Akademik

Program Studi Anestesiologi dan Terapi Intensif

Pada awalnya, Bagian Anestesiologi berada di bawah Bagian Ilmu Bedah, dan tindakan anestesi umum dilakukan oleh para dokter asisten bedah. Perhatian utama masih pada pembedahan, bukan pada anestesi. Dalam perkembangan selanjutnya, bagian Anestesiologi memisahkan diri dari Bagian Ilmu Bedah untuk membentuk bagian tersendiri. Pemisahan ini dianggap perlu mengingat perkembangan Ilmu Anestesi pada khususnya dan Ilmu Kedokteran pada umumnya yang demikian pesat.

Saat memisahkan diri dari bagian Ilmu Bedah, bagian Anestesiologi hanya memiliki satu orang dokter spesialis Anestesi, yaitu  dr. Tb. Zuchradi (alm). Secara berangsur-angsur Bagian Anestesiologi mulai mengembangkan diri baik dalam jumlah staf,  peralatan, maupun teknik anestesi.  Bagian Anestesiologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran/RSUP Dr. Hasan Sadikin pada tahun 1969 diakui sebagai Pusat Pendidikan Ilmu Anestesi di Indonesia bersama-sama dengan Jakarta, Surabaya, dan Semarang. Sebagai Kepala Bagian pertama adalah dr. Tb. Zuchradi, Wakil Kepala Bagian dr. Marsudi Rasman, serta staf terdiri dari dr. Budi Sayuto, dr. A. Himendra Wargahadibrata dan dr. Afifi Ruchili.

Masih pada tahun yang sama, timbul gagasan dari dr. Tb. Zuchradi sebagai Kepala Bagian Anestesiologi RSHS untuk membangun Intensive Care Unit (ICU). Pada bulan Desember 1969 ICU selesai dibangun dan  diresmikan pada tanggal 1 September 1971 dengan dr. Tb. Zuchradi sebagai Kepala ICU dan dr. Demin Shen sebagai Wa­kil Kepala Bagian ICU. Saat itu ICU RSHS merupakan satu-satunya ICU di kota Bandung.

Per tanggal 1 Januari 1975, kedudukan ICU berada di bawah Bagian Anestesiologi dan dr. Tb. Zuchradi diangkat sebagai Kepala Bagian Anestesiologi/ ICU, dr. Marsudi Rasman sebagai Pelaksaan Harian dan dr. A. Himendra sebagai pejabat kepala sub-bagian.

Untuk meningkatkan pelayanan kepada pasien, pada tahun 1998 didirikan Instalasi Anestesi yang dipimpin oleh dr. Deddy Koesmayadi, SpAn, KIC. Pada tahun yang sama Bagian Anestesiologi dan Perawatan Intensif FK UNPAD/RSHS menghasilkan satu orang Guru Besar dalam Bidang Anestesiologi yang juga merupakan Guru Besar Pertama untuk bidang tersebut di Jawa Barat, sekaligus juga merupakan alum­ni pertama lulusan Anestesiologi dan Perawatan Instensif FK UNPAD yang meraih gelar Guru Besar. Beliau adalah Prof. dr. A. Himendra Wargahadibrata, SpAn, KNA, KIC.

Pada tahun 2002 Bagian Anestesiologi dan Perawatan Intensif berubah nama menjadi Departemen Anestesiologi dan Reanimasi atas dasar pemikiran bahwa lingkup pelayanan dan perawatan anestesiologi tidak hanya terbatas pada masalah pembiusan dan perawatan intensif saja, tetapi juga meliputi resusitasi, kedokteran gawat darurat, kedokteran bencana alam, pengelolaan nyeri dan detoksifikasi narkotik.

Pada tahun 2004 dan 2007, Guru Besar bidang Ilmu Anestesiologi bertambah 2 (dua) orang yaitu  Prof. Dr. Tatang Bisri, dr., SpAn-KNA dan Prof. U. Kaswiyan Adipradja, dr, SpAnK.

Pusat pendidikan Anestesiologi dan Reanimasi Fakulltas Kedokteran UNPAD/RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung berkembang dengan pesat dan mulai tahun 2004 dibuka pendidikan Spesialisasi 2 (Sp2) untuk bidang kajian Neuroanestesi (KNA) dan untuk saat ini merupakan satu-satunya  pusat pendidikan di Indonesia. Tahun 2005 diresmikan pendidikan Spesialisasi 2 (Sp2) bidang kaijan Intensive Care (KIC), selain di Jakarta dan Surabaya. Tahun 2010, pada Kongres Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi di Medan, Kolegium Anestesiologi dan Reanimasi Indonesia berubah menjadi Kolegium Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia, yang diikuti dengan perubahan nama Departemen dan Program Studi menjadi Departemen/Program Studi Anestesiologi dan Terapi Intensif.

Seiring dengan berjalannya waktu, Bagian Anestesiologi dan Perawatan Intensif  Fakultas Kedokteran UNPAD/RSHS semakin berkembang baik dari sarana, prasarana, dan jumlah staf pengajar. Total jumlah staf pengajar di Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif FK UNPAD/RSHS saat ini adalah 25 orang berstatus staf pendidik aktif dan 6 orang staf pendidik purnabakti. Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif FK UNPAD/RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung memiliki 8 divisi, yaitu: Divisi Kardiotoraksik dan Vaskular, Divisi Neuroanestesia, Divisi Anestesi Pediatrik, Divisi Manajemen Nyeri, Divisi Terapi Intensif, Divisi Anestesi Regional, Divisi Anestesi Obstetri, dan Divisi Anestesi Emergensi dan Traumatologi.

Sejak didirikannya hingga sekarang, Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif FK UNPAD/RSHS telah meluluskan 321 orang spesialis anestesi yang tersebar di selu­ruh Indonesia.

Berikut adalah nama-nama Kepala Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif sejak mulai berdiri:

  1. Tb. Zuchradi, dr, SpAn                                                         Tahun 1964–1985
  2. Prof. A. Himendra Wargahadibrata, dr, SpAn, KIC, KNA     Tahun 1985–1987
  3. Marsudi Rasman, dr, SpAn, KIC, KNA                                 Tahun 1987–1990
  4. Afifi Ruchili, dr, SpAn, KAR                                                Tahun 1990–2002
  5. Prof. U. Kaswiyan, dr, SpAn, KAP, KAO                              Tahun 2002–2008
  6. Deddy Koesmayadi, dr, SpAn, KIC                                       Tahun 2008–2010
  7. Dr. Ike Sri Rejeki, dr.SpAn-KIC, KMN, M.Kes.                     Tahun 2010–2014
  8. Ruli Herman S, dr. SpAn-KIC, KAP, M. Kes.                        Tahun 2014–sekarang

Ketua Program Studi Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif sejak mulai berdiri:

  1. Marsudi Rasman, dr, SpAn, KIC, KNA                                Tahun 1985–1987
  2. Afifi Ruchili, dr, SpAn, KAR                                               Tahun 1987–1990
  3. Prof. A. Himendra Wargahadibrata, dr, SpAn, KIC, KNA      Tahun 1990–2002
  4. Prof. Dr. Tatang Bisri, SpAn. KNA, KAO                             Tahun 2002–2012
  5. Dr. Erwin Pradian, dr., SpAn, KIC, KAR, M.Kes                  Tahun 2012–2014
  6. Dr. Ike Sri Rejeki, dr.SpAn-KIC, KMN, M.Kes                    Tahun 2015–2015
  7. Dr. Iwan Fuadi, dr., SpAn, KNA. M.Kes                          Tahun 2016–sekarang

Visi Program studi Anestesiologi dan Terapi Intensif:

Menjadi institusi pendidikan dokter spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif yang unggul dan mampu mendorong daya saing bangsa pada tahun 2020.

Unggul

:

terbaik dan melebihi standar dalam kualitas pendidikan, penelitian, dan pelayanan masyarakat. Institusi pendidikan dokter spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran memiliki dua program pendidikan unggulan  yaitu intensive care dan neuroanestesi.

 

Berdaya saing

:

kesanggupan, kemampuan dan kekuatan untuk bersaing dengan program studi Anestesiologi dan Terapi Intensif di Nasional dan Internasional.

 

 

Misi Program studi Anestesiologi dan Terapi Intensif :

  1. Menyelenggarakan pendidikan di bidang Anestesiologi dan Terapi Intensif yang terintegrasi dengan pelayanan dan penelitian sesuai Standar Nasional Pendidikan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif dan mengikuti perkembangan Nasional maupun Internasional.
  2. Meningkatkan jumlah dan kualitas penelitian serta publikasi baik Nasional maupun Internasional.
  3. Melakukan pengabdian kepada masyarakat di bidang Anestesiologi dan Terapi Intensif yang berkualitas sesuai dengan standar profesi.

Staf Pendidik Aktif:

  1. Prof. Dr. Tatang Bisri, dr., SpAn-KNA, KAO
  2. Ruli Herman S, dr., SpAn-KIC, KAP, M.Kes.
  3. Dr. Tinni T. Maskoen, dr., SpAn-KIC, KMN, FICM
  4. Doddy Tavianto, dr., SpAn, KAKV
  5. Rudi Kurniadi K, dr., SpAn-KAR, M.M, M.Kes.
  6. Ezra Oktaliansah, dr., SpAn-KIC, KAP, M.Kes.
  7. Dr. Erwin Pradian, dr., SpAn-KIC, KAR, M.Kes.
  8. Dr. Iwan Fuadi,  dr., SpAn-KNA, M.Kes.
  9. Dr. Suwarman, dr., SpAn-KIC, KMN, M.Kes.
  10. Dedi Fitri Yadi, dr., SpAn, KAR, M.Kes.
  11. Reza W. Sujud, dr., SpAn-KAKV, KIC, M.Kes.
  12. Indriasari, dr., SpAn-KIC, M.Kes.
  13. Dr. Dewi Yulianti Bisri, dr., SpAn-KNA, KAO, M.Kes.
  14. Budiana Rismawan, dr., SpAn-KAKV, M.Kes.
  15. Ardi Zulfariansyah, dr., SpAn-KIC, M.Kes.
  16. Iwan Abdul Rachman, dr., SpAn, KNA, M.Kes.
  17. M. Andy Prihartono, dr., SpAn, KMN, M.Kes.
  18. Ricky Aditya, dr., SpAn, KIC, M.Kes.
  19. Danny Budipratama, dr., SpAn, KIC
  20. Nurita Dian Kestriani Saragi Sitio, dr., SpAn, KIC
  21. M. Erias Erlangga, dr., SpAn, M.Kes.
  22. Radian Ahmad Halimi, dr., SpAn, M.Kes.
  23. Osmond Muvtilov Pison, dr., SpAn, M.Kes.
  24. M. Budi Kurniawan, dr., SpAn
  25. Gezy Weita Giwangkancana, dr., SpAn

Staf Pendidik Purnabakti:

  1. Prof. Dr. A. Himendra W, dr., SpAn-KIC, KNA
  2. Marsudi Rasman, dr., SpAn-KIC, KNA
  3. Afifi Ruchili, dr., SpAn-KAR
  4. Prof. U. Kaswiyan, dr., SpAn-KAP, KAO
  5. Eri Surahman, dr., SpAn-KNA
  6. Dr. Ike Sri Redjeki, dr., SpAn-KIC, KMN, M.Kes.

 

Standar kompetensi Program Pendidikan Dokter Spesialis-1 (PPDS-1) Anestesiologi dan Terapi Intensif Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (FKUNPAD) mengacu pada Standar Kompetensi Dokter Spesialis-1 Anestesiologi dan Terapi Intensif yang dikeluarkan oleh Kolegium Anestesiologi dan Terapi Intensif (KATI).

Berdasarkan standar tersebut, kompetensi Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif dibagi menjadi 3 (tiga) ranah pendidikan, yaitu sikap (afektif), pengetahuan (kognitif), dan keterampilan (psikomotor). Standar kompetensi tersebut disusun berdasarkan 5 (lima) domain utama, yaitu:

1. Ilmu Kedokteran Perioperatif

2. Ilmu Anestesia

3. Penatalaksanaan Nyeri

4. Kedokteran Gawat Darurat (Emergensi) dan Terapi Intensifdan

5. Ilmiah dan Penelitian

Kelima ranah pendidikan tersebut dijabarkan menjadi 7 (tujuh) area yang disusun dengan urutan sebagai berikut :

1. Area Etika Profesionalisme dan Patient Safety;kompetensi untuk selalu berperilaku profesional dalam praktik kedokteran mendukung kebijakan kesehatan, bermoral dan beretika serta memahami isu-isu etik maupun aspek medikolegal dalam praktik kedokteran dan menerapkan program patient safety.
Rincian Komponen Area Kompetensi:

a. Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan mampu menunjukkan sikap religius.
b. Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dalam menjalankan tugas berdasarkan agama moral, dan etika.
c. Berperan sebagai warga negara yang bangga dan cinta tanah air, memiliki nasionalisme serta rasa tanggungjawab pada negara dan bangsa.
d. Menunjukkan sikap bertanggungjawab atas pekerjaan di bidang Anestesiologi dan Terapi Intensif secara mandiri.
e. Disiplin dan tanggung jawab, Ketaatan pengisian dokumen medik, Ketaatan tugas yang diberikan, dan Ketaatan melaksanakan pedoman penggunaan obat dan alat.
f.  Taat hukum dan disiplin dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
g. Mengikuti kaidah-kaidah Patient Safety.
h. Menghargai keanekaragaman budaya, pandangan, agama, dan kepercayaan, serta pendapat atau temuan orisinal orang lain.
i.  Mampu bertanggungjawab atas pekerjaan di bidang profesi Anestesiologi dan Terapi Intesif sesuai dengan kode etik kedokteran Indonesia

2. Area Mawas diri, Pengembangan diri dan Penelitian; kompetensi dalam melakukan praktik kedokteran dengan penuh kesadaran atas kemampuan dan keterbatasan terutama dalam bidang Anestesiologi dan Terapi Intensif mengatasi masalah emosional, personal, kesehatan, dan kesejahteraan yang dapat mempengaruhi kemampuan profesinya, belajar sepanjang hayat, serta merencanakan, menerapkan dan memantau perkembangan profesi secara berkesinambungan.
Rincian Komponen Area Kompetensi :

  1. Menginternalisasi semangat kemandirian, kejuangan, dan kewirausahaan.
  2. Mampu menyusun laporan hasil studi setara tesis yang hasilnya disusun dalam bentuk publikasi pada jurnal ilmiah profesi yang terakreditasi nasional dan internasional, atau menghasilkan karya desain yang spesifik beserta deskripsinya berdasarkan metoda atau kaidah desain dan kode etik profesi yang diakui oleh masyarakat profesi pada tingkat nasional dan internasional.
  3. Mampu mengomunikasikan hasil kajian, kritik, apresiasi, argumen, atau karya inovasi yang bermanfaat bagi pengembangan profesi, dan kemaslahatan manusia, yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan etika profesi, kepada masyarakat umum melalui berbagai bentuk media.
  4. Mampu melakukan evaluasi secara kritis terhadap hasil kerja dan keputusan yang dibuat dalam melaksanakan pekerjaan profesinya baik oleh dirinya sendiri, sejawat, atau sistem institusinya.
  5. Mampu meningkatkan keahlian keprofesiannya pada bidang Anestesiologi dan Terapi Intensif yang khusus melalui pelatihan dan pengalaman kerja dengan mempertimbangkan kemutakhiran bidang Anestesiologi dan Terapi Intensif di tingkat nasional, regional, dan internasional.
  6. Mampu meningkatkan mutu sumber daya untuk pengembangan program strategis organisasi.
  7. Mampu mendokumentasikan, menyimpan, mengaudit, mengamankan, dan menemukan kembali data serta informasi untuk keperluan pengembangan hasil kerja profesinya.
  8. Mampu meningkatkan kapasitas pembelajaran secara mandiri dan tim yang berada di bawah tanggungjawabnya.

3. Area Landasan Ilmiah Ilmu Kedokteran Anestesiologi dan Terapi Intensif; kompetensi untuk mengidentifikasi, menjelaskan dan merancang penyelesaian masalah kesehatan secara ilmiah dan profesional menurut ilmu kedokteran/kesehatan mutakhir untuk memberikan hasil yang optimal.

Rincian Komponen Area Kompetensi :

  1. Mampu membuat keputusan yang independen berdasarkan pemikiran logis, kritis, sistematis, kreatif, dan komprehensif;
  2. Menginternalisasi nilai, norma, dan etika akademik;
  3. Mampu memberikan dan menerapkan ilmu kedokteran perioperatif, yang meliputi permasalahan kesehatan umum terkait dengan proses pre, intra dan post operatif;
  4. Mampu memberikan dan menerapkan ilmu anestesi, yang meliputi pengetahuan anatomi, fisiologi, farmakologi dan patofisiologi terkait dengan proses anestesi;
  5. Mampu memberikan dan menerapkan penanganan nyeri paripurna, yang meliputi penanganan nyeri akut, kronis dan paliatif, serta penanganan nyeri intervensi maupun non-intervensi;
  6. Mampu memberikan dan menerapkan ilmu kedokteran emergency dan Terapi Intensif.

4. Area Keterampilan Klinis; kompetensi dalam melakukan prosedur dengan tepat dan efektif sesuai dengan fasilitas dan kondisi pasien, untuk mengatasi masalah kesehatan dan promosi kesehatan di bidang Anestesiologi dan Terapi Intensif.

Rincian Komponen Area Kompetensi :

  1. Mampu memberikan pelayanan anestesi paripurna;
  2. Mampu memberikan pelayanan kedokteran perioperatif yang meliputi keterampilan menangani permasalahan kesehatan umum terkait dengan proses pre, intra dan post operatif;
  3. Mampu memberikan pelayanan bantuan hidup paripurna atau lanjutan dalam kegawatdaruratan (emergency);
  4. Mampu memberikan pelayanan Terapi Intensif;
  5. Mampu memberikan pelayanan nyeri paripurna.

5. Area Pengelolaan Masalah Kesehatan; kompetensi untuk mengelola masalah kesehatan pada individu, keluarga, ataupun masyarakat secara komprehensif, holistik, berkesinambungan, koordinatif, dan kolaboratif serta menggunakan bukti ilmiah dalam konteks pelayanan kesehatan terutama di bidang Anestesiologi dan Terapi Intensif.
Rincian Komponen Area Kompetensi:

a. Berkontribusi dalam peningkatan mutu kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan kemajuan peradaban berdasarkan Pancasila;
b. Mengelola masalah kesehatan khususnya yang berkaitan dengan bidang Anestesiologi dan Terapi Intensif pada pasien sebagai individu yang utuh, bagian dari keluarga dan masyarakat;
c. Mampu berkontribusi dalam evaluasi atau pengembangan kebijakan nasional dalam rangka peningkatan mutu pendidikan Anestesiologi dan Terapi Intensif atau pengembangan kebijakan nasional pada bidang kesehatan.

6. Area Komunikasi Efektif dan Kemampuan Kerja Sama; kompetensi dalam melakukan komunikasi dan hubungan antar manusia yang menghasilkan pertukaran informasi secara efektif dan kerja sama yang baik dengan pasien dan keluarganya, sejawat dan masyarakat serta profesi lain.
Rincian Komponen area kompetensi :

  1. Menciptakan dan mempertahankan Komunikasi terhadap kolega, pasien/keluarga, paramedis dan staf pendidik yang dilakukan dengan Jujur, Terbuka, dan Bersikap baik;
  2. Bekerja sama dan memiliki kepekaan sosial serta kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan;
  3. Mampu memimpin suatu tim kerja untuk memecahkan masalah baik pada bidang Anestesiologi dan Terapi Intensif, maupun masalah yang lebih luas dari bidangnya;
  4. Mampu bekerja sama dengan profesi lain yang sebidang maupun yang tidak sebidang dalam menyelesaikan masalah pekerjaan yang kompleks yang terkait dengan bidang Anestesiologi dan Terapi Intensif;
  5. Mampu mengembangkan dan memelihara jaringan kerja dengan masyarakat profesi kedokteran dan kliennya.

7. Area Pengelolaan Informasi; kompetensi dalam mengakses, mengelola, menilai secara kritis kesahihan dan kemampuan menerapkan informasi untuk menjelaskan dan menyelesaikan masalah, atau mengambil keputusan yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan terjadap pasien khususnya dalam bidang Anestesiologi dan Terapi Intensif.
Rincian Komponen Area Kompetensi :

  1. Menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk membantu menegakkan diagnosis, pemberian terapi, tindakan pencegahan dan promosi kesehatan, serta pemantauan status kesehatan pasien;
  2. Menerapkan metode riset dan statistik untuk menilai kesahihan informasi ilmiah;
  3. Memanfaatkan, mengevaluasi dan menganalisis semua informasi terkait dengan penegakkan diagnosis yang akurat dan terapi yang sesuai dengan kondisi penyakit pasien;
  4. Memanfaatkan media informasi terkini untuk mendapatkan informasi yang berkualitas bagi penegakkan diagnosis terhadap pasien;
  5. Memahami manfaat dan keterbatasan teknologi informasi;
  6. Memanfaatkan informasi kesehatan diantaranya dengan menganalisis arsip yang tersedia, membuat dan menggunakan rekam medis untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dalam bidang Anestesiologi dan Terapi Intensif.

Sesuai dengan Kepmendikbud No. 49 Tahun 2014 tentang Standar NasionalPendidikan Tinggi, KATI merumuskan capaian pembelajaran pendidikan spesialis-1sesuai dengan ketiga ranah kompetensi Dokter Spesialis Anestesiologi dan TerapiIntensif, yang dirinci sebagai berikut:

i. Rumusan Sikap

  1. Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa danmampu menunjukkan sikapreligius.
  2. Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dalam menjalankan tugas berdasarkan agama, moral, dan etika.
  3. Berkontribusi dalam peningkatan mutu kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan kemajuan peradaban berdasarkan Pancasila.
  4. Berperan sebagai warga negara yang bangga dan cinta tanah air, memiliki nasionalisme serta rasa tanggung jawab pada negara dan bangsa.
  5. Menghargai keanekaragaman budaya, pandangan, agama, dan kepercayaan, serta pendapat atau temuan orisinal orang lain.
  6. Bekerja sama dan memiliki kepekaan sosial serta kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan.
  7. Taat hukum dan disiplin dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
  8. Menginternalisasi nilai, norma, dan etika akademik.
  9. Menunjukkan sikap bertanggung jawab atas pekerjaan di bidang Anestesiologi dan Terapi Intensif secara mandiri.
  10. Menginternalisasi semangat kemandirian, kejuangan, dan kewirausahaan.
  11. Etika profesionalisme Dokter Spesialis Anestestiologi dan Terapi Intensif yang baik dan bermanfaat bagi masyarakat yang mempunyai kemampuan yang baik dalam sikap terhadap penderita, sikap terhadap staf pendidik dan kolega, sikap terhadap paramedis dan non-paramedis, disiplin dan tanggung jawab, ketaatan pengisian dokumen medik, ketaatan menjalankan tugas yang diberikan, dan ketaatan melaksanakan pedoman penggunaan obat dan alat.
  12. Komunikasi terhadap kolega, pasien dan keluarganya, paramedis dan staf pendidik yangdilakukan dengan jujur, terbuka dan bersikap baik.
  13. Kerjasama yang baik antara kolega, dokter, perawat, karyawan kesehatan, pasien dan keluarga pasien dan bisa bekerjasama dalam bentuk tim secara harmonis untuk pelayanan secara optimal.
  14. Mengikuti kaidah-kaidah Patient Safetyantara lain: IPSG 1-6 (Identifikasi, cuci tangan, time out, komunikasi efektif, pencegahan infeksi, dan pemberian obat).

ii. Rumusan Pengetahuan Umum

a. Ilmu Kedokteran Dasar

  1. Memahami fisiologi fungsi tubuh dalam keadaan normal, hubungan antara fungsi tersebut dengan perubahan fungsi yang dapat timbul dalam praktek anestesi, utamanya fisiologi nyeri, respirasi, sirkulasi, susunan saraf pusat dan perifer, hemostasis, neuromuscular junction, ginjal, metabolik, dan endokrin.
  2. Memahami farmakologi, yang meliputi prinsip-prinsip farmakologi umum, farmakokinetika dan farmakodinamika obat-obat anestesia, analgesia, sedatif (depresan dan stimulan susunan saraf pusat), pelumpuh otot, obat-obat emergensi, dan obat pendukung yang lain.
  3. Memahami prinsip sifat-sifat fisika dan kimia dalam aplikasi Anestesiologi dan Terapi Intensif.
  4. Memahami teori dasar-dasar keseimbangan cairan, elektrolit, dan asam basa tubuh.
  5. Mampu menjelaskan aplikasi ilmu kedokteran dasar di bidang Anestesiologi dan Terapi Intensif.

b. Ilmu Kedokteran Klinis Spesialis Dasar Bidang Anestesiologi dan Terapi Intensif.

  1. Mampu memahami prinsip kerja alat atau mesin anestesia, demikian pula alat-alat monitor invasif dan non-invasif, EKG, pulse oxymetri, kapnograf, stimulator saraf, BIS, USG, x-ray imaging, C-arm.
  2. Mampu memahami/menafsirkan hasil pemeriksaan laboratorium, foto toraks, scan kepala, EKG, ekokardiografi, dan lain-lain yang diperlukan.
  3. Mampu memahami cara mengatur posisi pasien yang aman selama operasi dan mengetahui akibat buruknya
  4. Memahami kelaikan mesin anestesia dan ventilator serta peralatan pendukung lainnya.
  5. Mengetahui pengetahuan tentang patofisiologi penyakit/komorbid yang menyertai kondisi pasien dan dihubungkan dengan tindakan anestesia.
  6. Memahami fisiologi dan patofisiologi penyakit dan komorbid pasien pediatrik dan neonatus.
  7. Memahami teori anestesia pada bedah, baik pasien dewasa maupun anak.
  8. Memahami teori anestesia regional yang meliputi saraf-saraf tepi, subarakhnoid dan epidural.
  9. Memahami teori premedikasi, induksi, pemeliharaan anestesia dan pengelolaan pasca anestesia/bedah.
  10. Memahami problema kekhususan anestesia pada bedah umum, bedah THT, bedah mata, serta bedah obstetri dan ginekologi.
  11. Memahami tanda-tanda penyulit anestesia serta mampu dengan cepat mengatasi problem tersebut.
  12. Memahami secara dini keadaan darurat yang mengancam nyawa, baik pada waktu induksi, selama, maupun pasca anestesia, dan dalam keadaan kritis serta mengetahui cara-cara mengatasinya.
  13. Memahami teori tindakan resusitasi jantung paru otak (RJPO).
  14. Memahami pengelolaan pasien trauma dalam kegawatan yang mengancam nyawa dan/atau cacat.
  15. Memahami teori nyeri akut dan nyeri kronis.

Keterampilan

  1. Mampu melakukan penilaian kondisi pasien pre-operatif.
  2. Mampu mengoptimalkan kondisi pasien sebelum operasi.
  3. Mampu melakukan teknik dan interpretasi pemantauan fungsi-fungsi vital,EKG, oksimetri pulsa, kapnografi, monitor neuromuscular.
  4. Mampu mengoperasikan meja anestesi.
  5. Mampu mengoperasikan berbagai mesin anestesi.
  6. Mampu melakukan beberapa teknik induksi anestesia inhalasi, intravena, per rectal.
  7. Mampu menggunakan sungkup muka, sungkup laring, intubasi trakeal, serta melakukan pemeliharaan anestesi dengan aman.
  8. Mampu mengelola jalan nafas dengan cara-cara seperti di atas.
  9. Mampu memberikan ventilasi bantu dan ventilasi kendali manual.
  10. Mampu melakukan ekstubasi dan pengawasan masalah-masalah dankomplikasi pasca ekstubasi dan pasca anestesia.
  11. Mampu melakukan teknik anestesia/analgesia spinal, epidural dan bloksaraf tepi serta mampu mengatasi komplikasi akut yang mungkin terjadi.
  12. Mampu melakukan resusitasi jantung paru otak (RJPO), bantuan hidup dasar, dan bantuan hidup lanjut.
  13. Mampu mengelola pasien dalam keadaan kedaruratan yang mengancamnyawa dan/atau cacat.
  14. Mampu mengelola pasien pasca-anestesia, baik di ruang pulih (PostAnesthesia Care Unit/PACU) maupun di ICU.
  15. Mampu memberikan anestesi pada bedah digestif.
  16. Mampu memberikan anestesi pada bedah ortopedi.
  17. Mampu memberikan anestesi pada trauma.
  18. Mampu memberikan anestesi pada bedah plastic.
  19. Mampu memberikan anestesi pada bedah onkologi.
  20. Mampu memberikan anestesi pada bedah mata.
  21. Mampu memberikan anestesi pada bedah THT dan bedah mulut.
  22. Mampu memberikan anestesi pada bedah urologi.
  23. Mampu memberikan anestesi pada bedah pediatri.
  24. Mampu memberikan anestesi pada bedah geriatri.
  25. Mampu melakukan anestesia rawat jalan.
  26. Mampu melakukan anestesia di luar kamar bedah.

c. Ilmu Kedokteran Klinis Spesialis Lanjut Bidang Anestesiologi dan Terapi Intensif

    Pengetahuan

  1. Memahami problema dan teknik anestesia bedah otak, bedah jantung, bedah paru, dan bedah transplant.
  2. Memahami teori critical care pada kasus-kasus di Intensive Care Unit.
  3. Memahami cara melakukan prosedur klinik serta penggunaannya, tindakan invasif seperti pemasangan kateter vena sentral, kateter intra arterial, kateter Swan Ganz, krikotirotomi, pungsi pleura pada pneumotoraks, dan lain-lain.
  4. Menguasai prinsip-prinsip penting pengelolaan pasien kritis.
  5. Memahami cara mengelola unit ICU.
  6. Memahami sistem penanganan bencana.

     Keterampilan

  1. Mampu menilai pasien ICU, baik pasca bedah dan bukan pasca bedah, serta melakukan tindakan awal terhadap keadaan yang mengancam nyawa pasien.
  2. Mampu memberikan anestesia pada bedah saraf termasuk operasi kraniofasial dan tindakan anestesi untuk diagnostik dan intervensional neuradiologi.
  3. Mampu melakukan asistensi pada anestesia bedah jantung terbuka.
  4. Mampu memberikan anestesia bedah paru, vaskular, jantung tertutup.
  5. Mampu memberikan anestesia pada penyakit khusus.
  6. Mampu melakukan intubasi sulit.
  7. Mampu mengelola pasien PACU/Recovery room, High Care Unit (HCU), dan ICU.
  8. Mampu melakukan tindakan invasif: pemasangan vena sentral, intraarterial, krikotirotomi, punksi intrapleura.
  9. Mampu menjawab konsultasi dalam bidang anestesia, kasus ICU, dan manajemen nyeri.
  10. Mampu melakukan dan mengkoordinasi penanganan bencana

d. Pengelolaan ICU/Terapi Intensif
    Pengetahuan

  1. Memahami prinsip-prinsip umum kedokteran gawat darurat dan terapi intensif (emergency and critical care medicine), RJPO yang meliputi Bantuan Hidup Dasar (Basic Life Support), Bantuan Hidup Lanjut (Advanced Life Support), dan Bantuan Hidup Jangka Panjang (Prolonged Life Support).
  2. Mampu menjelaskan indikasi masuk dan keluar ICU.
  3. Mampu menjelaskan indikasi dan pengelolaan prosedur invasif, seperti pemasangan kateter vena sentral, kateter Swan-Ganz, kateter intraarterial, Continuous Renal Replacement Therapy(CRRT), perikardiosentesis, trakeostomi.
  4. Mampu memahami dan menjelaskan tentang monitoring hemodinamik pasien di icu
  5. Mampu menjelaskan pengelolaan jalan nafas dan bantuan nafas dengan/tanpa ventilasi mekanik.
  6. Mengenal tanda dan gejala yang mengancam nyawa pasien akibat gangguan pernafasan, kardiovaskular, susunan saraf pusat, gangguan keseimbangan cairan, asam basa dan elektrolit, infeksi berat, gangguan hemostasis, krisis metabolik dan endokrin, gangguan fungsi ginjal dan hepar.
  7. Mampu menjelaskan pengelolaan nutrisi, sedasi, analgesia, dan termoregulasi pasien kritis.
  8. Mampu menentukan mati klasik dan mati batang otak.
  9. Mampu menjelaskan penanganan akhir kehidupan: mengakhiri dan menunda bantuan hidup (withdrawing dan with-holding life support).

   Keterampilan
   Menguasai keterampilan dalam prosedur klinik, baik untuk pemantauan,diagnosis, maupun terapi:

  1. Pemasangan kateter vena sentral, intra arterial.
  2. Pemasangan pungsi pleura untuk pneumotoraks ventil, dan krikotirotomi.
  3. Menanggulangi keadaan yang mengancam nyawa pasien akibat gangguan pernafasan, kardiovaskular, susunan saraf pusat, gangguan keseimbangan cairan, asam basa dan elektrolit, infeksi berat, gangguan hemostasis, krisis metabolik dan endokrin, gangguan fungsi ginjal dan hepar.
  4. Mampu mengelola nutrisi, sedasi, analgesia dan termoregulasi pasien kritis.
  5. Melakukan konsultasi pada disiplin ilmu kedokteran lain pada saat yang tepat.
  6. Melakukan jawaban atas konsultasi pasien-pasien dari ruang perawatan atau rumah sakit lain yang akan dirawat di ICU.
  7. Melakukan komunikasi dengan sejawat dari beberapa disiplin terkait sebagai anggota tim.
  8. Melakukan bimbingan kepada peserta program atau peserta didik lain, mahasiswa kedokteran maupun perawat.
  9. Mampu menanggulangi dan mengelola pasien bayi di ICU/NICU.
  10. Mampu menanggulangi dan mengelola pasien anak di ICU/PICU.
  11. Mampu menanggulangi dan mengelola pasien dewasa di ICU.

iii. Rumusan Keterampilan

  1. Rumusan Keterampilan Umum
    Lulusan PPDS-1 wajib memiliki keterampilan umum sebagai berikut:
    1. Mampu bekerja di bidang Anestesiologi dan Terapi Intensif serta memiliki kompetensi kerja yang minimal setara dengan standar kompetensi profesi yang berlaku secara nasional/internasional.
    2. Mampu membuat keputusan yang independen dalam menjalankan pekerjaan profesinya berdasarkan pemikiran logis, kritis, sistematis, kreatif, dan komprehensif.
    3. Mampu menyusun laporan hasil studi setara tesis yang hasilnya disusun dalam bentuk publikasi pada jurnal ilmiah profesi yang terakreditasi nasional/internasional, atau menghasilkan karya desain yang spesifik beserta deskripsinya berdasarkan metoda atau kaidah desain dan kode etik profesi yang diakui oleh masyarakat profesi pada tingkat nasional dan internasional.
    4. Mampu mengomunikasikan hasil kajian, kritik, apresiasi, argumen, ataukarya inovasi yang bermanfaat bagi pengembangan profesi, kewirausahaan, dan kemashalatan manusia yang dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah dan etika profesi, kepada masyarakat umum melalui berbagai bentuk media.
    5. Mampu melakukan evaluasi secara kritis terhadap hasil kerja dan keputusan yang dibuat dalam melaksanakan pekerjaan profesinya, baik oleh dirinya sendiri, sejawat, atau sistem institusinya.
    6. Mampu meningkatkan keahlian keprofesiannya pada bidang Anestesiologi dan Terapi Intensif yang khusus melalui pelatihan dan pengalaman kerja dengan mempertimbangkan kemutakhiran bidang Anestesiologi dan Terapi Intensif di tingkat nasional, regional, dan internasional.
    7. Mampu meningkatkan mutu sumber daya untuk pengembangan program strategis organisasi.
    8. Mampu memimpin suatu tim kerja untuk memecahkan masalah, baik dalam bidang Anestesiologi dan Terapi Intensif, maupun masalah yang lebih luas dari bidangnya.
    9. Mampu bekerja sama dengan profesi lain yang sebidang maupun yang tidak sebidang dalam menyelesaikan masalah pekerjaan yang kompleks yang terkait dengan bidang Anestesiologi dan Terapi Intensif.
    10. Mampu mengembangkan dan memelihara jaringan kerja dengan masyarakat profesi kedokteran dan kliennya.
    11. Mampu bertanggung jawab atas pekerjaan di bidang profesi Anestesiologi dan Terapi Intensif sesuai kode etik kedokteran Indonesia.
    12. Mampu meningkatkan kapasitas pembelajaran secara mandiri dan tim yang berada di bawah tanggung jawabnya.
    13. Mampu berkontribusi dalam evaluasi atau pengembangan kebijakan nasional dalam rangka peningkatan mutu pendidikan Anestesiologi dan Terapi Intensif atau pengembangan kebijakan nasional pada bidang kesehatan.
    14. Mampu mendokumentasikan, menyimpan, mengaudit, mengamankan, dan menemukan kembali data serta informasi untuk keperluan pengembangan hasil kerja profesinya.
  2. Rumusan Keterampilan Anestesiologi dan Terapi Intensif
    1. Memberikan pelayanan anestesi paripurna sesuai Standar Operasional Prosedur, etik, dan hukum kedokteran.
    2. Mampu memberikan pelayanan bantuan hidup paripurna atau lanjutan dalam kegawatdaruratan sesuai Standar Operasional Prosedur, etik, dan hukum kedokteran.
    3. Memberikan pelayanan terapi intensif paripurna sesuai Standar Prosedur Operasional, etik, dan hukum kedokteran.
    4. Memberikan pelayanan manajemen nyeri paripurna sesuai Standar Prosedur Operasional, etik, dan hukum kedokteran.
    5. Menghasilkan karya ilmiah yang sesuai dengan kaidah ilmiah nasional dan internasional.

Penilaian atas capaian rumusan pembelajaran dilakukan melalui capaian kompetensi, yaitu capaian jumlah kasus minimal yang pernah ditangani atau dikerjakan selama masa pendidikan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif, baik yang dikerjakan secara mandiri atau di bawah supervisi/bimbingan sesuai dengan level kompetensi yang ditentukan dalam Standar Kompetensi KATI. Level kompetensi adalah tingkat kemampuan yang harus dicapai, yang terbagi menjadi 4 tingkat kemampuan yaitu:

  1. Tingkat Kemampuan 1 (Knows): mengetahui dan mampu menjelaskan suatu keterampilan klinis atau gambaran klinik penyakit, dan mampu menguasai pengetahuan teoritis termasuk aspek biomedik dan psikososial keterampilan tersebut sehingga dapat menjelaskan kepada pasien/klien dan keluargnya, sejawat, serta profesi lainnya tentang prinsip, indikasi, dan komplikasi yang mungkin timbul;
  2. Tingkat Kemampuan 2 (Knows how): pernah melihat atau pernah didemonstrasikan suatu keterampilan klinis, menguasai pengetahuan teoritis dari keterampilan ini dengan penekanan pada clinical reasoningdan problem solvingserta berkesempatan untuk melihat dan mengamati keterampilan tersebut dalam bentuk demonstrasi atau pelaksanaan langsung pada pasien
  3. Tingkat Kemampuan 3 (Shows): pernah melakukan atau pernah menerapkan di bawah supervisi pada alat peraga dan/atau pasien suatu keterampilan klinis, menguasai pengetahuan teori dasar dan ilmiah dari keterampilan tersebut termasuk latar belakang dan dampak klinis dan psikososial.
  4. Tingkat kemampuan 4 (Does): Mampu melakukan secara mandiri, yaitu dapat mendiagnosis, melakukan penatalaksanaan secara mandiri dan tuntas serta memperlihatkan keterampilannya dengan cara menguasai seluruh teori, prinsip, indikasi, langkah-langkah cara melakukan, komplikasi, dan pengendalian komplikasi.

 

Program Studi Dokter Spesialis–1 Anestesiologi dan Terapi Intensif FK-UNPAD memiliki beban studi sebesar 137 SKS dengan masa tempuh dalam waktu 8 (delapan) semester.Seperti yang tercantum dalam Buku Panduan Program Pendidikan Dokter Spesialis-1 Anestesiologi dan Terapi Intensif FKUNPAD tahun 2016.

Pada tiap tahapan terdapat beban studi yang terbagi menjadi paket akademik dan profesi yang mencangkup kompetensi utama dan pendukung. Mata ajar yang diperoleh selama 8 (delapan) semestersebanyak 53 mata ajar, dengan 39 kompetensi utama dan 14 kompetensi  pendukung yang telah ditetapkan oleh Kolegium Anestesi dan Terapi Intensif. Mata ajar yang termasuk kompetensi utama memiliki persentase beban studi (SKS) sebesar76% dan kompetensi pendukung memiliki persentase sebesar 24% dari total 137 SKS yang diberikan. Terdapat 39 stase yang sesuai dengan 40 modul pengajaran yang diberikan selama 8 (delapan) semester untuk mendukung kegiatan perkuliahan, tutorial dan praktek peserta didik.

Kurikulum Program Studi Dokter Spesialis–1 Anestesiologi dan Terapi Intensif FKUNPAD berisi kompetensi yang wajib dimiliki oleh peserta didik, dengan mengacu pada kebutuhan nasional (sesuai standar KKNI), standar profesi (Kolegium Anestesiologi dan Terapi Intensif), dan kebutuhan lokal (standar institusi dan wilayah) yang terus berkembang dengan memenuhi standar internasional (World Federation Society of Anesthesiologist - WFSA) baik dalam kompetensi utama dan pendukung.

Keluasan, kedalaman dan koherensi kurikulum tercantum dalam Buku Panduan Program Pendidikan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran.

Tabel. Pembagian Semester/ Tahapan dan Beban Studi

Semester & Tahapan

Beban Studi pada bidang Akademik dan Profesi (SKS)

Jumlah SKS

Akademik

Profesi

Semester

1

Tahap 1

15

-

15

Semester

2

6

12

18

Semester

3

6

12

18

Semester

4

6

12

18

Subtotal Tahap 1

33

36

69

Semester

5

Tahap 2

10

10

20

Semester

6

3

14

17

Subtotal Tahap 2

13

24

37

Semester

7

Tahap 3

1

15

16

Semester

8

6

9

15

Subtotal Tahap 3

7

24

31

Jumlah Keseluruhan

53

84

137

PERHITUNGAN JUMLAH SKS SEMESTER I

No

Kegiatan pendidikan

Modul

Kode

Perhitungan SKS

Jenis kompetensi

Elemen kompetensi

1

Filsafat ilmu dan Etika Penelitian

-

 

201509.1

1

Umum

MPK

2

Metodologi penelitian

31

 

201509.3

1

Umum

MKK

3

Epidemiologi

-

201509.2

1

Umum

MKK

4

Biologi molekular

-

201509.4

1

Umum

MKK

5

Bio statistika

31

201509.5

2

Umum

MKK

6

Konsep umum penyakit

-

201509.6

1

Umum

MKK

7

Etika Kedokteran

-

 

201509.8

1

Umum

MPK

8

Tata Cara Penulisan artikel

-

201509.7

1

Umum

MKK

9

Metode belajar-mengajar

-

201509.9

1

Umum

MKK

10

Manajemen Klinik

31

201510.1

1

Umum

MKK

11

Farmakologi klinik

8

201501.1

1

Dasar

MKK

12

Anatomi dan Fisiologi

8

201502.1

1

Dasar

MKB

13

Dasar - dasar Anestesi

1, 2,

3, 7

201203.1

1

Dasar

MKK

14

Basic & Advance Life Support

19

201504.1

1

Dasar

MKK

 

TOTAL

15

 

 PERHITUNGAN JUMLAH SKS SEMESTER II

No

Kegiatan pendidikan

Modul

Kode

Perhitungan SKS

Jenis kompetensi

Elemen kompetensi

1

Intensive Care Unit (ICU) 1

13, 40

C21A.2015

3

Lanjut

MKB

2

Anestesi Emergensi dan Traumatologi 1

5, 11

C21A.2016

3

Dasar

MPB

3

Anestesi Bedah Orthopedi 1

9, 17, 40

C21A.2017

3

Dasar

MKB

4

Anestesi Bedah Digestif - Obstetri dan Ginekologi 1

25

C21A.2018

3

Dasar

MKB

5

Post Anesthesia Care Unit (PACU)

4

C21A.2019

3

Dasar

MKK

TOTAL

18

 

PERHITUNGAN JUMLAH SKS SEMESTER III

No

Kegiatan pendidikan

Modul

Kode

Perhitungan SKS

Jenis kompetensi

Elemen kompetensi

1

Anestesi Emergensi dan Traumatologi 2

6, 12, 19

C21A.3020

3

Lanjut

MPB

2

Anestesi Bedah Digestif - Obstetri dan Ginekologi 2

20, 26

C21A.3021

3

Dasar

MKB

3

Anestesi Bedah Onkologi dan Bedah Plastik 1

30

C21A.3022

3

Dasar

MKB

4

Anestesi Pediatrik 1

32

C21A.3023

3

Dasar

MKB

5

Anestesi Bedah Saraf 1

35

C21A.3024

3

Dasar

MKB

6

Anestesi Bedah Orthopedi 2

10, 18, 40

C21A.3025

3

Lanjut

MKB

TOTAL

18

 

PERHITUNGAN JUMLAH SKS SEMESTER IV

No

Kegiatan pendidikan

Modul

Kode

Perhitungan SKS

Jenis kompetensi

Elemen kompetensi

1

Intensive Care Unit (ICU) 2

14, 40

C21A.4026

3

Lanjut

MKB

2

Anestesi Emergensi dan Traumatologi 3

21

C21A.4027

3

Lanjut

MKB

3

Anestesi Bedah Mata

24

C21A.4028

3

Dasar

MKB

4

Anestesi Bedah Onkologi dan Bedah Plastik 2

30

C21A.4029

3

Lanjut

MKB

5

Anestesi Bedah Digestif, Obstetri dan Ginekologi 3

25, 26

C21A.4030

3

Lanjut

MKB

TOTAL

18

 

PERHITUNGAN JUMLAH SKS SEMESTER V
 

No

Kegiatan pendidikan

Modul

Kode

Perhitungan SKS

Jenis kompetensi

Elemen kompetensi

1

Anestesi Kardiotorasik -Vaskular

38, 39

C21A.5031

3

Lanjut

MKB

2

Anestesi Ambulatori

22

C21A.5032

3

Lanjut

MKB

3

Anestesi Bedah Urologi dan Geriatri

27, 34

C21A.5033

3

Lanjut

MKB

4

Anestesi Pediatrik 2

33

C21A.5034

3

Lanjut

MKB

5

Anestesi Bedah Saraf 2

36

C21A.5035

3

Lanjut

MKB

6

Seminar dan Publikasi

31, 37

C21A.5036

5

Umum

MKK, MKB

TOTAL

20

 

PERHITUNGAN JUMLAH SKS SEMESTER VI

No

Kegiatan pendidikan

Modul

Kode

Perhitungan SKS

Jenis kompetensi

Elemen kompetensi

1

Anestesi Bedah Digestif, Obstetri dan Ginekologi 4

25, 26

C21A.6037

3

Lanjut

MKB

2

Anestesi Bedah THT-Bedah Mulut

15, 16

C21A.6038

3

Lanjut

MKB

3

Intensive Care Unit (ICU) 3

13, 14, 21

C21A.6039

3

Lanjut

MKB

4

Anestesi di Luar Kamar Bedah (Poliklinik dan Pendampingan)

23

C21A.6040

2

Lanjut

MKB

5

Etika dan Profesionalisme

31

C21A.6041

6

Umum

MPB

TOTAL

17

 

PERHITUNGAN JUMLAH SKS SEMESTER VII

No

Kegiatan pendidikan

Modul

Kode

Perhitungan SKS

Jenis kompetensi

Elemen kompetensi

1

Komprehensif ICU/Resusitasi/Poliklinik/Luar Kamar Bedah

13, 14, 23

C21A.7042

3

Lanjut

MPB

2

Komprehensif Anestesi Bedah Saraf/Anestesi Bedah Orthopedi/Anestesi Bedah Plastik dan Onkologi

35, 36, 17, 18, 30

C21A.7043

3

Lanjut

MPB

3

Komprehensif Anestesi Pediatrik/Anestesi Digestif, Obstetri dan Ginekologi

32, 33, 25, 26, 20

C21A.7044

3

Lanjut

MPB

4

Komprehensif Anestesi Kardiotorasik-Vaskular/Emergensi dan Traumatologi

38, 39, 11, 12, 19

C21A.7045

3

Lanjut

MPB

5

Komprehensif Anestesi Urologi/Anestesi THT dan Bedah Mulut/Anestesi Ambulatori

27, 15, 16, 22

C21A.7046

3

Lanjut

MPB

6

Sidang Usulan Penelitian

37

C21A.7047

1

Umum

MKK, MKB

TOTAL

16

 

PERHITUNGAN JUMLAH SKS SEMESTER VIII

No

Kegiatan pendidikan

Modul

Kode

Perhitungan SKS

Jenis kompetensi

Elemen kompetensi

1

Komprehensif Anestesi Uncommon Disease

29

C21A.8048

3

Lanjut

MPB

2

Komprehensif Anestesi Penyakit Khusus

28

C21A.8049

3

Lanjut

MPB

3

Pengabdian Kepada Masyarakat

31

C21A.8050

3

Umum

MPB

4

Penelitian Akhir

37

C21A.8051

6

Umum

MKK, MKB

TOTAL

15

 

Keterangan:

MPK   : MK Pengembangan Kepribadian
MKK   : MK Keilmuan dan Keterampilan
MKB   : MK Keahlian Berkarya
MPB   : MK Perilaku Berkarya
MBB   : MK Berkehidupan Bermasyarakat

Kembali
© 2018 MIR FKUNPAD All Rights Reserved.