Seputar Fakultas

2nd Bandung International Scientific Meeting on Parasitology and Tropical Diseases

Berita  Acara

2nd Bandung International Scientific Meeting on Parasitology and Tropical Diseases

Setelah mendapat sambutan yang baik dari sejawat para ilmuwan, doktor dan praktisi dibidang kesehatan pada perhelatan Bandung Internatioanl Scientific Meeting on Parasitology and Tropical Diseases di Bandung tahun 2015, kembali Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran bekerja sama dengan Perhimpunan Pemberantasan Penyakit Parasitik Indonesia (P4I) Cabang Bandung yang diketuai oleh Dr. Rita Kusriastuti, dr., M.Sc., mengadakan pertemuan para ilmuwan dan praktisi di bidang kesehatan yang memfokuskan pada penyakit tropikal yang disebabkan oleh parasit yaitu 2nd Bandung Internatioanal Scientific Meeting on Parasitology and Tropical Diseases.

Acara yang berlangsung dari tanggal 25-28 April 2018 di Bandung itu sebagai ketua adalah Imam Megantara, dr., SpMK.,SpTHT-KL.,M.Kes., dan dihadiri oleh para Ilmuwan, doktor dan para praktisi di bidang kesehatan dari dalam dan luar negeri  seperti Prof. Roger Frutos  dan tiemnya dari Universitas Mont pelier, Perancis yang sedang ada projek kerjasama penelitian tentang penyakit demam berdarah di Indonesia dengan Kemristek Dikti  dan juga ahli dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO HQ-Geneve) mendukung dengan hadir dan jadi pembicara pada acara ini.

Pada pertemuan pertama tahun 2015 pembahasan difokuskan pada penyakit malaria dan pada pertemuan kali ini pembahasan difokuskan pada berbagai aspek penyakit tropis yang diakibatkan oleh Arbovirus seperti penyakit demam berdarah (dengue), chikungunya dan Japanese encephalitis (Zika).

Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran melalui Departemen Parasit berkomitmen untuk turut menanggulangi berbagai penyakit tropis yang diakibatkan oleh virus yang vektor pembawanya adalah nyamuk. Indonesia sebagai negara tropis memiliki curah hujan yang tinggi dan suhu serta kelembaban udara yang nyaman bagi perkembang biakan nyamuk, salah satunya nyamuk Aedesaegypti penyebab penyakit demam berdarah. Hal tersebut diperparah dengan tingginya tingkat urbanisasi akibat industrialisasi di perkotaan sehingga menciptakan daerah-daerah padat disertai buruknya sanitasi dan minimnya sumber air bersih.

Oleh sebab itu Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran bekerjasama dengan berbagai pihak berupaya untuk dapat mengurangi perkembangbiakan nyamuk  dan berusaha melalui berbagai penelitian untuk menemukan cara atau metode agar dapat mengeliminasi perkembang biakan  larva  nyamuk penyebab penyakit tersebut. Salah satu kegiatannya adalah mengumpulkan para kader dari tiap kecamatan yang ada di kotamadya Bandung untuk dapat berdiskusi dengan para surveyor (kelompok kerja Jumantaik  dari Tangerang Selatan yang dipimpin oleh Bapak Subekti dari Pusbindiklat BPPT). Para kader inilah yang akan terjun ke masyarakat dalam rangka pemberdayaan masyarakat dalam pengendalian penyakit demam berdarah (DBD) dengan gerakan satu rumah satu jumantik.

Pada perhelatan  2nd Bandung International Scientific Meeting on Parasitology and Tropical Diseases kali ini agendanya berupa workshop dan symposium.  Hari pertama peserta workshop dibagi dua kelompok, kelompok pertama melakukan uji Real Time PCR untuk mendeteksi serotype dari virus dengue dan kelompok lainnya melakukan extraksi RNA dari virus yang dibawa oleh nyamuk.

Pada sesi Symposium selama dua hari,  dibuka oleh Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran  Dr. Med. Setiawan, dr.AIFM, dihadiri oleh para ilmuwan, doktor, dan praktisi kesehatan dari dalam dan luar negeri seperti  Jepang, Thailand, Malaysia, Perancis serta dari WHO Geneve, Switzerland.  Pada symposium kali ini juga diadakan teleconverence dengan ilmuwan dari Kanada yaitu Aneta Afelt dari Universitas Warsawa, Kanada.

Pada malam harinya diadakan “Malam Budaya” berisi tari-tarian dari budaya setempat yaitu budaya dari Parahiyangan sebutan untuk  daerah Jawa Barat khususnya kota Bandung. Juga ada pertunjukan wayang golek, acara berlangsung hingga pukul 22.00 WIB. Keesokan harinya symposium dilanjutkan dengan presentasi hasil penelitian dari para ilmuwan dan praktisi kesehatan yang diundang pada acara symposium ini untuk mempresentasikan hasil penelitian mereka di negara masing-masing.

Selanjutnya setelah mendengarkan presentasi perkembangan dan penyebaran  arbovirus dan teknik penanggulangan yang telah mereka kembangkan di negara masing-masing, peserta melakukan  workshop basah dan workshop kering sampai pukul 17.00.

Pukul 17.00 penutupan acara oleh wakil dekan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Irvan Afriandi, dr.,MPH.,Dr.,PH. 

Lampiran :
20180518082608.docx
Share this Post:
Kembali
© 2018 MIR FKUNPAD All Rights Reserved.