Akademik

Ilmu Penyakit Dalam

Program Pendidikan Dokter Spesialis Ilmu Penyakit Dalam (PPDS IPD) telah berdiri bersamaan dengan berdirinya Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran sejak tahun 1957 meskipun secara administratif diakui tahun 1980. Tujuan akhir pendidikan ini adalah menghasilkan lulusan sesuai dengan kompetensi dengan mutu lulusan yang berkualitas

Ketua Program Studi Ilmu Penyakit Dalam

Dr. Ria Bandiara, dr., Sp.PD-KGH

Metode Pembelajaran

A. Metode scientific problem solving approach dan decision making

- Proses pendidikan dilakukan berdasarkan prinsip-prinsip metode ilmiah, berupa kemampuan scientific problem solving approach dan decision making berbasis bukti.

- Derajat kompetensi pendidikan sesuai dengan kriteria Bloom (Buku PEKERTI) :

Kognitif: C1 (pengetahuan), C2 (pemahaman), C3 (penerapan), C4 (analisis)

C5 (sintesis), dan C6 (evaluasi)

Afektif : A1(pengenalan), A2(pemberian respon), A3(penghargaan terhadap nilai)

A4(pengorganisasian), dan A5(pengamalan)

Psikomotor: P1(imitasi), P2(manipulasi), P3(presisi), P4(artikulasi), dan P5 (naturalisasi)

B. Tingkat kompetensi skillspeserta PPDS-1 Bagian Penyakit Dalam FK. UNPAD/ RSUP dr. Hasan Sadikin

dibagi atas :

1. Tingkat Pemula : peserta PPDS dalam tahap melihat dan asistensi

2. Tingkat Madya : peserta PPDS mampu melakukan dengan supervisi

3. Tingkat Mandiri : peserta PPDS mampu melakukan tanpa supervisi, kecuali tindakan tindakan khusus (aspirasi cairan sendi, aspirasi cairan pericardial)

Kriteria tingkat kompetensi :

1. Tingkat Pemula : semester I

2. Tingkat Madya : semester II – IV

3. Tingkat Mandiri : semester V – VII

© 2017 MIR FKUNPAD All Rights Reserved.