Akademik

Program Studi Profesi Dokter Tahap Profesi

Program Studi Profesi Dokter merupakan jenjang pendidikan tahap profesi untuk memperoleh gelar dokter yang merupakan kelanjutan tahap sarjana kedokteran. Program Studi Profesi Dokter mempunyai beban studi kumulatif sebesar 44,5 SKS dengan masa studi kumulatif antara 3 sampai 6 semester. Proses pembelajaran dilaksanakan melalui pemantapan proses keterampilan para peserta didik, diperoleh melalui kegiatan akademis pembelajaran yang diselenggarakan di rumah sakit pendidikan utama (RSHS) dan rumah sakit atau Puskesmas jejaring yang diatur melalui rotasi Departemen dengan menekankan pencapaian kompetensi sesuai dengan yang tercantum dalam SKDI 2012 yang dikeluarkan oleh (KKI. Berikut adalah struktur organisasi program studi profesi dokter.

Visi

Menjadi Program Studi Profesi Dokter yang menghasilkan dokter profesional berkarakter pemimpin dan inovatif berasaskan kedokteran berbasis bukti.

Misi

  1. Menyelenggarakan pendidikan dokter yang transformatif melalui pendekatan SPICES (Student-centered, Problem-based, Integrated, Community-oriented, Early clinical exposure, Systematic)
  2. Melaksanakan integrasi penelitian berbasis komunitas ke dalam pendidikan.
  3. Meningkatkan peran Program Studi Profesi Dokter dalam melaksanakan academic health system (AHS).

Tujuan

  1. Menghasilkan dokter profesional yang kompeten dan beretika.
  2. Menghasilkan dokter yang berjiwa kepemimpinan dan inovatif dalam menghadapi masalah kesehatan masyarakat di tingkat regional, nasional, dan internasional.
  3. Menghasilkan inovasi penyelenggaraan pendidikan dokter berasaskan kedokteran berbasis bukti.
  4. Menghasilkan publikasi penelitian di tingkat nasional dan internasional
  5. Menyelenggarakan hilirisasi produk penelitian.
  6. Menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat yang terintegrasi ke dalam kurikulum pendidikan sebagai bentuk keunggulan program studi
  7. Menyelenggarakan tata kelola pendidikan dokter yang kredibel, efektif, efisien, dan akuntabel.
  8. Menyelenggarakan kerja sama peningkatan kualitas pendidikan kedokteran dengan mitra-mitra strategis.

Kompetensi utama lulusan disusun berdasarkan area kompetensi SKDI 2012 yang meliputi :

 

  1. Area Profesionalitas yang Luhur 
    Mampu melaksanakan praktik kedokteran yang profesional sesuai dengan nilai dan prinsip ke-Tuhan-an, bermoral luhur, beretika, berdisiplin, sadar dan taat hukum, dan berwawasan sosial budaya.
  2. Area Mawas Diri dan Pengembangan Diri
    Mampu melakukan praktik kedokteran dengan menyadari keterbatasan, mengatasi masalah personal, mengembangkan diri,  mempraktikkan prinsip belajar sepanjang hayat dengan mengikuti   penyegaran dan peningkatan pengetahuan secara berkesinambungan, serta mengembangkan pengetahuan demi keselamatan pasien.
  3. Area Komunikasi Efektif
    Mampu menggali dan bertukar informasi secara verbal dan nonverbal dengan pasien pada semua usia, anggota keluarga, masyarakat, kolega, dan profesi lain.
  4. Area Pengelolaan Informasi
    Mampu memanfaatkan teknologi informasi komunikasi dan informasi kesehatan dalam praktik kedokteran untuk peningkatan mutu pelayanan kesehatan.
  5. Area Landasan Ilmiah Kedokteran
    Mampu menyelesaikan masalah kesehatan berdasarkan landasan ilmiah ilmu kedokteran dan kesehatan terkini untuk mengelola masalah kesehatan secara holistik dan komprehensif sehingga mendapatkan hasil yang optimum. 
  6. Area Keterampilan Klinis
    Mampu  melakukan  prosedur  klinis  (prosedur diagnosis dan tatalaksana holistik dan komprehensif) dengan menerapkan prinsip keselamatan pasien, keselamatan diri sendiri, dan keselamatan orang lain.
  7. Area Pengelolaan Kesehatan Masyarakat
    Mampu mengelola  masalah  kesehatan  individu,  keluarga  maupun  masyarakat secara  komprehensif,  holistik,  terpadu,  dan  berkesinambungan  dalam  konteks pelayanan kesehatan primer (upaya promotif, preventif, tatalaksana, pemberdayaan dan kolaborasi dengan masayarakat, pengelolaan sumber daya, serta mengakses, menganalisis, menerapkan kebijakan kesehatan spesifik yang merupakan prioritas  daerah masing-masing).

Kompetensi pendukung lulusan

  1. Melakukan riset dan mampu menulis publikasi ilmiah.
  2. Memiliki pengetahuan mengenai integrasi antara pendidikan, penelitian, dan pelayanan dalam suatu sistem kesehatan.

Kompetensi lainnya

  1. Memiliki jiwa kepemimpinan yang mampu menintegrasikan kemampuan intelektual dan kemampuan telaah riset ke dalam pelayanan paripurna di wilayah Jawa Barat.
  2. Memiliki jiwa wirausaha (entepreteneurship) yang tinggi.
  3. Kemampuan belajar mandiri, berpikir kritis, dan problem solving.

Memiliki jiwa kepemimpinan yang tinggi merupakan kompetensi lain yang diharapkan dimiliki oleh seluruh mahasiswa PSPD FKUP dibekali modal dasar latihan kepemimpinan yang rutin diselenggarakan PSPD   bekerja sama dengan berbagai unit kemahasiswaan. Leadership merupakan nilai (value) penting yang menjadi ruh kurikulum transformatif. Selain topik-topik kepimpinan yang ada pada materi perkuliahan, jiwa kepemimpinan diasah melalui berbagai kegiatan, termasuk kegiatan non kurikulum yang melatih kemampuan kemimpinan  mahasiswa,  kerja sama dengan Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (IKA FK Unpad). Pada tahap profesi selama rotasi Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Kedokteran Keluarga, dokter pemimpin merupakan sisi lain yang harus ditonjolkan dari lulusan FK Unpad. Visiting Doctor merupakan kegiatan non kurikulum yang diperkenalkan untuk memberikan role model kepada mahasiswa dalam melatih jiwa dokter pemimpin.

Mahasiswa FK Unpad memiliki gambaran profil lulusan di masa yang akan datang, yaitu profesi yang kaya pengembangan karir. PSPD dan IKA FK Unpad mengembangkan kegiatan Doctopreunership untuk memberikan motivasi sekaligus memberikan gambaran lulusan FK Unpad di masa yang akan datang.

Dengan secara konsisten menerapkan metode SPICES sebagai metode pembelajarannya, diharapkan sikap mandiri, berpikir kritis, dan problem solving merupakan kompetensi lainnya yang dimiliki oleh mahasiswa FK Unpad.

A. Persyaratan mengikuti Program Studi Profesi Dokter (PSPD)

Persyaratan untuk mengikuti pendidikan di PSPD FK Unpad:

  1. Lulusan Sarjana Kedokteran FK Unpad dengan memenuhi ketentuan sebagai berikut:
    1. Memiliki IPK Sarjana Kedokteran minimal 2,75.
    2. Memiliki bukti letter of submit (LOS) publikasi ilmiah minor thesis di jurnal nasional atau internasional.
    3. Tidak memiliki keterbatasan fisik dan mental untuk melakukan tugas- tugas profesi, yang dibuktikan dengan surat keterangan sehat dari dokter.
    4. Diwajibkan mengikuti Pembekalan Pra-PSPD yang diselenggarakan oleh FKUP/RSHS, yang dinyatakan dengan kehadiran penuh atau minimal 80% bagi yang memiliki alasan ketidakhadiran (sakit, orang tua meninggal dunia, dan kegiatan kemahasiswaan yang memiliki surat izin).
    5. Mengucapkan “Janji Mahasiswa PSPD” dan menandatanganinya.
    6. Telah melakukan registrasi sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan oleh pihak Universitas Padjadjaran.
    7. Tidak menunda kegiatan akademik di PSPD lebih dari 1 tahun (2 semester) setelah lulus program Sarjana Kedokteran.
    8. Tidak dalam kondisi sedang mendapatkan sanksi akademis di tingkat Fakultas maupun Universitas.
  2. Lulusan Sarjana Kedokteran universitas lain:
    1. Berasal dari Fakultas Kedokteran negeri dengan akreditasi A.
    2. Memiliki IPK Sarjana Kedokteran minimal 2,75.
    3. Dinyatakan lulus Tes Potensi Akademik (TPA) dan MMPI yang diatur dan diselenggarakan oleh Pimpinan FKUP. Pascalulus program Sarjana Kedokteran, tidak menunda kegiatan akademik di PSPD lebih dari 2 semester.
    4. Tidak memiliki keterbatasan fisik dan mental untuk melakukan tugas- tugas profesi, yang dibuktikan dengan surat keterangan sehat dari dokter.
    5. Tempat/wahana kegiatan akademik telah dinyatakan tersedia.
    6. Diwajibkan mengikuti Pembekalan Pra-PSPD yang diselenggarakan oleh FKUP/RSHS, yang dinyatakan dengan kehadiran penuh atau minimal 80% bagi yang memiliki alasan ketidakhadiran (sakit, orang tua meninggal dunia dan kegiatan kemahasiswaan yang memiliki surat izin).
    7. Mengucapkan “Janji Mahasiswa PSPD” dan menandatanganinya.
  3. Program Adaptasi
    1. Menunjukkan surat permohonan yang sudah disyahkan oleh kolegium dan KKI yang sudah dievaluasi, serta berkas-berkas evaluasi keberhasilan dari universitas sebelumnya, dan lulus mengikuti ujian seleksi yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran melalui kepanitian penerimaan khusus.
    2. Diwajibkan mengikuti Pembekalan Pra-PSPD yang diselenggarakan oleh FKUP/RSHS, yang dinyatakan dengan kehadiran penuh atau minimal 80% bagi yang memiliki alasan ketidakhadiran (sakit, orang tua meninggal dunia dan kegiatan kemahasiswaan yang memiliki surat izin).
    3. Mengucapkan “Janji Mahasiswa PSPD” dan menandatanganinya.
  4. Program Elektif
    1. Untuk pendaftaran program elektif harus mengajukan permohonan resmi dengan persyaratan yang telah ditentukan kepada pimpinan FKUP (surat permohonan dengan usulan departemen dan waktu kegiatan, daftar riwayat hidup, surat pengantar, dan rekomendasi dari pimpinan institusi asal, transkrip nilai sementara, kurikulum pendidikan institusi asal, serta surat keterangan sehat)
    2. Diwajibkan mengikuti Pembekalan Pra-PSPD yang diselenggarakan oleh FKUP/RSHS, yang dinyatakan dengan kehadiran penuh atau minimal 80% bagi yang memiliki alasan ketidakhadiran (sakit, orang tua meninggal dunia dan kegiatan kemahasiswaan yang memiliki surat izin).
    3. Mengucapkan “Janji Mahasiswa PSPD” dan menandatanganinya.

B. Struktur disiplin/bidang ilmu (mata kuliah)

No

Sandi

Departemen

Minggu

SKS

1.

C12A001

Ilmu Bedah

9

5

2.

C12A002

Ilmu Obstetri dan Ginekologi

9

5

3.

C12A003

Ilmu Kesehatan Anak

9

5

4.

C12A004

Ilmu Penyakit Dalam

9

5

5.

C12A005

Ilmu Kesehatan Masyarakat

4

3

6.

C12A006

Ilmu Kedokteran Keluarga

5

4

7.

C12A007

Ilmu Anestesi

3

2

8.

C12A008

Ilmu Kedokteran Forensik

3

2

9.

C12A009

Ilmu Kedokteran Jiwa

3

2

10.

C12A010

Ilmu Kesehatan Gigi dan Mulut

1

0.5

11.

C12A011

Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin

3

2

12.

C12A012

Ilmu Kesehatan Mata

3

2

13.

C12A013

Ilmu Penyakit Saraf

3

2

14.

C12A014

Ilmu Penyakit Telinga Hidung & Tenggorokan

3

2

15.

C12A015

Radiologi

3

2

16.

C12A016

Ilmu Kedokteran Nuklir

1

0.5

17.

C12A017

Ilmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi

1

0.5

Ilmu Bedah

Selama menjalankan rotasi di Departemen Ilmu Bedah, dokter muda melewati  9 minggu stase di Bedah Digestif,  Bedah Vaskular,  Bedah Toraks, Bedah Plastik, Bedah Urologi, Bedah Saraf, Bedah Ortopedi, Bedah Anak  RSUP Dr. Hasan Sadikin dan RS Jejaring RSUD Cibabat, RS Salamun, dan RS Ujung Berung.  Berikut adalah daftar penyakit yang harus dicapai selama rotasi di Departemen Ilmu Bedah.

No

Daftar Penyakit

Tingkat Kompetensi

1

Ulkus pada tungkai

4A

2

Lipoma

4A

3

Vulnus Laseratum, punctum

4A

4

Luka Bakar derajat 1 dan 2

4A

5

Hemoroid grade 1–2

4A

6

Hemoroid grade 3–4

4A

7

Proktitis

4A

8

Intususepsi atau invaginasi

4A

9

Hernia (inguinalis, femoralis, skrotalis) strangulata, inkarserata

4A

10

Luka bakar derajat 1 dan 2

4A

11

Hernia umbilikalis

3B

12

Peritonitis

3B

13

Apendisitis akut

3B

14

Abses apendiks

3B

15

Fimosis

3B

16

Parafimosis 4A

3B

17

Prostatitis 3A

3B

18

Torsio testis

3B

19

Ruptur uretra

3B

20

Ruptur kandung kencing

3B

21

Ruptur ginjal

3B

22

Priapismus

3B

23

Fraktur terbuka, tertutup

3B

24

Fraktur klavikula

3B

25

Trauma sendi

3B

26

Ruptur tendon achilles

3B

27

Vulnus perforatum, penetratum

3B

33

Luka bakar derajat 3 dan 4

3B

35

Luka akibat bahan kimia

3B

36

Luka akibat sengatan listrik

3B

37

Osteomielitis

3B

38

Efusi Pleura masif

3B

39

Acute medulla compression

3B

40

Hematotoraks

3B

41

Hematom intraserebral

3B

42

Perdarahan subarahnoid

3B

43

Abses (peri) anal

3A

44

Lesi meniskus, medial, dan lateral

3A

45

Prolaps rektum, anus

3A

46

Batu saluran kemih

3A

47

Limfangitis

3A

48

Tromboflebitis

3A

49

Spina bifida

2

50

Abses otak

2

51

Hidrosefalus

2

52

Tumor primer  cerebral

2

53

Tumor sekunder  cerebral

2

54

Hematom epidural

2

55

Hematom subdural

2

56

Trauma Medula Spinalis

2

57

Karsinoma paru

2

58

Efusi pleura

2

59

Tumor mediastinum

2

60

Penyakit Raynaud

2

61

Trombosis arteri

2

62

Penyakit Buerger's (Thromboangiitis Obliterans)

2

63

Sumbing pada bibir dan palatum

2

64

Varises esophagus

2

65

Hernia (inguinalis, femoralis, skrotalis) reponibilis, irreponibilis

2

66

Hernia (diaframatika, hiatus)

2

67

Perforasi usus

2

68

Malrotasi traktus gastro-intestinal

2

69

Fisura anus

2

70

Gastrointestinal Stromal Tumor (GIST)

2

71

Karsinoma sel renal 

2

72

Tumor W ilms 

2

73

Hipospadia

2

74

Epispadia 

2

75

Testis tidak turun/kriptorkidismus

2

77

Rectratile testis

2

78

Varikokel 

2

79

Hidrokel

2

80

Karsinoma uroterial

2

81

Hiperplasia prostat jinak

2

82

Karsinoma prostat

2

83

Striktura uretra 

2

84

Payudara Inflamasi, abses

2

85

Payudara Fibrokista

2

86

Payudara Fibroadenoma mammae (FAM)

2

87

Payudara karsinoma payudara

2

88

Payudara ginekomastia

2

89

Adenoma tiroid

2

90

Karsinoma tiroid

2

91

Karsinoma sel skuamosa

2

92

Karsinoma sel basal

2

93

Xanthoma

2

94

Hemangioma

1

95

Aneurisma diseksi

1

96

Ruptur esofagus

1

97

Sindrom Reye

1

98

Seminoma testis

1

99

Teratoma testis

1

101

Payudara Tumor Filoides

1

102

Payudara Penyakit Paget

1

103

Hiperparatiroid

1

104

Timoma

1

105

Rhabdomiosarkoma

1

106

Leiomioma, leiomiosarkoma, liposarkoma

1

107

Fibromatosis, fibroma, fibrosarkoma

1

108

Varises (primer, sekunder)

1

109

Tendinitis achilles

1

Ilmu Penyakit Obstetri dan Ginekologi

Dokter muda melaksanakan rotasi PSPD di Departemen Obstetri dan Ginekologi selama 9 minggu  dilaksanakan Di RSUP Dr. Hasan Sadikin serta di RS pendidikan jejaring RSU Cibabat, RSB Astana Anyar, RSU Ujung Berung, RSU Majalaya, RSU Sumedang, RSU Subang, dan RSU Sukabumi.  Para dokter muda akan berpartisipasi dalam perawatan para ibu dengan berbagai masalah kesehatannya. Baik dalam kehamilan dan persalinan, maupun yang berhubungan dengan masalah kesehatan reproduksi lain. Penampilan, attitude, dan perhatian dokter muda atas kesalamatan dan kesehatan pasien sangat bermaksa untuk kepentingan pendidikan para dokter muda. Selama menjalani stase dokter muda mengikuti buku panduan PSPD  Departemen Obstetri dan Ginekologi. Materi pembelajaran meliputi etika profesi dan etika rumah sakit, pengetahuan obstetrik fisiologi, obstetric  patologi, bedah obstetrik, obstetrik dan ginekologi sosial, keluarga berencana, dan ginekologi umum, bedah ginekologi, immunoneuroendokrinologi, infertilitas, dan kegawatdaruratan obstetrik.  

Berikut adalah daftar penyakit yang harus dikuasai dokter muda berdasarkan tingkat kompetensinya. 

No

Daftar  Penyakit

Tingkat Kompetensi

1

 Infeksi saluran kemih bagian bawah

4A

2

 Vulvitis

4A

3

 Vaginitis

4A

4

 Vaginosis bakterialis

4A

5

Salpingitis

4A

6

Kehamilan normal

4A

7

Aborsi spontan komplit

4A

8

Anemia defisiensi besi pada kehamilan

4A

9

Ruptur perineum tingkat 1-2

4A

10

Abses folikel rambut atau kelenjar sebasea

4A

11

Mastitis

4A

12

Cracked nipple

4A

13

Inverted nipple

4A

14

Abses tubo-ovarium

3B

15

Infeksi pada kehamilan: TORCH, hepatitis B, malaria

3B

16

Aborsi mengancam

3B

17

 Aborsi spontan inkomplit

3B

18

 Hiperemesis gravidarum

3B

19

 Preeklampsia

3B

20

 Eklampsia

3B

21

 Distosia

3B

22

 Partus lama

3B

23

 Prolaps tali pusat

3B

24

 Hipoksia janin

3B

25

 Ruptur serviks

3B

26

 Ruptur perineum tingkat 3-4

3B

27

 Retensi plasenta

3B

28

 Inversio uterus

3B

29

 Perdarahan post partum

3B

30

 Endometritis

3B

31

 Subinvolusio uterus

3B

32

Kondiloma akuminatum

3A

33

Servisitis

3A

34

Penyakit radang panggul

3A

35

Infeksi intra-uterin: korioamnionitis

3A

36

Janin tumbuh lambat

3A

37

Persalinan preterm

3A

38

Bayi post matur

3A

39

Ketuban pecah dini (KPD)

3A

40

Kista dan abses kelenjar bartolini

3A

41

Kista Gartner

3A

42

Kista Nabotian

3A

43

 Polip serviks

3A

44

 Prolaps uterus, sistokel, rektokel

3A

45

 Infertilitas

3A

46

 Ruptur uteri

2

47

Fistula (vesiko-vaginal, uretero-vagina, rektovagina) 2

2

48

Toksoplasmosis

2

49

Infeksi virus Herpes tipe 2

2

50

Inkompatibilitas darah

2

51

Mola hidatidosa

2

52

Hipertensi pada kehamilan

2

53

Diabetes gestasional

2

54

Kehamilan posterm

2

55

Insufisiensi plasenta

2

56

Plasenta previa

2

57

Vasa previa

2

58

Abrupsio plasenta

2

59

Inkompeten serviks

2

60

Polihidramnion

2

61

Kelainan letak janin setelah 36 minggu

2

62

Kehamilan ganda

2

63

Kelainan janin

2

64

Diproporsi kepala panggul

2

65

 Intra-Uterine Fetal Death (IUFD)

2

66

Ruptur uteri

2

67

Malpresentasi

2

68

Inkontinensia urine

2

69

Inkontinensia feses

2

70

Fistula (vesiko-vaginal, uretero-vagina, rektovagina)

2

71

Hematokolpos

2

72

Endometriosis

2

73

Menopause, perimenopausal syndome

2

74

Kehamilan ektopik

2

75

Karsinoma serviks

2

76

Teratoma ovarium (kista dermoid)

2

77

 Kista ovarium

2

78

 Malpresentasi

2

79

 Inflamasi, abses

2

80

 Fibrokista

2

81

 Kistokel

1

82

 Rektokel

1

83

 Malformasi kongenital uterus

1

Ilmu Kesehatan Anak

Dokter muda menjalani 9 minggu rotasi di Departemen Ilmu Kesehatan Anak, diawali dengan kuliah pengayaan, rotasi di Poliklinik rawat jalan, rawat inap, kamar bayi (R. anthurium) poli tumbuh kembang, dan instalasi gawat darurat anak RSUP Dr. Hasan Sadikin dibimbing oleh Preseptor dan penanggung jawab divisi di Departemen Ilmu Kesehatan Anak. Pada minggu selanjutnya dokter muda akan diterjukan dibawah supervisi preseptor lapangan di Puskesmas tanpa dan dengan tanpa perawatan serta rumah sakit Jejaring. Rumah sakit jejaring diantaranya adalah RS Astana Anyar, RSUD Cibabat, RS Soreang, RS Majalaya, RS Ujung berung, dan RSUD Waled. Berikut adalah daftar penyakit yang harus dikuasai dokter muda berdasarkan tingkat kompetensinya pada Ilmu Kesehatan Anak.

No

Penyakit

Tingkat Kompetensi

1

Diare Akut

4A

2

Pneumonia

4A

3

Asma Bronkiale

4A

4

Tuberkulosis

4A

5

PEM ( Marasmus + kwasiorkor)

4A

6

Pertussis

4A

7

Tetanus

4A

8

Morbili

4A

9

Disentri basiler, disentri amuba

4A

10

DM tipe I

4A

11

Anemia (An Defisiensi Fe)

4A

12

Ikterus Neonatorum

4A

13

BBLR

4A

14

Demam tifoid

4A

15

Varisela

4A

16

Sindroma Nefrotik

4A

17

Sindroma Nefritik (GNA)

4A

18

Urtikaria

4A

19

Reaksi Alergi

4A

20

Imunisasi

4A

21

HIV AIDS tanpa komplikasi

4A

22

Faringitis

4A

23

Tonsilitis

4A

24

Infeksi pada umbilicus

4A

25

Intoleransi makanan

4A

26

Alergi makanan

4A

27

Penyakit cacing tambang

4A

28

Askariasis

4A

29

Hepatitis A

4A

30

Infeksi saluran kemih

4A

31

Obesitas

4A

32

Demam dengue, DHF

4A

33

Kejang demam

4A

34

Reaksi anafilaktik

4A

35

Glomerulonefritis akut

3A

36

Konstipasi

3A

37

Muntah

3A

38

Perdarahan Saluran Cerna

3A

39

Sakit Perut Berulang

3A

40

Hepatitis B

3A

41

RDN

3A

42

Asfiksia Neonatorum

3A

43

Epilepsi

3A

44

AIDS dengan komplikasi

3A

45

Abses peritonsilar

3A

46

Demam reumatik

3A

47

Anemia hemolitik

3A

48

Lupus eritematosus sistemik

3A

49

Difteri

3B

50

Meningitis / Ensefalitis

3B

51

Ensefalopati

3B

52

Kejang

3B

53

Status Epileptikus

3B

54

Guillain Barre syndrome

3B

55

Spondilitis TB

3B

56

Status asmatikus (asma akut berat)

3B

57

Bronkiolitis akut

3B

58

Pneumonia aspirasi

3B

59

Syok (septik, hipovolemik, kardiogenik, neurogenik)

3B

60

Intususepsi atau invaginasi

3B

61

Ensepalopathy

3B

62

Ketoasidosis diabetikum nonketotik

3B

63

Poliomyelitis

3B

64

Dengue shock syndrome

3B

65

Sepsis

3B

66

Tetanus Neonatorum

3B

67

Diare Kronik

2

68

Kolestasis

2

69

PJ didapat

2

70

Sirkulasi fetal

2

72

Acute kidney injury

2

73

Penyakit ginjal kronik

2

74

Prematur

2

75

Trauma Lahir

2

76

Hipotiroid

2

77

Sindroma Down

2

78

Leukemia

2

79

Penyakit Perdarahan Gangguan Pembekuan

2

80

Cerebral palsy

2

81

Guillane Barre Syndrome

2

82

Gangguan Tumbuh Kembang

2

83

Infeksi sitomegalovirus

2

84

Hidrosefalus

2

85

Cerebral palsy

2

86

Pica

2

87

Kelainan jantung congenital (Ventricular Septal Defect, Atrial Septal Defect, Patent Ductus Arteriosus, Tetralogy of Fallot)

2

88

Atresia biliaris

2

89

Penyakit Hirschsprung

2

90

Limfoma

2

91

Sindrom nefrotik

2

92

Tumor Wilms

2

93

Testis tidak turun/ kriptorkidismus

2

94

Pubertas prekoks

2

95

Gangguan pembekuan darah (trombositopenia, hemofilia, Von Willebrand's disease)

2

96

DIC

2

97

Leukemia akut, kronik

2

98

Inkompatibilitas golongan darah

2

99

Juvenile chronic arthritis

2

100

Henoch-schoenlein purpura

2

 Ilmu Penyakit Dalam

Rotasi di Departemen Ilmu Penyakit Dalam dilaksanakan dalam 9 minggu di RSUP Dr. Hasan Sadikin, dan 2 minggu di Rumah Sakit Jejaring, yaitu: RSUD Majalaya, RSUD Ujung Berung, RSUD Soreang, RSUD Sumedang. Selama berada di RSUP Dr. Hasan Sadikin dokter muda akan memiliki dua preceptor, dan di RS Jejaring dibimbimbing oleh 2–3 konsulen Jejaring. Metode pembelajaran di Ilmu Penyakit Dalam meliputi: kuliah pengayaan, mini lecture, bed site teaching, clinical science session (CSS), belajar mandiri, dan stase di IGD, Hemodialisa, Teratai, Poli Penyakit Dalam, BMD, CICU, Endoskopi, dan Tes Faal Paru). Daftar penyakit dan tingkat kompetensi adalah sebagai berikut:

No

Penyakit

Tingkat Kemampuan

1

 Disentri basiler, disentri amuba

4A

2

 Hepatitis A

4A

3

 Penyakit cacing tambang

4A

4

 Strongiloidiasis

4A

5

 Askariasis

4A

6

 Skistosomiasis

4A

7

 Taeniasis

4A

8

 Intoleransi makanan

4A

9

 Alergi makanan

4A

10

 Keracunan makanan

4A

11

 Kandidiasis mulut

4A

12

 Ulkus mulut (aptosa, herpes)

4A

13

 Parotitis

4A

14

 Infeksi saluran kemih

4A

15

 Pielonefritis tanpa komplikasi

4A

16

 Diabetes melitus tipe 1

4A

17

 Diabetes melitus tipe 2

4A

18

 Hipoglikemia ringan

4A

19

 Malnutrisi energi-protein

4A

20

 Defisiensi vitamin

4A

21

 Defisiensi mineral

4A

22

 Dislipidemia

4A

23

 Hiperurisemia

4A

24

   Obesitas

4A

25

 Anemia defisiensi besi

4A

26

 Limfadenitis

4A

27

 Demam dengue, DHF

4A

28

Malaria

4A

29

Leptospirosis (tanpa komplikasi)

4A

30

Reaksi anafilaktik

4A

31

HIV AIDS tanpa komplikasi

4A

32

Asma bronkial

4A

33

Bronkitis akut

4A

34

Pneumonia, bronkopneumonia

4A

35

Tuberkulosis paru tanpa komplikasi

4A

36

Hipertensi esensial

4A

37

Kolesistitis

3B

38

Botulisme

3B

39

Perdarahan gastrointestinal

3B

40

Lesi korosif pada esofagus

3B

41

Ketoasidosis diabetikum nonketotik

3B

42

Hiperglikemi hiperosmolar

3B

43

Hipoglikemia berat

3B

44

Tirotoksikosis

3B

45

Cushing's disease

3B

46

Krisis adrenal

3B

47

Sindrom metabolik

3B

48

Bakteremia

3B

49

Dengue shock syndrome

3B

50

Sepsis

3B

51

Status asmatikus (asma akut berat)

3B

52

Bronkiolitis akut

3B

53

Pneumonia aspirasi

3B

54

Efusi pleura masif

3B

55

Penyakit Paru Obstruksi Kronik (PPOK) eksaserbasi akut

3B

56

Edema paru

3B

57

Haematotoraks

3B

58

Syok (septik, hipovolemik, kardiogenik, neurogenik)

3B

59

Angina pektoris

3B

60

Infark miokard

3B

61

Gagal jantung akut

3B

62

Cardiorespiratory arrest

3B

63

Takikardi: supraventrikular, ventrikular

3B

64

Fibrilasi ventrikular

3B

65

Atrial flutter

3B

66

Kor pulmonale akut

3B

67

Irritable Bowel Syndrome

3A

68

 Divertikulosis/divertikulitis

3A

69

 Kolitis

3A

70

 Hepatitis B

3A

71

Malabsorbsi

3A

72

 Glositis

3A

73

 Angina Ludwig

3A

74

 Esofagitis refluks

3A

75

 Abses hepar amoeba

3A

76

 Perlemakan hepar

3A

77

 Glomerulonefritis akut

3A

78

 Glomerulonefritis kronik

3A

79

 Kolik renal

3A

80

 Hipoparatiroid

3A

81

 Hipertiroid

3A

82

 Diabetes melitus tipe lain (intoleransi glukosa akibat penyakit lain atau obat-obatan)

3A

83

 Goiter

3A

84

 Anemia hemolitik

3A

85

 Anemia makrositik

3A

86

 Limfadenopati

3A

87

Toksoplasmosis

3A

88

Lupus eritematosus sistemik

3A

89

Polimialgia reumatik

3A

90

Demam reumatik

3A

91

Artritis reumatoid

3A

92

Artritis, osteoartritis

3A

93

Osteoporosis

3A

94

Tenosinovitis supuratif

3A

95

AIDS dengan komplikasi

3A

96

Bronkiektasis

3A

97

Tuberkulosis dengan HIV

3A

98

Pneumothorax ventil

3A

99

Pneumotoraks

3A

100

Emfisema paru

3A

101

Abses paru

3A

102

Tromboflebitis

3A

103

Limfangitis

3A

104

Limfedema (primer, sekunder)

3A

105

Insufisiensi vena kronik

3A

106

Gagal jantung kronik

3A

107

Fibrilasi atrial

3A

108

Ekstrasistol supraventrikular, ventrikular

3A

109

Kor pulmonale kronik

3A

110

Hipertensi sekunder

3A

Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Kedokteran Keluarga

Dokter muda melaksanakan tahap profesi di ilmu kesehatan masyarakat dengan durasi pembelajaran selama 4 minggu, sedangkan kedokteran keluarga selama 5 minggu.  Minggu pertama digunakan untuk kegiatan bimbingan dokter muda. Dokter muda mampu mengelola masalah kesehatan individu dan keluarga dengan pendekatan dokter keluarga. Lokasi kegiatan dilaksanakan di Puskesmas tanpa perawatan atau dengan tempat perawatan (DTP di lingkungan Dinas Kesehtan Kota Bandung dan Kabupaten Bandung atau klinik swasta yang sudah terstandarisasi dan memiliki perjanjian kerjasama.  Materi pokok bahasan meliputi: menerapkan prinsip-prinsip kedokteran keluarga dalam mengelola masalah kesehatan individu. Berikut adalah keterampilah di bidang ilmu kesehatan masyarakat dan kedokteran keluarga yang penting dikuasai oleh dokter muda. 

Keterampilan

Tingkat Kompetensi

1.   Komunikasi

Edukasi, nasihat, dan melatih individu dan kelompok mengenai kesehatan

 

4A

2.    Kesehatan masyarakat/ kedokteran pencegahan/ kedokteran komunitas

 

Perencanaan dan pelaksanaan pencegahan dalam berbagai tingkat

4A

Mengenali perilaku dan gayahidup yang membahayakan

4A

Memperlihatkan kemampuan pemeriksaan medis di komunitas

4A

Penilaian terhadap risiko masalah kesehatan

4A

Memperlihatkan kemampuan penelitian yang berkaitan dengan lingkungan

4A

Memperlihatkan kemampuan melaksanakan intervensi dalam rangka pencegahan primer, sekunder dan tersier

4A

Melaksanakan kegiatan pencegahan spesifik seperti vaksinasi, pemeriksaan medis berkala dan dukungan social

4A

Melakukan pencegahan dan penatalaksanaan kecelakaan kerja serta merancang program untuk individu, lingkungan dan institusi kerja

4A

Menerapkan 7 langkah keselamatan pasien

4A

Melakukan langkah-langkah diagnosis penyakit akibat kerja

4A

Merencanakan program untuk meningkatkan kesehatan lingkungan

4A

Melaksanakan 6 program dasar Puskesmas: 1) promosi kesehatan, 2) Kesehatan Lingkungan, 3) KIA termasuk KB, 4) Perbaikan gizi masyarakat, 5) Penanggulangan penyakit: imunisasi, ISPA, Diare, TB, Malaria 6) Pengobatan dan penanganan kegawatdaruratan

4A

Pembinaan kesehatan usia lanjut

4A

Menegakkan diagnosis holistik pasien individu dan keluarga

4A

Melakukan rehabilitasi medik dasar

4A

Anestesi dan Terapi Intensif

Dokter muda menjalankan rotasi selama 3 minggu melakukan kegiatan di ruang operasi, emergensi, ruang resusitasi, high care unit dibawah bimbingan preseptor dan dokter penanggung jawab. Selama menjalankan kegiatan PSPD peserta melaksanakan tugas jaga malam bersama dokter pendidikan profesi spesialis anestesi dan dokter jaga onsite anestesi dengan pengaturan jadwal. Materi PSPD tertuang dalam beberapa modul diantaranya modul penanganan jalan napas,terapi oksigen, sirkulasi, monitoring, basic sife support (AHA 2012), Advance Life Support 2012. Seluruh kegiatan diselenggarakan di RSU Pendidikan RSHS. 

No Keterampilan Klinis Tingkat Kompetensi
1 Bantuan Hidup Dasar 4A
2 Pijat Jantung Luar 4A
3 Resusitasi Cairan 4A
4 Terapi Oksigen 4A
5 Transport Pasien 4A
6 Punksi Vena 4A
7 Anestesi Infiltrasi 4A
8 Injeksi intravena, subkutan, intramuskular 4A
9 Blok saraf lokal 4A
10 Anestesi Topikal 4A
11 Penilaian Nyeri dan Pemberian Analgetik 4A

Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal

Dokter muda melaksanakan rotasi di IKFM selama 3 minggu bertujuan untuk menghasilkan dokter yang berkompetensi dalam hal menggunakan ilmu kedokteran dalam penegakkan hukum, serta memahami dan melaksanakan hukum kesehatan. Lama pendidikan PSPD adalah 3 (tiga minggu). Stase dilakukan di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung untuk kasus yang melibatkan jenazah dan di Departemen lain terutama UGD (Unit Gawat Darurat) RSUP Dr. Hasan Sadikin untuk kasus forensik klinik. Materi pokok bahasan meliputi: Dokter dan hukum (aspek-aspek etiko-medikolegal dalam kasus forensic), komunikasi dan kerjasasa, dokumen kematian, otopsi klinik dan otopsi medikolegal, pemeriksaan penunjang, forensik klinik, dan manajemen pengelolaan jenazah.

No

Penyakit

Tingkat Kompetensi

1

Kekerasan tumpul

4A

2

Kekerasan tajam

4A

3

Trauma kimia

3A

4

Luka tembak

3A

5

Luka listrik dan petir

2

6

Barotrauma

2

7

Trauma suhu

2

8

Asfiksia

3A

9

Tenggelam

3A

10

Pembunuhan anak sendiri

3A

11

Pengguguran kandungan

3A

12

Kematian mendadak

3B

13

Toksikologi forensik

3A

Ilmu Kedokteran Jiwa

Selama menjalankan 3 minggu rotasi (stase) di Departemen Ilmu Kedokteran Jiwa, dokter muda mempelajari kasus dengan berbagai kompetensinya di wahana pendidikan RSUP Dr. Hasan Sadikin dengan metode observasi, CRS, CSS di Bangsal Perawatan, Poli Rawat Jalan dan RS Jejaring salah satunya adalah RSJ. Cisarua. Berikut adalah daftar penyakit beserta tingkat kompetensi yang harus dikuasai oleh dokter muda.

No.

Penyakit

Tingkat Kompetensi

1

Gangguan Somatoform

4

2

Insomnia

4

3

Intoksikasi Aktif  Zat Psikoaktif

3B

4

Delirium yang tidak diinduksi oleh alkohol atau zat psikoaktif lainnya

3A

5

Adiksi/Ketergantungan Narkoba

3A

6

Delirium yang tidak diinduksi oleh alkohol atau zat psikoaktif lainnya

3A

7

Skizofrenia

3A

8

Gangguan Waham

3A

9

Gangguan Psikotik

3A

10

Gangguan Skizoafektif

3A

11

Gangguan Bipolar ,Tipe manik

3A

12

Gangguan Bipolar tipe depresif

3A

13

Baby Blues (Post Partum Depression)

3A

14

Gangguan Panik

3A

15

Gangguan Cemas Menyeluruh

3A

16

Gangguan Campuran Cemas dan Depresi

3A

17

Post Traumatic Stress Disorder

3A

18

Trikotilomania

3A

19

Retardasi Mental

3A

20

Transient Tics disorder

3A

21

Gangguan Keinginan dan Gairah seksual

3A

22

Gangguan Orgasmus, Termasuk gangguan ejakulasi (ejakulasi dini)

3A

23

Sexual Pain Disorder (termasuk disparenia, vaginismus)

3A

24

Hipersomnia

3A

25

Gangguan Siklotimia

2

26

Depresi Endogen, episode Tunggal dan rekuren

2

27

Gangguan Distimia (Depresi Neurosis)

2

28

Agorafobia tanpa/ dengan panik

2

29

Fobia Sosial

2

30

Fobia Khas

2

31

Gangguan Obsesif Kompulsif

2

32

Reaksi terhadap stres yang berat, gangguan penyesuaian

2

33

Gangguan Disosiasi (Konversi)

2

34

Gangguan Kepribadian

2

35

Gangguan Identitas gender

2

36

Gangguan preferensi Seksual

2

37

Gangguan Perkembangan pervasif

2

38

Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktif

2

39

Gangguan Tingkah laku (Conduct disorder)

2

40

Anoreksia

2

41

Bulimia

2

42

Pica

2

43

Gilles De la Tourette Syndrome

2

44

Chronic motor of vocal tics disorder

2

45

Parafilia

2

46

Sleep Wake Cycle Disturbances

2

47

Nightmare

2

48

Sleep Walking

2

Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin

Dokter muda melaksanakan rotasi/stase di IKK selama 3 minggu, dengan pembagian 2 minggu untuk pembelajaran, dan minggu ke-3 adalah minggu ujian. Wahana pendidikan dilaksanakan di RSUP Dr. Hasan Sadikin dan Puskesmas Pasundan. Metode pembelajaran meliputi kuliah pengayaan (resource person sessions), bed site teaching, dan clinical report session (CRS). Metode asessmen di IKK meliputi mini CEX, ujian MCQ, dan ujian slide. Berikut adalah daftar penyakit dan kompetensi yang harus dikuasai dokter muda di Departemen Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin.

No

Penyakit

Tingkat Kemampuan

1

Veruka vulgaris

4A

2

Moluskum kontagiosum

4A

3

Varisela tanpa komplikasi

4A

4

Herpes zoster tanpa komplikasi

4A

5

Herpes simpleks tanpa komplikasi

4A

6

Morbilli tanpa komplikasi

4A

7

Impetigo

4A

8

Impetigo ulseratif (ektima)

4A

9

Folikulitis superfisialis

4A

10

Furunkel, karbunkel

4A

11

Hidradenitis suppuratif

4A

12

Miliaria

4A

13

Dishidrosis

4A

14

Eritrasma

4A

15

Erisipelas

4A

16

Skrofuloderma

4A

17

Leprosi

4A

18

Sifilis stadium 1 dan 2

4A

19

In growing toe nail

4A

20

Paronikia

4A

21

Tinea (dermatofitosis), Tinea versikolor

4A

22

Kandidiasis mukokutaneous

4A

23

Pedikulosis capitis dan pubis

4A

24

Reaksi gigitan serangga

4A

25

Skabies

4A

26

Cutaneus larva migran

4A

27

Filariasis tanpa komplikasi

4A

28

Dermatitis kontak iritan

4A

29

Dermatitis atopik

4A

30

Dermatitis numularis

4A

31

Napkin eczema

4A

32

Dermatitis seboroik

4A

33

Pitiriasis rosea

4A

34

Akne vulgaris ringan

4A

35

Hidradenitis supuratif

4A

36

Dermatitis perioral

4A

37

Urtikaria akut

4A

38

Exanthematous drug eruption, fixed drug eruption

4A

39

Vulnus laseratum, punctum

4A

40

Luka bakar derajat 1 dan 2

4A

41

Vaginosis bakterialis

4A

42

Gonore

4A

43

Sindrom duh (discharge) genital (gonore dan non- gonore)

4A

44

Abses folikel rambut dan kelenjar sebasea

4A

45

Toxic epidermal necrolysis

3B

46

Sindrom Stevens-Johnson

3B

47

Angioedema

3B

48

Vulnus perforatum, penetratum

3B

49

Luka bakar derajat 3 dan 4

3B

50

Luka akibat bahan kimia

3B

51

Luka akibat sengatan listrik

3B

52

Kondiloma akuminata

3A

53

Reaksi lepra

3A

54

Dermatitis kontak alergika

3A

55

Liken simpleks kronik/ neurodermatitis

3A

56

Psoriasis vulgaris

3A

57

Akne vulgaris sedang-berat

3A

58

Urtikaria kronis

3A

59

Kista epitel

3A

60

Sifilis

3A

61

Kista dan abses kelenjar Bartholini

3A

62

Rosasea

3A

63

Skleroderma/ morfea

3A

64

Ichthyosis vulgaris

3A

65

Klavus

3A

66

Liken planus

3A

67

Granuloma annulare

3A

68

Vitiligo

3A

69

Melasma

3A

70

Hiperpigmentasi dan hipopigmentasi paska inflamasi

3A

71

Penyakit jamur sistemik

2

72

Hiperhidrosis

2

73

Pemfigus Vulgaris

2

74

Pemfigoid

2

75

Dermatitis Herpetiformis

2

76

Lupus eritematosis kulit

2

77

Albino

2

78

Keratosis Seboroik

2

79

Squamous cell carcinoma

2

80

Basal cell carcinoma

2

81

Xanthoma

3

82

Hemangioma

3

83

Lentigo

3

84

Nevus Pigmentosus

3

85

Alopesia Areata

3

86

Alopesia Androgenik

2

87

Telogen Eflluvium

1

88

Aktinomikosis

1

89

Dermatomiositis

1

90

Tumor Epitel Jinak

1

91

Limfangioma

1

92

Angiosarkoma

1

93

Melanoma Maligna

1

Ilmu Kesehatan Mata

No

Penyakit

Tingkat Kemampuan

1

Benda asing di konjungtiva

4A

2

Konjungtivitis

4A

3

Perdarahan subkonjungtiva

4A

4

Mata kering

4A

5

Blefaritis

4A

6

Hordeolum

4A

7

Trikiasis

4A

8

Episkleritis

4A

9

Hipermetropia ringan

4A

10

Miopia ringan

4A

11

Astigmatism ringan

4A

12

Presbiopia

4A

13

Buta senja

4A

14

Laserasi kelopak mata

3B

15

Glaukoma akut

3B

16

Pterigium

3A

17

Chalazion

3A

18

Dakrioadenitis

3A

19

Dakriosistitis

3A

20

Skleritis

3A

21

Keratitis

3A

22

Xeroftalmia

3A

23

Hifema

3A

24

Hipopion

3A

25

Iridosisklitis, iritis

3A

26

Anisometropia pada dewasa

3A

27

Glaukoma lainnya

3A

28

Entropion

2

29

Lagoftalmus

2

30

Epikantus

2

31

Ptosis

2

32

Retraksi kelopak mata

2

33

Xanthelasma

2

34

Dakriostenosis

2

35

Laserasi duktus lakrimal

2

36

Erosi

2

37

Benda asing di kornea

2

38

Luka bakar kornea

2

39

Kerato-konjungtivitis sicca

2

40

Edema kornea

2

41

Kerato konus

2

42

Endoftalmitis

2

43

Mikroftalmos

2

44

Tumor iris

2

45

Katarak

2

46

Afakia kongenital

2

47

Dislokasi lensa

2

48

Anisometropia pada anak

2

49

Ambliopia

2

50

Diplopia binokuler

2

51

Skotoma

2

52

Hemianopia, bitemporal and homonymous

2

53

Gangguan lapang pandang

2

54

Ablasio retina

2

55

Perdarahan retina, oklusi pembuluh darah retina

2

56

Degenerasi makula karena usia

2

57

Retinopati (diabetik, hipertensi, prematur)

2

58

Optic disc cupping

2

59

Edema papil

2

60

Atrofi optik

2

61

Neuropati optik

2

62

Neuritis optik

2

63

Perdarahan Vitreous

1

64

Korioretinitis

1

Ilmu Penyakit Saraf

Dokter muda menjalankan rotasi di Departmen Ilmu Penyakit saraf  untuk memenuhi kompetensi di bidang ilmu penyakit saraf sebagai berikut:

No

Nama Penyakit

Tingkat Kemampuan

1

Tetanus

4A

2

Tension headache

4A

3

Migren

4A

4

Bells’ palsy

4A

5

Vertigo (Benign paroxysmal positional vertigo)

4A

6

Meningitis

3B

7

Ensefalitis

3B

8

Malaria serebral

3B

9

Ensefalopati

3B

10

Koma

3B

11

TIA

3B

12

Infark serebral

3B

13

Ensefalopati hipertensi

3B

14

Kejang

3B

15

Status epileptikus

3B

16

Complete spinal transaction

3B

17

Guillain Barre syndrome

3B

18

Miastenia gravis

3B

19

Neuralgia trigeminal

3A

20

Cluster headache

3A

21

Meniere's disease

3A

22

Demensia

3A

23

Parkinson

3A

24

Epilepsi

3A

25

Neurogenic bladder

3A

26

Reffered pain

3A

27

Nyeri neuropatik

3A

28

Carpal tunnel syndrome

3A

29

Tarsal tunnel syndrome

3A

30

Neuropati

3A

31

Peroneal palsy

3A

32

Amnesia pascatrauma

3A

33

Abses otak

2

34

Tumor primer

2

35

Tumor sekunder

2

36

Mati batang otak

2

37

Lesi batang otak

2

38

Penyakit Alzheimer

2

39

Mielopati

2

40

Dorsal root syndrome

2

41

Trauma Medula Spinalis

2

42

Sindrom Horner

2

43

Neurofibromatosis (Von Recklaing Hausen disease)

2

44

Afasia

2

45

Mild Cognitive Impairment (MCI)

2

46

Fenilketonuria

1

47

Duchene muscular dystrophy

1

48

Arteritis kranial

1

49

Gangguan pergerakan lainnya

1

50

Sklerosis multipel

1

51

Amyotrophic lateral sclerosis (ALS)

1

52

Polimiositis

1

Ilmu Penyakit Telinga Hidung Tenggorokkan dan Bedah Kepala Leher

Berikut adalah daftar penyakit dengan berbagai tingkat kompetensi yang harus dikuasai oleh dokter muda di bidang ilmu penyakit THT-KL.

No

Penyakit

Tingkat Kemampuan

1

Otitis eksterna

4

2

Otitis media akut

4

3

Serumen prop

4

4

Benign Paroxysmal Positional vertigo

4

5

Furunkel pada hidung

4

6

Rinitis akut

4

7

Rinitis vasomotor

4

8

Rinitis alergika

4

10

Benda asing hidung

4

11

Epistaksis

4

12

Faringitis

4

13

Tonsilitis

4

14

Laringitis

4

15

Trauma aurikuler

3B

16

Difteria (THT)

3B

17

Aspirasi

3B

18

Meniere’s disease

3A

19

Inflamasi pada aurikuler

3A

20

Herpes zoster pada telinga

3A

21

Fistula preaurikuler

3A

22

Otitis media serosa

3A

23

Otitis media kronik

3A

24

Mastoiditis

3A

25

Miringitis bullosa

3A

26

Benda asing telinga

3A

27

Perforasi membran timpani

3A

28

Otosklerosis

3A

29

Presbiakusis

3A

30

Trauma akustik akut

3A

31

Abses bezold

3A

32

Rinitis kronik

3A

33

Rinitis medikamentosa

3A

34

Sinusitis

3A

35

Sinusitis kronik

3A

36

Abses peritonsiler

3A

37

Pseudo-croup akut epiglottitis

3A

Radiologi

Dokter muda menjalankan stase/rotasi di Departemen radiologi sebagai salah satu departemen penunjang diagnostik. Kegiatan pembelajaran dilaksanakan selama 3 minggu, dengan metode kuliah, CRS, dan CSS.   Berikut adalah daftar keterampilan klinis beserta tingkat kemampuan yang harus dikuasai oleh dokter muda.

No

Keterampilan

Tingkat Kemampuan

1

Intepretasi X Ray Tengkorak

4A

2

Intepretasi X Ray Tulang Belakang

4A

3

Intepretasi X Ray Toraks

4A

4

Intepretasi BNO IVP

3

5

Intepretasai Sinus

3

6

Ultrasonografi Abdomen

3

7

Intepretasi Radiologi Sinus

3

8

USG Dopler

2

9

Ultrasonografi Kepala

1

10

CT scan kepala

1

11

Pemeriksaan Skintigrafi

1

12

MRI

1

13

PET, SPECT

1

14

Sistografi

1

15

Histerosalfingografi

1

Ilmu Kedokteran Nuklir

Departemen Ilmu kedokteran Nuklir dan Pencitraan Molekuler FK Unpad RSHS adalah satu-satunya penyelenggara pendidikan ilmu kedokteran nuklir di indonesia. Hal ini meripakan suatu keunggulan lulusan FK Unpad, karena selama menjalani PSPD, peserta didik mendapatkan pengetahuan dan pengalaman yang tidak didapatkan di tempat lain. Selama menjalani rotasi di Departemen Ilmu Kedokteran Nuklir, peserta didik diberikan paparan mengenai aplikasi kedokteran nuklir di Indonesia serta berbagai potensi pengembangannya. Selain itu peserta didik juga berkesempatan untuk mengobservasi proses diagnostik dan terapi di kedokteran nuklir, seperti pemeriksaan fungsi ginjal (GFR), renografi, sidik tulang, sidik tiroid, sidik perfusi jantung, dan terapi hipertiroid serta ca tiroid menggunakan iodium 131.

Ilmu Kedokteran  Fisik dan Rehabilitasi Medik

Dokter muda melaksanakan  rotasi selama 1 minggu untuk mencapai keterampilan klinis sesuai standar kompetensi dokter Indonesia berdasarkan daftar di bawah ini.

No.

Keterampilan

Kompetensi

1

Melakukan rehabilitasi medik dasar

4A

2

Melakukan rehabilitasi sosial pada individu, keluarga, dan masyarakat

4A

3

Inspeksi Gait

4A

4

Penilaian Postur

4A

5

Pemeriksaan fisik umum dengan perhatian khusus usia pasien

 4A

6

Penilaian keadaan umum, gerakan, perilaku, tangisan

4A

7

Pengamatan malformasi kongenital

4A

8

Penilaian pertumbuhan dan perkembangan anak (termasuk penilaian motorik halus dan kasar, psikososial, bahasa)

4A

9

Pembinaan Kesehatan Usia Lanjut

4A

10

Penilain Kemampuan Menelan

4A

11

Penilaian Tonus Otot

4A

12

Penilaian Kekuatan Otot

4A

13

Penilaian range of motion  (ROM) sendi

4A

14

Menetapkan ROM kepala

4A

15

Tes fungsi otot dan sendi bahu

4A

16

Tes fungsi sendi pergelangan tangan, metakarpal, dan jari-jari tangan

4A

Ilmu Kedokteran Gigi Mulut

Tujuan pendidikan dokter muda di Departemen Kedokteran Gigi Mulut diharapkan mampu mengidentifikasikan  manifestasi penyakit sistemik dalam rongga mulut dan merujuk ke bagian terkait, mampu bersikap profesional dan bekerjasama dalam menangani kelainan dalam rongga mulut yang berhubungan dengan kelainan sistemik, dan Mampu melakukan pertolongan pertama pada kasus darurat dan gawat darurat pada trauma dan infeksi maksilofasial. Mampu melakukan edukasi dan konseling dalam upaya pencegahan dan peningkatan kesehatan rongga mulut yang dapat berdampak pada kesehatan pada umumnya. Metode pembelajaran dilakukan melalui CRS, CSS, dan bed site teaching. Kompetensi yang harus dicapai oleh dokter muda adalah sebagai berikut:

No

Penyakit

Tingkat Kompetensi

1

Leukoplakia

2

2

Kandidiasis

4

3

Mouth ulcer  (Apthous, herpes)

4

4

Manifestasi Penyakit Sistemik dalam Rongga Mulut (10 Penyakit terbanyak)

3A

5

Infeksi Apikal

3A

6

Penyebaran Infeksi/Abses

 

 

- Ludwig’s  Angina.

3A

 

- Osteomyelitis.

 

7

Infeksi Marginal

3A

 

- Ginggivitis Marginalis

 

 

- ANUG

 

 

- Periodontitis

 

 

- Abses Periodontal

 

2.3 Kegiatan Akademik

2.3.1 Proses pembelajaran

Untuk mencapai tujuan Program Studi Profesi Dokter maka pendidikan dilaksanakan dengan menggunakan metode pelatihan berdasarkan kompetensi Competency-based Training (CBT), yang meliputi kompetensi klinik dan manajemen kesehatan masyarakat.

Proses pembelajaran akademik PSPD FKUP diselenggarakan atas department based berupa kegiatan rotasi departemen yang dilaksanakan dalam waktu 3 semester. Setelah tahap ini diselesaikan diharapkan dokter muda (DM) telah memiliki kompetensi sebagai dokter. Total beban kredit untuk seluruh tahap pendidikan ini adalah setara dengan 42,5 satuan kredit semester (SKS).

Selanjutnya untuk memperkuat kemandirian dokter muda, setelah lulus UKMPPD dilanjutkan dengan mengikuti program internship  selama 12 bulan yang di bawah KIDI (Komite Internship Dokter  Indonesia).

2.3.2 Proses belajar dilakukan dengan pendekatan:

  1. Apprenticeship: Dokter muda belajar untuk mendapat kompetensi dengan cara belajar dan praktik langsung (magang) di bawah bimbingan preseptor berpengalaman.
  2. Supervisor based: kegiatan akademik dokter muda disupervisi oleh preseptor. Tindakan klinik dokter muda berada dalam tanggung jawab preseptor. Untuk kegiatan jaga maka supervisor dokter muda adalah peserta Pendidikan Dokter Spesialis 1 (PPDS)/ residen senior (chief resident) dokter penanggungjawab pelayanan (DPJP) departemen yang bertugas saat itu (dokter jaga konsulen onsite).
  3. Patient based: proses pembelajaran dilaksanakan dengan menggunakan pasien (kasus-kasus sesuai SKDI).
  4. Community based: kasus-kasus yang dihadapi adalah kasus yang banyak ditemukan di masyarakat sesuai SKDI.
  5. Problem solving: pembelajaran dilakukan untuk mendorong kemampuan memecahkan masalah.
  6. Experiential: dokter muda mencoba langsung melakukan penanganan pasien dibawah supervisi preseptor atau DPJP.
  7. Family medicine approach (holistic and comprehensive): penanganan pasien menggunakan pendekatan prinsip dokter keluarga, yaitu penanganan secara holistik dan komprehensif dengan memerhatikan aspek fisik, psikis, sosial- ekonomi, dan budaya pasien.
  8. Bioethics, legal aspect, and professionalism: dokter muda dituntut untuk selalu memerhatikan aspek bioetik, aspek legal, dan berlaku professional.

2.3.3 Lokasi kegiatan akademik:

Selama mengikuti kegiatan akademik para DM  melakukan tugas di fasilitas kesehatan, sebagai berikut:

  1. Rumah sakit pendidikan utama: RSHS.
  2. RSUD jejaring yang ditentukan oleh FK Unpad.
  3. Puskesmas jejaring di wilayah kerja Dinas Kesehatan Jawa Barat yang ditentukan oleh FK Unpad.
  4. Klinik Kedokteran Keluarga jejaring FKUP Kegiatan akademik dilaksanakan di bawah bimbingan dan supervisi para preseptor.

Setting:

  1. Poliklinik (rawat jalan)
  2. Ruang perawatan(rawat inap)
  3. Unit gawat darurat
  4. Ruang operasi/tindakan
  5. Ruang administrasi (di Puskesmas, klinik dokter keluarga)
  6. Komunitas (posyandu).

2.4  Metoda Pembelajaran

1.  Bedsite teaching (BST): merupakan kegiatan pembelajaran utama pada tahap ini  meliputi bed/chair  side  teaching  atau  community  side  teaching  yang  merupakan proses pembelajaran dengan menggunakan pasien (individu) yang dilakukan di poliklinik, ruang rawat inap,   unit gawat darurat,  ruang  operasi,  dan  setting komunitas (masalah pelayanan kesehatan masyarakat dan keluarga). Kegiatan ini diakhiri dengan diskusi yang akan melatih proses berpikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah secara komprehensif dan holistik bagi para DM.
2. Case report session (CRS): diskusi ilmiah interaktif dengan setting laporan hasil pemeriksaan dan tatalaksana kasus (pasien) yang diperoleh pada kegiatan BST. hal tersebut dapat disebut juga dengan refleksi kasus.
3. Clinical/community science session (CSS): sesi diskusi sari pustaka yang dibuat para dokter muda dengan topik-topik yang dianggap penting untuk diketahui dan didiskusikan secara mendalam.
4. Refleksi kasus selain laporan kasus pada CRS dapat dilakukan juga melalui kegiatan laporan pagi (morning report), laporan kematian, dan lain-lain.
5. Manajemen kasus merupakan kegiatan pembelajaran setara dengan praktikum berbasis pasien poliklinik (rawat jalan), rawat inap, dan gawat darurat. Pada kegiatan ini para DM berada dalam pengawasan dokter perseptor, menangani pasien secara komprehensif dan holistik yang bersifat pengelolaan jangka pendek (kasus akut), juga penggelolaan jangka panjang (kasus kronis dan kompleks).
6. Bacaan jurnal (journal reading) Sebagai wahana pembelajaran pengenalan tatalaksana kasus berasaskan kedokteran berbasis bukti. Pada kegiatan ini para DM berlatih kemampuan berpikir kritis dalam menganalisis jurnal berupa critical appraisal.
7. Kuliah
  Meet the Expert (kuliah dan diskusi ilmiah pakar)
  -  Kuliah Pengantar Rotasi di tiap Departemen.
  -  Kegiatan kuliah bersama.
8. Kegiatan lain-lain
  Kegiatan pra PSPD (Masa Orientasi Rumah Sakit) berupa materi tentang RSHS dan yang berkaitan dengan topik-topik akademik dan  pelayanan di RSHS berfokus pasien berparadigma keselamatan pasien (patient safety) sebagai bekal proses pembelajaran di RSHS dan fasilitas kesehatan lainnya dengan narasumber para pakar di bidangnya (Kepala instalasi, ketua kelompok kerja standar akreditasi RSHS, dokter/preseptor Puskesmas). Juga topik-topik terkait akademis, seperti pengenalan BST, keterampilan klinis, asesmen pada tahap profesi; evidence based medicine (EBM), critical appraisal, sistem pelayanan kesehatan (JKN/BPJS, sistem rujukan), juga topik terkait etika (profesionalisme, komunikasi dokter-pasien, pewarisan nilai luhur.
  Kegiatan lapangan (penyuluhan dan penelitian) setara  praktikum  kegiatan   lain   yang   diatur   oleh   masing-masing   departemen   misalnya   kegiatan seminar obstetri sosial,  pediatri sosial,  autopsi, penggalian mayat (ekshumasi), dan lain-lain.

2.5  Evaluasi Hasil Belajar
2.5.1  Ujian dan Metode penilaian

1. Ujian
  a. 

Jenis Ujian:
merupakan evaluasi diri yang dilaksanakan secara berkala selama berlangsungnya program dan tidak diperhitungkan dalam penentuan nilai akhir.

Secara teratur program studi melaksanakan tes formatif untuk mengevaluasi kemampuan mahasiswa pada pertengahan semester/sistem. Pelaksanaan test ini berupa Progress test yang merupakan ujian formatif internal program studi. Ujian ini wajib diikuti oleh semua mahasiswa yang dilaksanakan minimal 2 kali selama menjalani tahapan akademik PSPD.

Selain itu dilakukan penilaian perilaku professional (professional behavior) dilakukan secara berkala selama mengikuti rotasi departemen dan digunakan untuk penilaian akhir PSPD. Perilaku Profesional meliputi standar perilaku profesi dokter yang didasari oleh prinsip-prinsip sebagai berikut:

  1. Kesehatan dan kesejahteraan pasien adalah yang paling utama.
  2. Pasien memiliki hak untuk memilih.
  3. Keadilan sosial bagi seluruh pasien.

Selama mengikuti proses pembelajaran akademik, perilaku profesional para DM  dinilai memakai metode 360 degree dengan format yang terstandar.

Penilaian perilaku bukan berupa ujian, tetapi merupakan bagian proses pembinaan. Penilaian dilakukan lebih dari satu kali, atau lebih dari satu preseptor. Dokter muda dapat dinilai oleh preseptor, dosen lain, tenaga kesehatan lain, DM lain serta dirinya sendiri.

Atribut perilaku profesional yang diamati adalah aspek-aspek sebagai berikut:

  1. Altruism (rela berkorban), caring (peduli terhadap sesama), compassion (welas asih).
  2. Respect (sikap hormat) dan cultural competence (pemahaman budaya).
  3. Honesty (jujur), honor (menjaga martabat), dan integrity (teguh memegang prinsip profesional).
  4. Excellence & scholarship
  5. Dutifulness (memenuhi kewajiban), responsibility (bertanggung jawab)
  6. Communication

Hasil penilaian dikategorikan atas:

  1. Baik
  2. Perlu perhatian: bila hasil penilaian termasuk kategori ini, DM diberi tugas humanitarian, menambah jaga, menangani pasien intensif, alternatif lainnya yang bertujuan memperbaiki sikap profesional, bukan tugas yang bersifat kognitif
  3. Perlu perhatian khusus (nilai akhir ini bukan bagian dari nilai akademik, tetapi dapat memengaruhi nilai akhir di departemen/ yudisium departemen):  bila DM termasuk kategori ini, selain mendapat tugas di atas (perlu perhatian), dapat dipertimbangkan untuk mendapatkan pengurangan angka nilai akademik (contoh: nilai akademik A dikurangi menjadi B).

Sumatif: merupakan ujian penentuan nilai akhir yang dilaksanakan pada periode ujian yang telah ditentukan melalui berbagai metode penilaian.

  b. Jadwal Pelaksanaan Ujian
Pelaksanaan ujian pada Program Studi Profesi Dokter  melalui beberapa macam metode penilaian, yaitu:
  1. Ujian Rotasi Departemen
    Kegiatan evaluasi di departemen dilakukan secara berkala dengan menilai kompetensi  melalui berbagai komponen evaluasi. Ujian dilaksanakan di awal minggu terakhir rotasi tiap departemen dengan menggunakan metode Mini CEX, OSCE, OSOCA, dan MCQ.
  2. Ujian Komprehensif: dilakukan  setelah  DM  selesai dan lulus di  seluruh rotasi Departemen. Ujian ini sebagai prasyarat mengikuti uji kompentensi mahasiswa program profesi dokter. Ujian Komprehensif terdiri dari ujian MDE Komprehensif sebanyak 200 soal.
    Persyaratan :
    -  Dinyatakan lulus semua departemen.
    -  Telah menyelesaikan persyaratan administrasi sesuai aturan Unpad.
  3. Uji Kompetensi Mahasiswa Profesi Dokter (UKMPPD)
    UKMPPD merupakan exit exam PSPD dilaksanakan 4 (empat) kali pertahun,  yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November.
  c.

No

Komponen evaluasi

Pembobotan

1

Mini Clinical Examination Evaluation (Mini-CEX)

20–25 %

2

Bed Side Teaching (BST)

20–30 %

    3

Case Report Session (CRS)

5–10 %

4

Clinical Science Session (CSS)

5–10 %

 

Bentuk ujian lain, bergantung pada kebijakan masing-masing departemen, seperti:

  • Objective Structured Clinical Examination (OSCE)
  • Multi disciplinary ExaminationMDE)
  • Pre-mid-post test, essay dan lain-lain.
  • Student Oral Case Analysis

 

 

20–30%

 

Total

100 %

 
  d. Nilai, Huruf Mutu, Angka Mutu
Sistem Penilaian menggunakan penilaian acuan patokan (criterion reference)

Nilai*

Huruf Mutu

Angka Mutu

80–100

A

4,00

76–79

B++

3,50

72–75

B+

3,25

68–71

B

3,00

64–67

C++

2,75

60–63

C+

2,50

56–59

C

2,00

45–55

D

1,00

<45

E

0


 

Kembali
© 2018 MIR FKUNPAD All Rights Reserved.