Akademik

Program Studi Doktor Ilmu Kedokteran

Sejak tahun 2008, pengelolaan Program Studi Doktor Ilmu Kedokteran sebagian besar telah dialihkan dari Program Pasca Sarjana Universitas Padjadjaran yang terletak di Jalan Dipati Ukur No.35 Bandung ke Fakultas Kedokteran yang terletak di Jalan Prof.Eijkman No.38 Bandung, berdasarkan SK Rektor No 1307/H6.1/Kep/HK/2008 tentang Perubahan Pengelolaan dan Struktur Organisasi Program Pascasarjana Universitas Padjadjaran.

Di Program Pasca Sarjana sendiri hanya menyelenggarakan ujian terbuka (Sidang Promosi Doktor/SPD). Namun di awal tahun 2017 penyelenggaraan Sidang Promosi Doktor (SPD) resmi sepenuhnya dilakukan oleh Program Studi Doktor Ilmu Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran.

SK Izin Operasional Program Studi Doktor Ilmu Kedokteran adalah 5546/D/T/K-N-2011 yang ditandatangani pada 14 Februari 2011 dengan masa berlaku s.d 21 September 2013.

Visi :

Menjadi Program Studi Doktor Ilmu Kedokteran yang merupakan pusat penelitian dan pendidikan dengan dasar ilmu dan teknologi kedokteran guna mencapai kemaslahatan masyarakat dan mendorong daya saing bangsa di tingkat nasional, regional dan diakui di tingkat internasional pada tahun 2026.

Misi :

  1. Menyelenggarakan pendidikan Doktor bidang Ilmu Kedokteran berorientasi dan berbasis riset (by research)
  2. Meningkatkan kuantitas dan kualitas penelitian di bidang ilmu Biomolekuler dan mendapatkan pengakuan baik nasional maupun internasional dengan tetap berlandaskan etik dan moral
  3. Meningkatkan kuantitas dan kualitas pengabdian kepada masyarakat yang mendukung daya saing bangsa dan dapat dimanfaatkan untuk kemaslahatan masyarakat.
  4. Melaksanakan manajemen pendidikan dengan menerapkan prinsip penjaminan mutu (quality assurance), transparan dan akuntabel.
  5. Menjalin kerjasama dengan berbagai pihak untuk peningkatan kualitas pendidikan dan penelitian secara berkesinambungan dengan menerapkan prinsip kesetaraan, kemitraan dan saling percaya

STRUKTUR ORGANISASI

Struktur organisasi pengelola Program Studi Doktor Ilmu Kedokteran yang berada di bawah Fakultas Kedokteran disusun secara ramping, sehingga memudahkan pengendalian dan pengawasannya.  Dengan struktur demikian suasana organisasi menjadi sehat, karena apapun yang terjadi dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti.

Ketua Program Studi Doktor Ilmu Kedokteran FK Unpad adalah :

Herry Herman, dr.,SpOT(K).,Ph.D

Pengangkatan Ketua Program Studi sesuai dengan Keputusan Rektor Unpad tentang Perubahan Ketujuh atas Keputusan Rektor Unpad No.291/UN6.C/Kep/KP/2017 tentang Ketua dan Sekretaris Program Studi Fakultas Kedokteran Unpad Periode Tahun 2016-2021

Dalam pengelolaannya KPS dibantu oleh tim Sekretariat Prodi S3 yang terdiri dari :

  1. Yana Rohana, S.AP
  2. Tatang Koswara
  3. Nike Karnitasari

No.

Nama Dosen Tetap

 

NIDN**

Tgl. Lahir

Jabatan Akademik

Gelar Akademik

Pendidikan S2, S2, S3  dan Asal PT

Bidang Keahlian untuk Setiap Jenjang Pendidikan

1.

Dedi Rachmadi

0024025502

Bandung

24/2/1955

Guru Besar

Prof.,Dr.,dr, Sp.A(K), M.Kes

S1 FK UNPAD

S2 FK UNPAD

Sp.1 FK UNPAD

Sp.2

S3 FK UNPAD

Kedokteran Umum

Magister FK UNPAD

Ilmu Kes. Anak

Konsultan Nefrologi

Ilmu Kedokteran

2.

Thaufiq S. Boesoirie

0029054701

Ternate

29/5/1947

Guru Besar

Prof.Dr.,dr, Sp.THT-KL(K), M.Kes

S1 FK UNPAD

S2 FK UNPAD

Sp.1 FK UNPAD

Sp.2

 

S3 FK UNPAD

Kedokteran Umum

Kedokteran

THT-KL 

BedahPlastik Rekont.

Leher Kepala

Kedokteran

3.

Cissy Rachiana B.K

0030074704

Jogyakarta,

30/07/1947

Guru Besar

 

Prof.,dr.,MSc, SpA-K, PhD

S1 FK UNPAD

Sp1 FK UNPAD

Sp2 FK UNPAD

S2 Belgia

PhD  Belgia

Kedokteran Umum

Ilmu Kesehatan  Anak

Konsultan Respirologi Anak

Ilmu Kedokteran

Ilmu Kedokteran

4.

Firman F.Wirakusumah

0015014801

Ciamis,

15/01/1948

Guru Besar

Prof.Dr. dr., SpOG-K

S1 FK UNPAD

Sp1 FK UNPAD

Sp2

S3 Rijkssuniversiteit Leiden

Kedokteran Umum

Ilmu Obsteri & Ginekologi

Konsultan Fetomaternal

Ilmu Kedokteran

5.

Ramdan Panigoro

0002074902

Bandung,

02/07/1949

Guru Besar

Prof.,Dr.,dr.,

MSc.,

PhD

S1 FK UNPAD

S2 LN

S3 Australia

Kedokteran Umum

Ilmu Kimia Medik

Ilmu Kimia Medik

6.

Sunarjati Sudigdoadi

0002125106

Bondowoso

2/12/1951

Lektor Kepala

Dr.,dr., MS.Sp.MK

S1 FK UI

S2 FK UNAIR

S3 FK UI

Kedokteran Umum

Mikrobiologi

Mikrobiologi

7.

Reni Farenia Soedjana Ningrat

0021115201

Bandung,

21/11/1952

Lektor Kepala

Dr., dr., M.Kes.

S1 FK UNPAD

S2 FK UNPAD

S3 FK UNPAD

Kedokteran Umum

Ilmu Faal

Kedokteran

8.

Johanes C.

Mose

0030015304

Gorontalo,

30/01/1953

Guru Besar

Prof.,Dr., dr., SpOG-K

S1 FK UNHAS

Sp1 FK UNPAD

Sp2 FK UNPAD

S3 UNPAD

Kedokteran Umum

Ilmu Obsteri & Ginekologi

Konsultan Fetomaternal

Ilmu Kedokteran

9. Diah Dhianawaty 0027115403

Majalengka,

27/11/1954

Guru Besar Prof., Dr., MSi

S1 MIPA UNPAD

S2 ITB

S3 ITB

Farmasi

Farmasi

Farmasi

10. Heda Melinda 0011085506

Bandung,

11-08-1955

Guru Besar Prof.,Dr, dr., SpA(K)., M.Kes

S1 FK UNPAD

S2 FK UNPAD

Sp1 FK UNPAD

Sp2 UNPAD

S3 UNPAD

Kedokteran Umum

I.Kedokteran Dasar

Ilmu Kesehatan Anak

Konsultan Respirologi Anak

Ilmu Kedokteran
11. Dida Akhmad Gurnida 0004075811

Bandung,

4/7/1958

Guru Besar Prof.,Dr, dr., SpA(K)., M.Kes

S1 FK UNPAD

S2 FK UNPAD

Sp1 FK UNPAD

Sp2 UNPAD

S3 UNPAD

Kedokteran Umum

I.Kedokteran Dasar

Ilmu Kesehatan Anak

Konsultan Nutrisi Metabolik

Ilmu Kedokteran
12. Budi Setiabudiawan 0011116113

Bandung,

11 /11/1961
Guru Besar Prof., Dr., dr.,Sp.AK., MKes.

S1 FK UNPAD

Sp1 FK UNPAD

Sp2 FK UNPAD

S2 UNPAD

S3 FK UNPAD

Kedoktean Umum

I.Kes.Anak

Konsultan Alergi Imunologi

I.Kedokteran Dasar

Ilmu Kedokteran
13.

Tri Hanggono

Achmad
0022096209

Bandung,

22/9/1962
Guru Besar

Prof., Dr.,

dr.

S1 FK UNPAD

S3 Univ.Bonn Jerman

Kedokteran Umum

Biokimia Medik
14. Setiawan 0025017101

Bandung,

25/1/1971
Lektor Kepala Dr., dr.

S1 FK UNPAD

Sp AIFM

S3 Univ.Bonn Jerman

Kedokteran Umum

Ahli Ilmu Faal Manusia

Faal Medik
15. Yunia Sribudiani 0028067705

Bandung,

28/6/1977

-

MSc., PhD 

S1 ITB

S2 UMC Groningen

S3 UMC Groningen

Farmasi/Apoteker

Medical and Pharma.Sci

Genetik

KOMPETENSI LULUSAN

1. Standar Kompetensi

Mengacu pada Perpres No. 8 Tahun 2012 lulusan program studi doktor ilmu kedokteran fakultas kedokteran Unpad diharapkan memiliki kemampuan sebagai berikut:

  1. Mampu mengembangkan pengetahuan, teknologi dan/atau seni baru di dalam bidang keilmuannya atau praktek prefesionalnya melalui riset hingga  menghasilkan  karya kreatif, original dan teruji.
  2. Mampu memecahkan permasalahan ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau seni di dalam bidang keilmuannya melalui pendekatan inter, multi dan transdisiplin.
  3. Mampu mengelola, memimpin dan mengembangkan riset yang bermanfaat bagi  kemaslahatan umat manusia, serta mampu mendapat pengakuan nasional dan intenasional.

Secara khusus kompetensi lulusan prodi doktor ilmu kedokteran fakultas kedokteran Unpad dapat dibagi berdasarkan ranah berikut ini:

1.    Area Kompetensi: Landasan ilmiah dalam kegiatan penelitian
  Kompetensi inti:
  a.    Merumuskan pendekatan-pendekatan ilmiah bagi penyelesaian berbagai  masalah penelitian melalui penerapan ilmu-ilmu yang relevan dan mutakhir.
  b. Mengembangkan konsep baru di dalam bidang ilmu atau profesi melalui penelitian.
     
  Lulusan Doktor mampu:
  a. Menerapkan metodologi atau kaidah ilmiah dalam penyelesaian masalah penelitian.
  b. Memahami konsep-konsep dan teori ilmu kedokteran yang relevan dan mutakhir secara multidisiplin dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi Kedokteran.
  c. Mengelola, memimpin dan mengembangkan program penelitian.
  d. Melaksanakan berbagai penelitian Ilmu Kedokteran dalam spektrum yang luas.
     
2. Area Kompetensi: Komunikasi ilmiah yang efektif
  Kompetensi inti:
  Menyampaikan gagasan ilmiah dan melakukan pertukaran informasi ilmiah untuk pengembangan ilmu dan teknologi Kedokteran.
     
  Lulusan Doktor mampu:
  a. Menyajikan hasil-hasil penelitian Ilmu Kedokteran untuk masyarakat  ilmiah baik secara tertulis maupun lisan.
  b. Melaksanakan kerjasama dengan berbagai disiplin ilmu untuk pengembangan ilmu dan teknologi Kedokteran.
     
3. Area Kompetensi: Pengelolaan informasi
  Kompetensi inti:
  Mengakses, mengelola dan menilai secara kritis informasi untuk pengembangan ilmu dan teknologi kedokteran.
     
  Lulusan Doktor mampu:
  a. Melakukan penelusuran pustaka yang relevan dan mutakhir.
  b. Mengkritisi keahlian dan kemampuan terapan informasi untuk kegiatan penelitian khususnya dan pengembangan ilmu dan teknologi kedokteran pada umumnya.

KURIKULUM

Berdasarkan Peraturan Rektor Unpad No.50 Tahun 2016 tentang Pedoman Pendidikan Magister dan Doktor di Lingkungan Universitas Padjadjaran.

PEMBELAJARAN

1.    Beban Studi dan Lama Pendidikan
  a.   Beban studi kumulatif Pendidikan Doktor paling sedikit 42 sks, terdiri dari:
    i.   Seminar Usulan Riset (SUR) 2 sks;
    ii. Publikasi Artikel Ilmiah pada Jurnal Internasional Bereputasi 15 sks;
    iii. Disertasi 25 sks (yang terdiri atas Seminar Hasil Riset (SHR) 10 sks, Penelaahan Naskah Disertasi (PND) 10 sks, dan Sidang Promosi Doktor (SPD) 5 sks).
  b. Waktu studi Pendidikan Doktor dalam pelaksanaannya dapat ditempuh paling lama 7 (tujuh) tahun (14 semester) tanpa perpanjangan masa studi.
     
2. Kegiatan Pembelajaran
  a. Mahasiswa tidak diwajibkan mengambil sejumlah sks untuk mata kuliah tertentu, namun dapat mengambil berbagai mata kuliah tertentu yang dianggap perlu pada Prodi di Unpad atau di luar Unpad (sit in), dengan tujuan pengayaan pengetahuan yang relevan dengan rencana riset disertasi;
  b. Pengambilan mata kuliah sebagaimana disebutkan dalam butir a, dilakukan berdasarkan rekomendasi atau persetujuan Ketua Promotor;
  c. Pengurusan administrasi terkait pengambilan mata kuliah di luar Unpad merupakan tanggung jawab mahasiswa yang bersangkutan.
     
A. SUR (Seminar Usulan Riset)
  SEMINAR USULAN RISET (SUR)
  1. SUR merupakan rencana riset mahasiswa dalam rangka penyusunan disertasi. SUR merupakan forum ilmiah terbuka yang dapat dihadiri oleh mahasiswa dan dosen.
  2. SUR dilaksanakan paling lambat akhir semester III (tiga). Mahasiswa yang terlambat melaksanakan SUR akan mendapat surat peringatan dari Dekan Fakultas/Sekolah Pascasarjana.
  3. Mahasiswa yang tidak atau belum melaksanakan SUR sampai dengan akhir semester III (tiga) dinyatakan mengundurkan diri.
  4. Setelah mendapat Surat Keputusan Promotor, mahasiswa berdiskusi lebih lanjut dengan Tim Promotor (Ketua dan Anggota Promotor) untuk merevisi naskah Usulan Riset (UR), dan kemudian mahasiswa atas seizin Ketua Promotor melakukan pendaftaran untuk SUR.
  5. Penilaian SUR
    a   SUR bertujuan mengevaluasi kelayakan dan memberikan saran untuk perbaikan Usulan Riset (UR);
    b. SUR dilaksanakan secara panel dipimpin Ketua Promotor dan dapat dihadiri Tim Promotor serta 3 (tiga) orang dosen lain sebagai Tim Pembahas;
    c. Pada akhir SUR, Tim Promotor dan Tim Pembahas memberikan skor penilaian kelayakan SUR dengan rentang 0-100 yang akan dikonversikan ke Huruf Mutu (HM):
    d. Bila skor yang diperoleh di bawah 68, mahasiswa yang bersangkutan harus mengulang SUR.
B. Riset & Penulisan Artikel Ilmiah pada Jurnal Internasional
  1. Mahasiswa yang telah lulus SUR, selanjutnya melakukan perbaikan UR untuk memperoleh persetujuan Tim Promotor untuk melakukan riset.
  2. Selama proses riset, mahasiswa menulis sebanyak 1 (satu) artikel ilmiah dengan topik-topik yang sesuai dengan riset disertasi, yang merupakan bagian dari disertasi untuk dipublikasikan dalam jurnal internasional bereputasi.
  3. Mahasiswa mengirimkan artikel ilmiah pada jurnal ilmiah internasional bereputasi dengan persetujuan para Promotor yang akan bertindak sebagai co-authors, dengan mencantumkan institusi Unpad.
  4. Bobot publikasi artikel ilmiah dalam jurnal internasional bereputasi ditetapkan sebesar 15 (lima belas) sks, dengan skor penilaian Huruf Mutu (HM) sebagai berikut:
C. Disertasi
  Penyusunan Disertasi
  1.  Pengertian
    a.   Disertasi adalah karya ilmiah akhir mahasiswa Pendidikan Doktor, dibuat berdasarkan hasil riset dengan menggunakan metode dan kaidah keilmuan;
    b. Disertasi harus mempunyai nilai manfaat untuk pengembangan ilmu, baik teori/konsep maupun aplikasi;
    c. Orisinalitas disertasi harus dinyatakan dalam surat bermaterai dan disertai surat validasi keaslian disertasi yang dikeluarkan oleh Fakultas/Sekolah Pascasarjana dengan menggunakan perangkat lunak anti plagiasi;
    d. Bobot disertasi ditetapkan sebesar 25 (dua puluh lima) sks;
    e. Struktur dan gaya penulisan disertasi, seperti outline, penulisan sitasi, catatan (footnote atau running note), daftar pustaka, mengikuti pedoman penulisan disertasi yang berlaku di setiap Fakultas/Sekolah Pascasarjana masing-masing.
  2. Keterkaitan Disertasi dengan Artikel Ilmiah
   

Mahasiswa menulis naskah disertasi sesuai dengan UR dan berdasarkan hasil-hasil riset yang dipublikasikan sebagai artikel ilmiah pada jurnal internasional bereputasi.

Topik riset disertasi (X), terdiri dari (dapat dibagi menjadi) beberapa sub-topik X1, dan Xn;

Sub-topik riset X1, menghasilkan artikel ilmiah pada jurnal internasional bereputasi dengan “topik/isu” X1;

Sub-topik riset Xn, menghasilkan artikel ilmiah pada jurnal internasional bereputasi dengan “topik/isu” Xn;

Sintesis dari ketiga riset tersebut dapat menghasilkan satu artikel ilmiah pada jurnal internasional bereputasi dengan “topik/isu” X;

Artikel ilmiah yang ditulis (X1, Xn), gagasannya adalah turunan dari gagasan utama yang terkandung dalam X.

Disertasi 25 sks yang terdiri atas :

  1. Seminar Hasil Riset (SHR) 10 sks,
  2. Penelaahan Naskah Disertasi (PND) 10 sks, dan
  3. Sidang Promosi Doktor (SPD) 5 sks.
    C.1.   SHR (Seminar Hasil Riset) = 10 sks
     
  1. SHR merupakan seminar yang dilaksanakan setelah mahasiswa melaksanakan riset dalam rangka penyusunan disertasi. 
  2. SHR merupakan forum ilmiah terbuka yang dapat dihadiri oleh mahasiswa dan dosen.
  3. Mahasiswa berdiskusi lebih lanjut dengan Tim Promotor (Ketua dan Anggota Promotor) untuk menulis laporan hasil riset, dan kemudian mahasiswa atas seizin Ketua Promotor menempuh SHR.
  4. Penilaian SHR
    a. SHR bertujuan mengevaluasi kelayakan dan memberikan saran untuk perbaikan hasil riset;
    b. SHR dilaksanakan secara panel dipimpin Ketua Promotor dan dapat dihadiri Tim Promotor serta 3 (tiga) orang dosen lain sebagai Tim Pembahas;
    c. Pada akhir SHR, Tim Promotor dan Tim Pembahas memberikan skor penilaian kelayakan SHR dengan rentang 0-100;
    d. Mahasiswa dinyatakan berhak maju ke tahap Penelaahan Naskah Disertasi (PND) apabila mendapat rata-rata skor akhir paling sedikit 68;
    e. Mahasiswa memperbaiki naskah disertasi berdasarkan masukan dari Tim Pembahas. Perbaikan naskah disertasi didiskusikan dengan dan disetujui serta diberi skor akhir oleh Tim Promotor;
    f. Setelah mendapat persetujuan dari Tim Promotor, mahasiswa berhak mengikuti PND.
       
    C.2. PND (Penelaahan Naskah Disertasi) = 10 sks
     
  1. Naskah disertasi yang telah selesai dan disetujui oleh Tim Promotor diajukan oleh mahasiswa untuk ditelaah lebih lanjut oleh Tim Penelaah.
  2. Berdasarkan usulan Ketua Promotor dan persetujuan Ketua Prodi, Dekan menugaskan 3 (tiga) orang dosen yang menjadi Tim Penelaah naskah disertasi untuk menelaah kelayakan naskah disertasi paling lama selama 1 (satu) bulan.
  3. Tim Penelaah memberikan skor penilaian kelayakan naskah disertasi dengan rentang 0-100.
  4. Mahasiswa dinyatakan berhak maju ke tahap Sidang Promosi Doktor (SPD) apabila mendapat rata-rata skor akhir paling sedikit 68.
  5. Mahasiswa memperbaiki naskah disertasi berdasarkan masukan dari Tim Penelaah. Perbaikan naskah disertasi didiskusikan dengan dan disetujui serta diberi skor akhir oleh Tim Promotor.
  6. Setelah mendapat persetujuan dari Tim Promotor, mahasiswa berhak mengikuti SPD.
    C.3. SPD (Sidang Promosi Doktor) = 5 sks
      1.   Persyaratan SPD
        Mahasiswa Prodi Doktor dapat menempuh SPD apabila telah memenuhi persyaratan berikut:
        a.   Telah melaksanakan PND dan dinyatakan lulus dengan nilai ≥ 68;
        b. Menyerahkan surat keterangan bukti letter of acceptance dari penerbit jurnal internasional bereputasi dan naskah artikel ilmiah paling sedikit 1 (satu) artikel ilmiah (yang ditulis selama mengikuti Prodi Doktor) sebagai syarat kelulusan Pendidikan Doktor. Sedangkan 1 (satu) artikel ilmiah lainnya paling sedikit telah terkirim (sedang dalam proses peer review) sebagai syarat yudisium dengan “Pujian”;
        c. Memperbaiki naskah disertasi berdasarkan telaahan yang dilakukan Tim Penelaah. Perbaikan naskah disertasi didiskusikan dengan dan disetujui oleh Tim Promotor;
        d. Setelah mendapat persetujuan dari Tim Promotor, mahasiswa berhak mengikuti SPD.
      2. Pelaksanaan SPD
        a.   SPD dilaksanakan secara terbuka untuk diketahui masyarakat ilmiah dan umum tentang kelayakan mahasiswa mendapatkan gelar Doktor sesuai dengan disiplin ilmunya. SPD dapat dihadiri oleh keluarga, kerabat, mahasiswa, sivitas akademika dan anggota masyarakat lain yang diundang secara khusus;
        b.

Panitia SPD ditetapkan oleh Surat Keputusan Dekan Fakultas/Sekolah Pascasarjana atas nama Rektor, terdiri dari:

1) Ketua dan Sekretaris Sidang;

2) 3 (tiga) orang Promotor;

3) 3 (tiga) orang Oponen Ahli, yang salah seorang merupakan external examiner;

4) 1 (satu) orang Representasi Profesor Unpad yang masih aktif.
        c. Pemimpin SPD adalah: 
         

1) Ketua Sidang adalah Dekan Fakultas/Sekolah Pascasarjana, atau Wakil Dekan Fakultas/Sekolah Pascasarjana, atas nama Rektor Unpad;

2) Sekretaris Sidang adalah Wakil Dekan Fakultas/Sekolah Pascasarjana, atau Ketua Prodi Doktor terkait.
        d. Tugas Pemimpin SPD dan Tim Penguji (Tim Promotor, Tim Oponen Ahli, dan Representasi Profesor Unpad):
         
  1. Pemimpin sidang bertugas memandu seluruh acara sidang;
  2. Tim Promotor selain bertugas mengantarkan mahasiswa mempertanggung jawabkan disertasinya di hadapan Tim Penguji juga memberikan penilaian tentang performa akademik mahasiswa;
  3. Tim Penguji (Tim Oponen Ahli dan Representasi Profesor Unpad dalam rumpun ilmu sejenis dengan bidang riset mahasiswa) bertugas memberikan penilaian secara komprehensif tentang performa akademik mahasiswa.
        e. Mahasiswa mengikuti SPD pada waktu yang telah ditetapkan, dan naskah akhir disertasi harus sudah dijilid tebal (hard cover) berwarna kuning, dan diserahkan pada Pimpinan SPD, Tim Promotor, Tim Oponen Ahli dan Representasi Profesor Unpad paling sedikit 1 (satu) minggu sebelum pelaksanaan SPD;
        f. Setelah SPD dan mahasiswa dinyatakan lulus, tidak ada lagi perbaikan naskah disertasi;
        g. SPD berlangsung paling lama 2 (dua) jam;
        h. Susunan acara SPD adalah sebagai berikut :
          1.   Kata pengantar dari Ketua Promotor tentang latar belakang dan kelayakan disertasi mahasiswa untuk dipertahankan di depan SPD;
          2. Penyampaian ringkasan disertasi oleh mahasiswa;
          3. Tim Promotor menyampaikan bentuk pertanggungjawaban ilmiah sehubungan dengan substansi riset sesuai dengan alokasi waktu yang disepakati Panitia SPD;
          4. Tim Penguji (Tim Oponen Ahli dan Representasi Profesor Unpad) menyampaikan pertanyaan dan sanggahan terhadap mahasiswa sesuai dengan alokasi waktu yang disepakati Panitia SPD;
          5. Tanya jawab tidak bersifat polemik ataupun arahan yang bersifat bimbingan;
          6. Setelah persidangan selesai, dilaksanakan Rapat Panitia SPD untuk menilai kelayakan mahasiswa menjadi Doktor dan pengumuman hasil ujian SPD;
          7. Setelah pengumuman hasil ujian SPD, Tim Promotor menyampaikan pesan, kesan, dan harapan kepada Doktor baru;
          8. Penyerahan Sertifikat Tanda Kelulusan SPD, yang ditandatangani Ketua Sidang dan Ketua Promotor;
          9. Penyampaian ungkapan rasa syukur dari Doktor baru berkenaan dengan selesainya Pendidikan Doktor pada Unpad;
          10.  Sidang SPD ditutup.

Penilaian SPD

  1. Penilaian SPD berdasarkan presentasi, tanya jawab dan naskah disertasi yang diajukan;
  2. Tim Promotor dan Tim Oponen Ahli  serta Representasi Profesor Unpad memberikan nilai secara keseluruhan terhadap presentasi, tanya jawab dan naskah disertasi dengan memberikan skor antara 68-100;
  3. Rata-rata skor Tim Promotor serta rata-rata skor Tim Oponen Ahli dan Representasi Profesor Unpad dijumlahkan, kemudian dibagi 2 (dua) menjadi ratarata skor akhir SPD;
  4. Penilaian disertasi secara keseluruhan dilakukan dengan menjumlahkan:
    1. Skor SHR dikalikan dengan 40% (setara dengan 10/25 SKS);
    2. Skor PND dikalikan dengan 40% (setara dengan 10/25 SKS);
    3. Skor SPD dikalikan dengan 20% (setara dengan 5/25 SKS).
  5. Konversi NA ke dalam HM dan AM menggunakan pedoman sebagai berikut:

Nilai Akhir

Huruf Mutu

Angka Mutu

80 ≤ NA ≤ 100

A

4

68 ≤ NA < 80

B

3

Yudisium

a. Yudisium kelulusan didasarkan pada IPK mahasiswa sebagai berikut:

Angka Mutu

Yudisium

3,00 - 3,50

Memuaskan

3,51 - 3,75

Sangat Memuaskan

3,76 – 4,00

Pujian (dengan syarat tambahan)

b. Predikat kelulusan “Pujian”, memiliki persyaratan tambahan lain yaitu:

1) Masa studi tidak melebihi 8 (delapan) semester;

2) Telah memiliki paling sedikit 2 (dua) artikel ilmiah di jurnal internasional bereputasi dengan status diterima (accepted);

3) Tidak mengulang studi di Unpad.

c. Mahasiswa yang memenuhi yudisium “Pujian”, tetapi tidak memenuhi persyaratan tambahan sesuai dengan butir b, maka yudisium kelulusan hanya ditetapkan “Sangat Memuaskan”.

 

Kembali
© 2018 MIR FKUNPAD All Rights Reserved.