Departemen & Staff

Departemen Ilmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi


Latar Belakang

Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 1995 oleh Badan Litbang Departemen Kesehatan menyatakan prevalensi impairment berkisar antara 9-249/1000 penduduk, sedangkan prevalensi disabilitas berkisar antara 2-217/1000 penduduk. Data terbaru dari sensus penduduk tahun 2010 mendapatkan bahwa sekitar 1,94% anak di Indonesia usia 0 sampai 14 tahun menyandang disabilitas, 1,62% penduduk Indonesia berusia diatas 10 tahun mengalami kesulitan berjalan dan sebanyak 1,07% mengalami kesulitan mengurus diri sendiri.Disabilitas ini akan semakin meningkat sesuai dengan kelompok umur, dimana lebih dari 8% penduduk berusia 65-70 tahun mengalami kesulitan berjalan dan lebih dari 4% dari mereka mengalami kesulitan mengurus diri. Data tersebut menunjukkan bahwa jumlah penyandang disabilitas di Indonesia tidak sedikit dan memerlukan perhatian khusus.

Sehat bukan sekedar berarti seseorang tidak mempunyai penyakit, namun orang tersebut juga harus mampu mengaktualisasikan diri secara maksimal, bahkan dari orang yang telah memiliki keterbatasan atau disabilitas. Fasilitas kesehatan harus menyediakan pelayanan yang bermutu, tidak terkecuali pada mereka yang memiliki gangguan fungsional, dengan menyediakan layanan rehabilitasi medic.

Pelayanan Rehabilitasi Medik bersifat komprehensif, mencakup aspek promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif. Paradigma pelayanan Rehabilitasi Medik yang dianut saat ini dititik beratkan pada strategi rehabilitasi pencegahan (Prevention Rehabilitation Strategy), artinya pencegahan ketidakmampuan (disabilitas) yang harus dilakukan sejak dini. Apabila tidak dapat dicegah, diupayakan pencapaian tingkat kemandirian seoptimal mungkin, sesuai dengan potensi yang dimiliki.

Tujuan layanan rehabilitasi adalah untuk mengembalikan fungsi pasien seoptimal mungkin sehingga dapat mandiri secara fisik, mental, sosial, dan ekonomi. Pengkajian secara menyeluruh terhadap penyakit dan konsekuensi akibat penyakit tersebut serta bagaimana pengaruh keluarga, lingkungan sosial, tanggung jawab pekerjaan dan keadaan ekonomi, hobi, harapan dan impian terhadap penyakit yang diderita sangat diperlukan untuk mencapai hal tersebut. Oleh karena itu, perawatan pasien dalam layanan rehabilitasi medik harus dilakukan secara menyeluruh.

Sejarah

Departemen  Ilmu Kedoteran Fisik dan Rehabilitasi RSHS pada tahun 1970 masih bernama Preventive Rehabilitation Unit dan merupakan bagian dari bagian Ortopedi. Unit ini berada dibawah kepemimpinan dari Prof. Nagar Rasyid, dr., SpBO., FICS (1970-1979). Saat itu pelayanan hanya berupa fisioterapi saja.

Pada tahun 1979 – 1986, dibawah kepemimpinan Ahmad Tohamuslim, dr., SpRM, pelayan rehabilitasi medik mulai diberikan untuk pasien rawat jalan dan rawat inap. Pelayanan yang diberikan terdiri dari pemeriksaan oleh dokter spesialis rehabilitasi medik, fisioterpai, ortotik prostetik, perawat rehabilitasi, terapi wicara, terapi okupasi, dan psikologi.

Pada tahun 1986 – 1992, dibawah kepemimpinan Prof. Darmadji Ismono, dr., SpBO, FICS. Departemen pertama kali mengirimkan stafnya untuk dididik sebagai dokter spesialis rehabilitasi medik.

Pada tahun 1992 – 1998, dibawah kepemimpinan Ferial H. Idris, dr., SpRM(K). Departemen membentuk Rehabilitasi Bersumber Daya Masyarakat (RBM) dan mulai membina kerja sama lintas sektoral.

Pada tahun 1998 – 2001, dibawah kepemimpinan Tri Damiati Pandji, dr., SpRM(K). Departemen mulai melaksanakan penerimaan peserta didik Program Pendidikan Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik.

Pada tahun 2001 – 2005 kembali dipimpin oleh Dr. Ahmad Tohamuslim, dr., SpRM(K). Pelayanan rehabilitasi medik mendapatkan fasilitas sarana dan prasarana yang lebih baik dan meningkatkan kerjasama interdisipliner dengan adanya peserta didik.

Pada tahun 2005 – 2014, dibawah kepemimpinan Marina A. Moeliono, dr., SpRM(K). Departemen memperoleh SK Dikti No. 1623/D/T/2008 sebagai pencapaian kemandirian sebagai Prodi IKFR. Departemen Mulai membangun kerjasama nasional dan internasional. Mulai dikembangkannya divisi pelayanan rehabilitasi muskuloskeletal, neuromuskuler, pediatrik dan kardiorespirasi.

Sejak 2015 sampai dengan saat ini, Departemen Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Medik dipimpin oleh Sunaryo B. Sastradimadja, dr., SpKFR dan terus mengembangkan Departemen Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Medik di RSHS

Visi dan Misi

Visi

  • Menjadi pusat rujukan Rehabilitasi Medik yang mendukung terwujudnya institusi kesehatan yang unggul dan transformatif dalam meningkatkan status kesehatan masyarakat.
  • Transformative leader in health care

Misi

  • Menyelenggarakan pelayanan Rehabilitasi Medik yang paripurna dan prima yang terintegrasi dengan pendidikan dan penelitian
  • Menyelenggarakan sistem rujukan pelayanan Rehabilitasi Medik berjenjang yang bermutu
  • Melakukan transformasi dalam mewujudkan status kesehatan masyarakat yang lebih baik
Struktur Organisasi

Kepala Departemen

: Sunaryo B. Sastradimaja, dr, SpKFR

Sekretaris & Koordinator Pendidikan

: Deta Tanuwidjadja, dr, SpKFR

Ketua Prodi IKFR

: DR. Irma Ruslina Defi, dr, SpKFR

Ketua Instalasi Rehabilitasi Medik

: Tertianto Prabowo, dr, SpKFR

Koordinator SDM

: Marietta Shanti Prananta, dr, SpKFR

Koordinator Pelayanan

: Novitri, dr, SpKFR

Koordinator Penelitian & Kerjasama

: DR. Marina A. Moeliono, dr, SpKFR

Koordinator Pengabdian Masyarakat

: Farida Arisanti, dr, SpKFR

Kepala Divisi Kardiorespirasi

: Sunaryo B. Sastradimaja, dr, SpKFR

  Dian Marta Sari, dr, SpKFR

Kepala Divisi Neuromuskuler

: DR. Vitriana, dr, SpKFR

Kepala Divisi Pediatri

: Marietta Shanti Prananta, dr, SpKFR

  Ellyana Sungkar, dr, SpKFR

Kepala Divisi Muskuloskeletal

: DR. Marina A. Moeliono, dr, SpKFR

  Tertianto Prabowo, dr, SpKFR

Kepala Divisi Geriatri

: Dr. Irma Ruslina Defi, Dr, Spkfr

Kontak Kami
Alamat : Bagian Ilmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi
    RS Hasan Sadikin
    Jl. Pasteur No. 38, Bandung 
No Telp : 022-2034989
Email : ikfr.bandung@gmail.com

 

Kembali
© 2017 MIR FKUNPAD All Rights Reserved.