Akademik

Program Studi Ilmu Bedah Urologi

Dampak keberhasilan pembangunan Indonesia adalah peningkatan jumlah penduduk dan bertambahnya harapan hidup, diikuti dengan meningkatnya jumlah penderita berbagai penyakit termasuk yang tergolong dalam penyakit urologi. Peningkatan jumlah penderita ini juga sebagai akibat dari peningkatan hasil pendidikan masyarakat yang menyebabkan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya nilai kesehatan sekaligus akan diikuti dengan tuntutan peningkatan kualitas hidupnya. Disamping itu peningkatan ilmu pengetahuan dan teknologi juga menyebabkan tuntutan peningkatan nilai pelayanan kesehatan pada masyarakat berupa penerapan teknologi baru di semua bidang kesehatan termasuk bidang urologi.

Menyadari bahwa pada saat itu di Indonesia hanya terdapat 120 ahli urologi, sedangkan sampai saat ini pusat pendidikan urologi di Indonesia yang ada baru di Universitas Indonesia Jakarta dan Universitas Airlangga Surabaya, maka pemikiran untuk mengembangkan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Urologi di Universirtas Padjadjaran Bandung telah dimulai sejak tahun 1994.

Masalah yang disebutkan di atas telah menjadi perhatian Ikatan Ahli Urologi Indonesia dan hal ini terlihat dari hasil keputusan rapat Kolegium Ikatan Ahli Urologi Indonesia, yang dilaksanakan pada tanggal 7 Desember 1994 di Hotel Savoy Homan Bandung, pada rapat tersebut diputuskan agar Sub Bagian Urologi Bagian Ilmu Bedah Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Bandung mulai turut melaksanakan Pendidikan Keahlian Urologi.

Sebagai tindak lanjut dari keputusan rapat Kolegium Ikatan Ahli Urologi Indonesia tanggal 7 Desember 1994 tersebut, maka telah dimulai pendidikan Tahapan Bedah Dasar dari Program Pendidikan Dokter Spesialis 1 Urologi di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran sejak tahun 1996, dengan seorang peserta, yang kemudian disusul dengan 2 orang peserta lagi pada semester berikutnya dan seterusnya, sehingga secara keseluruhan pada saat itu (2006) jumlah peserta pendidikan PPDS 1 Urologi FK. UNPAD telah mencapai 24 orang. Setelah dinilai oleh Kolegium Urologi Indonesia bahwa Sub Bagian Urologi Bagian Ilmu Bedah Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Bandung sudah mampu melaksanakan pendidikan urologi maka diusulkan oleh Kolegium Urologi Indonesia ke Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI) untuk ditetapkan sebagai pusat pendidikan urologi di Indonesia. Pada tanggal 14 JUli 2016 telah diterbitkan Keputusan Direktur Utama RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung Nomor : HK.02.04/E013/9347/VII/2016 tentang Pembentukan Staf Medis Fungsional (SMF) Urologi RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung.

Dengan diterbitkannya Surat Keputusan Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 3040/D/T/2006 tahun 2006, maka Sub Bagian Urologi Bagian Ilmu Bedah Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Bandung ditetapkan sebagai pusat pendidikan urologi ke tiga di Indonesia.

Visi :

Menjadi pusat pendidikan, penelitian dan pelayanan kesehatan di bidang URologi terkemuka di tingkat nasional untuk kemaslahatan masyarakat.

Misi :

  1. Meningkatkan kualitas pendidikan urologi kepada peserta didik.
  2. Mengembangkan penelitian dalam bidang urologi yang bermutu, bertaraf nasional dan internasional.
  3. Menyelenggarakan pelayanan di bidang kesehatan urologi yang bermutu, paripurna yang berorientasi pada kepuasan keselamatan pelanggan dan keselamatan pasien.
  4. Meningkatkan kualitas sumberdaya yang dapat mendorong inovasi dalam rangka meningkatkan daya saing.
  5. Meningkatkan taraf kesejahteraan tenaga pendidik, tenaga kependidikan, dan peserta didik.
  6. Meningkatkan peran dan eksistensi Prodi/SMF Urologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran / RS Hasan Sadikin dalam mencapai visi dan misi Unpad dan RSHS.
  7. Mengembangkan good department governance dengan memperkuat infrastruktur kelembagaan (penguatan manajemen dan sistem).

Tujuan :

  1. Tersedianya prasarana, sarana dan SDM yang berkualitas untuk memberikan pelayanan urologi  bermutu, berorientasi pada keselamatan pasien dan kepuasan pelanggan.
  2. Tercapainya kerjasama dengan berbagai pihak penyelenggara pendidikan urologi nasional dan internasional.
  3. Menghasilkan penelitian berkualitas dan dipublikasikan di tingkat nasional dan internasional. 

No. Nama Lengkap
1

Prof. Dr. Suwandi Sugandi, dr., Sp.B., Sp.U(K)

NIDN : 0018034305

Konsultan : Urologi Onkologi
2

Dr. Bambang S. Noegroho, dr., Sp.B., Sp.U(K)

NIDK : 8877530017

Konsultan : Urologi Andrology
3

Dr. Tjahjodjati, dr., Sp.B., Sp.U(K)

NIDK : 8869730017

Konsultan : Urologi Wanita dan Neuro-Urology
4

Dr. Ferry Safriadi, dr., Sp.U(K)

NIDK : 8894530017

Konsultan : Urologi Onkologi
5

Dr. Safendra Siregar, dr., Sp.U(K)

NIDK : 8808530017

Konsultan : Urologi Pediatrik
6

Ricky Adriansjah, dr., Sp.U(K)

NIDK : 8838530017

Konsultan : Urologi Andrology
7

Kuncoro Adi, dr., Sp.U(K)

NIDK : 8828530017

Konsultan : Urologi Rekonstruksi
8

Aaron Tigor Sihombing, dr., Sp.U

NIDN : 0026057306

BIdang keahlian : Urologi Onkologi
9

Jupiter Sibarani, dr., Sp.U(K)

NIDK : 8815530017

Konsultan : Urologi Pediatrik
10

Sawkar Vijay Pramod, dr., Sp.U

NIDK : 8868730017

BIdang keahlian : Urologi Onkologi
11

Ahmad Agil, dr., Sp.U

NIDN : masih proses

BIdang keahlian :  Urologi Rekonstruksi

 


 

KOMPETENSI YANG HARUS DICAPAI

Tahap I. Kursus Pra Bedah Dasar

Setelah mengikuti kursus, peserta didik akan mampu:

  1. Menjelaskan ilmu-ilmu kedokteran dasar yang relevan dengan ilmu bedah, ilmu bedah dasar, dan melakukan keterampilan klinik dasar bedah dengan benar.
  2. Menjelaskan ilmu-ilmu dasar yang relevan dengan praktik ilmu bedah.
  3. Menyusun proposal penelitian dalam bidang ilmu bedah.
  4. Melakukan keterampilan klinik dasar bedah.

Tahap II. Bedah Dasar

Setelah melaksanakan tahap bedah dasar, peserta didik akan mampu:

  1. Menerapkan dasar-dasar dan prinsip ilmu bedah emergensi dan trauma.
  2. Menjelaskan pengetahuan dasar di dalam bidang ilmu bedah digestif, onkologi, bedah plastik dan rekonstruksi, bedah anak, kardiothoraks, vaskular, urologi serta perawatan intensif bedah.
  3. Melakukan perawatan perioperatif pasien-pasien bedah sesuai dengan prinsip “total care”.
  4. Melakukan keterampilan prosedur bedah dasar di bidang ilmu bedah digestif, onkologi, bedah plastik dan rekonstruksi, bedah anak, kardiothoraks, vaskular, urologi serta perawatan intensif bedah.
  5. Melakukan penelitian klinik dan mempublikasikan 1 karya ilmiah.

Bedah Dasar :

1. Semester 1

Pengetahuan dan Keterampilan Dasar Bedah Digestif
Pengetahuan dan Keterampilan Dasar Bedah Anak
Pengetahuan dan Keterampilan Dasar Bedah Onkologi
Pengetahuan dan Keterampilan Emergensi

2. Semester 2

Pengetahuan dan Keterampilan Dasar Bedah Plastik dan Rekonstruksi
Pengetahuan dan Keterampilan Dasar Thoraks
Pengetahuan dan Keterampilan Dasar Vaskular
Pengetahuan dan Keterampilan Dasar Perawatan Intensif
Pengetahuan dan Keterampilan Dasar Urologi

Tahap III. Bedah Lanjut

Setelah melaksanakan tahap bedah lanjut, peserta didik akan mampu;

  1. Menerapkan pengetahuan bedah lanjut di dalam bidang ilmu Urologi.
  2. Melakukan perawatan perioperatif pasien-pasien Urologi sesuai dengan prinsip “total care”.
  3. Melakukan keterampilan prosedur bedah lanjut di bidang Urologi.
  4. Melakukan perawatan perioperatif dan melaksanakan prosedur pembedahan secara mandiri di rumah sakit jejaring pendidikan.
  5. Menyusun 4 karya ilmiah dan mempublikasikan hasil penelitiannya.

Bedah Lanjut :

Tahap Pembekalan
1. Semester 3

Pengetahuan dan Keterampilan Evaluasi pasien Urologi.
Pengetahuan dan Keterampilan Pencitraan Urologi.
Pengetahuan dan Keterampilan Biopsi Prostat.
Pengetahuan dan Keterampilan Instrumentasi dasar; kateterisasi, sistostomi
Pengetahuan dan Keterampilan Uroflowmetri.
Pengetahuan Hematuria.
Pengetahuan Retensi Urin.
Pengetahuan dan Keterampilan Kelainan Skrotum.

2. Semester 4

Pengetahuan dan Keterampilan Instrumentasi dasar; kalibrasi, dilatasi uretra, uretroskopi.
Pengetahuan Infeksi Saluran Kemih.
Pengetahuan Trauma Ginjal dan Saluran Kemih.
Pengetahuan dan Keterampilan Torsio Testis.
Pengetahuan dan Keterampilan Pembesan Prostat Jinak.
Pengetahuan dan Keterampilan Batu Buli-buli.
Pengetahuan Striktur Uretra dan Divertikel Uretra.
Pengetahuan dan Keterampilan Nefrostomi.
Melakukan penelitian klinik dan mempublikasikan 1 karya ilmiah.

Tahap Magang

3. Semester 5

Pengetahuan dan Keterampilan Batu Ginjal dan ureter.
Pengetahuan Tumor Ginjal, Buli-buli dan Prostat.
Pengetahuan dan Keterampilan Undesensus Testis.
Pengetahuan Overactive Bladder.
Keterampilan Profesional di RS jejaring.
Melakukan penelitian klinik dan mempublikasikan 1 karya ilmiah.

4. Semester 6

Pengetahuan dan Keterampilan Priapismus
Pengetahuan dan Keterampilan Batu Uretra.
Pengetahuan dan Keterampilan Vasektomi.
Pengetahuan Infertilitas Pria.
Pengetahuan dan Keterampilan Disfungsi Ereksi.
Keterampilan Nefrektomi, Pielonefrolitotomi.
Keterampilan Profesional di RS jejaring.
Melakukan penelitian klinik dan mempublikasikan 1 karya ilmiah.

Tahap Mandiri

5. Semester 7

Pengetahuan dan Keterampilan Biopsi Buli dan TUR Buli.
Pengetahuan dan Keterampilan Prostatektomi Transuretra
Pengetahuan dan Keterampilan Uretrotomi Optikal.
Keterampilan Manajerial dan Profesional di RS jejaring.
Mengajukan proposal karya ilmiah akhir.

6. Semester 8

Pengetahuan dan Keterampilan Vesikolitotripsi.
Pengetahuan dan Keterampilan Ureteroneosistostomi.
Keterampilan Manajerial dan Profesional di RS jejaring.

7. Semester 9

Keterampilan Manajerial dan Profesional di RS jejaring.
Karya Ilmiah Akhir dan mempublikasikannya.

8. Semester 10

Keterampilan Manajerial dan Profesional di RS jejaring.
Stase di Pusat Pendidikan Urologi Nasional lainnya; FKUI, FKUNAIR, FKUGM.
Ujian Tulis akhir dan Operasi.
Ujian Nasional.

Kurikulum yang dijalankan meliputi 3 tahapan pendidikan, yaitu; prabedah dasar, bedah dasar dan bedah lanjut.

Tahap

Sem

Kegiatan Pendidikan

Prabedah

Dasar

 

Perkuliahan prabedah dasar, diskusi kelompok, tugas kelompok, latihan laboratorium klinis, ujian Ilmu Kedokteran Dasar.

Bedah

Dasar

Sem I-II

Rotasi Divisi:

  1. Presentasi karya tulis
  2. Presentasi kasus
  3. Ujian rotasi

Kegiatan Kolegium:

  1. Kursus-kursus Bedah Dasar:

BSSC, TNT, Perioperative care, Stoma care, USG FAST
Karya Ilmiah 1 buah

Bedah

Lanjut

 

Sem III-IV

Pembekalan

 

Rotasi 3 bulanan

  1. Presentasi kasus
  2. Laporan jaga
  3. Perkuliahan
  4. Bed side teaching
  5. Presentasi Journal reading
  6. Tugas baca
  7. Operasi
  8. Konferensi multidisiplin
  9. Directly Observed Procedural Skills/DOPS
  10. Mini-Clinical Evaluation Exercise/Mini-Cex
  11. Ujian rotasi

Karya ilmiah 1 buah
Mengikuti siang klinik, simposium, seminar, kongres.

Sem V-VI

Magang

Rotasi 3 bulanan

  1. Presentasi kasus
  2. Laporan jaga
  3. Perkuliahan
  4. Bed side teaching
  5. Presentasi Journal reading
  6. Tugas baca
  7. Operasi
  8. Konferensi multidisiplin
  9. Directly Observed Procedural Skills/DOPS
  10. Mini-Clinical Evaluation Exercise/Mini-Cex
  11. Ujian rotasi

Tugas di RS jejaring
Karya ilmiah 2 buah
Mengikuti siang klinik, simposium, seminar, kongres.

Sem VII-IX

Mandiri

Rotasi 3 bulanan

  1. Presentasi kasus
  2. Laporan jaga
  3. Perkuliahan
  4. Bed side teaching
  5. Presentasi Journal reading
  6. Tugas baca
  7. Operasi
  8. Konferensi multidisiplin
  9. Directly Observed Procedural Skills/DOPS
  10. Mini-Clinical Evaluation Exercise/Mini-Cex
  11. Ujian rotasi

Tugas di RS jejaring
Karya ilmiah akhir
Mengikuti siang klinik, simposium, seminar, kongres.

Sem X

Rotasi 3 bulanan

  1. Presentasi kasus
  2. Laporan jaga
  3. Perkuliahan
  4. Operasi
  5. Konferensi multidisiplin
  6. Ujian rotasi

Tugas di RS jejaring
Mengikuti siang klinik, simposium, seminar, kongres.
Ujian akhir lokal dan Nasional

 

Nama Mata Kuliah Semester SKS

Tahap Pendidikan Bedah Dasar:

Basic Surgical Knowledge and Skills:

Pendidikan Pra Bedah Dasar:

  • Kedokteran Dasar Bedah, Ilmu Bedah Dasar dan Modul
  • Ketrampilan Dasar Bedah Umum (Versi Royal College Of Surgeons Of Edinburgh), Nutrisi Perioperatif (LLL ESPEN)
  • Perawatan luka dan Stoma, Manajemen Emergensi Luka Bakar Berat (EMSB)
  • Ultrasonografi abdomen dan Thoraks untuk Trauma (PUSKI) Pre Training Phase: Basic
  • Academic Knowledges, Basic
  • Sciences for Surgery, Basic
  • Surgical Sciences and Clinical  Skills, and Basic Surgical Skills (RCSEd version)Perioperative nutrition (LLL ESPEN)
  • Wound and Stoma Cares, Emergency Management or Severe Burn  (ANZBA)
  • Focused Abdominal Ultrasound for Trauma (PUSKI)
I 12

Pengetahuan dan Keterampilan  Dasar Bedah Digestif

Basic Knowledge and Skills of Digestive Surgery

  3

Pengetahuan dan Keterampilan  Dasar Bedah Onkologi

Basic Knowledge and Skills of Surgical Oncology

  3

Pengetahuan dan Keterampilan  Dasar Bedah Anak

Basic Knowledge and Skills of  Pediatric Surgery

  3

Pengetahuan dan Keterampilan Dasar Bedah Plastik dan Rekontruksi

Basic Knowledge and Skills of Plastic and Reconstructive Surgery

 

II 3

Pengetahuan dan Keterampilan Dasar Bedah Emergensi

Basic Knowledge and Skills of Emergency Surgery

II 3

Pengetahuan dan Keterampilan Dasar Bedah Thoraks

Basic Knowledge and Skills of Cardiothoracic Surgery

II 3

Pengetahuan dan Keterampilan Dasar Bedah Vaskular

Basic Knowledge and Skills of   Vascular Surgery

III 3

Pengetahuan dan Keterampilan Dasar Perawatan Intensif

Basic Knowledge and Skills of Intensive Care

III 3

Pengetahuan dan Keterampilan Dasar Endolaparoskopik

Basic Knowledges and skills of  Endolaparoscopic Surgery

III 3
Pengetahuan Teori dan Keterampilan Dasar Urologi Theory and Basic Skills Urology III 3

Modul Urologi I

Anatomi, Fisiologi, Radiologi,Patologi, Imunologi dan Endokrinologi

Apply of Anatomy, Fisiology,Radiology, Patology, Imunology and Endocrinology

IV 3

Modul Urologi II

Kelainan bawaan, Trauma traktus urogenital, Infeksi traktus urinarius

Apply of congenital anomaly,Urogenital trauma and urinary tract infection

V 5

Modul Urologi III

Traktus urinarius bagian atas,Kelainan traktus urinarius bagian bawah, Kelainan genitalia pria, Transplantasi ginjal, Diversi urin, Interseks,

Infertilitas dan disfungsi ereksi,Neuro-Urologi

Apply and surgical skill of urogenital tract, eksternal genital disoders, kidney transplant, urinary diversion, intersex, infertility, Disfunction Erection and Neuro Urology

VI 5

Modul Kegiatan Ilmiah

Journal reading, pembahasan kasus (assessment,Clinicopathological conference (CPC), Paper urologi 1 dan 2 Journal reading, pembahasan kasus (assessment,Clinicopathological conference (CPC), Paper urologi

VII 16

Modul Profesi Bedah dasar(Profesi)

Rawat jalan, rawat inap, gawat darurat, operasi Management of outpatient department, inpatient department, emergency and operating theather

VIII 20

Modul Profesi Urologi

(Rawat jalan, Rawat jalan, Gawat darurat, Stase RS. Jejaring,Prosedur diagnostik khusus ESWL, Operasi terbuka, Operasi endoskopi dan laparoskopi) Management of patient on out patient clinic, emergency department, and remote hospital, performing diagnostic procedure, ESWL, open surgery and endourology, Laparoscopy

IX-X 40

Penulisan Karya Ilmiah (Paper Urologi 3)

Writing thesis 3

  10

Kegiatan Ilmiah Berkesinambungan
Selama mengikuti pendidikan spesialis, seluruh peserta PPDS diwajibkan mengikuti dan melakukan kegiatan ilmiah berkesinambungan sesuai dengan lingkup isi pendidikan di masing-masing tahap pendidikan ;
1. Mencari dan menelusuri sumber kepustakaan di perpustakaan/on-line.
2. Mengikuti kegiatan ilmiah Program Studi Urologi FKUNPAD.
3. Mengikuti kegiatan lain, yaitu : siang klinik, simposium, kongres, dll. (lokal, nasional, bahkan internasional)
4. Menyajikan ceramah ilmiah dalam bentuk laporan kasus, saripustaka, laporan jaga dll.

Kegiatan pendidikan ilmiah ini terdiri atas :
1. Presentasi Kasus (assessment)
1.1.Diskusi kasus membahas semua kasus di ruang rawat jalan atau inap.
1.2.Tujuan diskusi adalah agar penderita mendapatkan penatalaksanaan yang terbaik sehingga semua pihak yang berkepentingan mendapat masukan pengetahuan yang berharga tentang perbaikan pelayanan dan peningkatan ilmu.
1.3.Diskusi rutin ini dipimpin oleh staf pendidik/ penilai dan dihadiri oleh dokter ruangan, seluruh peserta PPDS yang bekerja di ruangan tersebut. 

2. Perkuliahan
2.1. Perkuliahan diberikan oleh staf sebagai narasumber secara bergiliran sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.
2.2. Tujuan perkuliahan adalah pembekalan informasi baik tentang penyakit, cara diagnosis, terapi maupun teknik operasi.
2.3. Perkuliahan dihadiri oleh peserta PPDS.

3. Bed side teaching
3.1. Bed side teaching dilakukan secara berkala antara peserta PPDS dengan masing-masing mentor.
3.2. Tujuan bed side teaching adalah mengajarkan bagaimana cara mendiagnosis suatu penyakit berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang langsung terhadap pasien yang ada saat itu.
3.3 Masing-masing peserta didik berkewajiban melakukan bed side teaching 12x dalam tiga bulan pada dua tahun pendidikan urologi dan 6x dalam tiga bulan pada satu tahun terakhir.

4. Presentasi Joumal Reading
4.1.Journal reading dilaksanakan seminggu sekali dipimpin oleh staf pengajar pendidik / penilai.
4.2.Peserta PPDS yang bertugas diwajibkan menyajikan journal reading dari majalah ilmiah luarnegeri mengenai masalah urologi yang terkini secara bergilir.
4.3.Topik dipilih oleh staf pendidik/ penilai atau peserta PPDS sendiri dengan persetujuan stafpendidik/ penilai.
4.4.Tujuan kegiatan ini adalah untuk menambah pengetahuan peserta PPDS dalam Iptek urologi terkini dengan menelusuri kepustakaan yang mutakhir.
4.5.Semua peserta PPDS wajib mengikuti journal reading.
4.6.Masing-masing peserta didik berkewajiban presentasi journal reading minimal 6 topik selama pendidikan berlangsung.

5. Laporan jaga
5.1. Laporan jaga dilaksanakan tiap hari kerja kecuali hari Kamis, dipimpin oleh staf pengajar yang diatur secara bergilir.
5.2. Chief jaga dibantu tim jaganya melaporkan kasus baru, kasus lama yang bermasalah atau kasus kematian. Seluruh peserta PPDS wajib hadir pada acara laporan jaga.
5.3. Tujuan kegiatan ini adalah mengajarkan peserta didik bagaimana menangani pasien dengan tepat dan benar dengan cara melaporkan semua kasus baru di IGD, kasus bermasalah di ruangan, kasus kematian dan laporan operasi dari hari sebelumnya.
5.4. Bila ada kasus sulit atau kematian yang perlu dibicarakan dengan disiplin ilmu lain maka diusulkan untuk seminar /Join conference.

6. Tugas baca
6.1. Tugas baca diberikan kepada peserta didik apabila pada saat presentasi kasus, laporan jaga dinilai tidak menguasai materi.
6.2. Staf pengajar memberikan tugas baca yang sesuai dengan kompetensi peserta didik.
6.3. Tujuan tugas baca adalah mendorong peserta didik untuk aktif membaca, mencari informasi yang relevan dengan kasus yang ditanganinya.

7. Operasi
7.1 Operasi merupakan salah satu kompetensi yang harus dikuasai oleh peserta didik.
7.2 Jenis operasi disesuaikan dengan target kompetensi peserta didik, sebelum peserta didik boleh melakukan operasi mandiri maka harus melalui tahapan; mengikuti ujian teknik operasi, sebagai observer, sebagai asisten, dan operasi didampingi staf pengajar.

8. Konferensi klinik
8.1. Konferensi klinik adalah konferensi antar disiplin ilmu klinis dalam 1 departemen atau antar departemen yang berbeda.
8.2. Tujuan konferensi klinik adalah untuk berbagi informasi mengenai pasien yang ditangani dari berbagai disiplin sehingga penanganan pasien lebih komprehensif dan peserta didik mendapatkan pengetahuan yang lebih luas.
8.3 Pelaksanaan dipimpin oleh staf/dokter penanggung jawab pasien dengan mengundang staf medis dari subbagian lain atau departemen lain. Peserta didik yang merawat pasien berperan sebagai presentan.

Kembali
© 2018 MIR FKUNPAD All Rights Reserved.