dr., PhD., SpBS (K),
Divisi Pediatrik :Mirna Sobana A, dr., SpBS(K)., M.Kes
Divisi trauma :Dr. M Zafrullah Arifin, dr., Sp.BS(K)
  :Bilzardy Ferry Zulkifli, dr., Sp.BS (K)., M.Kes
  :Agung Budi Sutiono, dr., PhD., SpBS (K).,D.Msc
  :Ahmad Faried, dr., PhD., SpBS (K),

 

Daftar Staf Pengajar

No.

Nama Dosen di RS Pendidikan Utama

 

     NIDN**

Tgl. Lahir

Jabatan Akademik

Gelar Akademik

Pendidikan S-1, S-2, Sp, S-3  dan Asal Perguruan Tinggi

Bidang Keahlian untuk Setiap Jenjang Pendidikan

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

1

Muhammad Zafrullah Arifin

9900980286

20 Okt 1957

Lektor

Dr., dr., SpBS(K)

S-3 FK UNPAD

SP-1 FK UNPAD

S-1 FK UNPAD

Bedah Saraf

Bedah Saraf

Kedokteran

2

Achmad Adam

0021057403

21 Mei 1974

Lektor

Dr., dr., MSc., SpBS(K)

S-3 FK UNPAD

S-2 Univ. Paris XI

SP-1 FK UNPAD

S-1 FK UNPAD

Bedah Saraf

Bedah Saraf Bedah Saraf

Kedokteran

3

Ahmad Faried

0020117509

20 Nov 1975

Lektor

dr., PhD., SpBS(K)

S-3 FK GUNMA, Jepang

SP-1 FK UNPAD

S-1 FK UNPAD

Bedah Saraf

 

Bedah Saraf

Kedokteran

4

Akhmad Imron

9900980292

6 Jan 1966

Staf Pengajar

Dr., dr., SpBS(K)

S-3 FK UNPAD

S-2 FK UNPAD

SP-1 FK UNPAD

S-1 FK UNPAD

Bedah Saraf

Bedah Saraf

Bedah Saraf

Kedokteran

5

Agung Budi Sutiono

?

12 Jul 1974

Staf Pengajar

dr., PhD., SpBS(K)

S-3 FK KEIO, Jepang

SP-1 FK UNPAD

S-1 FK UNPAD

Bedah Saraf

 

Bedah Saraf

Kedokteran

6

Rully Hanafi Dahlan

14077604

14 Jul 1976

Asisten Ahli

dr., Mkes., SpBS(K)

S-2 FK UNPAD

SP-1 FK UNPAD

S-1 FK UNPAD

Bedah Saraf

Bedah Saraf

Kedokteran

7

Roland Sidabutar

?

27 Feb 1975

Staf Pengajar

dr., Mkes., SpBS(K)

S-2 FK UNPAD

SP-1 FK UNPAD

S-1 FK UKI

Bedah Saraf

Bedah Saraf

Kedokteran

8

Firman Priguna Tjahjono

?

23 Mei 1978

Staf Pengajar

dr., Mkes., SpBS(K)

S-2 FK UNPAD

SP-1 FK UNPAD

S-1 FK UKI

Bedah Saraf

Bedah Saraf

Kedokteran

9

Mirna Sobana

?

20 Jul 1975

Staf Pengajar

dr., Mkes., SpBS(K)

S-2 FK UNPAD

SP-1 FK UNPAD

S-1 FK UNPAD

Bedah Saraf

Bedah Saraf

Kedokteran

10

Farid Yudoyono

?

4 Okt 1978

Staf Pengajar

dr., MEpid., SpBS(K)

S-2 FK UI

SP-1 FK UNPAD

S-1 FK UNPAD

Bedah Saraf

Bedah Saraf

Kedokteran

11

Selfy Oswari

0024098109

24 Sept 1981

Staf Pengajar

dr., S.Si., SpBS (K)

SP-1 FK UNPAD

S-1 FK UNPAD

S-1 ITB

Bedah Saraf

Kedokteran

Matematika

12

Bilzardy Ferry Zulkifli

?

24 Feb 1977

Staf Pengajar

dr., Mkes., SpBS(K)

S-2 FK UNPAD

SP-1 FK UNPAD

S-1 FK UNPAD

Bedah Saraf

Bedah Saraf

Kedokteran

13

Sevline Estethia Ompusung

-

 

Staf Pengajar

dr., Mkes., SpBS (K)

S-2 FK UNPAD

SP-1 FK UNPAD

S-1 FK UDAYANA

Bedah Saraf

Bedah Saraf

Kedokteran

Akreditasi Terakhir

Program studi pendidikan spesialis Bedah Saraf Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran Telah menjalani akreditasi yang dilakukan oleh Kolegium Bedah Saraf Indonesia pada tahun 2013 dan telah terakreditasi A

Kompetensi Utama

Kompetensi Divisi Trauma

a) Pengetahuan

  1. Mampu menjelaskan dasar prinsip trauma kepala yang meliputi kasus , Epidural Hematoma, Acute Subdural hematoma, Chronic Subdural Hematoma,Intracerebral Hematoma, intraventricular hematoma, trauma penertasi (peluru, benda asing), CSF leakage, Fistula Carotis-cavernous  
  2. Mampu menjelaskan dasar prinsip saraf spinal yang meliputi kasus kompresi medulla dan radiks
  3. Mampu menjelaskan dasar prinsip trauma saraf perifer yang meliputi kasus lesi saraf tepi, dan lesi pleksus

 

b) Sikap dan Perilaku

  1. Memiliki kemampuan untuk membedakan kasus emergensi dan non emergensi
  2. Memilih teknik imaging yang sesuai untuk situasi klinis spesifik, termasuk pemahaman mendalam kasus klinis
  3. Memilih teknik imaging, modalitas dan protokol secara cost-effective, menghindari penggunaan yang berlebihan atau kurang optimal.
  4. Memilih tindakan yang akan dilakukan dengan mengutamakan indikasi pad kasus klinik yang ditemukan

 

c) Keterampilan

  1. Mampu melakukan pemeriksaan neurologi untuk penegakan diagnosis kasus trauma
  2. Mampu melakukan pemeriksaan tambahan (neuroradiologik) dalam penegakan kasus trauma
  3. Mampu melakukan pengobatan medikamentosa pada kasus trauma
  4. Mampu memberikan informed consent
  5. Mampu melakukan tindakan operasi pada kasus trauma
  6. Mampu melakukan tindakan pertolongan pertama pada kasus trauma
  7. Mampu mengenali penyulit tindakan bedah pada kasus trauma dan mengatasinya
  8. Mampu melakukan manajemen pre dan post operatif

 

Kompetensi Divisi Pediatrik

a) Pengetahuan

  1. Mampu menjelaskan dasar prinsip kelainan kongenital kranial yang meliputi kasus microcephaly (craniosynostosis), hydrocephalus (simple dan complex), arachnoid cyst, anterior meningocele, posterior meningocele, cranium deformity, dan dandy-walker Malformation.
  2. Mampu menjelaskan dasar prinsip kelainan kongenital spinal yang meliputi disrafisme spinal, deformitas atlanto-spinal dan sindrom Arnold chiary

 

b) Sikap dan Perilaku

  1. Memiliki kemampuan untuk membedakan kasus emergensi dan non emergensi
  2. Memilih teknik imaging yang sesuai untuk situasi klinis spesifik, termasuk pemahaman mendalam kasus klinis
  3. Memilih teknik imaging, modalitas dan protokol secara cost-effective, menghindari penggunaan yang berlebihan atau kurang optimal.
  4. Memilih tindakan yang akan dilakukan dengan mengutamakan indikasi pad kasus klinik yang ditemukan

c) Keterampilan

  1. Mampu melakukan pemeriksaan neurologi untuk penegakan diagnosis kasus pediatrik
  2. Mampu melakukan pemeriksaan tambahan (neuroradiologik) dalam penegakan kasus pediatrik
  3. Mampu melakukan pengobatan medikamentosa pada kasus pediatrik
  4. Mampu memberikan informed consent
  5. Mampu melakukan tindakan operasi pada kasus pediatrik
  6. Mampu melakukan tindakan pertolongan pertama pada kasus pediatrik
  7. Mampu mengenali penyulit tindakan bedah pada kasus pediatric dan mengatasinya
  8. Mampu melakukan manajemen pre dan post operatif

 

Kompetensi Divisi Onkologi dan Skullbase

a) Pengetahuan

  1. Mampu menjelaskan dasar prinsip kelainan Neoplasma kranial yang meliputi kasus Granuloma eosinofilik, plasmositoma, osteoma, fibrous dysplasia,hamartoma, dan tumor metastatik
  2. Mampu menjelaskan dasar prinsip kelainan Neoplasma supratentorial yang meliputi kasus Glioma, Ependymoma, Papilloma Plexus, Meningioma, adenoma hypofisis, craniopharingioma, tumor metastatic dan angioma. 
  3. Mampu menjelaskan dasar prinsip kelainan Neoplasma inratentorial yang meliputi kasus Glioma, acoustic neuroma, meningioma, meduloblastoma, ependymoma, plexus papilloma, dan angioma.
  4. Mampu menjelaskan dasar prinsip kelainan Neoplasma Spinal yang meliputi kasus Glioma, meningioma, schwannoma dan angioma.
  5. Mampu menjelaskan dasar prinsip kelainan Neoplasma inratentorial yang meliputi kasus Glioma, acoustic neuroma, meningioma, meduloblastoma, ependymoma, plexus papilloma, dan angioma.

 

b) Sikap dan Perilaku

  1. Memiliki kemampuan untuk membedakan kasus emergensi dan non emergensi
  2. Memilih teknik imaging yang sesuai untuk situasi klinis spesifik, termasuk pemahaman mendalam kasus klinis
  3. Memilih teknik imaging, modalitas dan protokol secara cost-effective, menghindari penggunaan yang berlebihan atau kurang optimal.
  4. Memilih tindakan yang akan dilakukan dengan mengutamakan indikasi pada kasus klinik yang ditemukan

 

c) Keterampilan

  1. Mampu melakukan pemeriksaan neurologi untuk penegakan diagnosis kasus neoplasma
  2. Mampu melakukan pemeriksaan tambahan (neuroradiologik) dalam penegakan kasus neoplasma
  3. Mampu melakukan pengobatan medikamentosa pada kasus neoplasma
  4. Mampu memberikan informed consent
  5. Mampu melakukan tindakan operasi pada kasus neoplasma
  6. Mampu melakukan tindakan pertolongan pertama pada kasus neoplasma
  7. Mampu mengenali penyulit tindakan bedah pada kasus neoplasma dan mengatasinya
  8. Mampu melakukan manajemen pre dan post operatif 

 

Kompetensi Divisi Vaskular

a) Pengetahuan

  1. Mampu menjelaskan dasar prinsip kelainan Vascular intrakranial yang meliputi kasus Malformasi Arteri-vena (AVM), cerebral aneurysm, cavernoma,dan spontaneous ICH
  2. Mampu menjelaskan dasar prinsip kelainan vascular spinal yang meliputi kasus Malformasi Arteri vena dan fistula AVM.

 

b) Sikap dan Perilaku

  1. Memiliki kemampuan untuk membedakan kasus emergensi dan non emergensi
  2. Memilih teknik imaging yang sesuai untuk situasi klinis spesifik, termasuk pemahaman mendalam kasus klinis
  3. Memilih teknik imaging, modalitas dan protokol secara cost-effective, menghindari penggunaan yang berlebihan atau kurang optimal.
  4. Memilih tindakan yang akan dilakukan dengan mengutamakan indikasi pada kasus klinik yang ditemukan

 

c) Keterampilan

  1. Mampu melakukan pemeriksaan neurologi untuk penegakan diagnosis kasus vascular
  2. Mampu melakukan pemeriksaan tambahan (neuroradiologik) dalam penegakan kasus vascular
  3. Mampu melakukan pengobatan medikamentosa pada kasus vascular
  4. Mampu memberikan informed consent
  5. Mampu melakukan tindakan operasi pada kasus vascular
  6. Mampu melakukan tindakan pertolongan pertama pada kasus vascular
  7. Mampu mengenali penyulit tindakan bedah pada kasus vascular dan mengatasinya
  8. Mampu melakukan manajemen pre dan post operatif

 

Kompetensi Divisi Spine

a) Pengetahuan

  1. Mampu menjelaskan dasar prinsip kelainan degenerative Spinal yang meliputi kasus degenerasi diskus intervertebralis (lumbal dan servikal), Spondilolistesis dank anal stenosis
  2. Mampu menjelaskan dasar prinsip kelainan degenerative saraf perifer yang meliputi kasus sindroma entrapment.

b) Sikap dan Perilaku

  1. Memiliki kemampuan untuk membedakan kasus emergensi dan non emergensi
  2. Memilih teknik imaging yang sesuai untuk situasi klinis spesifik, termasuk pemahaman mendalam kasus klinis
  3. Memilih teknik imaging, modalitas dan protokol secara cost-effective, menghindari penggunaan yang berlebihan atau kurang optimal.
  4. Memilih tindakan yang akan dilakukan dengan mengutamakan indikasi pada kasus klinik yang ditemukan

 

c) Keterampilan

  1. Mampu melakukan pemeriksaan neurologi untuk penegakan diagnosis kasus degeneratif
  2. Mampu melakukan pemeriksaan tambahan (neuroradiologik) dalam penegakan kasus degeneratif
  3. Mampu melakukan pengobatan medikamentosa pada kasus degeneratif
  4. Mampu memberikan informed consent
  5. Mampu melakukan tindakan operasi pada kasus degeneratif
  6. Mampu melakukan tindakan pertolongan pertama pada kasus degeneratif
  7. Mampu mengenali penyulit tindakan bedah pada kasus degenerative dan mengatasinya
  8. Mampu melakukan manajemen pre dan post operatif

Kompetensi Divisi Fungsional

a) Pengetahuan

  1. Mampu menjelaskan dasar prinsip kelainan fungsional yang meliputi kasus nyeri dan spastisitas/rigiditas.

 

b) Sikap dan Perilaku

  1. Memiliki kemampuan untuk membedakan kasus emergensi dan non emergensi
  2. Memilih teknik imaging yang sesuai untuk situasi klinis spesifik, termasuk pemahaman mendalam kasus klinis
  3. Memilih teknik imaging, modalitas dan protokol secara cost-effective, menghindari penggunaan yang berlebihan atau kurang optimal.
  4. Memilih tindakan yang akan dilakukan dengan mengutamakan indikasi pada kasus klinik yang ditemukan

 

c) Keterampilan

  1. Mampu melakukan pemeriksaan neurologi untuk penegakan diagnosis kasus degeneratif
  2. Mampu melakukan pemeriksaan tambahan (neuroradiologik) dalam penegakan kasus degeneratif
  3. Mampu melakukan pengobatan medikamentosa pada kasus degeneratif
  4. Mampu memberikan informed consent
  5. Mampu melakukan tindakan operasi pada kasus degeneratif
  6. Mampu melakukan tindakan pertolongan pertama pada kasus degeneratif
  7. Mampu mengenali penyulit tindakan bedah pada kasus degenerative dan mengatasinya
  8. Mampu melakukan manajemen pre dan post operatif

 

 

Kompetensi Pendukung

Pengetahuan

  1. Mengetahui dan memahami pengetahuan teoritis, mengenai neuro anatomi, neuro fisiologi, Neuro patologi, Neuro biologi (Biologi Molekuler), Neurology Umum, termasuk diantaranya
  1. Psikopatologi
  2. Riwayat Pengobatan Saraf
  3. Statistik medis
  1. Mengetahui dan memahami pengetahuan dasar mengenai Radiotherapy, metode biokimia, Neurooptalmologi, Neurootologi, Neuroorthopaedi, Teori Psikis dan rehabilitasi.
  2. Mengetahui dan memahami pengobatan konservatif, Indikasi operasi bedah saraf, dasar-dasar anestesi, serta manajemen pre dan post operatif

Perilaku dan sikap

  1. Mengenali kekuatan dan kelemahan pemeriksaan Xray, EEG, EMG, CT scan, MRI, SPECT, PET, Cerebral angiography, myelogram,
  2. Bekerjasama dengan Radiologis, Laboratoris, anestesi dan spesialis lainnya yang terlibat dalam emergency medicine dan intensive care.
  3. Menjelaskan pada pasien dengan jelas dan lengkap mengenai prosedur yang akan dilakukan, tujuan dan kemungkinan komplikasi dari suatu prosedur pemeriksaan, serta menjelaskan secara ringkas hasil pemeriksaan yang telah dilakukan
  4. Mampu memilih dengan bijaksana pemeriksaan penunjang yang dibutuhkan sesuai dengan indikasi dan tujuan pemeriksaan

Kompetensi Lainnya

  1. Mampu melakukan :
    1. Penarikan kesimpulan pada pemeriksaan neurology
    2. Penarikan kesimpulan singkat pada pemeriksaan psikopatologi
    3. Pemeriksaan funduscopy
    4. Diagnostic punksi lumbal, suboccipital, dan diagnostic likuor
    5. Elektrodiagnostik saraf perifer
    6. Encephalosonografi
    7. Pemeriksaan diagnostic meliputi rontgen pada tengkorak dan tulang belakang, myelografi, angiografi, CT scan
  2. Mampu membaca EEG, EMG, CT scan, MRI, SPECT, PET, Cerebral angiography, myelogram
  3. Mampu melakukan diagnostic klinik penyakit-penyakit  :
    1. Penyakit-penyakit intracranial
      1. Kerusakan intracranial akibat trauma kepala
      2. Kelaianan kongenital
      3. Tumor intracranial
      4. Penyakit pembuluh darah, kelaianan pembuluh darah dan tumor-tumor pembuluh darah
      5. Gangguan vegetative
      6. Infeksi
      7. Kelainan nucleus pulposus dan kompresi saraf perifer
      8. Penyakit degenerasi
    2. Saraf Perifer
      1. Tumor dan penyakit-penyakit lain
      2. Kerusakan saraf perifer
    3. Saraf Vegetatif dan perifer
      1. Penyakit-penyakit saraf vegetative dan perifer
      2. Gejala-gejala penyakit yang dapat dioperasi pada system ini

 

Kurikulum

 

Daftar materi pendidikan dan SKS

No

Materi Pendidikan

Bobot SKS

Semester

1

Diskusi Pengetahuan Dasar & IBS lanjut

12,0

I-VI

2

Journal Reading

2,0

I-VIII

3

Kegiatan Malam Klinik

4,0

I-VI

4

Visite Besar dan Bedside Teaching

9,0

I-X

5

Visite Ruangan

9,0

I-X

6

Dokter Jaga

4,0

I-VIII

7

Joint Conference

0,75

III-XI

8

Simposium:  - Pembicara

2,0

V-XI

 

- Peserta

4,0

I-XI

9

Prosedur Diagnostik

0,75

III-XI

10

Konferensi Praoperasi

6,75

I-XI

11

Operasi: - Asisten II

16,20

I-VI

 

- Asisten I

9,72

III-VII

 

- Operator

1,08

VI-XI

12

Konferensi Pascaoperasi

6,75

I-XI

13

Kegiatan Kursus

2,0

III-X

14

Penulisan Refarat

2,0

III-X

15

Laporan Kasus

2,0

I-X

16

Laporan Kasus Kematian

2,0

I-X

17

Stase Lokal:

 

 

 

1. Bedah dasar, 6 bulan

8,4

II

 

2. Neurotrauma, 24 bulan

33,5

I-IV

 

3. Neuropediatrik, 12 Bulan

17

V-X

 

4. Neurospine, 12 Bulan

17`

V-X

 

5. Neurooncology, 12 Bulan

17`

V-X

 

6. Neurofungsional, 12 Bulan

17`

V-X

 

7. Neurovascular, 18 Bulan

25,2`

V-XI

 

8. Neuroinfeksi, 12 Bulan

17`

V-X

 

9. Skullbase, 18 Bulan

25,2`

IV-XI

 

5. Neurointensif, 6 bulan

8,4

III

 

Stase Luar Negeri,  per minggu

2,0

VII-XI

18

Aktivitas Pendidikan RS Luar RSHS

1,5

I-VIII

19

Tesis

6,0

 X

Profil Lulusan

Lulusan program studi pendidikan spesialis Bedah Saraf Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran tersebar di seluruh indonesia dan bekerja di Rumah Sakit baik negeri maupun swasta yang memiliki fasilitas pelayanan bedah saraf unggulan dengan teknologi terbaru. Dengan affiliasi kuat yang dimiliki oleh prodi dengan World Federation of Neurosurgical Society (WFNS) maka lulusan memiliki kemudahan untuk melanjutkan Fellowship ataupun mengikuti pelatihan di sentra bedah saraf terbaik di seluruh dunia.

Keunggulan Program Studi Pendidikan Spesialis Bedah Saraf

  1. Program studi memiliki kurikulum yang berkualitas yang dievaluasi setiap akhir semester, dengan mengacu pada panduan dari Kolegium Bedah Saraf.
  2. Program studi memiliki sarana penunjang yang lengkap dalam menyokong pengembangan pengetahuan, penelitian serta keterampilan bedah peserta didik selama menjalani pedidikan.
  3. Program studi memiliki  lulusan yang mampu menangani kasus-kasus bedah saraf, dan memiliki keterampilan bedah saraf dengan pemanfaatan teknologi mutakir dalam menjalankan pelayanan di bidang bedah saraf, serta memiliki kepribadian yang berahlak mulia, terbuka, dan kritis, secara individual maupun organisasional.
  4. Program studi aktif dalam kegiatan penelitian dan publikasi ilmiah baik lokal, nasional maupun internasional.
  5. Program studi bekerja sama dengan sentra pelayanan Bedah Saraf unggulan di seluruh indonesia dan aktif mengirimkan peserta didik ke sentra-sentra tersebut untuk menjalani pendidikan sebagai observer sebagai bagian dari kurikulum tingkat akhir.
  6. Program studi memiliki afiliasi dengan sentra bedah saraf unggulan di berbagai negara dan aktif mengirimkan peserta didik untuk menjalani pendidikan sebagai observer sebagi bagian dari kurikulum tingkat akhir yang mewajibkan peserta didik untuk menjalani stase di sentra pendidikan bedah saraf di luar negri selama paling sedikit 2 bulan.

Alamat Program Studi

Jalan Pasteur no. 38, Bandung 40161 – Indonesia

Nomor Telepon                          :  +62-22-204 1694

Nomor Faksimili                         :  +62-22-204 1694

Homepage dan E-mail PS      :  dept_neurosurg@yahoo.co.id ns-mspu@indo.net.idTel/Fax +62 22 2041694

 

Kembali
© 2018 MIR FKUNPAD All Rights Reserved.