Akademik

Program Studi Kesehatan Telinga, Hidung, Tenggorok - Bedah Kepala dan Leher (T.H.T.K.L)

Pendidikan T.H.T.K.L di RS Rancabadak Bandung (cikal bakal RS Dr. Hasan Sadikin) dimulai pada awal tahun 1950-an, dilayani oleh seorang dokter spesialis T.H.T.K.L dari Belanda, Dr. J. A. Neils yang memimpin bagian Ilmu Penyakit T.H.T.K.L sampai tahun 1954. Di bawah bimbingan Dr. Niels, dilahirkan lulusan pertama yaitu Dr. Chasan Boesoirie, Sp.T.H.T, pada saat beliau menjabat sebagai wakil direktur RS. Rancabadak.

Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran resmi berdiri pada 11 September 1957 dan Dr. Chasan menjadi Kepala Bagian pertama dan Kepala Prodi Ilmu Penyakit T.H.T hingga tahun 1962.

Pendidikan spesialis T.H.T.K.L di RSHS/FK UNPAD dimulai pada tahun 1962, residen pertama adalah Dr. Darmanto yang selesai  pada bulan Juni 1966. Residen kedua adalah Dr. Surimah Surachman, pindahan dari FK Universitas Indonesia tahun ke-3 (1961-1963), selesai pada bulan Juni tahun 1965. Setiap tahun Prodi Ilmu Penyakit T.H.T.K.L menerima residen 2-4 orang hingga tahun 1977. Mulai tahun 1998, jumlah residen baru yang diterima lebih dari empat orang dan mulai tahun 2001 mencapai 10 orang pertahunnya. Saat ini telah menghasilkan lulusan sebanyak 190 orang spesialis yang tersebar di berbagai tempat di seluruh Indonesia. Sejak tahun 2011 Bagian Ilmu Penyakit T.H.T.K.L berubah menjadi Ilmu Kesehatan T.H.T.K.L dan sejak 2017  berubah menjadi Prodi Kesehatan T.H.T.K.L.

Staf pengajar Prodi Kesehatan T.H.T.K.L sekaligus juga sebagai Staf Departemen T.H.T.K.L, sehingga perkembangannya tidak lepas dari perkembangan Staf di Departemen T.H.T.K.L.

Dalam perkembangan staf pengajar Prodi Kesehatan T.H.T.K.L banyak yang mengikuti pelatihan/pendidikan di luar negeri. Staf pengajar Departemen T.H.T.K.L yang mendapat pendidikan tambahan di luar negeri lebih dari satu tahun adalah Dr. Surimah Surachman untuk bedah onkologi bedah kepala leher di Nederland Cancer Institut Anthony Van Leeuwenhoek Hius Amsterdam, Belanda (1971-1972) beliau juga sekaligus menjadi konsultan onkologi bedah kepala leher wanita pertama. Pendidikan tambahan lain adalah post graduate di bidang T.H.T.K.L di Rudolv Virchow, Berlin Barat (1970-1972),  di bidang maksilofasial-plastik rekonstruksi di Washington Hosp. Center 1-1-1971 sampai Desember 1976, USA Otolaryngology Board 1978, pendidikan post graduate di bidang Bedah Plastik-Rekonstruksi kepala leher, Bedah Estetik di St. Gallen dan Heiden-Swiss, 1983-1984 dan 1986, bedah mikro telinga di Amsterdam tahun 1987, post graduate/program S2 dibidang audiologi, kinderzentrum Ludwig Maxmillian Universitat Munich 1986-1989. Post graduate Sandwich program S3 VLIR-Belgia dibidang neuro-otologi, Univeriteit Antwerpen, Belgia 1993-1996. Staf lainnya mengikuti pendidikan, pelatihan, kursus, workshop, dan simposium dalam berbagai disiplin Ilmu T.H.T.K.L baik di dalam maupun luar negeri.

Seiring dengan pesatnya perkembangan ilmu kedokteran secara umum dan Ilmu Kesehatan T.H.T.K.L secara khusus, diperlukan banyak sumber daya manusia dan peralatan canggih  untuk dapat menjalankan bagian ini dengan baik. Dengan makin banyaknya staf yang bergabung, timbul suatu kebutuhan agar masing-masing dapat lebih memfokuskan perkembangan tiap divisi T.H.T.K.L, hingga pada akhir 2013-an, bagian T.H.T.K.L dibagi atas delapan divisi yang meliputi:

  1. Divisi Laring-Faring
  2. Divisi Audiologi-Vestibuler
  3. Divisi Otologi
  4. Divisi Rinologi-Alergi
  5. Divisi Endoskopi-Bronkoesofagologi
  6. Divisi Onkologi Bedah Kepala Leher
  7. Divisi Maksilofasial-Plastik Rekonstruksi
  8. Divisi T.H.T Komunitas

Kepala Bagian/Departeman T.H.T.K.L sejak pendirian adalah:

  1. Dr. Niels Kno Artz, Specialist (1950-1954).
  2. Dr. H. Chasan Boesoirie, Ahli T.H.T.K.L (1954-1962, 1970-1977).
  3. Dr. Moch. Ilyas, Ahli T.H.T.K.L (1962-1970).
  4. Prof. Hj. Dr. Surimah Surachman, Sp.T.H.T.K.L (1977-1998).
  5. Prof. DR. Dr. H. M. Thaufiq Siddiq Boesoirie, Sp.T.H.T.K.L(K)., MS (1998–2005).
  6. Prof. DR. Dr. Teti H S Madiadipoera, Sp.T.H.T.K.L(K)., FAAAAI (2006-2009).
  7. DR. Dr. Ratna Anggraeni S. Poerwana, Sp.T.H.T.K.L(K)., M.Kes (2010-sekarang).

Visi

Menjadikan Program Studi Kesehatan T.H.T.K.L yang unggul dalam pendidikan, keterampilan klinis dan penelitian yang berkualitas serta berdaya saing tinggi baik secara nasional maupun internasional sampai tahun 2021 dengan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.

Misi

  1. Menyelenggarakan pendidikan dengan pengembangan keterampilan klinis yang terintegrasi serta berorientasi pada keunggulan.
  2. Menyelenggarakan pendidikan berkelanjutan sebagai pengembangan profesionalisme baik secara nasional maupun internasional.
  3. Menyelenggarakan penelitian yang unggul dan bermanfaat bagi kemaslahatan masyarakat.
  4. Menyebarluaskan hasil penelitian dan pendidikan untuk kepentingan masyarakat.
  5. Menyelenggarakan kerjasama dengan institusi pendidikan nasional dan internasional.

Tujuan

Tujuan Program Pendidikan Prodi Kesehatan T.H.T.K.L adalah:

  1. Terselenggaranya pendidikan dokter spesialis T.H.T.K.L yang unggul dalam keterampilan klinis yang terintegrasi dengan efektif dan efisien
  2. Menghasilkan dokter Spesialis T.H.T.K.L dengan kemampuan yang profesional, beretika, kompeten yang dapat bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
  3. Terselenggaranya pendidikan T.H.T.K.L yang berkualitas dengan pendekatan multidisiplin yang berorientasi kepada kebutuhan masyarakat.
  4. Terselenggaranya penelitian yang berguna untuk kemaslahatan masyarakat dan perkembangan teknologi di bidang T.H.T.K.L.
  5. Terciptanya penyebarluasan hasil penelitian serta perkembangan teknologi T.H.T.K.L yang berkualitas kepada masyarakat.
  6. Terselengaranya kerjasama dengan institusi pendidikan nasional dan internasional 

Tujuan Umum

            Setelah melaksanakan proses belajar di Prodi Ilmu Kesehatan T.H.T.K.L, diharapkan akan menghasilkan lulusan T.H.T.K.L yang memiliki kualitas tinggi dan kompetitif, berdaya saing tinggi di tingkat nasional maupun internasional yaitu mampu memberikan pelayanan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di Bidang T.H.T.K.L yang berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.

Tujuan Khusus

Setelah melalui proses belajar di Prodi Ilmu Kesehatan T.H.T.K.L akan dihasilkan lulusan yang mampu:

  1. Menjelaskan dasar-dasar anatomi, fisiologi, patofisiologi, patogenesis, epidemiologi, etiologi, faktor risiko, dan pengelolaan penyakit di Bidang T.H.T.K.L sesuai dengan kurikulum yang telah ditetapkan oleh Kolegium T.H.T.K.L.
  2. Melakukan teknik pemeriksaan diagnostik penyakit di bidang T.H.T.K.L dan mampu menginterpretasikannya
  3. Mendiagnosis dan melakukan penatalaksanaan selanjutnya penyakit di bidang T.H.T.K.L di pusat pelayanan kesehatan tingkat 2.
  4. Melaksanakan berbagai prosedur tindakan dan menangani komplikasi di bidang T.H.T.K.L yang telah ditetapkan oleh Kolegium T.H.T.K.L
  5. Mengidentifikasi secara efektif penyakit dan kelainan T.H.T.K.L yang akibatnya dapat menyangkut segi sosial dan psikologik, serta mampu mengusahakan rehabilitasi selanjutnya.
  6. Melaksanakan penelitian di bidang T.H.T.K.L yang bermanfaat untuk masyarakat dan mempunyai daya saing tinggi baik dalam taraf nasional maupun internasional.
  7. Melaksanakan pengabdian masyarakat dalam upaya sebagai deteksi dini untuk mencegah, mengatasi, dan rehabilitasi penyakit T.H.T.K.L yang banyak dijumpai di masyarakat.
  8. Bersikap dan berperilaku profesional di dalam melaksanakan pelayanan di bidang T.H.T.K.L yang meliputi aspek kejujuran, rasa tanggung jawab, kemampuan pengembangan diri di dalam kemajuan teknologi.

 

Staff Pengajar

Program Studi Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok, Bedah Kepala Leher (T.H.T.K.L) mempunyai 18 (delapan belas) Staf Pengajar Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran  sebagai berikut :

 

 

 

 

Kompetensi Lulusan

A. Kompetensi Utama

LEVEL     KOMPETENSI
1 1   Pelatihan Bedah Dasar I
  2   Pra-kualifikasi
  3   Laring-Faring I
    - Intubasi
    - Trakeostomi
    - Dekanulasi
    - Rekanulasi
    - Krikotiroidotomi
    - Perceptual Voice Assesment
    - Acoustic Voice Analysis
    - Pemeriksaan Faring
    - Apus Tenggorok
    - Muller’s manuever
    - Rhino-laryngo-faringo endoskopi fleksibel (RLFO)
    - Laringoskopi Kaku
    - Insisi Abses Leher
  4 - Rinologi-Alergi I
    - Ekstraksi Benda Asing Hidung
    - Pemasangan Tampon Anterior
    - Pemasangan Tampon Posterior
    - Kauterisasi dengan Endoskopi
    - Nasal Endoskopi
    - Pungsi dan Irigasi Sinus Maksilaris
    - Caldwell Luc (Pendekatan Sublabial)
    - Reduksi Volume Konka Inferior
    - Insisi Abses Septal
    - Biopsi Lesi Jinak Cavum Nasi dan Sinus Paranasal
    - Skin Prick test
  5 - Audiologi-Vestibuler
    - Tes Suara/Berbisik
    - Tes Garputala
    - Pemeriksaan Audiometri Nada Murni dan Masking
    - Pemeriksaan audiometri tutur dan masking
    - Pemeriksaan timpanometri
    - Pemeriksaan tes fungsi tuba
      Behavioral Observation Audiometry (BOA)
      Visual Reinvorcement Audiometry (VRA)
      Tes koordinasi sederhana
      Tes Romberg
      Stepping test
      Tes nistagmus
      Head shaking test
      Head impulse (Thrust) test
      Tes hipotensi ortostatik (Schellong test)
      Terapi reposisi otolit dan terapi rehabilitasi vestibuler (VRT)
      Tes posisi (Dix Hallpike, side lying, roll test)
      Tes fungsi motorik saraf fasialis (sistem House-Brackmann dan  Freys)
      Tes Topognostik saraf fasialis
  6 Otologi I
      Miringotomi
      Pemasangan Pipa Ventilasi
      Patch Test
      Fat Graft
      Mastoidektomi simpel
      Debridement Keratosis Obturans
      Kolesteatoma Eksterna
      Kuretase Jaringan Granulasi CAE
      Insisi dan Kompresi Daun Telinga
      Ekstraksi Serumen
      Pemasangan Tampon Telinga
      Ekstraksi Benda Asing di Liang Telinga
2 1 Pelatihan Bedah Dasar I
       
       
       
       

 

Tingkat kemampuan klinis yang diharapkan dicapai pada akhir pendidikan Sp-1 di Prodi Kesehatan T.H.T.K.L adalah:

Tingkat Kemampuan 1: mengenali dan menjelaskan
Lulusan dokter dapat mengenali dan menjelaskan gambaran klinik penyakit, dan mengetahui cara yang paling tepat untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai penyakit tersebut, selanjutnya menentukan rujukan yang paling tepat bagi pasien. Lulusan dokter juga mampu menindaklanjuti sesudah kembali dari rujukan.

Tingkat Kemampuan 2: mendiagnosis dan merujuk
Lulusan dokter mampu membuat diagnosis klinik terhadap penyakit tersebut dan menentukan rujukan yang paling tepat bagi penanganan pasien selanjutnya. Lulusan dokter juga harus mampu menindaklanjuti sesudah kembali dari rujukan.

Tingkat Kemampuan 3: mendiagnosis, melakukan penatalaksaan awal, dan merujuk

3A Bukan kasus gawat darurat
Lulusan dokter mampu membuat diagnosis klinik dan memberikan terapi pendahuluan pada keadaan bukan gawat darurat. Lulusan dokter mampu menentukan rujukan yang paling tepat bagi penganganan pasien selanjutnya. Lulusan dokter juga mampu menindaklanjuti sesudah kembali dari rujukan.

3B Kasus gawat darurat
Lulusan dokter mampu membuat diagnosis klinik dan memberikan terapi pendahuluan pada keadaan gawat darurat demi menyelamatkan nyawa atau mencegah keparahan dan/atau kecacatan pasien. Lulusan dokter mampu menentukan rujukan yang paling tepat bagi penganganan pasien selanjutnya. Lulusan dokter juga mampu menindaklanjuti sesudah kembali dari rujukan.

Tingkat Kemampuan 4: mendiagnosis, melakukan pelaksanaan secara mandiri dan tuntas
Lulusan dokter mampu membuat diagnosis klinik dan melakukan penatalaksanaan penyakit tersebut secara mandiri dan tuntas

4A  Kompetensi yang dicapai apada saat lulus dokter
4B  Profisiensi (kemahiran) yang dicapai setelah selesai internsip dan/atau Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan (PKB)

Tingkat kemampuan keterampilan klinis yang diharapkan dicapai pada akhir pendidikan Sp-1 di Prodi Kesehatan T.H.T.K.L adalah:

Tingkat kemampuan 1 (Knows): mengetahui dan menjelaskan
Lulusan dokter mampu menguasai pengetahuan teoritis termasuk aspek biomedik dan psikososial keterampilan tersebur sehingga dapat menjelaskan kepada pasien/klien dan keluarganya, teman sejawat, serta profesi lainnya tentang prinsip, indikasi, dan komplikasi yang mungkin timbul. Keterampilan ini dapat dicapai peserta didik melalui perkuliahan, diskusi, penugasan, dan belajar mandiri, sedangkan penilaiannya dapat menggunakan ujian tulis.

Tingkat kemampuan 2 (Know how): pernah melihat atau didemonstrasikan
Lulusan dokter menguasai pengetahuan teoritis dari keterampilan ini dengan penekanan pada clinical reasoning dan problem solving serta berkesempatan untuk melihat dan mengamati keterampilan tersebut dalam bentuk demonstrasi atau pelaksanaan langsung pada pasien/masyarakat. Pengujian keterampilan tingkat kemampuan 2 dengan menggunakan ujian pilihan berganda atau penyelesaian kasus secara tertulis dan/atau lisan (oral test)

Tingkat kemampuan 3 (Shows)): Pernah melakukan atau pernah menerapkan di bawah supervisi
Lulusan dokter menguasai pengetahuan teoritis dari keterampilan ini termasuk latar belakang biomedik dan dampak psikososial keterampilan tersebut, berkesempatan untuk melihat dan mengamati keterampilan tersebut dalam bentuk demonstrasi atau pelaksanaan langsung pada pasien dan/atau stabdardized pastient. Pengujian keterampilan tingkat kemampuan 3 dengan menggunakan Objective Structure Clinical Examination (OSCE) atau Objective Structure Assesment of Technical Skills (OSATS).

Tingkat kemampuan 4 (Does): Mampu melakukan secara mandiri
Lulusan dokter dapat memperlihatkan keterampilannya tersebut dengan menguasai seluruh teori, prinsip, indikasi, langkah-langkah cara melakukan, komplikasi, dan pengendalian komplikasi. Selain pernah melakukannya di bawah supervisi, Workbased Assesment misal-nya mini-CEX, portofolio, buku log, dsb.

4A.  Keterampilan yang dicapai pada saat lulus dokter
4B.  Profisiensi (kemahiran) yang dicapai setelah Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan

Dengan demikian di dalam buku pedoman ini level kompetensi kemampuan klinis tertinggi adalah 4A.

Laring Faring I

No

Kemampuan Klinis

Kompetensi

SKS

Keterampilan Klinis

Kompetensi

1

Modul Sumbatan Jalan Nafas (OSNA) I

4A

0.5

Intubasi

4

Trakeostomi

4

Dekanulasi

4

Rekanulasi

4

Krikotiroidotomi

4

2

Modul Disfoni I

4A

0.4

Perceptual Voice Assesment

4

Acoustic Voice Analysis

3

3

Modul Faringitis I

4A

0.4

Pemeriksaan Faring

4

Apus Tenggorok

4

4

Modul Tonsilitis dan Tonsilektomi I

4A

0.5

 

 

5

Modul Laringitis I

4A

0.5

 

 

6

Modul Peradangan Mukosa Mulut I

4A

0.2

 

 

7

Modul Mendengkur (Obstructive Sleep Apnea Syndrome/OSAS) I

4A

0.3

Polisomnografi

2

Muller’s manuever

4

8

Modul Refluks Laringo-Faring

4A

0.3

Rhino-laryngo-faringo endoskopi fleksibel

4

9

Modul Trauma Leher dan Stenosis Laring

3B

0.3

 

 

10

Modul Lesi Neoplasma Jinak Laring

4A

0.3

Laringoskopi Kaku

4

11

Modul Lesi Non Neoplastik

4A

0.4

 

 

12

Modul Penyakit Kelenjar Liur

3A

0.2

 

 

13

Modul Kelainan Kongenital Laring

3A

0.4

 

 

14

Modul Neoplasma Ganas Laring

2

0.5

 

 

15

Modul Abses Leher Dalam

4A

0.5

Insisi Abses Leher

4

Jumlah SKS

5.7

 

Laring Faring II

No

Kemampuan Klinis

Kompetensi

SKS

Keterampilan Klinis

Kompetensi

1

Modul Sumbatan Jalan Nafas (OSNA) II

4A

0.5

 

 

2

Modul Disfoni II

4A

0.4

Injection laryngoplasty

3

Aritenoidektomi

2

Hemikordektomi

2

3

Modul Faringitis II

4A

0.4

 

 

4

Modul Tonsilitis dan Tonsilektomi II

4A

0.5

Tonsilektomi Diseksi

4

Adenoidektomi

4

Radiofrekuensi Tonsilektomi

2

Coblation Tonsilektomi

2

5

Modul Laringitis II

4A

0.5

 

 

6

Modul Peradangan Mukosa Mulut II

4A

0.2

 

 

7

Modul Mendengkur (Obstructive Sleep Apnea Syndrome/OSAS) II

4A

0.3

UPPP (uvulopalatofaringoplasty)

2

Tongue Base Surgery for OSA

2

Genioglossus Advancement

2

Lingual Tonsilectomy in OSA

2

Supraglotoplasty

2

8

Modul Refluks Laringo-Faring II

4A

0.3

 

 

9

Modul Trauma Leher dan Stenosis Laring II

3B

0.2

Rekonstruksi Trauma Leher

2

Repair Stenosis Subglotis/Trakea

2

10

Modul Lesi Neoplasma Jinak Laring II

4A

0.3

Biopsi massa laring-faring

4

Ekstirpasi Lesi Neoplasma Jinak Laring-Faring

3

11

Modul Lesi Non Neoplastik

4A

0.4

Ekstirpasi Lesi Non Neoplasma Laring-Faring

3

12

Modul Penyakit Kelenjar Liur

3A

0.2

 

 

13

Modul Kelainan Kongenital Laring

3A

0.4

 

 

14

Modul Neoplasma Ganas Laring

2

0.5

Laser Laryngeal Surgery

2

15

Modul Abses Leher Dalam

4A

0.3

Insisi Abses Retrofaring

3

Insisi Abses Parafaring

3

 

Jumlah SKS

5.4

 

 

 

Rinologi Alergi I

No

Kemampuan Klinis

Kompetensi

SKS

Keterampilan Klinis

Kompetensi

1

Modul Benda Asing  I

4A

0.3

Ekstraksi Benda Asing Hidung

4

2

Modul Epistaksis I

4A

0.5

Pemasangan Tampon Anterior

4

Pemasangan Tampon Posterior

4

Kauterisasi dengan Endoskopi

4

3

Modul Rinosinusitis  I

4A

1.4

Nasal Endoskopi

4

Pungsi dan Irigasi Sinus Maksilaris

4

Caldwell Luc (Pendekatan Sublabial)

4

4

Modul Polip Hidung  I

4A

0.5

 

 

5

Modul Gangguan Penghidu I

2

0.6

Menilai Penghidu

2

6

Modul Kelainan Kongenital Hidung I

4A

0.15

 

 

7

Modul Imunologi Dasar I

4A

0.25

 

 

8

Modul Profil Sitokin pada Rinosinusitis Kronis dengan Polip I

4A

0.2

 

 

9

Modul Respons Imunologi pada Tonsil I

4A

0.2

 

 

10

Modul Kelainan Septum I

4A

0.6

Reduksi Volume Konka Inferior

4

11

Modul Infeksi Jaringan Penunjang Hidung dan Abses Septum I

4A

0.2

Insisi Abses Septal

4

12

Modul Tumor dan Lesi Jinak Sinonasal I

4A

0.4

Biopsi Lesi Jinak Cavum Nasi dan Sinus Paranasal

4

13

Modul Rinitis Alergi I

4A

0.7

Skin Prick test

4

14

Modul Rinitis Non Alergi I

4A

0.6

 

 

15

Modul EOM sebagai Komorbid Rinitis Alergi I

4A

0.2

 

 

Jumlah SKS

6.8

 

Rinologi Alergi II

No

Kemampuan Klinis

Kompetensi

SKS

Keterampilan Klinis

Kompetensi

1

Modul Benda Asing  II

4A

0.3

 

 

2

Modul Epistaksis II

4A

0.5

 

 

3

Modul Rinosinusitis  II

4A

1.5

Bedah Endoskopi Sinus Frontal

2

Ligasi Arteri Sfenopalatina dengan Endoskopi

2

Mini FESS (Unsinektomi dan Pelebaran Ostium Sinus)

4

Etmoidektomi Endoskopi

2

Sfenoidektomi Endoskopi

2

4

Modul Polip Hidung  II

4A

1

Polipektomi Sederhana Endoskopik

4

5

Modul Gangguan Penghidu II

2

0.2

 

 

6

Modul Kelainan Kongenital Hidung II

4A

0.5

Repair Atresia Koana

2

7

Modul Imunologi Dasar II

4A

0.3

 

 

8

Modul Profil Sitokin pada Rinosinusitis Kronis dengan Polip II

4A

0.2

 

 

9

Modul Respons Imunologi pada Tonsil II

4A

0.2

 

 

10

Modul Kelainan Septum II

4A

0.7

Septoplasti dengan Endoskopi

4

11

Modul Infeksi Jaringan Penunjang Hidung dan Abses Septum II

4A

0.1

 

 

12

Modul Tumor dan Lesi Jinak Sinonasal II

4A

0.5

Bedah Tumor Sinus Endoskopik

2

13

Modul Rinitis Alergi II

4A

0.7

Imunoterapi

4

14

Modul Rinitis Non Alergi II

4A

0.3

 

 

15

Modul EOM sebagai Komorbid Rinitis Alergi II

4A

0.2

 

 

Jumlah SKS

7.2

 

Audiologi – Vestibuler

No

Kemampuan Klinis

Kompetensi

SKS

Keterampilan Klinis

Kompetensi

1

Modul Gangguan Dengar

4A

3.35

Tes Suara/Berbisik

4

Tes Garputala

4

Pemeriksaan Audiometri Nada Murni dan Masking

4

Tes SAL(Sensineural Aquity Level) untuk mengatasi dilema masking

2

Pemeriksaan audiometri tutur dan masking

4

Pemeriksaan penentuan lokasi lesi (site of lesion) : ABLB, SISI, Tone decay

2

Pemeriksaan timpanometri

4

Pemeriksaan tes fungsi tuba

4

BERA

2

ASSR

2

Pemeriksaan OAE

4

Habilitasi dan rehabilitasi fungsi pendengaran

2

Pemeriksaan audiometri tutur dalam bising

1

Behavioral Observation Audiometry (BOA)

4

Visual Reinvorcement Audiometry (VRA)

4

Tes play audiometri

4

Tes fungsi persepsi

2

2

Modul Gangguan Vestibuler

4A

2.58

Tes keseimbangan sederhana

4

Terapi reposisi otolit dan terapi rehabilitasi vestibuler (VRT)

4

Pemeriksaan tes kalori atau ENG (dengan air atau udara)

4

Tes posisi (Dix Hallpike, side lying, roll test)

4

3

Modul Gangguan Nervus Fasialis

4A

1.92

Tes fungsi motorik saraf fasialis (sistem House-Brackmann dan  Freys)

4

Tes Topognostik saraf fasialis

4

Pemeriksaan Elektrofisiologis  fungsi saraf Fasialis

2

Jumlah SKS

8

 

Otologi I

No

Kemampuan Klinis

Kompetensi

SKS

Keterampilan Klinis

Kompetensi

1

Modul Gangguan Fungsi Tuba

3A

0.23

 

 

2

Modul telinga luar

3A

0.43

 

 

3

Modul Inflamasi telinga tengah 1

3A

1.43

Miringotomi

4

Pemasangan Pipa Ventilasi

4

Patch Test

4

Fat Graft

3

Mastoidektomi simpel

4

4

Modul Keratosis obturans

4A

0.42

Debridement Keratosis Obturans

4

5

Modul Kolesteatoma eksterna

4A

0.33

Kolesteatoma Eksterna

4

6

Modul Lesi jinak telinga 1

3A

0.15

Kuretase Jaringan Granulasi CAE

4

7

Modul Perikondritis dan Othematom

4A

0.66

Insisi dan Kompresi Daun Telinga

4

8

Modul Impaksi Serumen

4A

2.16

Ekstraksi Serumen

4

Pemasangan Tampon Telinga

4

9

Modul Benda Asing Telinga

4A

0.68

Ekstraksi Benda Asing di Liang Telinga

4

Jumlah SKS

6.49

 

Otologi II

No

Kemampuan Klinis

Kompetensi

SKS

Keterampilan Klinis

Kompetensi

1

Modul Neoplasma Telinga

3A

0.82

Eksisi Tumor Telinga

3

2

Modul Gangguan Nervus fasialis

4A

0.7

Dekompresi N. Fasialis

2

Nerve Grafting

2

Biopsi Tumor

2

3

Modul Inflamasi telinga dalam

3A

0.38

Reseksi Neuroma Akustik

3

Cochlear Implant

2

Labirintektomi Transmastoid

2

4

Modul Injeksi Kortikosteroid Intratimpanik pada SSNHL

4A

0.47

 

 

5

Modul Trauma Telinga

3A

0.38

 

 

6

Modul Otologic Manifestations of Systemic Disease

4A

0.38

 

 

7

Modul inflamasi telinga tengah 2

4A

5.18

Meatoplasti

4

Kanaloplasti

3

Mastoidektomi Modified

3

Mastoidektomi Radikal

3

Mastoidektomi-Petrosektomi

2

Stapedektomi

2

Endolymphatic Sac Exposure, Decompression

2

8

Modul lesi jinak telinga 2

3A

0.2

Biopsi eksisi lesi jinak liang telinga

4

Jumlah SKS

8.51

 

Endoskopi – Bronchoesofagologi

No

Kemampuan Klinis

Kompetensi

SKS

Keterampilan Klinis

Kompetensi

1

Modul Benda Asing Esofagus

4A

1.13

Esofagoskopi Kaku

4

Ekstraksi Benda Asing Esofagus dengan Esofagoskopii Kaku

4

2

Modul Benda Asing Trakeobronchial

3B

1.08

Trakeo-bronkoskopi Kaku (Diagnostik)

4

Trakeo-bronkoskopi Fleksibel

3

Ekstraksi Benda Asing Trakeo-Bronkus dengan Bronkoskopi Kaku

4

3

Modul Stenosis Esofagus

3A

0.28

Dilatasi Esofagus dengan Esofagoskopi Rigid

3

4

Modul Fistula Trakeoesofagus

3A

0.42

 

 

5

Modul Esofagitis Korosif

4A

0.19

Trans Nasal Esophagoscopy (Fleksibel)

2

6

Modul Disfagia Orofaring

4A

0.62

FEES (Flexible Endoscopic Esophageal of the Swallowing)

4

7

Modul Refluks Laringofaring

4A

0.74

 

 

8

Modul Varises Esofagus

3B

0.18

 

 

9

Modul Trauma Esofagus

3B

0.28

 

 

10

Modul Stenosis Trakea

3A

0.48

 

 

Jumlah SKS

5.40

 

Onkologi – Bedah Kepala Leher I

No

Kemampuan Klinis

Kompetensi

SKS

Keterampilan Klinis

Kompetensi

1

Prinsip dasar onkologi kepala leher

4A

0.16

Biopsi Neoplasma Kepala Leher

4

2

Prinsip radioterapi keganasan kepala leher

3A

0.4

Photodynamic Therapy

2

3

Prinsip dasar kemoterapi keganasan kepala leher

3A

1.76

Kemoterapi

3

Terapi Target

3

4

Neoplasma Rongga mulut

4A

0.68

Total Glosektomi

2

Glosektomi: partial/hemiglosektomi

3

Ekstirpasi Neoplasma Palatum

4

5

Neoplasma Nasofaring

4A

1.92

Ligasi Arteri Karotis

3

Ekstirpasi Angiofibroma Nasofaring Belia

2

Nasofaringektomi

2

6

Neoplasma Orofaring

3B

0.52

 

 

7

Neoplasma Sinonasal

4A

1.52

Sublabial Degloving

4

Midfasial Degloving

3

Ekstirpasi Neoplasma Ganas dengan Pendekatan Endoskopi

2

Rinotomi Lateralis

4

Maksilektomi Medial

4

Maksilektomi Terbatas

4

Maksilektomi Suprastuktur

2

Maksilektomi Infrasturktur

2

Maksilektomi Total

2

Maksilektomi Radikal dengan Eksenterasi Orbita

2

Maksilektomi Radikal dengan Reseksi Basis Kranii

2

Frotoetmoidektomi Eksternal

2

Etmoidektomi Eksternal

2

8

Limfoma kepala leher

3B

0.52

 

 

9

Neoplasma Kelenjar Liur

4A

0.89

Parotidektomi Superfisialis

2

Eksitirpasi Kelenjar Submandibula

3

Ekstirpasi Kelenjar Sublingual

3

Jumlah SKS

8.4

 

Onkologi – Bedah Kepala Leher II

No

Kemampuan Klinis

Kompetensi

SKS

Keterampilan Klinis

Kompetensi

1

Neoplasma Hipofaring

3B

0.47

Faringektomi

2

2

Neoplasma Kelenjar Tiroid

4A

0.8

Subtotal Lobektomi

4

Total Lobektomi

4

Hemitiroidektomi

3

Near Total Tiroidektomi

3

Total Tiroidektomi

3

3

Neoplasma sepertiga proksimal Esofagus

3B

0.38

Reseksi Esofagus

2

4

Neoplasma Laring

4A

1.43

Prostesis Suara

2

Repair Stoma

3

Eksisi Neoplasma dengan Laser

2

Laringektomi Total

2

Laringektomi Parsial

2

5

Neoplasma Leher

4A

1.22

Eksisi Neoplasma Jinak Leher

4

Radical Neck Dissection

2

Modified Radical Neck Dissection

2

Selective Neck Dissection

2

6

Neoplasma Kulit pada kepala leher

4A

0.52

Eksisi Luas Neoplasma Kulit Kepala Leher

4

7

Neoplasma Tracheobronchial

3B

0.42

 

 

8

Neoplasma Mandibula

3A

0.16

Mandibulektomi

2

Jumlah SKS

5.4

 

Maksilofasial – Plastik Rekonstruksi I

No

Kemampuan Klinis

Kompetensi

SKS

Keterampilan Klinis

Kompetensi

1

Modul Trauma, Fraktur Hidung

4A

2

Reposisi Fraktur Hidung

4

Septoplasti

3

Rinoplasti

3

Septorinoplasti

3

2

Modul Trauma Wajah dan Maksilofasial

4A

3

Rekonstruksi Fraktur Maksilla

4

Rekonstruksi Fraktur Zigoma

4

Rekonstruksi Fraktur Blow Out

4

Rekonstruksi Fraktur Mandibula

4

Rekonstruksi Fraktur Frontalis

4

Rekonstruksi Panfasial Fraktur

4

3

Modul Rongga Mulut

4A

1

Labioskisis

3

Palatoskisis

3

Jumlah SKS

6

 

Maksilofasial – Plastik Rekonstruksi II

No

Kemampuan Klinis

Kompetensi

SKS

Keterampilan Klinis

Kompetensi

1

Modul Kelainan Kongenital Telinga

4A

1

Aurikuloplasti

4

Fistulektomi

4

Otoplasti

3

2

Modul Kelainan Wajah

2

1

Blefaroplasti

2

Ritidektomi

2

Mentoplasti

2

Malarplasti

2

TMJ Surgery

2

Dakriosistorinostomi

2

Rejuvenasi Midfasial

4

Chin Augmentation

2

3

Modul Defek Kepala, Leher

4A

1

Perawatan Luka Kronis

4

Tandur dan Jabir Lokal

4

Jabir Kulit Regional

3

Skin Flap

4

Microvascular Free Flaps

2

Repair Perforasi Septum

3

Eksisi Lesi Jinak pada Wajah

4

Rekonstruksi Nasolabial

2

Jumlah SKS

3

 

THT Komunitas

No

Kemampuan Klinis

Kompetensi

SKS

Keterampilan Klinis

Kompetensi

1

Modul Epidemiologi

4A

0.2

Survey

4

2

Modul Kualitas Hidup

4A

1.1

Penilaian Kualitas Hidup

4

3

Modul Ototoksik

4A

0.6

Skrining Pendengaran akibat Ototoksik

4

4

Modul Perkembangan Bahasa dan Bicara

4A

0.8

Pemeriksaan Gangguan Pendengaran pada Bayi dan Anak

4

5

Modul Hiponasal dan Hipernasal

4A

0.2

 

 

6

Modul Kesulitan Belajar dan Konsentrasi

4A

0.4

 

 

7

Modul Preventif dan Promotif

4A

1.0

 

 

8

Modul Rehabilitatif

4A

0.6

 

 

9

Modul Tuli Kongenital pada Bayi dan Anak

4A

1.2

Skrining Pendengaran pada Bayi dan Anak

4

10

Modul Gangguan Pendengaran pada Anak Usia Sekolah

4A

0.6

Pemeriksaan Pendengaran pada Anak Usia Sekolah

4

11

Modul Pekerja

4A

0.5

Skrining Pendengaran akibat Bising

4

Jumlah SKS

7

 

Jenjang PPDS-1 Prodi THT-KL

JENJANG

KOMPETENSI

1a

1

Pelatihan Bedah Dasar I

2

Pra-kualifikasi

1b

1

Laring-Faring I

-

Intubasi

-

Trakeostomi

-

Dekanulasi

-

Rekanulasi

-

Krikotiroidotomi

-

Perceptual Voice Assesment

-

Acoustic Voice Analysis

-

Pemeriksaan Faring

-

Apus Tenggorok

-

Muller’s manuever

-

Rhino-laryngo-faringo endoskopi fleksibel (RLFO)

-

Laringoskopi Kaku

-

Insisi Abses Leher

2

Rinologi-Alergi I

-

Ekstraksi Benda Asing Hidung

-

Pemasangan Tampon Anterior

-

Pemasangan Tampon Posterior

-

Kauterisasi dengan Endoskopi

-

Nasal Endoskopi

-

Pungsi dan Irigasi Sinus Maksilaris

-

Caldwell Luc (Pendekatan Sublabial)

-

Reduksi Volume Konka Inferior

-

Insisi Abses Septal

-

Biopsi Lesi Jinak Cavum Nasi dan Sinus Paranasal

-

Skin Prick test

3

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Audiologi-Vestibuler

-

Tes Suara/Berbisik

-

Tes Garputala

-

Pemeriksaan Audiometri Nada Murni dan Masking

-

Pemeriksaan audiometri tutur dan masking

-

Pemeriksaan timpanometri

-

Pemeriksaan tes fungsi tuba

-

Behavioral Observation Audiometry (BOA)

-

Visual Reinvorcement Audiometry (VRA)

-

Tes koordinasi sederhana

-

Tes Romberg

-

Stepping test

-

Tes nistagmus

-

Head shaking test

-

Head impulse (Thrust) test

-

Tes hipotensi ortostatik (Schellong test)

-

Terapi reposisi otolit dan terapi rehabilitasi vestibuler (VRT)

-

Tes posisi (Dix Hallpike, side lying, roll test)

-

Tes fungsi motorik saraf fasialis (Sistem House-Brackmann dan  Freys)

-

Tes Topognostik saraf fasialis

4

Otologi I

-

Miringotomi

-

Pemasangan Pipa Ventilasi

-

Patch Test

-

Fat Graft

-

Mastoidektomi simpel

-

Debridement Keratosis Obturans

-

Kolesteatoma Eksterna

-

Kuretase Jaringan Granulasi CAE

-

Insisi dan Kompresi Daun Telinga

-

Ekstraksi Serumen

-

Pemasangan Tampon Telinga

-

Ekstraksi Benda Asing di Liang Telinga

2a

1

Sesuai dengan Level I ditambah dengan:

2

Laring-Faring II

-

Injection laryngoplasty

-

Tonsilektomi Diseksi

-

Adenoidektomi

-

Biopsi massa laring-faring

-

Ekstirpasi Lesi Neoplasma Jinak Laring-Faring

-

Ekstirpasi Lesi Non Neoplasma Laring-Faring

-

Insisi Abses Retrofaring

-

Insisi Abses Parafaring

3

Rinologi-Alergi II

-

Mini FESS (Unsinektomi dan Pelebaran Ostium Sinus)

-

Polipektomi Sederhana Endoskopik

-

Septoplasti dengan Endoskopi

-

Imunoterapi

4

Otologi II

-

Eksisi Tumor Telinga

-

Reseksi Neuroma Akustik

-

Meatoplasti

-

Kanaloplasti

-

Mastoidektomi Modified

-

Mastoidektomi Radikal

-

Biopsi Eksisi Lesi Jinak Liang Telinga

2b

1

Sesuai dengan Level 2a ditambah dengan:

2

Endoskopi-Bronkoesofagologi

-

Esofagoskopi Kaku

-

Ekstraksi Benda Asing Esofagus dengan Esofagoskopi Kaku

-

Trakeo-bronkoskopi Kaku (Diagnostik)

-

Trakeo-bronkoskopi Fleksibel

-

Ekstraksi Benda Asing Trakeo-Bronkus dengan Esofagoskopi Kaku

-

Dilatasi Esofagus dengan Esofagoskopi Rigid

-

FESS (Flexible Endoscopic Esophageal of the Swallowing)

3

Onkologi Bedah Kepala Leher I

-

Biopsi Neoplasma Kepala Leher

-

Kemoterapi

-

Terapi Target

-

Glosektomi: Partial/Hemiglosektomi

-

Ekstirpasi Neoplasma Palatum

-

Ligasi Arteri Karotis

-

Sublabial Degloving

-

Midfasial Degloving

-

Rinotomi Lateralis

-

Maksilektomi Medial

-

Maksilektomi Terbatas

-

Ekstirpasi Kelenjar Submandibula

-

Ekstirpasi Kelenjar Sublingual

-

Pelatihan Radioterapi

-

Pelatihan Patologi Anatomi

4

Maksilofasial-Plastik Rekonstruksi I

-

Reposisi Fraktur Hidung

-

Septoplasti

-

Rinoplasti

-

Septorinoplasti

-

Rekonstruksi Fraktur Maksila

-

Rekonstruksi Fraktur Zigoma

-

Rekonstruksi Fraktur Blow Out

-

Rekonstruksi Fraktur Mandibula

-

Rekonstruksi Fraktur Frontalis

-

Rekonstruksi Panfasial Fraktur

-

Labioskisis

-

Palatopskisis

3a

1

Sesuai dengan Level 2b ditambah dengan:

 

2

THT Komunitas

 

-

Survei

 

-

Penilaian Kualitas Hidup

 

-

Skrining Pendengaran akibat Obat Ototoksik

 

-

Pemeriksaan Gangguan Pendengaran pada Bayi dan Anak

 

-

Skrining Pendengaran pada Bayi dan Anak

 

-

Pemeriksaan Pendengaran pada Anak Usia Sekolah

 

-

Skrining Pendengaran akibat Bising

 

3

Onkologi Bedah Kepala Leher II

 

-

Subtotoal Lobektomi

 

-

Total Lobektomi

 

-

Hemitiroidektomi

 

-

Near Total Tiroidektomi

 

-

Total Tiroidektomi

 

-

Repair Stoma

 

-

Eksisi Neoplasma Jinak Leher

 

-

Eksisi Luas Neoplasma Kulit Kepala Leher

 

-

Pelatihan Hemato-onkologi

 

4

Maksilofasial-Plastik Rekonstruksi II

 

-

Aurikuloplasti

 

-

Fistulektomi

 

-

Otoplasti

 

-

Rejuvenasi Midfasial

 

-

Perawatan Luka Kronis

 

-

Tandur dan Jabir Lokal

 

-

Skin Flap

 

-

Jabir Kulit Regional

 

-

Repair Perforasi Septum

 

-

Eksisi Lesi Jinak pada Wajah

 

-

Pelatihan Ilmu Kesehatan Mata

3b

1

Sesuai dengan Level 3a ditambah dengan:

 

 

-

Stase di RS Jejaring

Nama Mata Kuliah

Semester

SKS

Ilmu Bedah Dasar

1

3

Laring Faring I

2

5

Laring Faring II

2

6

Rinologi Alergi I

2

6

Rinologi Alergi II

2

8

Otologi I

3

7

Otologi II

3

8

Audiologi Vestibuler

3

8

Endoskopi Bronkoesofagologi

4

4

Radiologi

5

0.5

Anestesi

6

0.5

Onkologi Kepala – Leher I

7

6

Onkologi Kepala – Leher II

7

7

THT Komunitas

7

7

Usulan Penelitian Karya Ilmiah

7

3

Maksilofasial Plastik Rekonstruksi I

8

4

Maksilofasial Plastik Rekonstruksi II

8

5

Penelitian Karya Ilmiah Akhir

9

6

THT-KL Lanjut I

9

2

THT-KL Lanjut II

9

3

Etika dan Profesionalisme

9

1

Kembali
© 2018 MIR FKUNPAD All Rights Reserved.