Departemen & Staff

Departemen Orthopaedi dan Traumatologi


Latar Belakang

Pendidikan sudah lama disadari sebagai salah satu hal yang sangat penting. Dengan pendidikan kita dapat menyejahterakan rakyat, meningkatkan rasa percaya diri dan melakukan berbagai pembaharuan di berbagai bidang. Orthopaedi dan Traumatologi yang suda berumur lebih dari 30 tahun semakin banyak mengalami perkembangan dan tantangan. Perkembangan dibidang keilmuan, pegetahuan dan alat pendukung seperti imaging, instrumentasi, biologi molekuler bahkan sel peunca telah pula semakin pesat yang menjadi tantangan bagi penyelenggaraan pendidikan untuk memfasilitasi insan orthopaedi dan traumatologi Indonesia.

Sadar akan tanggung jawab sebagai warga negara Indonesia  yang mengabdi dalam bidang pelayanan kesehatan serta mengerti dan merasakan tuntutan masyarakat dan program pemerintah  untuk meningkatkan taraf kesehatan masyarakat, maka seorang dokter spesialis orthopaedi Indonesia wajib memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Menjunjung tinggi Kode Etik Kedokteran Indonesia.
  2. Mempunyai kemampuan dan keterampilan untuk mengatasi masalah Orthopaedi dan Traumatologi darurat dan tidak darurat.
  3. Mampu mengembangkan pengetahan dan keterampilan sabagai Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi sesuai dengan tuntutan masyarakat dan kemajuan ilmu pengetahuan
  4. Mampu mengembangkan pelayananan bidang Orthopaedi dan Traumatologi lingkungannya.
  5. Mengerjakan bidang Orthopaedi dan Traumatologi sebagai profesinya.
  6. Mempunyai pengetahuan yang cukup tentang rehabilitasi cacat tubuh (tuna daksa) dan mampu melaksanakan rehabilitasi preventif.
  7. Mampu mengembangkan pengalaman belajarnya dengan memilih sumber-sumber belajar yang sehat serta menjurus ketingkat akademik tertinggi.
Sejarah

Ide awal berdirinya Bagian Orthopaedi & Traumatologi didasari oleh pemikiran Prof Koestedjo saat beliau menjabat sebagai Kepala Bagian Bedah RSHS/FKUP.Beliau berpendapat bahwa ilmu Traumatologi harus mendapat prioritas pengembangan mengingat tingginya angka kecelakaan pada saat itu.

Pengembangan Orthopaedi & Traumatologi ini semakin lengkap dengan kedatangan Prof. Nagar Rasyid setelah beliau   menyelesaikan studi Orthopaedi di University of Manchester, UK.Kemudian beliau ditunjuk dan bersedia untuk menjabat sebagai Kepala Sub Bagian Orthopaedi & Traumatologi.

Di bawah kepemimpinan Prof. Nagar Rasyid, sub Bagian Orthopaedi dan Traumatologi mulai berkembang, bertepatan dengan kedatangan Prof Kasiwagi, kepala Departement of Orthopedic Kobe University ke Indonesia. Bersama dengan Mr. Kitao Seijiro, Presiden Kyoto Pharmaceutical Company, beliau melakukan kunjungan ke RS.Dustira Cimahi, dalam rangka persiapan untuk pengiriman dokter RS. Dustira yaitu dr. Samsul Maarif dan dr. Suyoto untuk mengikuti training Bedah Orthopedi di Kyoto Jepang dengan sponsor dari KFC (Kyoto Pharmaceutical Company). Kemudian Prof. Kasiwagi juga mengunjungi Rumah Sakit Pendidikan di Bandung, yaitu RS. Dr. Hasan Sadikin. Dalam kunjungannya tersebut, Prof. Koestedjo dan dr. Nagar Rasyid mendapat tawaran  untuk mengirim stafnya mengikuti pendidikan Bedah Orthopedi di Kyoto Jepang. Tawaran tersebut disambut dengan baik dengan mengirimkan 2 orang staf yaitu; dr. Mustapa pada bulan Desember 1969 untuk mengikuti pendidikan selama satu tahun, disusul dr. Ahmad Djojosugito pada periode kedua di tahun 1971.Dibawah kepemimpinan Prof Nagar Rasyid dan dibantu dengan dr. Mustapa serta dr. Ahmad Djojosugito, Sub Bagian Orthopaedi & Traumatologi di RSHS/FKUP semakin berkembang.

Setelah Prof. Koestedjo tidak lagi menjabat Kepala Bagian Bedah, posisi tersebut digantikan oleh Prof. Nagar Rasyid. Pada saat itu beliau menilai bahwa jumlah staf di sub Bagian Orthopedi masih kurang, maka dikirimlah staf Bagian Bedah, yaitu dr. Darmadji Ismono, SpB ke RSCM/FKUI pada tahun 1984-1986. Disusul oleh calon staf Bagian Orthopaedi yaitu dr. Bambang Tiksnadi, SpB pada tahun 1984 hingga 1986 dan dr. Rizal Chaidir pada tahun 1984 hingga 1987 ke National Orthopaedic Hospital (Phillipine Orthopaedic Hospital), Manila, Filipina; serta dr. Fachry A. Tandjung, SpB ke Prince of Wales Hospital Hong Kong pada tahun 1987 hingga 1989. Pengiriman tersebut bertujuan membentuk center pendidikan Orthopaedi Bandung dengan konsep gabungan dari berbagai center yang berbeda.

Dengan meningkatnya jumlah dan variasi kasus, serta berkembangnya organisasi dan keilmuan Orthopaedi & Traumatologi yang semakin pesat, dirasakan perlunya Sub Bagian Orthopaedi & Traumatologi dikembangkan menjadi Bagian tersendiri, sehingga memudahkan secara organisatoris untuk pengembangan yang lebih luas dan cepat. Bagian baru ini direncanakan untuk mempunyai sub-sub bagian tersendiri di dalamnya. Setelah segala persiapan sarana, prasarana, serta izin dan dorongan dari Dekan FK-Unpad pada saat itu Prof. Dr. Djamhoer Martaadisoebrata, SpOG, dan Direktur RS. Dr. Hasan Sadikin : dr. Iman Hilman, SpR, disusul dengan adanya visitasi dari Kolegium Orthopedi (dan para staf Pengajar Orthopedi FKUI/RSCM), serta diterbitkannya Surat Keputusan Dirjen Pelayanan Medis Dept Kesehatan RI, tertanggal 7 Agustus 1986, nomor :1608/Yan.Med/Kepeg/SK/1986, tentang pengangkatan Prof. Nagar Rasyid, SpB., SPBO., FICS sebagai Kepala Bagian Bedah Orthopedi RS. Dr. Hasan Sadikin, maka resmilah berdiri Bagian Bedah Orthopedi & Traumatologi RSHS/FKUP. Pada awal berdiri Bagian ini masih menggunakan nama Bagian Bedah Orthopaedi, karena sejarah menyatakan bahwa Bagian ini berasal dan berkembang dari Bagian Bedah, dengan bergantinya status RS. Hasan Sadikin menjadi BLU, maka penamaan berganti menjadi SMF Bedah Orthopedi. Kemudian, terhitung tahun 2002 berdasarkan keputusan Kongres Nasional Perhimpunan Dokter Spesialis Orthopedi Indonesia di Solo, penamaan berganti menjadi Bagian/SMF Orthopaedi & Traumatologi. Kemudian pada tahun 2010, karena terjadi perubahan penamaan Departemen Kesehatan menjadi Kementrian Kesehatan, SMF tersebut berganti nama menjadi Departemen Orthopaedi & Traumatologi RS Hasan Sadikin / Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran hingga saat ini.

Pada tahun 1987, Bagian Orthopaedi mulai membuka pendidikan dengan peserta didik pertama adalah dr. Taufan, SpB. yang merupakan peserta didik adaptasi, setelah beliau menempuh pendidikan Orthopaedi di Jepang. Disusul pada tahun 1988, dr. Ariono Adiputranto dan dr. Darmadi Masdulhak menjadi peserta didik yang merupakan alih program dari program studi Bedah. Kemudian dilanjutkan dengan dr. Hermawan Nagar Rasyid dan dr. Nur Rahmat Lubis sebagai peserta didik pertama, yang menempuh pendidikan Orthopaedi dari awal pendidikan (semester 1). Pada saat tersebut yang menjadi pendidik di SMF Orthopaedi adalah, Prof. Nagar Rasyid, dr. Ahmad Djojosugito, dr. Mustapa, dr. Darmadji Ismono, dr. Bambang Tiksnadi, dr. Rizal Chaidir dan dr. Fachry A. Tandjung yang baru kembali dari pendidikannya di Hong Kong.

Berkembangnya pelayanan serta bertambahnya minat terhadap program pendidikan spesialis, membuat Bagian perlu untuk menambah staf untuk mengembangkan sub-sub yang ada di dalamnya. Masuknya staf baru tersebut dimulai dengan masuknya dr. Nucki N. Hidajat, Sp.OT. dr. Agus H. Rahim, Sp.OT. pada tahun 1996 dan dr. Hermawan N. Rasyid, Sp.OT. pada tahun 1997 setelah kembali dari tugas WKS di Pontianak, Kalbar. Pada tahun 2001, dr. Yoyos D. Ismiarto, Sp.OT. dan dr. Dicky Mulyadi, Sp.OT. pada 2002 masuk melengkapi jajaran staf yang kemudian disusul dr. Fathurachman, Sp.OT, dr. Widya Arsa, Sp.OT. dan dr. Ahmad Ramdan, Sp.OT. pada tahun 2006-2008. Pada akhir 2010, dr. Ghuna Arioharjo Utoyo, Sp.OT. dan dr. M. Naseh Sajadi Budi I, Sp.OT, dan pada 2011 dr. R. Andri Primadhi, Sp.OT, serta dr. Gibran Tristan Alpharian, Sp.OT bergabung pada tahun 201, dr. Renaldi Prasetia HNR, SpOT pada tahun 2015, dr. Abdul Kadir Hadar SpOT kemudian bergabung pada tahun 2016 melengkapi staf Departemen Orthopaedi dan Traumatologi. Pada saat ini program pengembangan SDM juga sudah dimulai direkrut dari saat residen dalam masa pendidikannya. melengkapi staf Departemen Orthopaedi dan Traumatologi. Pada saat ini program pengembangan SDM juga sudah dimulai direkrut dari saat residen dalam masa pendidikannya.

Disadari bahwa untuk memperluas wawasan keilmuan dan ketrampilan, diperlukan stase atau rotasi di center lain di luar negeri. Pada angkatan pertama, dikirimkan dr. Ariono dan dr. Darmadi ke National University Hospital (NUH), Singapura selama 6 bulan. Pada periode-periode berikutnya, rotasi juga ditujukan ke berbagai tempat di penjuru dunia seperti, Hongaria, Jepang, Korea Selatan, Hong Kong, Australia, Malaysia, Thailand, Spanyol, Mesir dan Amerika Serikat. Dalam pengembangan program pendidikannya, SMF juga bekerjasama dan mengirimkan para peserta didik ke rumah sakit  jejaring  dalam negeri.

Kerjasama ini dimulai pada Oktober 2002 dengan RS UKI dan RSPAD Gatot Subroto Jakarta. Kemudian dikembangkan juga ke RSUD Ulin Banjarmasin/FK UNLAM, RS Achmad Muchtar Bukittinggi pada 2004 dan 2005. Kemudian pada 2007 diadakan perjanjian kerjasama dengan RSUD Serang. Program ini bertujuan selain untuk menambah ketrampilan dan pengetahuan peserta didik mengenai kasus-kasus, tetapi juga untuk menambah wawasan dan melihat situasi bekerja di rumah sakit  yang  berbeda. Agar ketika sudah lulus lebih siap dan berpengalaman dalam bertugas.

Dalam pengembangan program pendidikannya, SMF juga bekerjasama dan mengirimkan para peserta didik ke rumah sakit jejaring dalam negeri.Kerjasama ini dimulai pada Oktober 2002 dengan RS UKI dan RSPAD Gatot Subroto Jakarta.Kemudian dikembangkan juga ke RSUD Ulin Banjaramasin/FK UNLAM, RS Achmad Muchtar Bukittinggi pada 2004 dan 2005. Kemudian pada 2007 diadakan perjanjian kerjasama dengan RSUD Serang, tahun 2011 dengan RS Arif Achmad Pekanbaru dan tahun 2013 dengan FK UNSRI/RS Dr Mohammad Hoesin Palembang. Tujuan Program ini adalah untuk menambah ketrampilan dan pengetahuan peserta didik mengenai kasus-kasus, sekaligus untuk menambah wawasan dan melihat situasi bekerja di rumah sakit yang berbeda.Agar ketika sudah lulus lebih siap dan berpengalaman dalam bertugas.

Kemudian untuk meningkatkan ketrampilan dalam sarana penunjang seperti pembuatan slide presentasi secara manual maupun komputerisasi, fotografi dan dokumentasi; maka dikirimlah staf administrasi Bapak Sudjangi ke NUH Singapura pada Oktober 1993 selama 3 bulan.

Pada tahun 2004, ruang sekretariat dan pendidikan berpindah dari Ruang Cendana ke ruangan yang ditempati saat ini. Di ruang yang baru ini, SMF memiliki ruang konferensi yang diberi nama oleh kepala bagian pada masa itu, yaitu Dr. Fachry A. Tandjung, dr., Sp.OT, dengan nama ”Ruang Pertemuan Prof. Nagar Rasyid Nasution”, dengan semboyan beliau ”Never too old to learn”.

Hingga saat ini, Departemen Orthopaedi & Traumatologi kita tercatat telah meluluskan 162 dokter spesialis. Selama masa pendidikan spesialis ini terdapat 1 orang residen yang wafat dan 4 orang residen tidak menyelesaikan pendidikan dikarenakan sesuatu hal. Dari keseluruhan alumni yang telah lulus, terdapat 5 orang yang telah berpulang mendahului kita.

Departemen Orthopaedi dan Traumatologi yang ada sampai saat ini, tidaklah terlepas berkat usaha, perjuangan dan pengorbanan dari para pendahulu. Berkat rintisan, didikan serta kerja keras merekalah Orthopaedi dan Traumatologi kita bisa berkembang, maju dan berjaya hingga saat ini.

Visi dan Misi

Visi

Visi SMF / Departemen Orthopaedi dan TraumatologiRSUP Dr. Hasan Sadikin /FK. UNPAD Bandung menjadi Institusi Pelayanan dan Pendidikan Orthopaedi dan Traumatologi yang dapat melakukan pelayanan unggul kelas dunia dan menghasilkan lulusan yang berpengetahuan dan berkemampuan global, berdaya saing regional, dan mempunyai akhlak serta berperilaku sesuai budaya Indonesia.

Misi

  1. Melakukan pelayanan Orthopaedi & Traumatologi serta pengabdian kepada masyarakat secara professional.
  2. Menjalankan organisasi pendidikan yang berprinsip transparan dan akuntabel serta berpegang pada nilai-nilai luhur budaya Indonesia berdasarkan pancasila.
  3. Melakukan kerja sama dengan semua pemangku, kepentingan di bidang kesehatan dan non kesehatan baik di dalam maupun luar negeri.
  4. Melaksanakan penelitian yang berguna bagi pengembangan ilmu pengetahuan dengan standar internasional.
Struktur Organisasi

SUSUNAN KEPENGURUSAN

Kepala SMF/ Departement : Dicky Mulyadi, dr., SpOT(K)
Sekretaris Kesekretariatan Umum : Ahmad Ramdan, dr., SpOT(K).,M.KM
Anggota : Meyta Satariani, S.IP
Komisi Audit Internal : Prof. Dr. Darmadji Ismonoo, dr., SpB., SpOT(K)
    Dr. De Is M. Rizal Chaidir, dr., SpOT(K)., M.Kes.(MMR), M.H.KES
    Prof. Dr. Fachry A Tandjung., dr., SpB., SpOT(K). M.Phil(Orth)
Koordinator Kepegawaian dan  Pelayanan : Tedi Riyadi, SAP
    Aceng Ruhiyat, S.Kom
    Rully Rinaldi, SE
Koordinator Pengelola Keuangan : M. Naseh Sajadi Budi Irawan, dr., SpOT
Koordinator AMHP & Verifikator : R. Andri Primadhi, dr., SpOT(K)
    Bondri Cemara, S.Si., M.S
Koordinator Jasa Medis dan keuangan umum : Andhinna Kantiana, A.Md
Koordinator Rekam Medis : Ahmad Ramdan, dr., SpOT(K).,M.KM
Koordinator Pengembangan SDM : R. Andri Primadhi, dr., SpOT(K)
Koordinator Penunjang Medis : Widya Arsa, dr., SpOT.,CCD
Koordinator Pelayanan Medis dan BMHP : Ghuna Arioharjo Utoyo, dr., SpOT
Koordinator Pengabdian Masyarakat : Yoyos Dias Ismiarto, dr., SpOT(K)., M.Kes., CCD
Koordinator Informasi Teknologi : Herry Herman, dr., Ph.D., SpOT
Koordinator Akreditasi : M. Naseh Sajadi Budi Irawan, dr., SpOT
Divisi Trauma Muskuloskletal : Dicky Mulyadi, dr., SpOT(K)
    Gibran Tristan Alpharian, dr., SpOT
Divisi Spine : Ahmad Ramdan, dr., SpOT(K).,M.KM
    Dr. Bambang Tiksnadi, dr., SpB., SpOT(K)., MM.
    Abdul Kadir Hadar, dr., SpOT
Divisi Hand and Microsurgery  : Dr. Nucki Nursjamsi Hidayat, dr., SpOT(K)., M.Kes
    Dr. De Is M. Rizal Chaidir, dr., SpOT(K)., M.Kes.(MMR), M.H.KES
    Widya Arsa, dr., SpOT., CCD.
Divisi Adult Reconstruction : Dicky Mulyadi, dr., SpOT(K).
    Prof. Dr. Fachry A Tandjung., dr., SpB., SpOT(K). M.Phil(Orth)
Divisi Pediatric Orthopaedic : Yoyos Dias Ismiarto, dr., SpOT(K)., M.Kes., CCD
    Fathurachman, dr., SpOT
Divisi Oncology : M. Naseh Sajadi Budi Irawan, dr., SpOT
    Prof. Dr. Darmadji Ismono, dr., SpB., SpOT(K)
    Herry Herman, dr., SpOT., PhD.
Divisi Sport Injury/Medicine : Dr. Hermawan Nagar Rasyid, dr., SpOT(K)., MT(BME), Ph.D
    Ghuna Arioharjo Utoyo, dr. SpOT.
    Renaldi Prasetya Hermawan Nagar Rasyid, dr., SpOT., M.Kes.
Divisi Foot and Ankle : R. Andri Primadhi, dr., SpOT(K)

 

KEPENGURUSAN PENDIDIKAN       

Ketua Program Studi : Dr. Hermawan Nagar Rasyid, dr., SpOT(K)., MT(BME), Ph.D
Sekretaris Program Studi : Yoyos Dias Ismiarto, dr., SpOT(K)., M.Kes., CCD
Pelayanan Pendidikan PPDS I :

Lindiawati Supriatna, S.Sos

    Hariyanto Purnomo
Koordinator Penelitian dan Publikasi Ilmiah : Prof. Dr. Fachry A Tandjung., dr., SpB., SpOT(K). M.Phil(Orth)
Komisi Tesis : Dr. Bambang Tiksnadi, dr., SpB., SpOT(K)., MM.
    Prof. Dr. Darmadji Ismonoo, dr., SpB., SpOT(K)
    Prof. Dr. Fachry A Tandjung., dr., SpB., SpOT(K). M.Phil(Orth)
    Dr. Hermawan Nagar Rasyid, dr., SpOT(K)., MT(BME), Ph.D
    Dicky Mulyadi, dr., SpOT(K)
Koordinator Pendidikan Hubungan Luar Negeri : Dr. Bambang Tiksnadi, dr., SpB., SpOT(K)., MM.
     
Penanggung jawab    
PPSK : Fathurachman, dr., SpOT., M.Kes.
PSPD : Ahmad Ramdan, dr., SpOT(K).,M.KM
PPDS Bedah Umum : Yoyos Dias Ismiarto, dr., SpOT(K)., M.Kes., CCD.
Strata 2 : Dr. Bambang Tiksnadi, dr., SpB., SpOT(K)., MM.
Strata 3 : Prof. Dr. Darmadji Ismonoo, dr., SpB., SpOT(K)
Kontak Kami
No telp : +62222035477
Email : orthounpad@gmail.com

 

Kembali
© 2017 MIR FKUNPAD All Rights Reserved.