Departemen & Staff

Departemen Ilmu Bedah


Latar Belakang

Menurut catatan yang ada, pada saat Rumah Sakit yang saat itu bernama Het Algemene Bandoengsche Ziekenhuis didirikan pada tahun 1923, telah ada seorang dokter ahli bedah yang bekerja secara paruh waktu. Dalam perkembangannya selama zaman kolonial Belanda dan zaman Jepang bahkan pada era pasca proklamasi kemerdekaan kita, tidak didapatkan catatan yang jelas tentang Bagian Bedah rumah sakit tersebut. Baru diketahui adanya struktur kepemimpinan Bagian Bedah yang jelas dari rumah sakit yang saat itu bernama "Ranca Badak" pada tahun 1949 - 1952 yaitu R. Sajidiman, dr. dan tahun 1952 - 1956 ; R. Soediono, dr. Dengan datangnya R. Koestedjo, dr. ke Bandung, maka sejak 2 Januari 1957 beliau menjadi Kepala Bagian Bedah RSU Ranca Badak. Sampai saat itu fungsi Bagian Bedah di Rumah Sakit tersebut terutama hanyalah untuk pelayanan bedah saja sesuai fungsi rumah sakit pada umumnya. Walaupun Fakultas Kedokteran UNPAD secara resmi berdiri pada tanggal 11 September 1957 tetapi eksistensi Bagian Bedah Fakultas Kedokteran UNPAD resmi baru ada sejak R. Koestedjo, dr. diangkat menjadi dosen tetap Ilmu Bedah di FK. UNPAD dengan SK. Menteri PTIP No.8506/UP/II/61 Kiranya tidak berlebihan bila dikatakan bahwa peletak batu pertama Bagian Bedah FK. UNPAD adalah R. Koestedjo, dr. yang pada tanggal 31 Mei 1969 dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Ilmu Bedah di FK. UNPAD. Setelah selama beberapa tahun R. Koestedjo, dr. menjadi "single fighter" di Bagian Bedah, barulah pada tahun 1963 datang Nagar Rasyid Nasution, dr. seorang Ahli Bedah Orthopaedi membantu R. Koestedjo, dr. di Bagian Bedah. Kemudian Nagar Rasyid Nasution, dr. ini dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Ilmu Bedah pada tanggal 4 Mei 1985. Tidak lama kemudian bergabung pula Soemarsono, dr. yang memperkuat Bagian Bedah terutama dalam bidang Urologi. Sejak tahun 1968 turut pula memperkuat Bagian Bedah FK. UNPAD Sahala Sihombing, dr. seorang Ahli Bedah Urologi. Sahala Sihombing, dr. inilah yang merupakan Staf Bagian Bedah pertama yang menyelesaikan program doktornya tahun 1989 dan dikukuhkan sebagai Guru Besar 23 Januari 1993. Mulai saat itu (1968) pendidikan dan bimbingan bedah kepada para residen lebih teratur dan intensif.

Perkuliahan Ilmu Bedah mulai berikan oleh Koestedjo, dr. kepada para mahasiswa FK.UNPAD sejak tahun 1960. Pendidikan koasistensi Bedah baru dimulai pada tahun 1962, sedangkan pendidikan Spesialisasi Bedah untuk para Residen dimulai sejak 1963. Dokter lulusan pertama FK. UNPAD dihasilkan pada 1965, dan Ahli Bedah lulusan pertama UNPAD dihasilkan pada tahun 1969. Tiga orang lulusan Ahli Bedah pertama tersebut adalah Adhiyasa, dr., Pisi Lukitto, dr. dan Regawa, dr.. Sampai saat ini dokter spesialis bedah yang telah diluluskan berjumlah 203 orang dan yang telah mencapai tingkat doktor 6 orang. Sayang Prof. Nagar Rasyid Nasution, dr. telah meninggalkan kita pada 27 Januari 1995 dan Prof.Sahala Sihombing, dr. juga telah wafat pada tanggal 13 Maret 2000.  Pada saat pertama kali didirikan, Bagian Bedah FKUP/RSHS hanya memiliki fasilitas penunjang bangunan yang secara keseluruhan memiliki luas kurang dari 3000 meter persegi. Bangunan yang dimiliki Bagian Bedah FKUP/RSHS itupun sebagian besar merupakan bangunan lama yang telah didirikan sejak tahun 1923.

  1. Adapun bangunan lama yang dimaksud meliputi :
    Empat bangsal untuk penderita seluas kurang lebih 2000 meter persegi. Keempat bangsal ini masing-masing digunakan untuk     anak-anak (1 bangsal), wanita (1 bangsal) dan pria (2 bangsal).
  2. Poliklinik seluas kurang lebih 160 meter persegi, yang digunakan untuk memeriksapenderita-penderita baru.

Kelengkapan bangunan baru dalam arti dibangun sesudah tahun 1923 dan sebelum tahun 1957 diantaranya terdiri dari 3 kamar operasi, kamar-kamar untuk dokter, kamar untuk perawat dan ruang tata usaha. Kesemuanya memiliki luas bangunan kurang lebih 500 meter persegi. Dari kenyataan itu, jelaslah bahwa pada masa awal berdirinya, Bagian Bedah FKUP/RSHS sama sekali belum memiliki ruang kuliah atau ruang laboratorium yang representative untuk tempat berlangsungnya proses belajar mengajar. 

Dalam perkembangannya terjadi penambahan-penambahan ruangan sebagai berikut :

tahun 1959 : Penambahan ruangan-ruangan sebesar 140 m2, atas biaya Kementerian Kesehatan yang sekarang seluruhnya dipakai oleh bagian Anesthesi.

tahun 1963 Penambahan ruangan-ruangan sebesar 92 m2 berhubung dengan penerimaan koasisten yang pertama yang dapat diperinci sebagai berikut : 1 Kamar jaga koasisten, 1 ruangan tunggu dan 2 kamar periksa. Biaya untuk ini adalah hasil "Berdikari" dari rumah sakit sendiri.

tahun 1967 :  Penambahan ruangan-ruangan sebesar 157 m2 untuk keperluan : tempat konferensi, kamar dokter dan ruangan tunggu. Biaya dari swasta.

tahun 1972 : 

-  Suatu "Intensive Care" unit, yang dalam tahap pertama dapat dipakai sebagai recovery room dan dalam tahap selanjutnya dapat dipakai sebagai Intensive Care Unit yang sebenarnya.
-  Suatu bagian "emergency" yang berguna sekali untuk keperluan menolong kecelakaan lalu lintas.
-  Ruangan-ruangan untuk keperluan phisiotherapi, dokter-dokter, koasisten dan tenaga para medis.

Mulai April 1978 telah dibuka pula ruangan-ruangan perawatan baru untuk penderita kelas serta renovasi ruang-ruang perawatan lain serta sebelumnya pada tahun 1974 dibuka kamar-kamar bedah baru di kamar operasi B. Demikian pula dengan poliklinik dan bagian emergensi menempati tempat yang lebih luas.

Dengan selesainya gedung COT dan emergensi yang baru yang menempati lahan bekas gedung anatomi, kamar mayat dan mesjid Asy-Syifaa pada tahun 2001 maka Bagian Bedah sekarang dapat menikmati fasilitas sarana dan prasarana bedah yang baik.

Karena sejak tahun 1996 struktur rumah sakit berubah dengan diaktifkannya Instalasi Bedah, Instalasi Kamar Bedah, Instalasi Emergensi dan Instalasi Rawat Jalan, maka pengelolaan dan tanggung jawab dari unit-unit yang tercakup dalam Instalasi-instalasi tersebut tidak langsung di bawah Bagian Bedah.

Pada saat ini di dalam Bagian Bedah telah terdapat 7 Sub Bagian yaitu Sub Bagian Bedah Digestif, Sub Bagian Bedah Anak, Sub Bagian Bedah Onkologi, Sub Bagian Bedah Kardio Toraksik, Sub Bagian Bedah Urologi, Sub Bagian Bedah Plastik, dan Sub Bagian Bedah Vaskular. Sub Bagian inilah yang merupakan ujung tombak pelayanan dan pendidikan profesi (koasistensi) dan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS).

Pada saat ini terdapat 75 koasitensi yang mengikuti program pendidikan profesi, sedangkan peserta PPDS Bedah secara keseluruhan:

Bedah Dasar : 33 orang
Bedah Lanjut : 55 orang
Bedah Urologi : 32 orang
Bedah Anak : 17 Orang
Trainee Sub Spesialis : 12 orang

Diharapkan dengan perbaikan dan penyediaan sarana dan prasarana yang lebih lengkap pada saat ini dan dimasa yang akan datang, pendidikan dan pelayanan serta penelitian dalam bidang Bedah akan lebih berkembang.

Pada saat ini bagian/SMF Ilmu Bedah FKUP/RS Dr. Hasan Sadikin terdapat 7 Sub Bagian yaitu :

  1. Bedah Digestif
  2. Bedah Urologi
  3. Bedah Onkologi
  4. Bedah Anak
  5. Bedah Plastik
  6. Bedah Toraks Kardiotorasik
  7. Bedah Vaskular

Dibandingkan dengan keadaan tahun 1987 pada saat ini telah terjadi kemajuan yang cukup pesat di bidang pendidikan, diantaranya :

Mulai tahun 1992 telah diadakan Ujian Board Nasional dalam pendidikan Spesialis Bedah. Sejak tahun 1993 telah dilaksanakan Pendidikan Subspesialis Bedah Digestif, yang kemudian diikuti oleh Bedah Onkologi pada tahun 1994 dan Bedah Anak di tahun 1996. Sedangkan pendidikan Bedah Urologi sedang dalam proses pengakuan.

Dengan semakin banyaknya keahlian khusus yang dimiliki oleh staf di Bagian/SMF Ilmu Bedah, maka bidang pelayanan pun banyak mencapai kemajuan, diantaranya adalah:

1.   Bedah Digestif : Endoskopi, Laparoskopi
2. Bedah Jantung : By Pass
3. Bedah Urologi : ESWL + PCN + URS
4. Bedah Onkologi : Pengembangan teknik Kuadranektomi dalam Penanganan tumor payudara dini
5. Bedah Anak : Eksisi Kista CBD, anastomosis Esofagus
6. Bedah Plastik : Unit Luka Bakar,Cleft Center,micro surgery
7. Bedah Vaskuler : Endovaskuler
Sejarah

Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Hasan Sadikin Bandung atau lebih dikenal dengan RSHS diresmikan pertama kali pada tanggal 23 Oktober 1923 dengan nama Her Algeiueenc Bandoengsche Ziekenhuis atas prakarsa dari perkumpulan orang-orang terkemuka di Bandung yang bernama Vereneeging Bandoengsche Ziekenhuis. Pada saat itu telah ada seorang dokter bedah yang bekerja paruh waktu, namun Bagian Bedah Umum belum resmi berdiri tetapi pelayanan operasi telah dilakukan oleh dokter-dokter bedah yang secara sejarah sulit ditelusuri.

Pada tahun 1949 sampai tahun 1952 tercatat R.Sajidiman, dr yang memimpin Bagian Bedah. Saat itu Bagian Bedah masih belum berperan sebagai pusat pendidikan, hanya sebagai bagian dari suatu Universitas (Teaching Hospital). Baru pada tahun 1952 sampai dengan tahun 1956, waktu itu Bagian Bedah dipimpin oleh R. Sudiono, dr telah murni berfungsi sebagai unit pelayanan fungsional dari Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin. Tahun 1957 Bagian Bedah menjadi bagian dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran dengan dikepalai oleh Koestedjo, dr sebagai kepala bagian yang pertama. Pada saat itu Bagian Bedah belum memiliki ruang kuliah atau ruang laboratorium yang representatif untuk proses belajar mengajar. Bagian Bedah saat itu baru memiliki 3 (tiga) orang dokter, yaitu Koestedjo, dr, Tiagi. dr, dan Tubagus Zuchradi, dr.

Pada tahun 1963 Bagian Bedah diperkuat dengan masuknya Nagar Rasyid Nasution, dr yang baru menyelesaikan pendidikan orthopaedi di Inggris. Masih pada tahun yang sama Sumarsono. dr bergabung dalam pengembangan Ilmu Bedah. Kemudian pada tahun 1968 Bagian Bedah kembali diperkuat dengan masuknya 1 (satu) orang staf yaitu Sahala Sihombing, dr.

Selanjutnya Bagian Bedah berkembang terus hingga pada tahun 1976 mulai terbentuk Sub-Sub Bagian, di antaranya:   (1) Orthopaedi Traumatologi dan Rehabilitasi, (2) Urologi, (3) Onkologi, (4) Abdominal dan General Surgery, (5) Toraks, dan (6) Oral Surgery. Pada tahun 1985 Sub-Bagian di Bagian Bedah bertambah menjadi 8, yaitu dengan dibukanya Sub-bagian Bedah Anak dan Su-Bagian Bedah Plastik Maksilofasial. Formasi Sub-Bagian Bedah sekarang menjadi 7 sub-bagian dan dua koordinator pendidikan yaitu Koordinator Pendidikan Bedah Orthopaedi dan Koordinator Pendidikan Bedah Saraf, karena Bedah Orthopaedi dan Bedah Saraf telah tumbuh menjadi Bagian tersendiri. Bedah Oral Surgery telah memisahkan diri dari Bagian Bedah.

Visi dan Misi

VISI

Tercapainya Bagian / UPF Ilmu Bedah Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran / RS. DR. Hasan sadikin bandung yang :

  1. Terbaik
  2. Terkumuka, dan
  3. Terpadu, dan merupakan
  4. Jejaringan khasanan dunia ilmu bedah, baik dalam pelayanan. Pendidikan maupun setara dengan standar profesi

MISI

Menyelenggarakan pelayanan bedah bagi masyarakat sebagai pusat rujukan nasional, menyelenggarakan pendidikan peserta SI, PPDS-I dan PPDS-II, memacu para staf pengajar dan peserta PPDS untuk aktif mengembangkan penelitian serta perkembangan ilmu bedah berdasarkan penemuan kedokteran mutakhir yang berkembang di dunia yang terpadu dan berkesinambungan, serta dengan penyelenggaraan di pusat-pusat ilmu bedah terkemuka di tingkat nasional ayaupun internasional dengan menjungjung tinggi nilai-nilai etis keprofesian dan kemanusiaan.

Tujuan

1. Sebagai unit pelayanan fungsional :

   Terselenggaranya pelayanan di bidang ilmu bedah berdasarkan evidence based medicine dan mengikuti prinsip standar pelayanan medik bedah yang baik dan terukur, sehingga tercapai pelayanan bedah yang maksimal.

2. Sebagai bagian pendidikan :

  1. Terselenggaranya pendidikan ilmu bedah dengan metode problem based learning yang merujuk pada KIPDI untuk mahasiswa SI dan metode competency based training yang merujuk pada kurikulum yang ditetapkan oleh kolegium masing-masing untuk peserta PPDS-I dan PPDS-II sehingga menghasilkan lulusan berkualitas dan bermutu hingga mampu bersaing, beretika tinggi, dan bermoral baik.
  2. Terselenggaranya penelitian dasar, terapan, dan klinis dengan terus mengikuti perkembangan teknologi bedah dan ilmu kedokteran.

3. Sebagai tempat bekerja dan pengembangan staf bedah :
    Menjamin terselenggaranya pelayanan pendidikan dan penelitian dengan tetap memikirkan kebutuhan, peningkatan kesejahteraan, keterampilan, dan kemampuan staf bedah yang bekerja.

Sasaran :

Seluruh sub-bagian telah memiliki prosedur :

tetap, standar pelayanan medis yang baik untuk penyakit-penyakit emergensi dan nonemergensi secara lengkap untuk semua kegiatan yang dapat dilakukan di Bagian Bedah berdasarkan evidence based medicine pada tahun 2007.

Bagian Bedah dapat menghasilkan:

  1. Tingkat kelulusan S-I, PPDS-I dan PPDS-II pada mata kuliah ilmu bedah dengan kualitas paham dan dapat menerapkan lebih dari 90%,
  2. Tingkat kelulusan   peserta   kepaniteraan 100% dengan nilai minimal B,
  3. Penerimaan yang  selektif dengan syarat-syarat optimal sesuai skoring yang telah ditetapkan sehingga dapat meningkatkan mutu kualitas lulusan. 
Struktur Organisasi

Daftar Staff Departemen Ilmu Bedah

Sub Divisi Bedah Digestif

No

Nama

NIP

Pangkat

Gol

1

Haryono Yarman, dr., Sp.B-KBD

19540915 198203 1003

Pembina Tk.I

IV/b

2

Nurhayat Usman, dr., Sp.B-KBD

19541216 198503 1003

Pembina Tk.I

IV/b

3

Maman Wastaman Rodjak, dr., Sp.B-KBD

19531226 198601 1001

Pembina Tk.I

IV/b

4

Kiki Lukman, dr., M.Sc., Sp.B-KBD

19630522 199001 1001

Penata Tk.I

III/d

5

Bambang Am am Sulthana, dr., Sp.B-KBD

19660611 199603 1001

Penata Tk.I

IV/a

6

Reno Rudiman, dr., M.Sc, Sp.B-KBD

19650710 199102 1001

Penata

III/d

7

Andriana Purnama, dr., Sp.B-KBD

19720609 200604 1001

Penata Muda Tk.I

III/c

8

Tommy Ruchimat, dr., SpB-KBD

     

Sub Divisi Bedah Onkologi

No

Nama

NIP

Pangkat

Gol

1

Monty Priosodewo Soemitro, dr., Sp.B(K)-Onk., MKes

19610519 198901 1001

Pembina Utama Muda

IV/d

2

DR. Dimyati Achmad, dr., Sp.B(K)-Onk

19550419 198211 1001

Pembina Utama Muda

IV/c

3

Dharmayanti Francisca Badudu, dr., Sp.B(K)-Onk

19540512 198203 2002

Pembina TK I

IV/b

4

Dradjat Ryanto Suardi, dr., Sp.B(K)-Onk

19510211 198601 1001

Pembina TK I

IV/b

5

Maman Abdurahman, dr., Sp.B(K)-Onk

19660902 199601 1001

Penata

III/c

6

Kiki Akhmad Rizki, dr., Sp.B(K)-Onk

19700302 199903 1001

Penata Muda

III/b

7

Raden Yohana, dr., SpB(K)Onk

19741215 200604 2004

Penata

III/c

Sub Divisi Bedah Vaskular

No

Nama

NIP

Pangkat

Gol

1

Prof. DR. Hendro Sudjono Yuwono, dr., Sp.B(K)V

19470126 197403 1001

Pembina Utama Madya

IV/d

2

Teguh Marfen Djayakusumah, dr., Sp.B(K)V., M.Kes

19720830 200604 1001

Penata Muda Tk.I

III/b

3

Putie Hapsari, dr., Sp.B(K)V

     

Sub Divisi Bedah Urologi

No

Nama

NIP

Pangkat

Gol

1

Bambang Sasongko Noegroho, dr., Sp.B., Sp.U(K)

19580401 198412 1005

Pembina Utama Muda

IV/d

2

Tjahjodjati, dr., Sp.B., Sp.U(K)

19620329 198710 1001

Pembina Utama Muda

IV/c

3

Ferry Safriadi, dr., Sp.U(K)

19641116 199002 1001

Pembina TK I

IV/b

4

Aaron Tigor, dr., Sp.U(K)

19730526 200604 1001

Penata Muda Tk.I

III/b

5

Ricky Adriansjah, dr., Sp.U(K)

19700722 200801 1015

Penata Muda Tk.I

III/b

6

Kuncoro Adi, dr., Sp.U(K)

19750220 200812 1001

Penata Muda Tk.I

III/b

7

Safendra Siregar, dr., Sp.U(K)

19710514 200912 1001

Penata Muda Tk.I

III/b

8

Jupiter Sibarani, dr., SpU

19780312 200912 1003

Penata Muda Tk.I

III/b

9

Sawkar Vijay, dr., SpU

197910112010121000

Penata Muda Tk.I

III/b

10

Ahmad Agil, dr., Sp.U

     

Sub Divisi Bedah Urologi

No

Nama

NIP

Pangkat

Gol

1

Rachim Sobarna, dr., Sp.B., Sp.BTKV

19530719 197912 1001

Pembina Utama Muda

IV/d

2

DR. Tri Wahyu Murni, dr., Sp.BTKV

19510515 198012 2001

Pembina Utama Muda

IV/c

3

Rama Nusjirwan, dr., Sp.BTKV

19711029 200912 1001

Penata Muda Tk.I

III/b

4

Euis Maryani, dr., Sp.B

     

Sub Divisi Bedah Plastik

No

Nama

NIP

Pangkat

Gol

1

Hardi Siswo Sudjana, dr., Sp.BP

19590531 198602 1001

Pembina Tk.I

IV/c

2

Lisa Y. Hasibuan, dr., Sp.BP

19670409 199603 2001

Penata

III/d

3

Irra Rubianti Widarda, dr., Sp.BP

19660724 199507 2001

Penata Muda

III/b

4

Ali Sundoro, dr., Sp.BP

     

5

Almahitta Cintami Putri, dr., Sp.BP

     

Sub Divisi Bedah Anak

No

Nama

NIP

Pangkat

Gol

1

Bustanul Arifin Nawas, dr., Sp.B., Sp.BA

19520908 198003 1002

Pembina Utama Muda

IV/c

2

Dikki Drajat Kusmayadi, dr., Sp.B., Sp.BA

19640720 199002 1001

Pembina Tk.I

IV/b

3

Rizki Diposarosa, dr., Sp.B., Sp.BA

19750628 200312 1004

Penata

III/c

4

Arhans Chaerul Ismael, dr., Sp.BA

19750924-200604-1002

Penata Muda

III/b

5

Vita Indiasari, dr., Sp.BA

 

 

 

6

Emliana Lia, dr., Sp.BA

 

 

 

 
Kontak Kami

Departemen Ilmu Bedah

Alamat                  :  Jl. Pasteur No.38  Bandung 40161

                                Telefon  022-2038436     Fax  022-2032216

E-Mail                   :  bedah@fk.unpad.ac.id

Kembali
© 2018 MIR FKUNPAD All Rights Reserved.