Akademik

Program Studi Ilmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Medik

Sejak tahun 1978 hingga awal 1996 Unit Rehabilitasi Medik telah melaksanakan pendidikan perintis dalam bidang rehabilitasi medik bersama dengan FK UNAIR/RSUD dr. Soetomo dan FKUI/RS Dr. Cipto Mangunkusumo.

Tahun 1996 diajukan permohonan kesediaan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) untuk menjadi Bapak angkat Program Studi Ilmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi di Instalasi/SMF Rehabilitasi Medik FKUP-RSHS, yang ditindaklanjuti dengan pernyataan kesediaan FKUI-RSCM untuk menjadi bapak angkat.

Program Pendidikan Dokter Spesialis-I Rehabilitasi Medik Universitas Padjadjaran kemudian dilaksanakan sejak tahun 1997 dalam bentuk pendidikan sistim ampu (bapak angkat) sebagai prasyarat untuk pengakuan Konsorsium Ilmu Kesehatan (CHS/Komisi Disiplin Ilmu Kesehatan Dewan Dikti (KDIK-DD) bekerjasama dengan Universitas Indonesia sebagai pengampu. Kesepakatan mengenai teknis operasional bimbingan yang diberikan Program Studi Rehabilitasi Medik FK UI Jakarta sebagai Bapak Angkat terhadap Program Studi Rehabilitasi Medik FK UNPAD telah dilaksanakan pada tanggal 8 September 1997 antara kedua KPS dan Dekan Fakultas Kedokteran masing-masing Universitas.

Pada Bulan Januari 1998 Instalasi/SMF Rehabilitasi Medik FKUP-RSHS dengan Bapak Angkat FKUI-RSCM mulai menerima PPDS-1. Pada tahun 2007 Kolegium Ilmu Kedokteran Fisik dan rehabilitasi medik Indonesia melaksanakan visitasi di SMF Rehabilitasi Medik FKUP- RSHS. Sebagai tindak lanjutnya maka Pada September 2008 berdasarkan SK DIKTI 1623/D/T/2008, Universitas Padjadjaran menerima mahasiswa PPDS-1 sebanyak 5 orang dan sudah meluluskan 55 lulusan hingga tahun 2017.

Visi

Menjadi program studi Ilmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi  yang unggul di tingkat nasional dan diakui di tingkat Regional serta transformatif dalam meningkatkan status kesehatan masyarakat pada tahun 2021.

Misi

  1. Menyelenggarakan pendidikan Dokter Spesialis Ilmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi yang unggul, transformatif dan berdaya saing sesuai Standar Nasional Pendidikan Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi serta terintegrasi dengan pelayanan kesehatan
  2. Mengembangkan penelitian dalam bidang Ilmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi dalam rangka mewujudkan status kesehatan masyarakat yang lebih baik
  3. Melakukan pengabdian kepada masyarakat di bidang Ilmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi yang berbasis riset dan berkualitas sesuai dengan standar profesi
  4. Menjalin kerjasama dengan Institusi terkait pada tingkat nasional maupun internasional

Tujuan

Tujuan Umum
Menghasilkan Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi yang unggul dan transformatif sehingga dapat mewujudkan status kesehatan masyarakat yang lebih baik.

Tujuan Khusus

  1. Menghasilkan lulusan yang mempunyai pengetahuan dan memiliki keterampilan yang unggul di bidang Rehabilitasi Muskuloskletal yaitu ultrasonografi muskuloskletal serta mampu memberikan pelayanan dan memecahkan permasalahan dalam bidang Ilmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi di masyarakat.
  2. Menghasilkan lulusan yang mempunyai pengetahuan yang luas dalam bidangnya dan memiliki ketrampilan yang cukup untuk memberikan pelayanan kesehatan yang berhubungan dengan kedokteran fisik dan rehabilitasi serta dapat menanggulangi gangguan fungsi  yang timbul sejak masa bayi sampai usia lanjut di masyarakat
  3. Menghasilkan lulusan yang mempunyai tanggung jawab profesi dan moral dalam mengamalkan Ilmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi.
  4. Menghasilkan perencanaan dan pelaksanaan pendidikan dan penelitian yang berkualitas dalam rangka pengembangan di bidang Ilmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi
  5. Menghasilkan pengabdian kepada masyarakat di bidang Ilmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi.
  6. Menghasilkan kerjasama dengan institusi lain dan sejawat lain serta menjunjung tinggi etika dan norma-norma yang berlaku.

Ketua Prodi IKFR

: DR. Med. Sc. Irma Ruslina Defi, dr, SpKFR

Sekretaris Program Studi

: Dian Marta Sari, dr, SpKFR, Mkes

Divisi Kardiorespirasi

: Sunaryo B. Sastradimaja, dr, SpKFR

  Dian Marta Sari, dr, SpKFR, MKes

  Arnengsih, dr., SpKFR

Divisi Neuromuskuler

: DR. Vitriana, dr, SpKFR

  Novitri, dr., SpKFR

  Farida Arisanti, dr., SpKFR

Divisi Pediatri

: Marietta Shanti Prananta, dr, SpKFR

  Ellyana Sungkar, dr, SpKFR

Divisi Muskuloskeletal

: DR. Marina A. Moeliono, dr, SpKFR

  Tertianto Prabowo, dr, SpKFR

  Rachmat Zulkarnaen G., dr., SpKFR

Divisi Geriatri

: DR. Med. Sc. Irma Ruslina Defi, dr, SpKFR

 

No.

Nama Staf Pengajar

Mengajar MK

1

Sunaryo B. Sastradimaja, dr., SpKFR

Modul Kardiorespirasi

2

DR. Marina A. Moeliono, dr., SpKFR

Medul Muskuloskeletal

3

DR. Vitriana, dr., SpKFR

Modul Neuromuskuler

4

DR. Med. Sc. Irma Ruslina Defi, dr, SpKFR

Modul Geriatri

5

Tri Damiati Pandji, dr., SpKFR

Modul Kardiorespirasi

6

Tertianto Prabowo, dr., SpKFR

Medul Muskuloskeletal

7

Novitri, dr., SpKFR

Modul Neuromuskuler

8

Marietta Shanti Prananta, dr., SpKFR

Modul Pediatri

9

Ellyana Sungkar, dr., SpKFR

Modul Pediatri

10

Rachmat Zulkarnaen G., dr., SpKFR

Medul Muskuloskeletal

11

Dian Marta Sari, dr., SpKFR, MKes

Modul Kardiorespirasi

12

Arnengsih, dr., SpKFR

Modul Kardiorespirasi

13

Farida Arisanti, dr., SpKFR

Modul Neuromuskuler

14

Deta Tanuwidjadja, dr., SpKFR

Medul Muskuloskeletal

 

Program Studi Ilmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi telah dilakukan uji akreditasi dan telah dinyatakan memenuhi standar sebagai institusi pendidikan pendidikan dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi pada tanggal 27 Juni 2011.

Standar Kompetensi Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi adalah standar minimal yang dimiliki oleh seorang Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi dalam melaksanakan kegiatan profesinya di masyarakat secara mandiri, yang meliputi pengetahuan, keterampilan dan perilaku, sesuai kompetensi yang ditetapkan oleh Kolegium Ilmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Indonesia.

Kompetensi utama seorang dokter SpKFR lulusan FK Unpad mencakup pengetahuan, keterampilan dan perilaku dalam menjalankan profesinya di bidang KFR pediatrik, muskuloskeletal, neuromuskuler, SCI, kardiorespirasi, geriatri, rawat intensif KFR, modalitas KFR, sesuai dengan standar kompetensi nasional dan kurikulum.

Kompetensi penunjang seorang dokter SPKFR dalam menjalankan profesinya mencakup keterampilan berempati, keterampilan berkomunikasi, manajerial dalam melakukan koordinasi intra/inter/multidisplin umum dan pengembangan diri terhadap kemajuan teknologi kedokteran

Kompetensi lainnya atau keunggulan khusus sebagai tambahan kompetensi diatas adalah  kompetensi dibidang USG guided muskuloskeletal intervention (intervensi muskuloskeletal dengan panduan USG).

Kegiatan kurikulum pada program studi Ilmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi terdiri dari :

a. Kegiatan Akademik

Kegiatan akdemik ialah kegiatan dengan tujuan menambah dan memperdalam keilmuan (knowledge) dalam bidang IKFR. Kegiatan akademik terdiri dari 2 (dua) kelompok kegiatan yaitu kegiatan akademik modul dan non-modul.

Kegiatan akademik modul ialah paket kegiatan akademik yang membahas dan mendalami keilmuan cabang ilmu atau subdisiplin tertentu dan diselenggarakan oleh cabang ilmu atau subdisiplin bersangkutan. Kegiatan akademik modul umumnya merupakan kegiatan akademik terjadwal yang diselenggarakan dalam bentuk tutorial dan diskusi kelompok.

Kegiatan akademik non-modul ialah kegiatan akademik yang tidak terbatas hanya mengenai pendalaman keilmuan satu cabang ilmu atau subdisiplin tertentu. Yang termasuk kegiatan akademik non-modul ialah :

  1. Tinjauan Pustaka
  2. Presentasi Kasus
  3. Journal reading
  4. Short case
  5. Long case
  6. Tutorial
  7. Proposal penelitian
  8. Tesis

Kegiatan akademik non-modul umumnya merupakan kegiatan akademik terjadwal yang diselenggarakan dalam bentuk seminar. Disamping kegiatan akademik terjadwal terdapat berbagai kegiatan akademik yang tidak terjadwal, seperti :

  1. Konsultasi pasien (diskusi kasus)
  2. Tugas baca (reading assignment)
  3. Tugas tulis (written assignment)
  4. Tugas Observasi (observation assignment)
  5. Pelaksanaan penelitian

b. Kegiatan Pelatihan Keprofesian

Kegiatan pelatihan keprofesian (kerja praktik) ialah kegiatan yang bertujuan untuk mencapai keterampilan (skill) dan sikap (attitude) yang dipersyaratkan bagi seorang dokter Spesialis IKFR.

Kegiatan pelatihan keprofesian dilaksanakan di berbagai lahan pendidikan yaitu di RS Pendidikan Utama, RS Mitra Pendidikan, Puskesmas, Yayasan Pembinaan Anak Cacat Bandung dan di masyarakat. Secara garis besar bentuk-bentuk kegiatan pelatihan keprofesian yang ditugaskan kepada dikelompokkan ke dalam:

  1. Tatalaksana pasien rawat jalan (ambulatory patient)
  2. Tatalaksana pasien rawat inap (inpatient)
  3. Tindakan/prosedur IKFR

Kegiatan akademik dan pelatihan keprofesian dilakukan secara bersamaan (simultan) dengan jam kerja mulai pukul 07.00 – 16.00 dan Senin – Jumat.

Jadwal Kegiatan Harian Ilmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi

Hari

Jam

Kegiatan

Senin

07.00-09.00

09.00-12.00

12.00-13.00

13.00-16.00

Presentasi Laporan kasus / tinjauan pustaka/ Penelitian

Poliklinik / ruangan / Tutorial / Journal Reading

Istirahat

Poliklinik / ruangan / Tutorial / Journal Reading

Selasa

07.00-09.00

09.00-12.00

12.00-13.00

13.00-16.00

Morning report

Poliklinik / ruangan / Tutorial / Journal Reading

Istirahat

Poliklinik / ruangan / Tutorial / Journal Reading

Rabu

07.00-09.00

09.00-12.00

12.00-13.00

13.00-16.00

Presentasi Laporan kasus / tinjauan pustaka/Penelitian

Poliklinik / ruangan / Tutorial / Journal Reading

Istirahat

Poliklinik / ruangan / Tutorial / Journal Reading

Kamis

07.00-09.00

09.00-12.00

12.00-13.00

13.00-16.00

Morning report

Poliklinik / ruangan / Tutorial / Journal Reading

Istirahat

Poliklinik / ruangan / Tutorial / Journal Reading

Jum’at

07.00-09.00

09.00-11.30

11.30-13.00

13.00-16.00

Journal Reading / Penelitian

Poliklinik / ruangan / Tutorial / Journal Reading

Istirahat

Poliklinik / ruangan / Tutorial / Journal Reading

Jadwal Kegiatan harian setiap bulan :

1.  Disusun oleh staf kependidikan 1 bulan sebelum semester baru dimulai.
2. Rencana jadwal kegiatan yang telah disusun kemudian berikan kepada seksi ilmiah PPDS-1 yang telah ditunjuk dalam struktur organisasi PPDS-1 untuk dilakukan cek silang pada setiap semester sebagai bentuk komitmen tanggung jawab pelaksanaan tugas dan jadwal yang telah ditetapkan oleh seluruh Peserta PPDS-1.
3. Penyusunan dan koordinasi dengan Peserta PPDS-1 seluruh staf berada dalam supervisi dan koordinasi dengan berkoordinasi dengan sekretariat pendidikan dan supervisi KPS/Kelompok Fungsional Pendidikan PPDS dan sumber daya
4. Jadwal yang sudah dilakukan cek silang dan persetujuan para staf pendidik kemudian akan ditetapkan oleh Ketua Program Studi, di minggu terakhir semester berjalan.
5. Jadwal yang sudah ditetapkan harus dilaksanakan sesuai jadwal sedapat mungkin, kecuali :
  Apabila penanggung jawab modul berhalangan dapat digantikan oleh tutor lain yang telah ditunjuk oleh penanggung jawab modul jam yang sama, apabila tidak dapat dilakukan penggantian tutor maka tutorial dapat dilakukan di luar jam kerja atau pada waktu kosong lain bila tersedia dalam agenda kegiatan yang telah ditetapkan.
  - Apabila modul tidak dapat terlaksana karena alasan yang tidak dapat dihindari oleh Peserta PPDS-1 maka jadwal tutorial akan diatur ulang oleh seksi ilmiah PPDS-1 dan sekretariat pendidikan dengan tidak mengubah jadwal kegiatan tutorial lainnya yang telah disusun sebelumnya.
  - Seorang Peserta PPDS-1 tidak boleh tidak mengikuti tutor sebanyak 20% dari total pertemuan modul/tutorial.
  - Jadwal kegiatan harian harus tertulis pada white board setiap hari.
  - Setiap yang rotasi di Poliklinik harus menuliskan nama pasien, nomor rekam medik dan diagnosa pasien yang dilayani oleh Peserta PPDS-1 dalam log book untuk kemudian dimintakan tanda tangan konsulen koordinator pelayanan (DPJP Poliklinik) hari tersebut.
  - Setiap yang rotasi di pelayanan khusus harus menuliskan nama pasien, nomor rekam medik dan diagnosa pasien yang dilayani pada hari dia bekerja dan meminta tanda tangan konsulen koordinator pelayanan (DPJP Poliklinik) saat itu.
  - Setiap Peserta PPDS-1 yang melakukan rotasi di ruangan harus menuliskan nama pasien, nomor rekam medik dan diagnosa pasien yang menjadi tanggung jawabnya dan meminta konsulen supervisor ruangan (DPJP ruangan) dalam log book.
  - Pada akhir rotasi maka setiap Peserta PPDS-1 wajib menjalani ujian divisi :
Bila Peserta PPDS-1 tersebut lulus pada ujian divisi maka yang bersangkutan dapat melakukan rotasi ke divisi yang lain. Bila Peserta PPDS-1 tersebut tidak lulus pada ujian divisi maka yang bersangkutan mendapatkan hak remedial 1 kali ujian divisi bila pada ujian remedial juga tidak lulus, maka diharuskan untuk mengulang divisi tersebut di semester berikutnya.
  - Kegiatan bimbingan yang dilakukan oleh untuk memenuhi kewajiban tugas ilmiahnya harus ditandatangani oleh pembimbing dalam log book yang sudah disediakan.
  - Pembimbing divisi akan memberikan penilaian untuk aspek akademik, etika, kerjasama tim, dan keamanan pasien (patient safety).

c. Kegiatan Ko-Kulikuler dan Ekstra-Kulikuler

Disamping melakukan kegiatan akademik dan kegiatan pelatihan keprofesian setiap peserta diharapkan aktif  dalam kegitan ko-kulikuler dan ekstra-kulikuler. Kegiatan ko-kulikuler ialah kegiatan yang mendukung pencapaian tujuan pendidikan yang secara langsung berhubungan dengan kurikulum, seperti braddom reading. Kegiatan ekstra-kulikuler ialah kegiatan yang mendukung pencapaian tujuan pendidikan, pembinaan karakter dan pengembangan minat dan bakat yang secara tidak langsung berhubungan dengan kurikulum, seperti olahraga bersama dan vokal grup.

Nama Mata Kuliah

Semester

SKS

Modul Dasar IKFRM I

I

11,12

Modul Dasar IKFRM II

I

Modul Pemeriksaan IKFRM

I

Modul Tatalaksana Komprehensif I

I

Modul Kegiatan Ilmiah I           

I

Modul Habilitasi/Rehabilitasi Anak I

II

9,92

Modul Terapi IKFRM I (Modalitas)

II

Modul Terapeutik Exercise I

II

Modul IKFR Neuromuskuler I

II

Modul Tatalaksana Komprehensif 2

II

Modul Kegiatan Ilmiah II

II

Modul Habilitasi/Rehabilitasi Anak II

III

9,64

Modul Terapi IKFRM II (Ortotik-Prostetik & Alat Bantu)

III

Modul IKFR Muskuloskeletal I

III

Modul Terapeutik Exercise II

III

Modul Terapi IKFRM III

III

Modul Tatalaksana Komprehensif 3

III

Modul Kegiatan Ilmiah III

III

Modul Habilitasi/Rehabilitasi Anak III

IV

9,52

Modul Prosedur IKFR Spesialistik dan Subspesialistik I

IV

Modul IKFR Neuromuskuler II

IV

Modul IKFR Kardiorespirasi I

IV

Modul IKFR Muskuloskeletal II

IV

Modul Tatalaksana Komprehensif 4

IV

Modul Kegiatan Ilmiah IV

IV

Modul Penelitian I (Proposal Penelitian)

IV

Modul Habilitasi/Rehabilitasi Anak IV

V

9,44

Modul IKFR Kardiorespirasi II

V

Modul IKFR Muskuloskeletal III

V

Modul Geriatri I

V

Modul Tatalaksana Komprehensif 5

V

Modul Kegiatan Ilmiah V

V

Modul Penelitian (Penelitian)

V

Modul IKFR Neuromuskuler III

VI

10,96

Modul Habilitasi/Rehabilitasi Anak V

VI

Modul Prosedur IKFR Spesialistik dan Subspesialistik II

VI

Modul IKFR Muskuloskeletal IV

VI

Modul Terapeutik Exercise III

VI

Modul RBM

VI

Modul Paliatif

VI

Modul Tatalaksana Komprehensif 6 (Ujian Komprehensif Divisi)

VI

Modul Kegiatan Ilmiah VI

VI

Modul Penelitian III (Tesis)

VI

Modul Tatalaksana Komprehensif 7

VII

9,72

Tubel/NonTubel

Stase Luar Negeri

VII

Stase Internal (Submit Artikel)

VII

Modul Kegiatan Ilmiah VII

VII

Modul IKFRNeuromuskuler IV

VIII

11

Modul IKFR Muskuloskeletal V

VIII

Modul Habilitasi/Rehabilitasi Anak VI

VIII

Modul Geriatri II

VIII

Modul IKFR Kardiorespirasi III

VIII

Modul Tatalaksana Komprehensif 8

VIII

Modul Kegiatan Ilmiah VII

VIII

Rotasi Internal Divisi

IX

8,1

Modul Tatalaksna Komprehensif 9

IX

Modul Kegiatan Ilmiah IX

IX

 
Kembali
© 2018 MIR FKUNPAD All Rights Reserved.