Akademik

Program Studi Ilmu Penyakit Saraf

Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis Neurologi merupakan salah satu dari 33 prodi yang berada  di bawah struktur organisasi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran. Berdasarkan SK menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 076/U/1980 tanggal 10 Maret 1980 tentang Prodi Pendidikan Dokter Spesialis Neurologi mulai menerima peserta didik (residen).

Penyusunan visi, misi, tujuan dan sasaran serta strategi pencapaian pada Prodi Pendidikan Dokter Spesialis Neurologi dilakukan melalui mekanisme pelibatan seluruh pemangku kepentingan (dosen, peserta didik, tenaga kependidikan, dan alumni yang bekerja di RS Hasan Sadikin Bandung. Hal ini kemudian diselaraskan dengan visi utama Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran. Kemudian berkoordinasi dengan pihak fakultas, mendata permasalahan, pencapaian dan umpan balik yang diperoleh dari pihak institusi (Unpad, FK Unpad, staff pendidik, mahasiswa, lulusan dan pengguna lulusan) dengan tetap mengacu pada panduan pendidikan dan kompetensi yang telah ditetapkan oleh kolegium Dokter Spesialis Neurologi. Penyusunan visi ditentukan untuk jangka panjang, yang selanjutnya diterjemahkan pada misi Prodi. Evaluasi visi dan misi dilakukan setiap lima tahun sekali melalui Rencana Strategis (Renstra) Prodi, yang telah disusun dan ditetapkan sebagai Rencana Strategis tahun 2015 – 2019.

Penyusunan visi, misi, tujuan dan sasaran pencapaian yang didasarkan kepada Rencana Strategis Prodi Pendidikan Dokter Spesialis Neurologi berdasarkan pada beberapa faktor yaitu:

  1. Pengembangan pusat-pusat unggulan penelitian dan pendidikan neurologi.
  2. Pusat rujukan tertinggi penyakit saraf di Jawa Barat
  3. Meningkatkan kualitas lulusan Spesialis Neurologi
  4. Mendorong pengabdian dokter spesialis di wilayah jawa barat

Pada tahap awal ketua Prodi Pendidikan Dokter Spesialis Neurologi membentuk suatu tim khusus (steering committee) , yang terdiri dari KPS dan 3 orang staff pendidik,  merupakan panitia inti yang telah ditetapkan secara internal sebagai staff penunjang program studi dalam rapat Prodi untuk memulai penyusunan draft awal. Steering Committe yang terbentuk diketuai oleh dr. Ahmad Rizal, Sp.S(K) dengan anggota dr. Siti Aminah, Sp.S(K), Msi.med , dr. Henny Anggraeni Sadeli, Sp.S(K), dan DR. dr. Uni Gamayani, Sp.S(K). Mekanisme penyusunan draft awal yang dilakukan adalah dengan mengevaluasi perkembangan kebijakan terbaru (RENSTRA Universitas, RENSTRA Fakultas, SOTK Universitas, SOTK Fakultas), berkoordinasi dengan pihak fakultas, mendata permasalahan, evaluasi pencapaian selama lima tahunan dan umpan balik dari institusi yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan termasuk diantaranya pimpinan, dosen, peserta didik (residen), tenaga kependidikan, dan alumni yang bekerja di RS Hasan Sadikin Bandung.  Mekanisme evaluasi diri dilakukan dengan analisis internal dan eksternal untuk mengevaluasi SWOT (strength, weakness, opportunity and threat) baik data akademik, pendukung dan data eksternal lainnya yang sesuai, untuk kemudian dikaitkan dengan kondisi internal dan eksternal Prodi Pendidikan Dokter Spesialis Neurologi. Evaluasi visi dan misi ini dilakukan juga dengan mengundang tenaga ahli untuk memberikan masukan terhadap proses yang dilakukan. Selama periode penilaian, terdapat perubahan RENSTRA, yang awal nya menggunakan renstra FK UNPAD tahun 2013-2018, kemudian disempurnakan menjadi RENSTRA bersama FK UNPAD dan RSHS tahun 2015-2019. Perubahan naskah RENSTRA tersebut juga mengalami evaluasi. Setelah terbentuk suatu evaluasi diri yang menyeluruh, kemudian dilakukan penyusunan naskah visi dan misi organisasi.

Selanjutnya naskah visi dan misi ini diterjemahkan menjadi tujuan dan sasaran serta Strategi pencapaian program studi 5 tahun ke depan. Naskah ini kemudian dikonsultasikan ulang kepada seluruh pemangku kepentingan, yaitu

  1. Kepala Departemen Neurologi : dr. Nani Kurniani, Sp. S(K)
  2. Ketua Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis Neurologi : dr. Thamrin, Sp. S(K)
  3. Sekretaris Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis Neurologi : dr. Ahmad Rizal, Sp. S(K). PhD
  4. Staff tenaga kependidikan : Bapak Sudrajat Gumelar
  5. Ketua Ikatan Alumni Spesialis Neurologi UNPAD : dr. Sobaryati, Sp.S-KIC,M.kes
  6. Ketua Residen Neurologi : dr. Dani Bagus

sekaligus melakukan presentasi dan sosialisasi tahap pertama untuk mendapatkan umpan balik sebelum dilaksanakan penyempurnaan. Hasil dari penyempurnaan ini disampaikan kepada Kepala bagian dan kepala program studi yang disahkan melalui SK Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran yang sudah diusulkan  ke senat akademik.

Visi dan misi ini dituangkan dalam Rencana Strategis Prodi Pendidikan Dokter Spesialis Neurologi yang  disosialisasikan kepada seluruh sivitas akademika termasuk dengan pencantuman pada buku pedoman akademik dan agenda tahunan Prodi Pendidikan Dokter Spesialis Neurologi. Visi dan misi ini diperbaharui secara berkala setiap 5 tahun.

Secara ringkas proses yang dijalankan adalah sebagai berikut

Gambar 1.1: Alur mekanisme penyusunan visi dan misi Prodi Pendidikan Dokter Spesialis Neurologi

Meskipun pada tahun 2015 terdapat perubahan visi FK UNPAD yang dituangkan dalam visi bersama antara Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Mata Cicendo (PMN RSMC)-Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS)-FK UNPAD periode 2015-2019 yaitu Menjadi institusi kesehatan yang unggul dan transformatif dalam meningkatkan status kesehatan masyarakat (transformative leader in health care) pada tahun 2019, tetapi visi misi Prodi Pendidikan Dokter Spesialis Neurologi FK Unpad periode 2014-2019 tidak mengalami perubahan karena masih relevan dengan visi FK UNPAD yang baru tersebut.

Visi

“Menjadi Pengelola Pendidikan Neurologi yang Unggul Dalam Pendidikan dan Penelitian di Bidang Infeksi Susunan Saraf Pusat dan Fungsi Luhur, Serta Dapat Menghasilkan Dokter Spesialis Neurologi yang Berkualitas, Professional dan Berakhlak Baik pada Tahun 2020”.

Misi

Misi Prodi Pendidikan Dokter Spesialis Neurologi, yaitu :

  1. Menyelenggarakan pendidikan spesialis Neurologi yang unggul, terintegrasi serta berorientasi pada kepemimpinan.
  2. Melaksanakan  penelitian kedokteran di bidang Neurologi untuk mewujudkan status kesehatan masyarakat yang lebih baik
  3. Memberikan pelayanan medis yang prima dan paripurna dan menghasilkan kompetensi dokter Spesialis Neurologi yang profesional dan mampu memberikan pelayanan medis dalam tingkat spesialistik yang paripurna, dapat mengembangkan kompetensi akademis dalam menyebarkan ilmu kedokteran mutakhir.
  4. Mendukung misi RSUP. Dr. Hasan Sadikin Bandung “Melaksanakan pelayanan kesehatan paripurna dan prima yang terintegrasi dengan pendidikan dan penelitian”
  5. Meningkatkan penelitian dalam bidang infeksi susunan saraf dan fungsi luhur, dan pengabdian Prodi Pendidikan Dokter Spesialis Neurologi baik untuk masyarakat awam maupun untuk masyarakat kedokteran.
  6. Sebagai pusat rujukan tertinggi pelayanan medis penyakit saraf untuk jawa barat dan sekitarnya serta mengusahakan pelayanan medis penyakit saraf dengan teknologi kedokteran mutakhir yang terjangkau oleh lapisan masyakat dan bermutu tinggi

Tujuan

Tujuan Prodi Pendidikan Dokter Spesialis Neurologi, yaitu :

  1. Terselenggaranya sistem pendidikan  dokter Spesialis Neurologi yang unggul, terintegrasi dengan pengelolaan yang efisien dan efektif ;
  2. Terwujudnya dokter Spesialis Neurologi yang kompeten, inovatif, profesional, beretika, dan berjiwa kepemimpinan yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional;
  3. Terselenggaranya pendidikan kedokteran Spesialis Neurologi yang berkualitas, dengan pendekatan penelitian multi-disiplin yang berorientasi kebutuhan masyarakat
  4. Terselenggaranya penelitian kedokteran dalam bidang neurolgi  yang relevan dengan kurikulum pendidikan Neurologi;
  5. Terciptanya penyebarluasan hasil penelitian serta perkembangan teknologi medis kepada masyarakat yang memungkinkan penyediaan layanan kesehatan yang berkualitas berdasarkan kompetensi spesialis Neurologi
  6. Terwujudnya fasilitas yang relevan guna menunjang pelaksanaan dan penyebarluasan riset yang berkualitas 

Tujuan spesifik Prodi Pendidikan Dokter Spesialis Neurologi, yaitu :

1.1.1 Memberikan pelayanan medis yang prima dan paripurna dan menghasilkan kompetensi dokter Spesialis Neurologi yang profesional dan mampu memberikan pelayanan medis dalam tingkat spesialistik yang paripurna, dapat mengembangkan kompetensi akademis dalam menyebarkan ilmu kedokteran mutakhir.
Tujuan

  1. Meningkatkan mutu pendidikan dan dokter Spesialis Neurologi.
  2. Meningkatkan kualitas peserta S1 , PSPD, Sp.1, maupun Sub Spesialis.
  3. Meningkatkan lulusan dokter Spesialis Neurologi yang mampu menjalankan tugasnya secara profesional, berbudi luhur dan tanggap terhadap berbagai masalah Neurologi yang sedang terjadi di masyarakat.

1.1.2 Sebagai pusat rujukan tertinggi pelayanan medis penyakit saraf untuk jawa barat dan sekitarnya serta mengusahakan pelayanan medis penyakit saraf dengan teknologi kedokteran mutakhir yang terjangkau oleh lapisan masyakat dan bermutu tinggi.
Tujuan

  1. Meningkatkan pelayanan yang terintergrasi dengan standar nasional dan internasional (profesional dan bermutu)
  2. Meningkatkan fasilitas Prodi Pendidikan Dokter Spesialis Neurologi secara maksimal dalam menunjang pelayanan yang bermutu.
  3. Meningkatkan kuantitas sumber daya manusia dalam mencapai pelayanan yang prima

1.1.3 Meningkatkan penelitian dan pengabdian Prodi Pendidikan Dokter Spesialis Neurologi baik untuk masyarakat awam maupun untuk masyarakat kedokteran
Tujuan

  1. Menyediakan sarana dan fasilitas yang mendorong peserta didik untuk melakukan penelitian dan penulisan karya ilmiah di bidang Neurologi.
  2. Mempublikasikan seluruh hasil penelitian Neurologi dan kasus-kasus menarik.
  3. Terselenggaranya penyebaran ilmu dan teknlogi kedokteran yang tepat guna di masyarakat.

 

Ketua Program Studi

Ahmad Rizal, dr., Sp.S(K), Ph.D

Sekretaris Program Studi

DR. Uni Gamayani, dr., Sp.S(K)

Tata Usaha

Sudrajat, Yana

Koordinator Pendidikan

Ahmad Rizal, dr., Sp.S(K), Ph.D

      Koordinator PPSK

Lisda Amalia, dr., Sp.S

      Koordinator PPDS

Ahmad Rizal, dr., Sp.S(K), Ph.D

      Koordinator PPSD

Sobaryati, dr., Sp.S-KIC, M.Kes

      Koordinator Tahun 1

Yusuf Wibisono, dr., Sp.S(K)

      Koordinator Tahun 2

DR. Suryani Gunadharma, dr., Sp.S(K), M.Kes

      Koordinator Tahun 3

DR. Uni Gamayani, dr., Sp.S(K)

      Koordinator Tahun 4

Ahmad Rizal, dr., Sp. S(K), Ph.D

Koordinator Pelayanan Medik

Aih Cahyani, dr., Sp.S(K)

      Koordinator Penunjang Medik

Sobaryati, dr., Sp.S-KIC, M.Kes.

      Koordinator Pelayanan Medik

Aih Cahyani, dr., Sp.S

      Koordinator Pelayanan Rawat Jalan

Henny A. Sadeli, dr., Sp.S(K)

      Koordinator Pelayanan IGD & ICU

Sobaryati, dr., Sp.S-KIC, M.Kes

Sofiati Dian, dr., Sp.S, M.kes

Lisda Amalia, dr., Sp.S

      Koordinator Pelayanan Rawat Inap

Sofiati Dian, dr., Sp.S

Sobaryati, dr., Sp.S-KIC, M.kes

Koordinator Litbang & Pengabdian Masyarakat

DR. Anam P. Ong, dr., Sp.S(K)

      Sub.div Cardio Vascular Disease

Lisda Amalia, dr., Sp.S

      Sub.div Neuro Infeksi

Ahmad Rizal, dr., Sp.S(K), Ph.D

Sofiati Dian, dr., M.kes

      Sub.div Nyeri (Pain)

Henny A. Sadeli, dr., Sp.S(K)

Sofiati Dian, dr., Sp.S, M.kes

      Sub.div Epilepsi

DR. Suryani Gunadharma, dr., Sp.S(K), M.Kes

Siti Aminah, dr., Sp.S(K), M.Si.Med

DR. Uni Gamayani, dr., Sp.S(K)

      Sub.div Saraf Tepi

Nushrotul Lailiyya, dr., Sp.S, Sp.Ak

      Sub.div Neuro Pediatric

Siti Aminah, dr., Sp.S(K), M.Si.Med

DR. Uni Gamayani, dr., Sp.S(K)

      Sub.div Neuro Geriatri

Lisda Amalia, dr., Sp.S

      Sub.div Neuro Opthalmo/Neuro Otologi

Aih Cahyani, dr., Sp.S

      Sub.div Neuro Onkologi

Aih Cahyani, dr., Sp.S

      Sub.div Neuro Behaviour

DR. Anam P. Ong, dr., Sp.S(K)

Siti Aminah, dr., Sp.S(K), M.Si.Med

      Sub.div Movement Disorder

DR. Anam P. Ong, dr., Sp.S(K)

Sobaryati, dr., Sp.S-KIC, M.Kes.

      Sub.div Neuro Rehabilitasi

Henny A. Sadeli, dr., Sp.S(K)

Sofiati Dian, dr., Sp.S, M.kes

      Sub.div Neuro Traumatologi

DR. Andi Basuki, dr., Sp.S(K), M.Kes

       Sub.div Sleep Disorder

Nushrotul Lailiyya, dr., Sp.S, Sp.Ak

       Sub.div Neuro Emergency & Neuro 

       Intensif

Sobaryati, dr., Sp.S-KIC, M.Kes

Lisda Amalia, dr., Sp.S

       Sub.div Neuro Imunologi

Ahmad Rizal, dr., Sp.S(K), Ph.D

Nushrotul Lailiyya, dr., Sp.S, Sp.Ak

Aih Cahyani, dr., Sp.S

       Sub.div Neuro Epidemiologi

Ahmad Rizal, dr., Sp.S(K), Ph.D

DR. Anam P. Ong, dr., Sp.S(K)

DR. Suryani Gunadharma, dr., Sp.S(K), M.Kes

       Sub.div Neuro Radiologi

Aih Cahyani, dr., Sp.S

       Sub.div Neuro Intervensi

Aih Cahyani, dr., Sp.S

       Sub.div Neuro Fisiologi EEG

DR. Suryani Gunadharma, dr., Sp.S(K), M.Kes

Siti Aminah, dr., Sp.S(K), M.Si.Med

                                             EMG

DR. Suryani Gunadharma, dr., Sp.S(K), M.Kes

Nushrotul Lailiyya, dr., Sp.S, Sp.Ak

                                             PSG

DR. Suryani Gunadharma, dr., Sp.S(K), M.Kes

Nushrotul Lailiyya, dr., Sp.S, Sp.Ak

No

Nama

1.

Siti Aminah dr., SpS(K)., M.Si.med

2.

Thamrin Syamsudin, dr., SpS(K)., M.Kes

3.

Nurdjaman Nurimaba, dr., SpS(K)

4.

Dede Gunawan, dr., Sp.S(K)

5.

Adelina Yasmar, dr, Sp.S(K)

6.

Djadjang Suhana, dr., SpS(K)

7.

Nani Kurniani, dr., SpS(K)

8.

Reggy Panggabean, dr., Sp.S(K)

9.

Yustiani Dikot, dr.,Sp.S(K)

10.

Henny Anggraini Sadeli, dr., SpS(K)

11.

DR. Paulus Anam Ong, dr., SpS(K)

12.

Suryani Gunadharma, dr., SpS(K)., M.Kes

13.

DR. Andi Basuki Prima Birawa, dr.,Sp.S(K), MARS

14.

Yusuf Wibisono, dr., SpS(K)

15.

Nushrotul Lailiyya, dr, Sp.S

16.

Ahmad Rizal, dr., SpS(K) PhD

17.

Uni Gamayani, dr., SpS(K)

18.

Sobaryati, dr., SpS., KIC., M.Kes

19.

Aih Cahyani, dr. SpS

20.

Sofiati Dian, dr., SpS., M.Kes

21.

Lisda Amalia, dr., SpS

Kompetensi Lulusan Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis Neurologi

Pada hakekatnya karakteristik kompetensi dokter spesialis neurologi diwarnai oleh isi, proses pembelajaran, dan evaluasi. Rincian karakteristik pencapaian kompetensi berdasarkan kurikulum adalah sebagai berikut:

Kategori Kompetensi

A.    Kompetensi Utama
   1.   Mampu mengembangkan kemampuan, teknologi, dan atau seni baru di dalam bidang neurologi atau praktik profesionalnya melalui penelitian, hingga menghasilkan karya kreatif, original, dan teruji.
    a.   Mampu memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran terkini guna meningkatkan keterampilan klinik praktis dalam bidang spesialisasi/subspesialisasi neurologi.
    b. Mampu mengembangkan ilmu pengetahuan baru melalui kegiatan penelitian dalam bidang spesialisasi/subspesialisasi neurologi.
    c. Mampu mengembangkan teknologi kedokteran baru yang inovatif, kreatif, dan teruji dalam bidang spesialisasi/subspesialisasi neurologi melalui kegiatan penelitian dalam bidang spesialisasi/subspesialisasi neurologi.
   2. Mampu memberikan solusi segala permasalahan  sains, teknologi, dan atau seni di dalam bidang neurologi melalui pendekatan inter-, multi-, dan trans-disipliner.
    a. Mampu merangkum interpretasi anamnesis, pemeriksaan fisik, uji laboratorium, dan pemeriksaan penunjang yang sesuai spesialisasi/subspesialisasinya, untuk menegakkan diagnosis, dengan mengacu pada evidence based medicine.
    b. Mampu melakukan prosedur klinis dalam bidang spesialisasi/subspesialisasinya sesuai masalah, kebutuhan pasien dan kewenangannya, berdasarkan kelompok/nama penyakit serta masalah/tanda atau gejala klinik termasuk kedaruratan klinis.
    c. Mengembangkan konsep atau prinsip baru dalam bidang ilmu biomedik, klinik, ilmu perilaku, humaniora, dan ilmu kesehatan masyarakat sesuai dengan bidang spesialisasi/subspesialisasi neurologi.
    d. Mampu memimpin tim untuk menyelesaikan masalah kesehatan pada individu, keluarga, ataupun masyarakat secara komprehensif dalam konteks pelayanan kesehatan sekunder/tersier
    e. Mampu mengidentifikasi, menjelaskan, dan merancang penyelesaian masalah kesehatan secara ilmiah menurut ilmu kedokteran mutakhir untuk mendapatkan hasil yang optimum
    f. Mampu mengelola sumber daya manusia dan sarana prasarana pelayanan kesehatan dalam bidang spesialisasi/subspesialisasi neurologi secara efektif dan efisien dalam pelayanan kesehatan sekunder dan tersier
    g. Mampu mendidik peserta program pendidikan dokter dan spesialis neurologi
   3. Mampu mengelola, memimpin, dan mengembangkan penelitian neurologi dan pengembangan ilmu yang bermanfaat bagi ilmu pengetahuan dan kemaslahatan umat manusia, serta mampu mendapat pengakuan nasional maupun internasional.
    a. Mampu merencanakan dan berkontribusi dalam sebuah penelitian multidisiplin terkait bidang spesialisasi neurologi untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran bidang subspesialisasi neurologi yang bermanfaat bagi masyarakat dan ilmu kesehatan serta mampu mendapatkan pegakuan nasional maupun internasional.
    b. Mampu mengelola penelitian melalui pengkajian dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran di bidang spesialisasi/subspesialisasi neurologi yang hasilnya dapat diaplikasikan pada tahap nasional dan internasional dan layak dipublikasikan di tingkat nasional dan internasional.
    c. Mampu mengelola penelitian untuk menapis ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran terkini di bidang spesialisasi/subspesialisasi neurologi yang aplikasinya sesuai dan bermanfaat bagi masyarakat dan ilmu pengetahuan di tingkat nasional dan internasional.
B. Kompetensi Pendukung
  Kompetensi pendukung adalah perangkat kompetensi yang harus ada untuk dapat mendukung pencapaian kompetensi utama dan merupakan kurikulum institusional yang ditetapkan oleh institusi penyelenggara program studi
C. Kompetensi Khusus
  Kompetensi khusus merupakan kompetensi yang gayut dengan kompetensi utama. Kompetensi ini seringkali menjadi unggulan di tiap program studi namun tetap relevan dengan kompetensi utama.

Kompetensi Umum Lulusan

 1.   Ketrampilan interpersonal & komunikasi efektif.
  Memiliki kemampuan:
-  Mempertahankan dan mengembangkan komunikasi efektif dengan pasien, keluarga, dan masyarakat.
-  Memberikan penjelasan/edukasi yang dapat dengan mudah dipahami pasien.
-  Bekerjasama dengan tim atau orang lain sebagai pemuka masyarakat atau profesi lain.
 2. Ketrampilan menerapkan Evidence-Based Medicine (EBM), farmakologi klinik, biologi molekuler, parasitologi klinik, mikrobiologi klinik, patologi klinik, dan patologi anatomi.
  -  Memiliki kemampuan nalar pengetahuan ilmu biomedik, klinik, epidemiologik, perilaku yang dapat diaplikasikan pada praktek kedokteran, dan mengintegrasikannya dengan ilmu pengetahuan baru yang sedang berkembang, serta mampu mengaplikasikannya dalam pelayanan spesialistik.
 3. Ketrampilan pelayanan medis spesialistik.
  Memiliki kemampuan menyelesaikan masalah pasien secara sistemik, serta mampu:
 

-  Melakukan komunikasi efektif.
-  Melakukan diagnosis dan pengelolaan pasien secara komprehensif.
-  Menunjukkan ketrampilan spesialistik prosedur diagnostik dan terapeutik secara lege artis (preventif, kuratif, dan promotif) baik medis maupun bedah kulit.
-  Memberikan informasi dan edukasi kepada pasien, keluarga, dan masyarakat baik secara lisan, tulisan, maupun melalui media elektronik (teknologi informasi).

 4. Pembelajaran berbasis praktik
  Memiliki kemampuan:
 

-  Menganalisis masalah klinis menggunakan metodologik sistematis.
-  Mengasimilasi bukti dari penelitian ilmiah medis terkait masalah pasien.
-  Melakukan penelitian klinis sesuai metode statistik untuk studi klinik membuktikan efektivitas suatu obat.
-  Mampu menggunakan teknologi informasi untuk mengakses informasi medis.
-  Memfasilitasi pembelajaran mahasiswa Strata-1.

 5. Praktik berbasis sistem
  Memiliki kemampuan:
 

-  Mengetahui Sistem Pelayanan Kesehatan Nasional, yaitu pelayanan primer, sekunder, dan tersier.
-  Mampu memberikan advokasi kualitas pelayanan pasien dan membantunya.
-  Mampu bekerjasama dengan pengelola, pemberi pelayanan kesehatan, untuk membangun kinerja pelayanan kesehatan spesialistik.

 6.  Penerapan etik, hukum kedokteran, & profesionalisme
  Memiliki kemampuan:
 

-  Menunjukkan integritas moral dan etika, serta lebih mengutamakan kepentingan pasien daripada kepentingan lainnya.
-  Senantiasa menerapkan prinsip etika, melakukan informed consent sebelum melakukan suatu tindakan/pengobatan medis, menjaga kerahasiaan pasien.
-  Tanggap dan peka terhadap kultur budaya, usia, jenis kelamin pasien, dan kecacatan.

 7. Pengembangan keilmuan & pembelajaran sepanjang hayat
  Mampu melakukan pengembangan keilmuan melalui kegiatan riset dan pembelajaran sepanjang hayat.

Kompetensi Utama Lulusan
Kelompok umum dan professional

  1. Anamnesis
  2. Pemeriksaan neurologis
  3. Keterampilan berkomunikasi
  4. Diagnosis banding, pemeriksaan lebih lanjut dan manajemen awal
  5. Kualitas perorangan
  6. Bekerjasama dengan sejawat/orang lain
  7. Mengelola pelayanan
  8. Meningkatkan mutu pelayanan
  9. Menyiapkan/menentukan arah manajemen
  10. Farmakologi klinis terkait dengan sistem saraf
  11. Keterampilan presentasi dan audit
  12. Perhatian khusus terhadap kelompok perempuan dan kehamilan
  13. Perhatian khusus terhadap kelompok anak dan remaja
  14. Perhatian khusus terhadap kelompok lanjut usia
  15. Perhatian khusus terhadap kesulitan belajar
  16. Perhatian khusus terhadap kelompok keadaan terminal
  17. Perhatian khusus terhadap kelompok kelainan neurologis yang akan mengalami masalah medikolegal

Kelompok Berdasarkan Gangguan Atau Penyakit

  1. Neurotraumatologi
  2. Nyeri kepala
  3. Gangguan kesadaran
  4. Gangguan tidur
  5. Gangguan fungsi luhur dan perilaku (neurobehavior)
  6. Epilepsi
  7. Stroke dan gangguan neurovaskular lain
  8. Tumor susunan saraf pusat komplikasi kanker sistemik, komplikasi terapi kanker
  9. Infeksi susunan saraf pusat
  10. Gangguan cairan serebrospinal
  11. Demielinisasi dan vaskulitis
  12. Komplikasi neurologis dan immunosupresif
  13. Parkinsonisme dan gangguan gerak
  14. Penyakit motor neuron
  15. Gangguan metabolik dan toksik
  16. Gangguan nervi kranialis I-XII
  17. Gangguan neuroopthalmologi
  18. Gangguan kolumna vertebralis, medulla spinalis, radiks dan cedera spinal
  19. Gangguan sistem saraf tepi
  20. Gangguan sistem saraf otonom
  21. Gangguan otot
  22. Nyeri

Kompetensi Pendukung :

  1. Neurofisiologi Klinik
  2. Neurointervensi
  3. Neuroendokrinologi
  4. Neurogenetik
  5. Neurointensif dan Neuroemergensi
  6. Neurootologi
  7. Neuropediatri
  8. Neuroimaging
  9. Neurorestorasi
  10. Neurourologi
  11. Neuroimunologi

Kesesuaian antara kompetensi dan  visi, misi, dan tujuan program pendidikan
dokter spesialis neurologi:

Kompetensi yang harus dicapai oleh setiap peserta didik berkaitan dengan visi, misi, dan tujuan program pendidikan dokter spesialis neurologi yang menitikberatkan pada pendidikan, penelitian, dan pelayanan kesehatan serta pengabdian pada masyarakat dalam bidang neurologi yang berkualitas dan profesional sehingga mempunyai kompetensi tinggi dalam bidangnya agar mampu bersaing secara regional, nasional, maupun global. Oleh karena itu, terdapat kesesuaian antara kompetensi dengan visi, misi, dan tujuan program pendidikan dokter spesialis neurologi.

Catatan:
Pengertian tentang kompetensi utama, pendukung, dan lainnya dapat dilihat pada Kepmendiknas No. 045/U/2002; serta sesuai dengan Standar Kompetensi Dokter Spesialis (KKI, 2008), Dokter Gigi Spesialis (KKI 2009) dan Standar Kompetensi Kolegium Neurologi Indonesia yang dikeluarkan oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia tahun 2013.

Kurikulum pendidikan tinggi (profesi/spesialis) adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, bahan kajian, bahan pelajaran serta cara penyampaiannya, dan penilaian hasil belajar yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran di perguruan tinggi.

Kurikulum seharusnya memuat standar kompetensi lulusan yang terstruktur dalam kompetensi utama, pendukung dan lainnya yang mendukung  tercapainya tujuan, terlaksananya misi, dan terwujudnya visi program studi. Kurikulum memuat mata kuliah/modul/blok yang mendukung pencapaian kompetensi lulusan dan memberikan keleluasaan pada peserta didik untuk memperluas wawasan dan memperdalam keahlian sebagai dokter, serta dilengkapi dengan deskripsi mata kuliah/modul/blok, silabus, rencana pembelajaran dan evaluasi.

Kurikulum harus dirancang berdasarkan relevansinya dengan tujuan, cakupan dan kedalaman materi, pengorganisasian yang mendorong terbentuknya hard skills dan keterampilan kepribadian dan perilaku (soft skills) yang dapat diterapkan dalam berbagai situasi dan kondisi.

Struktur Kurikulum
Kurikulum dan kegiatan Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis Neurologi (beban studi 137 SKS) disusun berdasarkan 3 tahapan pendidikan

  1. Ilmu Kedokteran Dasar (Pengetahuan Teori Dasar)
  2. Ilmu Kedokteran Klinik (Pengetahuan Teori Klinik Umum, Pengetahuan Teori Klinik Khusus, Penerapan Teknologi Neurologi, Pengembangan Ilmu Keahlian Penyakit Saraf, Teori Penelitian Dasar dan Lanjutan, dan Penulisan Thesis)
  3. Humaniora (tanggung jawab dan pengembangan kemampuan belajar mengajar)

Beban Studi (SKS) dan Lama Studi
Jumlah beban studi adalah 137,00 SKS dengan penjabaran masing-masing tahapan pendidikan adalah sebagai berikut:

 

 

Tahap Pengayaan (Level I)

3 SKS

 

 

Pengetahuan dan Keterampilan Dasar Neurologi

 

 
 

Tahap Magang I (Level II)

 

A. Pengetahuan dan Keterampilan Lanjut Neurologi I

 

Magang I

 

1.CVD

16 SKS

 

 

2.Infeksi Neurologi

16 SKS

 

 

3.Kegawatan neurologi dan penanganan kasus neurologi rawat inap lain

14 SKS

 

 

Magang  II

 

1.  Penanganan kasus neurologi rawat jalan

23 SKS

 

 

2.  Ketrampilan Penunjang Klinik

7 SKS

 

 

3.  Neurofisiologi

10 SKS

 

 

 

 

B. Pengetahuan dan Keterampilan Lanjut Neurologi II

 

1.  Neurologi dan Penanganan Kelainan Interdisiplin

19 SKS

 

 

2.  Ketrampilan Lanjut Neurologi

20 SKS

 

 
 

Tahap Mandiri dan Penelitian (Level III)

 

Penerapan Pengetahuan dan Keterampilan Komprehensif serta Kegiatan Akademik lain

 

1.  Usulan Penelitian

1 SKS

 

 

2.  Tesis

6 SKS

 

 

3.  Pengetahuan + Keterampilan Komprehensif Neurologi  (Ujian Nasional + Ujian Komprehensif)

1 SKS

 

 

Jumlah

137 SKS

   

Uraian Isi Kurikulum dan Kegiatan
 

A.   Pengetahuan Teori Dasar:
  1.   Anatomi Susunan Saraf
  2. Neurofisiologi
  3. Neuropatologi
  4. Neurofarmakologi
B. Pengetahuan Teori Klinik Umum
  1. Diagnostik fisik penyakit saraf
  2. Diagnostik laboratorium dalam bidang penyakit saraf
  3. Patofisiologi penyakit saraf
  4. Dasar-dasar penyakit non-neurologik yang memberikan komplikasi neurologi
C. Pengetahuan Teori Klinik Khusus
  1.   Masalah Yang sering Terjadi
    1.1 “Cerebrovascular disorder”
    1.2 Traumatologi
    1.3 Epilepsi
    1.4 Keradangan saraf
    1.5 Nyeri kepala dan nyeri lainnya
    1.6 Penyakit defisiensi
    1.7 Polineuropati
  2. Masalah Gawat Yang sering Terjadi
    2.1 Gangguan kesadaran
    2.2 Trauma susunan saraf
    2.3 “Cerebrovascular disorder”
    2.4 Status konvulsivus
    2.5 Radang selaput otak
    2.6 Gullian Barre Jenis Landrey
    2.7 Herniasi tumor otak
    2.8 Myasthenia Gravis
    2.9 Status konvulsivus
    2.10 Radang otak pada dewasa
  3. Masalah Jarang Terjadi
    3.1 Penyakit demyelinisasi
    3.2 Gangguan sistem ekstrapiramidal
    3.3 Kelainan kongenital
    3.4 Penyakit degenarsi
    3.5 Tumor SSP
    3.6 Kelainan saraf otonom
    3.7 Kelainan neurologik akibat penyakit lain
  4. Masalah Lain
    4.1 Neuroradiologi
    4.2 Neuroophtalmologi
    4.3 EEG, EMG,
    4.4 Neuropediatri
    4.5 Psikiatri
    4.6 Penyakit lain yang mengakibatkan kelainan saraf
D. Penerapan Teknologi Neurologi
  1. Diagnostik
    1.1 Pemeriksaan “bedside” (anamnesis), pemeriksaan fisik, diagnosis kerja, diagnosis diferensial, menentukan pemeriksaan laboratorium, pengobatan, dan rehabilitasi
  2. Menggunakan Alat Diagnostik
    2.1 Elektroensefalografi (membuat dan menginterpretasikan rekaman EEG)
    2.2 Elektromiografi dan Nerve Conduction Studies (NCS)
    2.3 Neuroradiologi
      2.3.1 Menginterpretasi foto polos
      2.3.2 Arteriografi
      2.3.3 Myelografi
    2.4 Pungsi lumbal
    2.5 Neuroophtalmologi (menentukan visus, campus, pemeriksaan menggunakan oftalmoskop).
  3. Tindakan Perawatan Medik
    3.1 Menentukan pengobatan, melakukan pengobatan, mengikuti jalannya penyakit, menilai hasil pengobatan, dan dapat memberi saran prevensi dan rehabilitasi penderita.
    3.2 Memiliki keterampilan untuk mengatasi keadaan darurat yang dapat dilakukan sendiri ataupun harus segera dirujukkan setelah dilakukan tindakan darurat.
E. Tanggung Jawab
  1 Dokter Jaga minimal 1x sebulan.
  2 Ikut melaksanakan pendidikan mahasiswa dan pascasarjana.
  3 Tugas khusus lain.
F. Pengembangan Ilmu Keahlian Pendidikan Dokter Spesialis Neurologi
  1. Mengikuti Penyajian
    1.1 Presentasi kasus
    1.2 Sari Kepustakaan
    1.3 Journal reading
    1.4 Death Case
    1.5 Visite Besar
    1.6 Seminar dan Simposium
  2. Melakukan Penyajian
    2.1 Sari Kepustakaan
    2.2 Presentasi Kasus
    2.3 Journal reading
  3. Karya Tulis
    3.1 Laporan kasus (10 buah selama masa pendidikan
    3.2 Penelitian (1 kali kesempatan mengikuti kegiatan ilmiah nasional/regional/internasional selama masa pendidikan)
    3.3 Penelitian akhir (1 kali, ditulis dalam bentuk tesis akhir)
G Pengembangan Kemampuan Belajar Mengajar
  1. Membimbing  PSPD dan paramedik
  2. Membimbing peserta program studi yang lebih muda
H. Teori Penelitian Dasar, Lanjutan, dan Penulisan Thesis
  1 Falsafah sains
  2 Logika matematik/ statistik
  3 Teori Penelitian Dasar
  4 Teori Penelitian Lanjutan
  5 Penulisan Thesis

Alamat Prodi, No. Telepon Aktif, Alamat Email, Website Prodi
Alamat Prodi   : RSUP Dr. Hasan Sadikin Jalan Pasteur No. 38, Bandung 40161

Alamat Prodi, No. Telepon Aktif, Alamat Email, Website Prodi
Alamat Prodi : RSUP Dr. Hasan Sadikin Jalan Pasteur No. 38, Bandung 40161
No. Telepon : 022 – 2036984
Alamat Email neurologyrshs@bdg.centrin.net.id
Website : www.fkunpad.ac.id


 

 

Kembali
© 2018 MIR FKUNPAD All Rights Reserved.