Akademik

Program Pendidikan Dokter Spesialis

A.  Overview

Program Pendidikan Dokter Spesialis adalah program pascasarjana kedokteran yang merupakan fase lanjutan dari program pendidikan dokter umum, di dalam pendidikan tersebut peserta didik memperoleh pembelajaran di bawah supervisi agar dapat meningkatkan kompetensi sehingga dapat melaksanakan praktek kedokteran dalam bidang spesialistis tertentu secara mandiri dengan baik.

Pendidikan Dokter Spesialis di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran diselenggarakan mulai tahun 1980 berdasarkan SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 076/II/1980. Tim Koordinasi Pelaksana Program Pendidikan Dokter Spesialis-I (TKP PPDS-I) dibentuk pada tanggal 1 Desember 1980 berdasarkan Surat Keputusan Rektor Universitas Padjadjaran Nomor 137/Kep./UNPAD/1980.

Dalam penyelenggaraan program pendidikan dokter spesialis, setiap program studi telah memiliki kurikulum dan berbagai ketentuan yang sesuai baik dengan Kolegium terkait maupun dengan Institusi Pendidikan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran. Lebih jauh lagi, setiap Program Studi berupaya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan agar dapat memenuhi berbagai ketentuan yang diprasyaratkan oleh berbagai badan regional atau internasional seperti World Federation of Medical Education.

Jumlah Program Studi dalam Program Pendidikan Dokter Spesialis-I yang semula berjumah 6 program studi semenjak pembentukan TKP PPDS, telah berkembang dengan pesar seiring dengan penambahan tenaga sumber daya manusia dan sarana serta prasarana baik yang dimiliki oleh Rumah Sakit Pendidikan maupun oleh Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran.

Pada saat ini Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran telah memiliki 21 Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis, dan pada tahun 2015 ada penambahan Program Studi Ilmu Bedah Plastik yang penerbitan ijin penyelenggaraan program studi baru sedang dalam proses.

Tujuan Pendidikan

Secara garis besar pendidikan dokter spesialis memiliki tujuan umum dalam mendidik peserta PPDS, diharapkan setiap lulusan PPDS memiliki kompetensi akademik dan profesi, yang mampu menjalankan praktek kedokteran di bidang spesialisasinya, baik secara mandiri maupun dalam tim, dalam upaya memenuhi kebutuhan yang diamanatkan dalam sistim pemeliharaan kesehatan.

Secara rinci, tujuan pendidikan umum dan khusus dari setiap program studi dapat dilihat dalam Panduan Penyelenggaraan Pendidikan Dokter Spesialis.

Koordinantor TKP-PPDS-1

Dr. Dwi Prasetyo, dr., Sp.A(K), M.Kes.

 

B.  Staff dan struktur organisasi

C.  Kalender akademik yang paling update/terbaru

No

Uraian Kegiatan

Tanggal, Bulan, Tahun Kegiatan

1

Jadwal Wisuda Gel.II T.A.2014/2015 ditutup

21

Januari

2015

2

Gladi Wisuda dan Brevet Spesialis

2

Februari

2015

3

Wisuda PPDS Gel.II T.A.2014/2015

4

Februari

2015

4

Brevet Spesialis Gel.II T.A.2014/2015

4

Februari

2015

5

PMB PPDS Gel.II T.A.2014/2015

4

Februari

2015

6

Pra PPDS mhs baru Gel.II T.A.2014/2015

9 - 20

Februari

2015

7

Pencetakan Ijazah, transkrip akademik

 

Februari

2015

8

Pencetakan sertifikat brevet dan pra PPDS

 

Februari

2015

9

Pendaftaran seleksi calon PPDS dibuka (online)

 

Maret

2015

10

Penerimaan berkas calon PPDS baru

 

April

2015

11

Penutupan jadwal wisuda Gel.III T.A.2014/2015

21

April

2015

12

Gladi Wisuda dan Brevet Spesialis

4

Mei

2015

13

Wisuda PPDS Gel.III T.A.2014/2015

6

Mei

2015

14

Brevet Spesialis Gel.III T.A.2014/2015

6

Mei

2015

15

Penutupan pendaftaran calon PPDS baru (online)

18

Mei

2015

16

Pencetakan Ijazah, transkrip akademik

 

Mei

2015

17

Pencetakan sertifikat brevet dan pra PPDS

 

Mei

2015

18

Tes MMPI dan TKBI calon mhs PPDS

30

Mei

2015

19

Tes akademik calon mhs PPDS

1

Juni

2015

20

Wawancara calon mhs PPDS

3

Juni

2015

21

Penerimaan hasil seleksi dari Prodi ke TKP

12

Juni

2015

22

Pra CH dengan Dekan FK

16

Juni

2015

23

CH dengan Rektor

17

Juni

2015

24

Pengumuman hasil seleksi PPDS

18

Juni

2015

25

Pelaksanaan registrasi mahasiswa baru

 

Juni

2015

26

Pengumpulan berkas SIP mhs baru PPDS

 

Juli

2015

27

Penutupan jadwal wisuda Gel.IV T.A.2014/2015

21

Juli

2015

28

Gladi Wisuda dan Brevet Spesialis

3

Agustus

2015

29

Wisuda PPDS Gel.IV T.A.2014/2015

5

Agustus

2015

30

Brevet Spesialis Gel.IV T.A.2014/2015

5

Agustus

2015

31

PMB PPDS Gel.I T.A.2015/2016

5

Agustus

2015

32

Pra PPDS mhs baru Gel.I T.A.2015/2016

6 - 14

Agustus

2015

33

Pencetakan Ijazah, transkrip akademik

 

Agustus

2015

34

Pencetakan sertifikat brevet dan pra PPDS

 

Agustus

2015

35

Pembukaan Pendaftaran seleksi calon PPDS baru

 

September

2015

36

Penerimaan berkas calon PPDS baru

 

September-Oktober

2015

37

Penutupan jadwal wisuda Gel.I T.A.2015/2016

21

Oktober

2015

38

Gladi Wisuda dan Brevet Spesialis

2

November

2015

39

Wisuda PPDS Gel.IV T.A.2014/2015

4

November

2015

40

Brevet Spesialis Gel.IV T.A.2014/2015

4

November

2015

41

Pencetakan Ijazah, transkrip akademik

 

November

2015

42

Pencetakan sertifikat brevet dan pra PPDS

 

November

2015

43

Penutupan pendaftaran calon PPDS baru (online)

14

November

2015

44

Tes MMPI dan TKBI calon mhs PPDS

28

November

2015

45

Tes akademik calon mhs PPDS

30

November

2015

46

Wawancara calon mhs PPDS

7 - 8

Desember

2015

47

Penerimaan hasil seleksi dari Prodi ke TKP

10

Desember

2015

48

Pra CH dengan Dekan FK

15

Desember

2015

49

CH dengan Rektor

16

Desember

2015

50

Pengumuman hasil seleksi PPDS

18

Desember

2015

51

Pelaksanaan registrasi mahasiswa baru

 

Desember

2015

52

Pengumpulan berkas SIP mhs baru PPDS

 

Desember

2015

 

Masa studi terjadwal dalam setiap program studi

Program Studi

Masa Studi terjadwal (Semester)

Anestesiologi dan Terapi Intensif

7

Ilmu Bedah

9

Ilmu Bedah Anak

10

Ilmu Bedah Saraf

11

Urologi

10

Ilmu Kedokteran Forensik

6

Ilmu Kedokteran Nuklir

8

Ilmu Kedokteran Jiwa

8

Ilmu Kesehatan Anak

8

Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin

7

Ilmu Kesehatan THT-KL

8

Ilmu Penyakit Dalam

8

Ilmu Kesehatan Mata

8

Neurologi

8

Kardiologi dan Kedokteran Vaskuler

9

Obstetri dan Ginekologi

8

Orthopaedi dan Traumatologi

9

Patologi Anatomi

8

Patologi Klinik

7

Radiologi

7

Ilmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi

8

Batas akhir masa studi (Masa Studi Maksimal) adalah :

n + 1/2 n ( n= lama masa studi terjadwal )

Sebagai contoh, batas akhir masa studi Program Studi Orthopaedi dan Traumatologi adalah :

9 + ½ ( 9 ) = 13 ½ semester

 

D.  Seleksi masuk dan pendaftaran serta prasyarat yang dibutuhkan bagi yang berminat melamar ke prodi tersebut.

I.  Persyaratan Umum PPDS, meliputi:

  1. Dokter Warga Negara Indonesia lulusan Fakultas Kedokteran yang telah terakreditasi.
  2. Dokter Warga Negara Asing yang mendapat persetujuan Dirjen Dikti dan memenuhi ketentuan Konsil Kedokteran Indonesia.
  3. Mengisi formulir pendaftaran Program Pendidikan Dokter Spesialis Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran dengan diketik atau ditulis tangan sendiri (dengan huruf balok) yang terdiri atas 3 (tiga) set masing-masing 6 (enam) halaman, dapat di unduh di http://smup.unpad.ac.id atau http://pendaftaran.unpad.ac.id.
  4. Surat Permohonan untuk mengikuti Program Pendidikan Dokter Spesialis Fakultas Kedokteran yang diketik atau ditulis tangan sendiri (dengan huruf balok) ditujukan kepada Yth.Rektor UNPAD melalui Dekan Fakultas Kedokteran UNPAD, tembusan kepada Koordinator PPDS Fakultas Kedokteran UNPAD, dan kepada Ketua Program Studi terkait di lingkungan FK.UNPAD.
  5. Fotocopy Bukti Pembelian PIN (Personal Identification Number) dari Bank Negara Indonesia (BNI)/Bank yang ditunjuk.
  6. Fotocopy Kartu Ujian SMUP yang sudah ditanda tangan dan cap jempol tangan kiri.
  7. Hasil pencetakan isian biodata online yang sudah ditempel pas foto berwarna ukuran 3×4, tanda tangan di atas materai dan cap jempol tangan kiri.
  8. Fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP).
  9. Fotocopy ijazah Sarjana Kedokteran yang telah dilegalisasi oleh pimpinan fakultas.
  10. Fotocopy ijazah Profesi yang telah dilegalisasi oleh pimpinan fakultas.
  11. Fotocopy transkrip akademik S.Ked. yang telah dilegalisasi oleh pimpinan fakultas (tidak menerima konversi Indeks Prestasi).
  12. Fotocopy transkrip akademik Profesi yang telah dilegalisasi oleh pimpinan fakultas (tidak menerima konversi Indeks Prestasi).
  13. Memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) dari Konsil Kedokteran Indonesia yang masih berlaku.
  14. Fotocopy Surat Ijin Praktek (SIP) Dokter yang masih berlaku.
  15. Telah lulus dokter minimal 1 (satu) tahun terhitung sejak dinyatakan lulus UKDI dengan menyertakan fotocopy tanda bukti kelulusan UKDI, dan telah bekerja di Institusi Pelayanan Kesehatan (Rumah Sakit Pemerintah atau Swasta, maupun Klinik) selama 1 (satu) tahun sejak diterbitkannya SIP dan dinyatakan dalam surat keterangan telah bekerja oleh pimpinan institusi.
  16. Bagi dokter yang melaksanakan Internship, telah bekerja di Institusi Pelayanan Kesehatan (Rumah Sakit Pemerintah atau Swasta, maupun Klinik) selama 1 (satu) tahun sejak diterbitkannya SIP dan dinyatakan dalam surat keterangan telah bekerja oleh pimpinan institusi.
  17. Surat rekomendasi dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) setempat yang menyatakan tidak pernah melakukan malpraktek atau melakukan pelanggaran kode etik kedokteran.
  18. Surat Keterangan Berbadan Sehat dari Rumah Sakit Pemerintah termasuk pemeriksaan buta warna (tidak buta warna).
  19. Surat Keterangan Bebas Penggunaan NAPZA (Narkotik, Psikotropik, dan Zat Adiktif lain), dari Rumah Sakit Pemerintah.
  20. Surat Keterangan Kelakukan Baik (SKKB) dari setingkat Kepolisian Resort Kota (Polresta).
  21. Khusus bagi calon pelamar yang berasal dari instansi TNI dan POLRI Surat Keterangan Kelakukan Baik (SKKB) dikeluarkan dari kesatuan masing-masing yang telah dilegalisasi.
  22. Bagi yang telah melaksanakan PTT.wajib melampirkan fotocopy SK.Pengangkatan dan Penempatan PTT., serta Surat Keterangan Selesai Masa Bakti dari Kementerian Kesehatan.
  23. Bagi Pegawai Negeri Sipil wajib melampirkan fotocopy SK.Calon PNS (80%) dan SK.Pengangkatan PNS (100%).
  24. Bagi pelamar yang berasal dari TNI dan POLRI wajib melampirkan fotocopy Surat Perintah (Sprin) Pertama dan Surat Perintah (Sprin) Terakhir.
  25. Bagi pelamar yang dikirim oleh instansi pemerintah atau swasta, harus melampirkan surat keterangan/pernyataan jaminan pembiayaan dari instansi yang mengirim.
  26. Surat rekomendasi yang telah ditandatangani pemberi rekomendasi.
  27. Fotocopy Sertifikat kongres/seminar/pertemuan ilmiah/kursus dan penelitian dalam bidang keilmuan program studi terkait yang pernah diikuti.
  28. Tidak sedang menempuh seleksi PPDS di Universitas lain pada periode yang sama, dan tidak sedang menjadi peserta PPDS di Program Studi manapun di Universitas Padjadjaran.
  29. Sebelum mendaftar disarankan untuk menghadap ke program studi terlebih dulu, kecuali untuk Program Studi Ilmu Penyakit Dalam, Kardiologi dan Kedokteran Vaskuler, Radiologi, Patologi Klinik, Urologi, Ilmu Kesehatan THT-KL, serta Ilmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi.
  30. Seluruh persyaratan di atas masing-masing dibuat 3 rangkap.

 

II.  Persyaratan Khusus Program Studi PPDS, meliputi :

1

(130121) Anestesiologi :

IPK Gabungan untuk Sarjana Kedokteran dan Profesi minimal 2,75.

Usia Maksimal : 35,0 tahun pada saat memulai pendidikan (tanggal 1 Maret / 1 September ).
2

(130221) Ilmu Bedah :

IPK Gabungan untuk Sarjana Kedokteran dan Profesi minimal 2,75.

Usia Maksimal : 35,0 tahun pada saat memulai pendidikan (tanggal 1 Maret / 1 September )

Wajib melampirkan hasil pemeriksaan laboratorium (asli) bebas penyakit Hepatitis B dan C serta bebas HIV.

Wajib memiliki sertifikat telah mengikuti dan lulus kursus ATLS.

Wajib memiliki sertifikat “Basic Surgical Course-Key Skills” dari Kolegium Ilmu Bedah Indonesia.
3

(130321) Ilmu Bedah Saraf :

IPK Gabungan untuk Sarjana Kedokteran dan Profesi minimal 2,75.

Usia Maksimal : 35,0 tahun pada saat memulai pendidikan (tanggal 1 Maret / 1 September ).
4

(130421) Obstetri dan Ginekologi :

IPK Gabungan untuk Sarjana Kedokteran dan Profesi minimal 2,75.

Usia Maksimal : 35,0 tahun pada saat memulai pendidikan (tanggal 1 Maret / 1 September ).

Wajib melampirkan hasil pemeriksaan laboratorium (asli) bebas penyakit Hepatitis B dan C, serta bebas HIV.

Tidak menderita buta warna, serta dilakukan pemeriksaan khusus lainnya oleh Program Studi Obstetri dan Ginekologi.

Wajib memiliki sertifikat telah mengikuti dan lulus kursus, ATLS, ACLS, Asuhan Persalinan Normal (APN) dan PONED.

Merupakan nilai tambah bila memiliki pengalaman dalam mengikuti praktek/mendapat bimbingan dalam mengelola kasus Obstetri dan Ginekologi minimal selama 6 (enam) bulan, dengan menyertakan buku log yang sudah disahkan oleh dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi di Rumah Sakit dimana pelamar bekerja.

Tidak menerima calon peserta yang pernah mendaftar di pusat studi (Universitas) lain dengan nilai akreditasi sama atau lebih rendah daripada nilai akreditasi Departemen Obstetri & Ginekologi FK.UNPAD.

Bagi calon pelamar wanita tidak boleh hamil pada tahun pertama, jika diterima.

Calon peserta hanya bisa mendaftar maksimal sebanyak 2 kali pendaftaran.
5

(130521) Ilmu Kedokteran Jiwa

IPK Gabungan untuk Sarjana Kedokteran dan Profesi minimal 2,75.

Usia Maksimal : 40,0 tahun pada saat memulai pendidikan (tanggal 1 Maret / 1 September ).

6

(130621) Ilmu Kedokteran Forensik

IPK Gabungan untuk Sarjana Kedokteran dan Profesi minimal 2,50.

Usia maksimal pada saat memulai pendidikan  (tanggal 1 Maret / 1 September ) 35,0 tahun bagi peserta Reguler dan sebelum 42,0 tahun bagi PNS dan peserta tugas belajar (tubel) dari Kementerian Kesehatan (PPDS-BK).
7

(130721) Ilmu Kesehatan Anak

IPK untuk Sarjana Kedokteran dan Profesi masing-masing harus minimal 2,75.

Usia Maksimal : 35,0 tahun pada saat memulai pendidikan (tanggal 1 Maret / 1 September ).

Wajib mengikuti kursus resusitasi neonatus dan merupakan nilai tambah bila telah mengikuti APRC.

Bagi calon pelamar wanita tidak boleh hamil pada tahun pertama, jika diterima.
8

(130821) Patologi Anatomi

IPK Gabungan untuk Sarjana Kedokteran dan Profesi minimal 2,75.

Usia Maksimal : 40,0 tahun pada saat memulai pendidikan (tanggal 1 Maret / 1 September ).

Surat Keterangan bebas buta warna (tidak buta warna) dan glukoma.
10

(131021) Ilmu Penyakit Dalam :

IPK untuk Sarjana Kedokteran dan Profesi masing-masing harus minimal 2,75.

Usia Maksimal : 35,0 tahun pada saat memulai pendidikan (tanggal 1 Maret / 1 September ).

Wajib memiliki sertifikat telah mengikuti ACLS dan COMET.

Bagi calon pelamar wanita tidak boleh hamil pada tahun pertama, jika diterima.

11

(131121) Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin :

IPK Gabungan untuk Sarjana Kedokteran dan Profesi minimal 2,75.

Usia Maksimal : 35,0 tahun pada saat memulai pendidikan (tanggal 1 Maret / 1 September ).
12

(131221) Ilmu Kesehatan Mata :

IPK Gabungan untuk Sarjana Kedokteran dan Profesi minimal 2,75.

Usia Maksimal : 35,0 tahun pada saat memulai pendidikan (tanggal 1 Maret / 1 September ).

Calon pelamar harus memiliki tajam penglihatan terbaik dengan koreksi minimal 0.8 (binocular), memiliki kemampuan penglihatan stereoskopis yang baik dan tidak menderita buta warna pemeriksaan mata dilakukan oleh Program Studi Ilmu Kesehatan Mata/ PMN.RS.Mata Cicendo.
13

(131321) Neurologi :

IPK Gabungan untuk Sarjana Kedokteran dan Profesi minimal 2,75.

Usia Maksimal : 35,0 tahun pada saat memulai pendidikan (tanggal 1 Maret / 1 September ). 

Sertifikat telah mengikuti CME Neurologi merupakan nilai tambah.

Tidak diperkenankan mendaftar lebih dari 2x.
14

(131421) Ilmu Kesehatan THT-KL :

IPK Gabungan untuk Sarjana Kedokteran dan Profesi minimal 2,75.

Usia Maksimal : 35,0 tahun pada saat memulai pendidikan (tanggal 1 Maret / 1 September ).

Wajib melampirkan hasil pemeriksaan laboratorium (asli) bebas penyakit Hepatitis B dan C serta bebas HIV.

Wajib memiliki sertifikat telah mengikuti dan lulus kursus ATLS.

Dilakukan pemeriksaan kesehatan khusus oleh Program Studi Ilmu Kesehatan THT-KL.
15

(131521) Radiologi :

IPK Gabungan untuk Sarjana Kedokteran dan Profesi minimal 2,75.

Usia Maksimal : 35,0 tahun pada saat memulai pendidikan (tanggal 1 Maret / 1 September ).
16

(131621) Orthopaedi dan Traumatologi :

IPK Gabungan untuk Sarjana Kedokteran dan Profesi minimal 2,75.

Usia Maksimal : 35,0 tahun pada saat memulai pendidikan (tanggal 1 Maret / 1 September ).

Wajib memiliki sertifikat telah mengikuti dan lulus kursus ATLS.

Dilakukan pemeriksaan kesehatan khusus oleh Program Studi Orthopaedi dan Traumatologi yang antara lain mencakup fungsi ginjal, profil lipid-kolesterol, penyakit menular tertentu (hepatitis A, B, dan C, serta pemeriksaan infeksi HIV).

Merupakan nilai tambah bila memiliki pengalaman dalam mengikuti praktek/mendapat bimbingan dalam mengelola kasus Orthopaedi dan Traumatologi minimal selama 6 (enam) bulan, dengan menyertakan buku log yang sudah disahkan oleh dokter spesialis Orthopaedi dan Traumatologi di rumah sakit dimana pelamar bekerja.

Telah mengikuti minimal 3 (tiga) kegiatan symposium / kongres Orthopaedi berskala nasional, menjadi nilai tambah jika membawakan karya ilmiah.

Softcopy Curriculum Vitae dan pas photo warna terbaru ukuran 4x6 dikirim melalui email ke : orthounpad@gmail.com

Lapor ke Ketua Kolegium Orthopaedi dan Traumatologi Indonesia, melalui email orthounpad@gmail.com (untuk melajutkan/mengikuti seleksi Calon PPDS-1 Orthopaedi dan Traumatologi di FK.UNPAD pada periode Maret atau September*)
17

(131721) Ilmu Kedokteran Nuklir :

IPK Gabungan untuk Sarjana Kedokteran dan Profesi minimal 2,75.

Usia Maksimal : 35,0 tahun pada saat memulai pendidikan (tanggal 1 Maret / 1 September ).

Wajib memiliki sertifikat telah mengikuti dan lulus kursus ECG.
18

(131821) Urologi :

IPK untuk Sarjana Kedokteran dan Profesi masing-masing harus minimal 2,75.

Usia Maksimal : 35,0 tahun pada saat memulai pendidikan (tanggal 1 Maret / 1 September ).

Wajib memiliki sertifikat telah mengikuti dan lulus kursus ATLS.

Tidak diperkenankan mendaftar lebih dari 2 (dua) kali di Program Studi Urologi di Indonesia.
19

(131921) Ilmu Bedah Anak :

IPK untuk Sarjana Kedokteran dan Profesi gabungan minimal 2,75.

Usia Maksimal : 35,0 tahun pada saat memulai pendidikan (tanggal 1 Maret / 1 September ).

Wajib memiliki sertifikat telah mengikuti dan lulus kursus ATLS.
20

(132021) Ilmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi :

IPK Gabungan untuk Sarjana Kedokteran dan Profesi minimal 2,75.

Usia Maksimal : 40,0 tahun pada saat memulai pendidikan (tanggal 1 Maret / 1 September ).
21

(132121) Kardiologi dan Kedokteran Vaskuler :

IPK untuk Sarjana Kedokteran dan Profesi masing-masing harus minimal 2,75.

Usia Maksimal : 35,0 tahun pada saat memulai pendidikan (tanggal 1 Maret / 1 September ).

Wajib memiliki sertifikat telah mengikuti dan lulus kursus ACLS dan EKG.

Merupakan nilai tambah bila telah mengikuti program PTT. dengan baik.

Merupakan nilai tambah bila memiliki pengalaman dalam mengikuti praktek/mendapat bimbingan dalam mengelola kasus Kardio minimal selama 12 (dua belas) bulan, dengan menyertakan buku log yang sudah disahkan oleh dokter spesialis Kardiologi dan Kedokteran Vaskuler di rumah sakit dimana pelamar bekerja.

Merupakan nilai tambah bila telah memperoleh penghargaan pemerintah seperti sebagai dokter teladan atau pernah bertugas dengan baik di daerah bencana alam.

Merupakan nilai tambah bila menunjukkan minat pada program studi, yang dibuktikan dengan mengikuti kongres / seminar / pertemuan ilmiah / kursus dan penelitian dalam bidang keilmuan terkait.

Tidak menerima calon peserta yang pernah mendaftar di pusat studi (Universitas) lain dengan nilai akreditasi sama atau lebih rendah daripada nilai akreditasi Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular FK.UNPAD.

Calon peserta hanya bisa mendaftar maksimal sebanyak 2 kali pendaftaran.

 

III.  Keterangan tambahan :

Telah mengikuti program PTT dengan baik, merupakan nilai tambah untuk semua program studi.

Memperoleh penghargaan pemerintah seperti dokter teladan atau pernah bertugas dengan baik di daerah bencana alam, merupakan nilai tambah bagi semua program studi.

Menunjukkan minat pada program studi yang dituju, yang dibuktikan dengan mengikuti kongres/seminar/pertemuan ilmiah/kursus dan penelitian dalam bidang keilmuan terkait, merupakan nilai tambah untuk semua program studi.

Mengisi formulir pendaftaran yang terdiri dari 3 (tiga) rangkap dan melengkapi seluruh persyaratan sesuai tercantum diatas, serta disusun sesuai dengan persyaratan pendaftaran tersebut sebanyak 3 (tiga) set (seluruh persyaratan dilampirkan di formulir pendaftaran setiap set), kemudian diserahkan/dikirim ke alamat  Sekretariat PPDS FK.UNPAD Lantai IV Gedung Rumah Sakit Pendidikan UNPAD di Jl.Eijkman No.38 Bandung 40161.

Batas penyerahan/pengiriman berkas adalah sesuai tanggal yang telah ditentukan, dapat dilihat di http://smup.unpad.ac.id atau http://pendaftaran.unpad.ac.id.

 

IV.  Seleksi Calon Peserta PPDS

Selain harus memenuhi persyaratan seperti tercantum dalam ketentuan di atas, calon PPDS diwajibkan mengikuti seleksi berupa :

  1. Tes Kemampuan Bahasa Inggris (dikoordinasikan oleh SMUP melalui TKP.PPDS-I)
  2. Tes Psikometrik dan Kognitif (dikoordinasikan oleh SMUP melalui TKP.PPDS-I)
  3. Wawancara (dilaksanakan oleh program studi masing-masing)
  4. Tes Akademik (dilaksanakan oleh program studi masing-masing)

 

V.  Pengumuman penerimaan Peserta PPDS :

Daftar kelulusan pelamar ditanda tangani oleh Rektor Universitas Padjadjaran dan diumumkan melalui website: http://smup.unpad.ac.id atau http://pengumuman.unpad.ac.id, dan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran akan mengirimkan surat kepada setiap pelamar, baik yang diterima maupun yang tidak diterima sebagai peserta PPDS.

Pelamar yang diterima harus segera menghubungi sekretariat TKP.PPDS-I untuk mengurus persyaratan registrasi administrasi dan akademik selaku Mahasiswa Baru UNPAD.

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Sekretariat Tim Koordinasi Pelaksana Program Pendidikan Dokter Spesialis-I (TKP.PPDS-I) Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran di Gedung Rumah Sakit Pendidikan UNPAD Lantai IV Jl.Eijkman No.38 Bandung telp: 022-2036549, fax: 022-2036549.

 

E.  Beasiswa

  1. Beasiswa dari Fakultas Kedokteran Unpad
  2. Beasiswa dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Beasiswa PPDS-BK)
  3. Beasiswa dari Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kem-han)
  4. Beasiswa dari Pemerintah Daerah
© 2015 MIR FKUNPAD All Rights Reserved.