Akademik

Program Studi Kedokteran Hewan

Program studi Kedokteran Hewan diusulkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran. Pengembangan pendidikan  Kedokteran Hewan Universitas Padjadjaran merujuk kepada:

  1. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi (Pasal 26, 28, 29, 42, 43, 44, 55).
  2. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (Pasal 47).
  3. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.
  4. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Pasal 86, 87 dan 88).
  5. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan (Pasal 84 dan 85).
  6. Peraturan Presiden Nomor 08 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia
  7. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 178/U/2001 tentang Gelar dan Lulusan Perguruan Tinggi.
  8. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 28 Tahun 2005 tentang Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi.
  9. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 02/Permentan/OT.140/1/2010 tentang Pedoman Pelayanan Jasa Medik Veteriner.
  10. Program Revitalisasi Pendidikan Profesi Kedokteran Hewan Dalam Rangka Pengembangan Pembelajaran Dan Kompetensi Mahasiswa. (PB. PDHI, 2013)

Kedokteran Hewan adalah ilmu yang mempelajari aspek-aspek kesejahteraan timbal balik bersama antara manusia, hewan dan lingkungannya meliputi penyakit, budidaya, mutu dan keamanan produksi pangan berasal dari ternak serta berwawasan lingkungan. Kedokteran Hewan merupakan bidang ilmu yang hampir sama tuanya dengan kedokteran manusia. Pada awalnya ia merupakan pengembangan dari ilmu kedokteran yang memerlukan perbandingan (comparative medicine) serta memerlukan hewan coba untuk menemukan penyembuhan penyakit manusia.  Profesi ini selanjutnya dikenal sebagai Profesi Veteriner (Dokter Hewan).

Sebagai bagian integral dari pendidikan nasional, Pendidikan Tinggi Kedokteran Hewan Indonesia diharapkan menghasilkan tenaga kesehatan hewan dengan sifat yang multi-strata dan multi-kompetensi yang mampu mengisi berbagai tingkatan keahlian, kebutuhan, kepentingan dan kewenangan dalam penyelenggaraan kesehatan hewan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pada hakekatnya penyelenggaraan kesehatan hewan di Indonesia bertujuan untuk melindungi, mengamankan dan menjamin wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dari ancaman yang dapat mengganggu kesehatan atau kehidupan manusia, hewan, lingkungan, dan ekosistemnya.

Terdapat  tidak kurang dari 156 jenis penyakit yang dapat saling menulari dari hewan ke manusia dan sebaliknya (Zoonosis) seperti antara lain penyakit-penyakit Rabies (Anjing Gila), Anthraks, Flu Burung. Dewasa ini ketersediaan dokter hewan di Indonesia dirasa masih  sangat kurang. Peluang kerja sektor veteriner terbuka luas. Perhitungan rasio kebutuhan jumlah dokter hewan dengan jumlah ideal saat ini memerlukan kurang lebih 500 ribu dokter hewan. Terlebih lagi dengan ASEAN Free Trade Area (AFTA) dan MEA yang memberikan kesempatan masuknya tenaga dokter hewan lulusan luar negeri, maka perlu peningkatan jumlah dan kualitas profesi medik veteriner dalam memenuhi kebutuhan skala nasional.

Saat ini jumlah dokter hewan di Indonesia sekitar 20.000 orang yang tersebar di berbagai bidang kerja. Dari dari10 (sepuluh) Perguruan Tinggi Kedokteran Hewan di Indonesia setiap tahunnya hanya menghasilkan lulusan berkisar antara 500–700 lulusan (Sumber, PB PDHI, 2015). Jumlah ini dirasakan masih belum mencukupi jika dibandingkan dengan keperluan akan tenaga Dokter Hewan di Indonesia. Untuk sektor peternakan saja idealnya Indonesia saat ini memerlukan sekitar 300–400 ribu orang dokter hewan. Sebagai salah satu upaya peningkatan jumlah dokter hewan di Indonesia adalah menambah lembaga Pendidikan Kedokteran Hewan.

Visi

Menjadi  Program Studi Kedokteran Hewan terkemuka di tingkat Nasional dan Regional yang menghasilkan lulusan dengan kualifikasi dan kompetensi Dokter Hewan berbasis IPTEKS dan Biomedis, melalui harmonisasi kesehatan dan kesejahteraan hewan serta lingkungan hidup untuk kemaslahatan masyarakat.

Misi

Untuk mencapai visi yang telah dicanangkan, maka misi Program Studi Kedokteran Hewan sebagai berikut.

  1. Menyelenggarakan dan mengembangkan pendidikan tinggi kedokteran hewan yang berkualitas.
  2. Membentuk  insan akademik yang mandiri dan menguasai IPTEKS  berbasis biomedis yang berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.
  3. Meningkatkan kualitas penelitian yang mendukung pendidikan serta kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang Kedokteran Hewan, Kesehatan Masyarakat Veteriner, dan lingkungan hidup.
  4. Meningkatkan pengabdian pada masyarakat berbasis penalaran dan karya penelitian yang bermanfaat dalam memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa atas dasar manusya mriga satwa sewaka.
  5. Memiliki peran aktif dalam menyelesaikan permasalahan perubahan lingkungan global yang berkaitan dengan kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat veteriner.

Tujuan

Tujuan Program Studi Kedokteran Hewan Universitas Padjadjaran

  1. Menghasilkan dan meluluskan dokter hewan yang memiliki pengetahuan, keterampilan praktis dan sistematis sehingga menjadi dokter hewan yang profesional.
  2. Menghasilkan dan meluluskan dokter hewan yang terampil dalam melakukan: (a) diagnosis klinik, laboratorik, patologik, dan epidemiologik penyakit hewan; (b) penyusunan nutrisi untuk kesehatan dan gangguan medik; (c) pemeriksaan antemortem dan postmortem; (d) pemeriksaan kebuntingan, penanganan gangguan reproduksi dan aplikasi teknologi reproduksi; (e) pengawasan keamanan dan mutu produk hewan; (f) pengawasan dan pengendalian mutu obat hewan dan bahan-bahan biologis, termasuk pemakaian dan peredarannya; (g) pengukuran (assesment) dan penyeliaan kesejahteraan hewan;
  3. Menghasilkan dan meluluskan dokter hewan yang memiliki pengalaman lapangan dengan kasus-kasus penyakit yang bersifat individu maupun kelompok. Memiliki kemampuan manajemen pengendalian dan penanggulangan penyakit strategis dan zoonosis, keamanan hayati (biosecurity-biosafety), ecohealth serta pengendalian lingkungan; dan mampu menangani lalu lintas hewan nasional dan internasional/karantina, memiliki kompentensi dalam produksi dan penanganan hewan coba berkaitan dengan theranostic (theurapetik dan diagnostik) dengan berdasarkan animal ethics dan kompeten dalam bidang klinikal animal services (Poskeswan).
  4. Menghasilkan dan meluluskan dokter hewan yang memiliki wawasan filosofi, akademis, etika, kode etika dan profesionalisme kedokteran hewan serta manajemen kesehatan hewan sehingga dapat memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa atas dasar manusya mriga satwa sewak.
  5. Menghasilkan dan meluluskan dokter hewan yang memiliki keterampilan dalam penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kedokteran hewan serta komunikasi profesional (professional communication/dialogue) dan dasar-dasar pengetahuan analisis resiko, analisis ekonomi veteriner, jiwa kewirausahaan (entrepreunership) dan  Pendidikan kepada klien (client education).

Ketua Program Studi

: Dr. drh. Endang Yuni Setyowati, M. Sc. Ag

Sekretaris Program Studi

: Drh. Dwi wahyudha Wira, M. Si

NO.

Nama Staff Pengajar

Mengajar Matakuliah

Dosen Tetap

1

Prof. drh.  Roostita L. Balia, M.Sc., Ph.D.

Penghayatan Profesi veterineir, Metode Ilmiah

2

Dr. drh. Endang Yuni Setyowati, M.Sc.Ag

Pengantar Ilmu Nutrisi  Hewan

3

drh. Dwi Cipto Budinuryanto, M.S.

Biologi Veteriner , Ilmu Peternakan Umum

4

Rini Widyastuti, drh., M.Si

Embriologi dan Genetika Perkembangan

5

Ronny, dr., M.Kes., PhD., AIFO

Fisiologi Veteriner

6

drh. Dwi Wahyudha Wira, M. Si

Biokimia Veteriner

7

Mas Rizky Anggun Adipura Syamsunarno, dr., M.Kes., Ph.D

Biokimia Veteriner

8

Trianing Tyas Kusuma Anggaeni, S.Pt., M.I.L

Bakteriologi-Mikologi Veteriner

9

Okta Wismandanu, drh., M.Epid

Biostatistik

10

Ita Krissanti, drh.,  M.Si

Virologi

11

Tyagita, drh., MVSc

Anatomi Veteriner

12

Dr. Hadyana Sukandar, Drs., M.Sc

Biostatistika

13

Dr. Hj. Sunarjati Sudigdoadi, dr., MS., Sp.MK

Bakteriologi-Mikologi

14

Adi Imam Cahyadi, dr., MS

Bakteriologi-Mikologi

15

Gita Widya Pradini, dr., MS

Bakteriologi-Mikologi

16

Adi Imam Cahyadi,  dr., MS

Bakteriologi-Mikologi

17

Chrysanti, dr., M.Kes

Bakteriologi-Mikologi

18

Dr. Muhammad Yusuf

Kimia Veteriner

19

Dr. drs. Togar Saragi, M.Si

Fisika Veteriner

20

Drs. Ir. Nono Suwarno

Matematika Dasar

Dosen Tidak tetap

21

Prof. drh. Arief Boediono, PhD., PA Vet (K)

Embriologi dan Genetika Perkembangan

22

drh. Mokhamat Fachrudin, PhD

Embriologi dan Genetika Perkembangan

23

Dr. Drh. Savitri Novelina, MSi, PAVet (Koordinator )

Anatomi Veteriner

24

Dr. Drh. Nurhidayat, MS, PAVet

Anatomi Veteriner

25

Dr. Drh. ChairunNisa’, MSI, PAVet

Anatomi Veteriner

26

Drh. Supratikno, Msi, PAVet

Anatomi Veteriner

27

Drh. Danang Dwi Cahyadi

Anatomi Veteriner

28

Dr. Drh. Aryani Sismin Satyaningtijas, MSc

Fisiologi Veteriner

29

Dr. Drh. Hera Maheshwari, MSc

Fisiologi Veteriner

30

Drh. Isdoni, M.Biomed

Fisiologi Veteriner

31

Dr. Drh. Koekoeh Santoso

Fisiologi Veteriner

32

Drs. Pudji Achmadi, MSi

Fisiologi Veteriner

33

Drh. Ronald Tarigan, Msi

Fisiologi Veteriner

34

Dr. drh. Adi Winarto, Ph.D., PaVet

Histologi Veteriner

35

Prof. Drh. Tutik Wresdiyati, Ph.d., PaVet

Histologi Veteriner

36

Drh. I Ketut Mudite Adnyane, M.Si., Ph.D

Histologi Veteriner

37

Drh. Sri Rahmatul Laila

Histologi Veteriner

38

Drh. Usamah Afiff, M.Sc.

Mikrobiologi

39

Drh. Dordia Anindita Rotinsulu, M.Si.

Mikrobiologi

40

Drh. Titiek Sunartatie, MS

Mikrobiologi

41

Prof. Drh. Upik Kesumawati, MS, PhD

Parasitoligi

42

Dr. Drh. Susi Soviana, MSi

Parasitoligi

43

Dr. Drh. Sri Murtini, M.Si

Virologi

Belum Ada ( Dalam Proses)..

Standar Kompetensi

Kompetensi menurut SK Mendiknas 045/U/2002 adalah seperangkat tindakan cerdas, penuh tanggungjawab yang dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dianggap mampu oleh masyarakat dalam melaksanakan tugas-tugas di bidang pekerjaan tertentu. Kompetensi dapat dirumuskan melalui profil lulusan berdasarkan visi keilmuan (scientific vision), berdasarkan keperluan stakeholders/alumni (market signal) dan nilai-nilai (values) lulusan.

Elemen Kompetensi (Kepmendiknas 45/U/2002):

  1. Landasan kepribadian: Mata kuliah Pengembangan Kepribadian (MPK)
  2. Penguasaan ilmu dan keterampilan: Mata kuliah Keilmuan dan Keterampilan (MKK)
  3. Kemampuan berkarya: Mata kuliah Keahlian Berkarya (MKB)
  4. Sikap dan perilaku dalam berkarya menurut tingkat keahlian berdasarkan ilmu dan keterampilan yang dikuasai: Mata kuliah Perilaku Berkarya (MPB)
  5. Pemahaman kaidah berkehidupan bermasyarakat sesuai dengan pilihan keahlian dalam berkarya: Mata kuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB)

Kurikulum 2016 dikembangkan dengan basis kompetensi. Kompetensi utama lulusan Program Studi Kedokteran Hewan Unpad sesuai yang telah disepakati bersama melalui Ketetapan Majelis Pendidikan Profesi Kedokteran Hewan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia Nomor 16/Kongres Ke-16/PDHI/2010 (9 kompetensi), ditambah dengan kompetensi penunjang yang merupakan pengembangan dan penciri kompetensi PS Kedokteran Hewan Unpad. Rumusan kompetensi tersebut  diselaraskan dengan kompetensi versi OIE (11 kompetensi), dan selaras untuk mencapai kualifikasi level 7 menurut Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) (PP No. 8 Tahun 2012).

Kompetensi utama

  1. Memiliki wawasan etika veteriner dan pemahaman terhadap hakikat sumpah dan kodeetik profesi serta acuan dasar kedokteran hewan;
  2. Memiliki wawasan di bidang sistem kesehatan hewan nasional dan legislasi veteriner;
  3. Memiliki keterampilan melakukan tindakan medis yang lege-artis;
  4. Memiliki keterampilan dalam menangani sejumlah penyakit pada hewan besar, hewankecil, unggas, hewan eksotik, satwa liar, satwa aquatik dan hewan laboratorium;
  5. Memiliki keterampilan dalam melakukan: (a) diagnosis klinik, laboratorik, patologik, dan epidemiologik penyakit hewan; (b) penyusunan nutrisi untuk kesehatan dan gangguan medik; (c) pemeriksaan antemortem dan postmortem; (d) pemeriksaan kebuntingan, penanganan gangguan reproduksi dan aplikasi teknologi reproduksi (e) pengawasan keamanan dan mutu produk hewan; (f) pengawasan dan pengendalian mutu obat hewandan bahan-bahan biologis, termasuk pemakaian dan peredarannya; (g) pengukuran (assesment) dan penyeliaan kesejahteraan hewan;
  6. Memiliki keterampilan dalam komunikasi profesional (professional communication/dialogue);
  7. Memiliki kemampuan manajemen pengendalian dan penanggulangan penyakit strategisdan zoonosis, keamanan hayati (biosecurity-biosafety), serta pengendalian lingkungan;
  8. Memiliki kemampuan dalam transaksi therapeutik, melakukan anamnese, rekam medik,persetujuan tindakan medik (informed consent), penulisan resep, surat keterangan dokter,dan edukasi klien; serta
  9. Memiliki dasar-dasar pengetahuan analisis risiko, analisis ekonomi veteriner dan jiwa kewirausahaan (entrepreunership).

Kompetensi penunjang

  1. Pencegahan, pengendalian, pemberantasan dan pengobatan penyakit hewan (infeksius& non infeksius) pada hewan dan penyakit zoonosa.
  2. Pemeliharaan dan budidaya hewan serta peningkatan produksi dan reproduksi ternak.
  3. Pelestarian dan pemanfaatan satwa untuk kesejahteraan manusia, kelestarian lingkungan dan plasma nutfah.
  4. Jaminan mutu dan keamanan bahan pangan asal hewan serta bahan-bahan asal hewan.
  5. Peningkatan mutu gizi pertumbuhan hewani, kesehatan masyarakat dan kesehatan lingkungan.
  6. Pengawasan dan pengendalian mutu, pemakaian dan peredaran obat hewan dan bahan-bahan biologis.

Kegiatan kurikulum pada Program Studi Kedokteran Hewan terdiri dari :

Daftar Mata Kuliah

No

Mata Kuliah

SKS

Prasyarat

Semester

Kode

Nama

Ganjil

Genap

Mata Kuliah Tingkat Persiapan Bersama

1

UNX10.1002

Agama

2 (2-0)

 

1

 

2

UNX10.1003

Pancasila dan Kewarganegaraan

2 (2-0)

 

1

 

3

UNX10.1006

Bahasa Indonesia

2 (2-0)

 

1

 

4

UNX10.1007

Bahasa Inggris

2 (2-0)

 

1

 

5

UNX10.10010

Olah Raga, Kebugaran dan Kreativitas

3  (0-3)

 

1

 

Mata Kuliah Program Studi

6

C10B. 101

Penghayatan Profesi Kedokteran Hewan

1 (1-0)

 

1

 

7

C10B. 102

Biologi Veteriner

2 (2-0)

 

1

 

8

C10B. 103

Fisika Veteriner

2 (2-0)

 

1

 

9

C10B. 104

Kimia Veteriner

3 (2-1)

 

1

 

10

C10B. 105

Matematika Dasar

2 (2-0)

 

1

 

 

 

 

21

 

 

 

11

C10B. 201

Embriologi dan Genetika Perkembangan

3 (2-1)

C10B. 102

 

2

12

C10B. 206

Ilmu Peternakan Umum

2 (2-0)

C10B. 102

 

2

13

C10B. 202A

Histologi Veteriner I

2 (1-1)

C10B. 102

 

2

14

C10B. 203A

Anatomi Veteriner I

3 (2-1)

C10B. 102

 

2

15

C10B. 204A

Fisiologi Veteriner I

3 (2-1)

C10B. 102

 

2

16

C10B. 205A

Biokimia Veteriner I

3 (2-1)

C10B. 102

 

2

17

C10B. 106

Metode Ilmiah

2 (2-0)

 

 

2

18

C10B. 207

Pengantar Ilmu Nutrisi Hewan

2 (2-0)

C10B. 102

 

2

 

 

 

20

 

 

 

19

C10B. 107

Biostatistika

3 (2-1)

C10B. 105

3

 

20

C10B. 202B

Histologi Veteriner II

2 (1-1)

C10B. 202A

3

 

21

C10B. 203B

Anatomi Veteriner II

3 (2-1)

C10B. 203A

3

 

22

C10B. 204B

Fisiologi Veteriner II

3 (2-1)

C10B. 204A

3

 

23

C10B. 205B

Biokimia Veteriner II

2 (2-0)

C10B. 205A

3

 

24

C10B. 208

Bakteriologi-Mikologi Veteriner

3 (2-1)

C10B. 102

3

 

25

C10B. 209

Virologi Veteriner

2 (1-1)

C10B. 102

3

 

26

C10B. 210A

Parasitologi Veteriner I (ektoparasit)

2 (1-1)

C10B. 102

3

 

 

 

 

20

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

26

C10B. 108

Kewirausahaan (Manajemen Bisnis veteriner)

2 (2-0)

C10B. 105

 

4

29

C10B. 203C

Anatomi Veteriner III

3 (2-1)

C10B. 203B

 

4

30

C10B. 210B

Parasitologi Veteriner  II (Endoparasit)

3 (2-1)

C10B. 210A

 

4

31

C10B. 211

Imunologi Veteriner

2 (2-0)

C10B. 208

 

4

32

C10B. 212

Patologi Umum

3 (2-1)

C10B. 204B

 

4

 

 

 

 

C10B. 202B

 

 

 

 

 

 

C10B. 203B

 

 

 

 

 

 

C10B. 209

 

 

33

C10B. 213

Ilmu dan Teknologi Reproduksi

3 (2-1)

C10B. 201

 

4

 

 

 

 

C10B. 204B

 

 

34

C10B. 214A

Farmakologi Veteriner I

2 (2-0)

C10B. 204B

 

4

35

C10B. 215

Ilmu Perilaku Hewan

2(2-0)

C10B. 102

 

4

 

 

 

20

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

36

C10B. 214B

Farmakologi Veteriner  II

3 (2-1)

C10B. 214A

5

 

37

C10B. 301

Ilmu Penyakit Bakterial dan Mikal

2 (2-0)

C10B. 206

5

 

38

C10B. 302

Ilmu Penyakit Viral

2 (2-0)

C10B. 207

5

 

39

C10B. 303

Ilmu Penyakit Parasitik

2 (2-0)

C10B. 208A

5

 

 

 

 

 

C10B.208B

 

 

40

C10B. 304

Patologi Sistemik

3 (2-1)

C10B. 210

5

 

41

C10B. 305

Ilmu Bedah Umum Veteriner

3 (2-1)

C10B. 202C

5

 

42

C10B. 306

Ilmu Kebidanan dan Kemajiran

3 (2-1)

C10B. 211

5

 

43

C10B. 307

Diagnostik Klinik

3 (2-1)

C10B. 204B

5

 

 

 

 

 

C10B. 202C

 

 

 

 

 

 

C10B. 205B

 

 

 

 

 

21

 

 

 

44

C10B. 112

Rancangan Percobaan

2 (2-0)

C10B. 108

 

6

45

C10B. 113

Kuliah Kerja Nyata (KKN)

3 (0-3)

 

 

6

46

C10B. 308

Ilmu Bedah Khusus Veteriner

3 (2-1)

C10B. 305

 

6

47

C10B. 309

Epidemiologi Veteriner

2 (1-1)

C10B. 108

 

6

 

 

 

 

C10B. 301

 

 

 

 

 

 

C10B. 302

 

 

 

 

 

 

C10B. 303

 

 

48

C10B. 310

Toksikologi Veteriner

2 (1-1)

C10B. 212B

 

6

49

C10B. 311

Ilmu Penyakit Dalam Hewan Besar

2 (2-0)

C10B. 307

 

6

50

C10B. 312

Kesehatan Masyarakat Veteriner

2 (1-1)

C10B. 301

 

6

 

 

 

 

C10B. 302

 

 

 

 

 

 

C10B. 303

 

 

51

C10B. 313

Etika dan Legislasi Veteriner

2 (2-0)

C10B. 101

 

6

 

 

 

 

C10B. 301

 

 

 

 

 

 

C10B. 302

 

 

 

 

 

 

C10B. 303

 

 

52

C10B. 314

Patologi Unggas

3 (2-1)

C10B. 304

 

6

 

 

 

21

 

 

 

53

C10B. 315

Ilmu Penyakit Dalam Hewan Kecil

2 (2-0)

C10B. 307

7

 

54

C10B. 316

Zoonosis

2 (2-0)

C10B. 301

7

 

 

 

 

 

C10B. 302

 

 

 

 

 

 

C10B. 303

 

 

55

C10B. 317

Patologi Klinik

3 (2-1)

C10B. 307

7

 

 

 

 

 

C10B. 205B

 

 

 

 

 

 

C10B. 304

 

 

56

C10B. 318

Radiologi Veteriner

2 (1-1)

C10B. 103

7

 

 

 

 

 

C10B. 305

 

 

57

C10B. 319

Hygiene Pangan

3 (2-1)

C10B. 312

7

 

58

C10B. 320

Farmasi  dan Terapeutik Veteriner

2 (1-1)

C10B. 217B

7

 

59

C10B. 321

Managemen Kesehatan dan Kesejahteraan Hewan

3 (2-1)

C10B. 313

7

 

60

C10B. 322

Dietetik Klinik

2 (2-0)

C10B. 205B

7

 

 

 

Pilihan

2 sks

 

7

 

 

 

 

21

 

 

 

61

C10B. 114

Komunikasi Veteriner

1 (1-0)

C10B. 309

 

8

62

C10B. 323

Eco Health (One Health)

2 (2-0)

C10B. 301

 

8

 

 

 

 

C10B. 302

 

 

 

 

 

 

C10B. 303

 

 

63

 

Pilihan (2 sks)

2 sks

 

 

 

64

C10B. 115

Seminar

1 (1-0)

C10B. 109

 

8

65

C10B. 116

Skripsi

5 (4-0)

Semua MK

 

8

 

 

 

11

 

 

 

Mata Kuliah Pilihan

1

C10B. 401

Teknologi Reproduksi Veteriner

2 (2-0)

C10B. 216

7

 

2

C10B. 402

Manajemen Perunggasan

2 (2-0)

C10B. 110

7

 

3

C10B. 403

Kasus dan Interpretasi Patologi Klinik Veteriner

2 (2-0)

C10B. 304

 

8

4

C10B. 404

Mikrobiologi Terapan

2 (2-0)

C10B. 301

 

8

 

 

 

 

C10B. 302

 

 

 

 

 

 

C10B. 303

 

 

5

C10B. 405

Manajemen Kesehatan Hewan Kecil

2 (2-0)

C10B. 322

7

 

6

C10B. 406

Bioteknologi Veteriner

2 (2-0)

C10B. 214

7

 

7

C10B. 407

Manajemen Kesehatan Unggas

2 (2-0)

 

7

 

8

C10B. 408

Kapitaselekta Bedah Veteriner

2 (2-0)

 

 

8

9

C10B. 409

Manajemen Kesehatan Hewan Eksotik dan Satwa Liar

2 (2-0)

C10B. 322

 

8

10

C10B. 410

Obat Alami

2 (2-0)

C10B. 321

 

8

 

C

: Fakultas Kedokteran

       
 

10

: Program Studi Sarjana

       
 

B

: Program Studi Sarjana Kedokteran Hewan

       
 

100

: Urutan Matakuliah (Ilmu Dasar, Preklinik,  Klinik dan Pilihan)

   
   

1: Ilmu dasar

       
   

2: Pre Klinik

       
   

3: Klinik

       
   

4: Pilihan

       

 

 

C

: Fakultas Kedokteran

10

: Program Studi Sarjana

B

: Program Studi Sarjana Kedokteran Hewan

100

: Urutan Matakuliah (Ilmu Dasar, Preklinik,  Klinik dan Pilihan)

 

1: Ilmu dasar

 

2: Pre Klinik

 

3: Klinik

 

4: Pilihan

Kembali
© 2018 MIR FKUNPAD All Rights Reserved.