Departemen & Staff

Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif


Latar Belakang

Pada awalnya, Bagian Anestesiologi berada di bawah Bagian Ilmu Bedah, dan tindakan anestesi umum dilakukan oleh para dokter asisten bedah. Perhatian utama masih pada pembedahan, bukan pada anestesi. Dalam perkembangan selanjutnya, bagian Anestesiologi memisahkan diri dari Bagian Ilmu Bedah untuk membentuk bagian tersendiri. Pemisahan ini dianggap perlu mengingat perkembangan Ilmu Anestesi pada khususnya dan Ilmu Kedokteran pada umumnya yang demikian pesat.

Sejarah

Saat memisahkan diri dari bagian Ilmu Bedah, bagian Anestesiologi hanya memiliki satu orang dokter spesialis Anestesi, yaitu  dr. Tb. Zuchradi (alm). Secara berangsur-angsur Bagian Anestesiologi mulai mengembangkan diri baik dalam jumlah staf,  peralatan, maupun teknik anestesi.  Bagian Anestesiologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran/RSUP Dr. Hasan Sadikin pada tahun 1969 diakui sebagai Pusat Pendidikan Ilmu Anestesi di Indonesia bersama-sama dengan Jakarta, Surabaya, dan Semarang. Sebagai Kepala Bagian pertama adalah dr. Tb. Zuchradi, Wakil Kepala Bagian dr. Marsudi Rasman, serta staf terdiri dari dr. Budi Sayuto, dr. A. Himendra Wargahadibrata dan dr. Afifi Ruchili.

Masih pada tahun yang sama, timbul gagasan dari dr. Tb. Zuchradi sebagai Kepala Bagian Anestesiologi RSHS untuk membangun Intensive Care Unit (ICU). Pada bulan Desember 1969 ICU selesai dibangun dan  diresmikan pada tanggal 1 September 1971 dengan dr. Tb. Zuchradi sebagai Kepala ICU dan dr. Demin Shen sebagai Wa­kil Kepala Bagian ICU. Saat itu ICU RSHS merupakan satu-satunya ICU di kota Bandung.

Per tanggal 1 Januari 1975, kedudukan ICU berada di bawah Bagian Anestesiologi dan dr. Tb. Zuchradi diangkat sebagai Kepala Bagian Anestesiologi/ ICU, dr. Marsudi Rasman sebagai Pelaksaan Harian dan dr. A. Himendra sebagai pejabat kepala sub-bagian.

Untuk meningkatkan pelayanan kepada pasien, pada tahun 1998 didirikan Instalasi Anestesi yang dipimpin oleh dr. Deddy Koesmayadi, SpAn, KIC. Pada tahun yang sama Bagian Anestesiologi dan Perawatan Intensif FK UNPAD/RSHS menghasilkan satu orang Guru Besar dalam Bidang Anestesiologi yang juga merupakan Guru Besar Pertama untuk bidang tersebut di Jawa Barat, sekaligus juga merupakan alum­ni pertama lulusan Anestesiologi dan Perawatan Instensif FK UNPAD yang meraih gelar Guru Besar. Beliau adalah Prof. dr. A. Himendra Wargahadibrata, SpAn, KNA, KIC.

Pada tahun 2002 Bagian Anestesiologi dan Perawatan Intensif berubah nama menjadi Departemen Anestesiologi dan Reanimasi atas dasar pemikiran bahwa lingkup pelayanan dan perawatan anestesiologi tidak hanya terbatas pada masalah pembiusan dan perawatan intensif saja, tetapi juga meliputi resusitasi, kedokteran gawat darurat, kedokteran bencana alam, pengelolaan nyeri dan detoksifikasi narkotik.

Pada tahun 2004 dan 2007, Guru Besar bidang Ilmu Anestesiologi bertambah 2 (dua) orang yaitu  Prof. Dr. Tatang Bisri, dr., SpAn-KNA dan Prof. U. Kaswiyan Adipradja, dr, SpAnK.

Pusat pendidikan Anestesiologi dan Reanimasi Fakulltas Kedokteran UNPAD/RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung berkembang dengan pesat dan mulai tahun 2004 dibuka pendidikan Spesialisasi 2 (Sp2) untuk bidang kajian Neuroanestesi (KNA) dan untuk saat ini merupakan satu-satunya  pusat pendidikan di Indonesia. Tahun 2005 diresmikan pendidikan Spesialisasi 2 (Sp2) bidang kaijan Intensive Care (KIC), selain di Jakarta dan Surabaya. Tahun 2010, pada Kongres Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi di Medan, Kolegium Anestesiologi dan Reanimasi Indonesia berubah menjadi Kolegium Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia, yang diikuti dengan perubahan nama Departemen dan Program Studi menjadi Departemen/Program Studi Anestesiologi dan Terapi Intensif.

Seiring dengan berjalannya waktu, Bagian Anestesiologi dan Perawatan Intensif  Fakultas Kedokteran UNPAD/RSHS semakin berkembang baik dari sarana, prasarana, dan jumlah staf pengajar. Total jumlah staf pengajar di Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif FK UNPAD/RSHS saat ini adalah 25 orang berstatus staf pendidik aktif dan 6 orang staf pendidik purnabakti. Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif FK UNPAD/RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung memiliki 8 divisi, yaitu: Divisi Kardiotoraksik dan Vaskular, Divisi Neuroanestesia, Divisi Anestesi Pediatrik, Divisi Manajemen Nyeri, Divisi Terapi Intensif, Divisi Anestesi Regional, Divisi Anestesi Obstetri, dan Divisi Anestesi Emergensi dan Traumatologi.

Sejak didirikannya hingga sekarang, Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif FK UNPAD/RSHS telah meluluskan 321 orang spesialis anestesi yang tersebar di selu­ruh Indonesia.

Berikut adalah nama-nama Kepala Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif sejak mulai berdiri:

1. Tb. Zuchradi, dr, SpAn Tahun 1964–1985
2. Prof. A. Himendra Wargahadibrata, dr, SpAn, KIC, KNA Tahun 1985–1987
3. Marsudi Rasman, dr, SpAn, KIC, KNA  Tahun 1987–1990
4. Afifi Ruchili, dr, SpAn, KAR Tahun 1990–2002
5. Prof. U. Kaswiyan, dr, SpAn, KAP, KAO Tahun 2002–2008
6. Deddy Koesmayadi, dr, SpAn, KIC Tahun 2008–2010
7. Dr. Ike Sri Rejeki, dr.SpAn-KIC, KMN, M.Kes. Tahun 2010–2014
8. Ruli Herman S, dr. SpAn-KIC, KAP, M. Kes. Tahun 2014–sekarang
Visi dan Misi

Visi :

Menjadi institusi pendidikan dokter spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif yang unggul dan mampu mendorong daya saing bangsa pada tahun 2020.

 

Unggul

:

terbaik dan melebihi standar dalam kualitas pendidikan, penelitian, dan pelayanan masyarakat. Institusi pendidikan dokter spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran memiliki dua program pendidikan unggulan  yaitu intensive care dan neuroanestesi.

Berdaya saing

:

kesanggupan, kemampuan dan kekuatan untuk bersaing dengan program studi Anestesiologi dan Terapi Intensif di Nasional dan Internasional.

Misi :

  1. Menyelenggarakan pendidikan di bidang Anestesiologi dan Terapi Intensif yang terintegrasi dengan pelayanan dan penelitian sesuai Standar Nasional Pendidikan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif dan mengikuti perkembangan Nasional maupun Internasional.
  2. Meningkatkan jumlah dan kualitas penelitian serta publikasi baik Nasional maupun Internasional.
  3. Melakukan pengabdian kepada masyarakat di bidang Anestesiologi dan Terapi Intensif yang berkualitas sesuai dengan standar profesi. 
Struktur Organisasi

Staf Pendidik Aktif :

  1. Prof. Dr. Tatang Bisri, dr., SpAn-KNA, KAO
  2. Ruli Herman S, dr., SpAn-KIC, KAP, M.Kes.
  3. Dr. Tinni T. Maskoen, dr., SpAn-KIC, KMN, FICM
  4. Doddy Tavianto, dr., SpAn, KAKV
  5. Rudi Kurniadi K, dr., SpAn-KAR, M.M, M.Kes.
  6. Ezra Oktaliansah, dr., SpAn-KIC, KAP, M.Kes.
  7. Dr. Erwin Pradian, dr., SpAn-KIC, KAR, M.Kes.
  8. Dr. Iwan Fuadi,  dr., SpAn-KNA, M.Kes.
  9. Dr. Suwarman, dr., SpAn-KIC, KMN, M.Kes.
  10. Dedi Fitri Yadi, dr., SpAn, KAR, M.Kes.
  11. Reza W. Sujud, dr., SpAn-KAKV, KIC, M.Kes.
  12. Indriasari, dr., SpAn-KIC, M.Kes.
  13. Dr. Dewi Yulianti Bisri, dr., SpAn-KNA, KAO, M.Kes.
  14. Budiana Rismawan, dr., SpAn-KAKV, M.Kes.
  15. Ardi Zulfariansyah, dr., SpAn-KIC, M.Kes.
  16. Iwan Abdul Rachman, dr., SpAn, KNA, M.Kes.
  17. M. Andy Prihartono, dr., SpAn, KMN, M.Kes.
  18. Ricky Aditya, dr., SpAn, KIC, M.Kes.
  19. Danny Budipratama, dr., SpAn, KIC
  20. Nurita Dian Kestriani Saragi Sitio, dr., SpAn, KIC
  21. M. Erias Erlangga, dr., SpAn, M.Kes.
  22. Radian Ahmad Halimi, dr., SpAn, M.Kes.
  23. Osmond Muvtilov Pison, dr., SpAn, M.Kes.
  24. M. Budi Kurniawan, dr., SpAn
  25. Gezy Weita Giwangkancana, dr., SpAn

Staf Pendidik Purnabakti:

  1. Prof. Dr. A. Himendra W, dr., SpAn-KIC, KNA
  2. Marsudi Rasman, dr., SpAn-KIC, KNA
  3. Afifi Ruchili, dr., SpAn-KAR
  4. Prof. U. Kaswiyan, dr., SpAn-KAP, KAO
  5. Eri Surahman, dr., SpAn-KNA
  6. Dr. Ike Sri Redjeki, dr., SpAn-KIC, KMN, M.Kes.

Staf Kependidikan Departemen:

  1. Tini Rohijah, S.Pd.
  2. Juarsa
  3. Dini Mardiana
  4. Imas Kuraesin, S.E.
  5. Imas Widianti, S.E.
  6. Kurnawan, S.E.
  7. Risni Sari Dewi
  8. Emma Nurhasanah, S.Pd.
  9. Soraya Nurmalasari, S.E.
Kontak Kami
Kembali
© 2017 MIR FKUNPAD All Rights Reserved.